
Disisi lain.
Keberadaan Oscar di Indonesia tidak semata mata mengikuti papanya tapi dia memiliki tujuan lain, mencari sahabat dekat ibunya yang dia tau dari Mili teman kecil ibunya yang menjadi pengasuhnya dan sampai sekarang bekerja untuk keluarganya.
Mencari dengan sedikit petunjuk sangatlah sulit tapi dia bekerja sama dengan beberapa orang untuk mencari informasi .
Kini pencariannya sedikit buyar semenjak Frans memberikan darahnya pada Orchid .
Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, sejak malam itu dia selalu merasakan kehadiran Orchid , kini dia dapat melihat dan mendengar hal yang sama dengan Orchid .
Bahkan pertemuan Orchid dan Niko pun dia seperti hadir diantara keduanya. Rasanya sangat kesal ketika Niko memeluk Orchid ,tanpa sadar dia memukul meja dimana dia sedang menunggu seseorang di sebuah cafe.
Sadar diperhatikan banyak orang ,Oscar pun beranjak keluar cafe . Dia benar benar kacau sepanjang perjalanan dalam taksi online dan memutuskan kembali ke rumah Frans .
Setibanya di rumah ,Oscar segera masuk dengan wajah yang kusut menuju ruang keluarga .
Frans yang berada di sanapun memperhatikan sepupunya.
Oscar merebahkan dirinya di sofa dan memijit pelipisnya.
"kok udah balik? bukannya kamu ada janji dengan temanmu?" tanya Frans yang masih menonton film action .
__ADS_1
"dimana adikmu?." Oscar balik bertanya.
"dia ada urusan." singkat Frans .
"dia itu perempuan,kenapa berkeliaran sendiri?! bukannya biasanya kau mengikutinya kemanapun dia pergi?." Oscar mulai meninggi .
"hufffh... dia itu pergi sama temanku,lagian mau ketemu pacarnya...dari pada jadi obat nyamuk mending dirumah." terang Frans .
"tetap saja dia perempuan,tidak pantas perempuan dipeluk peluk seenaknya ." kesal Oscar .
Frans menangkap gelagat tidak biasa pada sepupunya.
"apa yang kau tau tentang adikku,hahhh?!." seru Frans menyelidik.
"apa maksudmu! " Frans mulai emosi.
"aku melihatnya...aku juga melihat dia mencium adikmu itu!!! " triak Oscar pada Frans .
Frans mulai mengerti dan mencoba mengaitkan dengan perkataan ibu angkatnya.
Frans berdiri melihat ke luar seolah mencari orang lalu dia menarik Oscar ke ruang kerja ayahnya dan mengunci pintu.
__ADS_1
"katakan bagaimana bisa kau tau,sementara adikku dan kau berada di tempat berbeda bahkan kau tidak tau dia pergi ?!." selidik Frans ingin memperjelas tebakannya.
"aku tidak tau dia dimana...tapi yang jelas aku benar benar melihatnya." Oscar kebingungan dengan dirinya.
"hmmm, jangan jangan kau menyukai adikku,jadi kau bersikap seperti ini dan mengatakan yang tidak tidak tentang adikku." pancing Frans lebih jauh.
"aku,,,aku,aku tidak menyukainya, aku hanya tertarik dengan yang terjadi belakangan ini." bantah Oscar , menolak perasaannya sendiri.
"syukurlah kau tidak menyukainya,jadi aku bisa menjodohkannya dengan temanku." Frans masih memancing Oscar .
"kau,,,kau itu kakaknya ,seharusnya menjaganya bukan menjodohkannya dengan sembarang pria." Oscar menatap Frans penuh amarah.
"yang penting adikku bahagia dan tidak sedih lagi." Frans terus menekan emosi Oscar .
"aaaaaaaaach...kau memang brengsek ." triak Oscar memukul Frans secara tiba tiba dan membuat Frans tersungkur.
Meski sakit Frans masih tersenyum kini dia benar benar yakin dengan perkataan ibu angkatnya.
"saranku,,,jangan bersikap seperti ini dihadapan adikku atau dia akan membencimu." Frans berdiri di hadapan Oscar sambil mengelus rahangnya yang sakit.
Oscar terdiam dengan kata kata Frans dan mulai menyadari perbuatannya .
__ADS_1
"adikku tidak suka pria kasar , jadi lebih baik kau fokus dengan tujuanmu disini." Frans mencoba memanipulasi Oscar berharap ada jarak tercipta dengan adiknya yang menurutnya belum siap dengan kebenaran ini, kebenaran tentang terikatnya mereka karena ulahnya .