Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
cara Asyera


__ADS_3

"kenapa dengan wajah kalian?." tanya Asyera yang menemani tamu tamunya makan.


"Oscar mengusir kami..." malas Wira.


"kau di usir tidak apa apa,tapi Alberto...dia papanya." tegas Asyera dan bangkit dari duduknya menuju kamar Oscar .


"tadi sudah sarapan sekarang dessert nya." sarkas Arrasy.


"apa maksudmu..." tanya Alberto .


"Oscar tidak akan berkutik." singkat Wira .


"paman,,,jika ibuku seperti itu berarti ada yang perlu diperbaiki." sambung Arrasy.


Alberto hendak menyusul tapi di halangi Wira .


"jangan... ini demi kebaikan Oscar , selama ini kau selalu ada untuknya,sekali dia berbuat untukmu dan dia sedang jatuh cinta lalu egonya membuatnya berfikir dia berhak atas hidupnya tanpa peduli orang lain...itu tidak akan baik untuknya dimasa depan,,,bisa bisa karena egonya dia mampu menelantarkan masa tuamu." nasehat Wira .


"tidak apa apa,ada kalanya dia ingin sendiri." bela Alberto .


"tidak seperti itu Alberto ,dia harus tau bagaimana harus bersikap padamu meski dia sedang marah maupun sedang dikuasai egonya." Wira menahan diri.


"Oscar ... bangun!!!" seru Asyera di samping ranjang.


Oscar tidak perduli dan masih pura pura tidur.


"oh jadi kau tidak ingin bangun,,," seraya Asyera langsung membuat seisi kamar terguncang.


Oscar yang pura pura tidur langsung melompat dari ranjang tapi terjatuh karena goncangan.


Semua yang diluar kamar sedikit merasakan goncangan.


Oscar berusaha berdiri tapi tidak bisa sedang Asyera melayang di udara.


"Asyera ,,,hentikan ,,,aku mohon,,," pinta Oscar .


"aku tidak ingin menghentikannya,,," ketus Asyera.


"apa yang kau mau,,, aku akan menurutimu,,,tanpa nego,,," seru Oscar .


"tidak ." tegas Asyera.


"aku janji..." triak Oscar .


"baiklah ,karena kau sudah berjanji." Asyera menghentikan guncangan dan turun.


"kenapa kau melakukan ini?!." keluh Oscar .


"tadi ada yang salah , aku belum menemukan salahnya jadi aku guncang biar salah itu terlihat dan segera diperbaiki." sarkas Asyera.


"maksudmu,,,aku,,,salah,,," tanya Oscar .


"ya." singkat Asyera.


"tapi aku tidak melakukan apapun,aku hanya ingin sendiri." Oscar membela diri.


"apa perlu aku mendatangkan Frans untuk menemani kebodohanmu..." tatap Asyera.


"tidak perlu,,,sekarang katakan salahku." Oscar tidak ingin Asyera berbuat gila lebih jauh lagi.


"jadi kau tidak menyadari jika sikapmu yang kekanakan itu menyakiti papamu... papa yang selalu ada seumur hidupmu?!?! rasa kecewa yang ada di hati dan pikiran orangtua itu akan menjadi batu bagi perjalananmu,apa kau pernah menanyakan keadaan papamu?! kau sendiri tau bagaimana papamu ketika kehilangan mamamu,,,dia gila dan hampir mati...tapi demi kamu dia memilih hidup untuk mu." kesal Asyera.


Oscar menangis mengingat masa masa sulit papanya setelah kematian mamanya.

__ADS_1


"satu lagi,,,jangan berusaha maupun memaksakan melihat wanitamu, kau tidak akan mampu melihatnya sampai waktunya tiba. Fokuslah dengan tujuanmu ,dan perhatikan sekitarmu." Asyera melembut.


"maafkan aku..." lirih Oscar menyadari kesalahannya.


" minta maaf pada papamu dan temani dia sebelum kita pergi." pinta Asyera dan meninggalkan Oscar .


Tidak ada yang berani menegur Asyera.


Keluarga kecil Sasha juga sudah selesai makan .


Mili sedang berada di dapur membersihkan alat makan.


Asyera menghampiri dan membantunya.


"tolong maafkan Oscar ." lirih Mili .


"kau tidak perlu meminta maaf atas kelakuannya, rasa sayang jangan membuatmu buta dan perlahan mendorongnya ke api. Biarkan dia belajar menghadapi kesalahannya, dia seorang pria dan nanti dia akan menjadi seorang pemimpin." papar Asyera.


Oscar keluar kamar setelah membersihkan diri dan membereskan kamarnya.


"pa..." lirih Oscar .


"oh kau,,,kenapa,,,kau bilang ingin tidur,ingin sendiri..." tatap Alberto memperhatikan Oscar .


"maafkan aku...maafkan aku membuat papa kecewa..." tangis Oscar memeluk papanya.


"hei ... boy ... jangan menangis,papa baik baik saja..." Alberto menenangkan mengusap punggung putranya.


Mereka semua sangat menyayangi Oscar , semua sebelum pergi mereka menghabiskan waktu bersama.


"Bu... antar aku pulang,aku lupa kak Exxa hari ini memintaku menemaninya ke kampus." pinta Arrasy pada ibunya.


"baiklah ,,," singkat Asyera.


" jangan lama lama sayang..." balas Wira tersenyum.


Asyera dan Arrasy menembus waktu ke apartemen di Madrid .


" Mau kemana mereka?." tanya Alberto .


" biasa , putra bungsuku tidak betah lama lama jika tidak ada saudaranya , mungkin dia minta diantar pulang lebih dulu." terang Wira .


Terlihat Levic berlari dari dalam rumah menghampiri mereka.


" kalian harus tau ... bibik dan anak itu menghilang di depan mataku,,,mereka alien..." cerita Levic dan ditertawakan semua.


"sungguh aku tidak berbohong..." jujur Levic.


"kalau begitu kau harus merahasiakan itu dari orang diluar sana agar tidak menganggapmu pembohong. " santai Wira .


"apa paman juga alien ?." Levic ketakutan tapi justru ditertawakan.


" seharusnya kau memberitahuku saja dan kita bisa mencari bukti bersama." bisik Ivan .


" jangan takut, mereka manusia...seperti kita hanya dengan banyak kelebihan." Sasha menenangkan.


"papa kalian benar... kalian harus terbiasa jika masih ingin bertemu Oscar ." jelas Alberto .


" maksudnya,,, Oscar juga alien?!." polos si kembar .


Oscar memukul keduanya .


" jangan terlalu percaya film, ini nyata..." tawa Oscar .

__ADS_1


Ivan dan Levic menjauh dari Oscar dan menatapnya.


"auhhhc..." triak sikembar dipukul mamanya.


" jangan berpikir aneh aneh,Oscar hanya bercanda." ucap Mili melegakan mereka.


"wah,,,seru,,,apa yang sedang kalian bicarakan?." tanya Asyera menghampiri mereka.


Dengan serta Merta Levic memegang tangan Asyera , memastikan bukan alien.


"kenapa..." senyum Asyera.


"apa bibi alien???." tanya cepat Levic dengan rasa takut.


"aku...siapa yang bilang..." tanya balik Asyera seraya menatap yang lain bergantian. Semua tidak mau terlibat dan mengacuhkan tatapan Asyera seoalah tidak mengerti.


" katakan siapa yang mengajarimu mengatakan itu..." lembut Asyera .


"tidak ada yang mengajariku,,, tapi aku melihat bibi dan putra bibi menghilang sewaktu aku ingin kemari..." jujur Levic.


" bibi akan memberitahumu rahasia...tapi janji kau tidak akan mengatakannya pada siapapun di luar sana." rayu Asyera.


"ya,aku janji." tegas Levic.


Seketika Asyera membuat sikembar melayang ke udara.


"wo...wooo...bibi...wooo." si kembar heboh berusaha menyeimbangkan diri.


" bagaimana..." tanya Asyera seraya menurunkan mereka.


" hahhhjc bibi benar benar mengejutkan." sahut Ivan .


" bagaiman bibi melakukannya?." tanya Levic .


" dengan pikiran ... apa kau masih takut padaku?." Asyera memastikan.


" tidak... jadi bibi melakukan semua dengan pikiran?." tanya Levic.


"ya...yang baru saja." jujur Asyera.


" papa... aku ingin seperti bibi..." semangat Levic.


"tanyakan pada Oscar ." Sasha tidak ingin pusing.


" kalian tidak akan bisa... lebih baik jadilah anak yang baik buat papa mama kalian ." jujur Oscar .


Mereka menghabiskan hari itu bersama sampai tiba waktunya Oscar pergi bersama Wira dan Asyera.


Oscar memeluk keluarganya bergantian.


" sampai jumpa lagi..." Oscar menahan diri.


Wira dan Asyera berpamitan, kini ketiganya saling berpegangan tangan dan menghilang tak berbekas.


"ya Tuhan...ini benar benar nyata..." kagum Levic .


"kemana mereka pergi pa?." tanya Ivan .


" ke suatu tempat,untuk keselamatan Oscar ." jawab Sasha .


"lebih baik kita masuk rumah,aku akan menyiapkan makan malam ." ajak Mili .


Mereka beranjak dari tempatnya dan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2