
Ditaman belakang itu Orchid sedikit mengeluarkan keresahannya pada Julli.
"terimakasih ma..." senyum Orchid .
"kemana kamu bertugas kali ini?." tanya Julli.
"ke Himalaya ma...Wilayah konflik enam negara." balas Orchid .
"sayang...hati hati disana...dimana mana akan selalu ada konflik tapi cuaca dan geografi ekstrimnya itu tidak mudah ditebak,berubah ubah setiap waktu." nasehat Julli.
"terimakasih ma...aku akan mengingatnya." santai Orchid .
Keduanya terus saja mengobrol dan di atas balkon tak jauh dari mereka Ivan dan Levic memperhatikan.
"Lev, kurasa dia tidak seperti Asyera,,,juga tidak seperti anak laki laki itu,lihat ,,,Julli bicara dengan bahagia bersamanya." nilai Ivan.
"tidak juga... apa kau tadi tidak mendengar tadi dia memanggil Alberto apa?." sanggah Levic.
"apa?." tanya Ivan.
"paman na na nas na nasi goyeng ...goreng..." Levic mengingat keras.
"benarkah ...aku pernah mendengar itu...dimana ya..." Ivan tak asing.
"itu makanan kesukaan Oscar ..." seru Mili di belakang mereka.
"mom..." seru balik sikembar bersamaan.
"tidurlah,apa kalian tidak lelah..." tanya Mili .
"aku tidak lelah...cuaca di sini nyaman." Ivan .
"jangan ganggu mereka,,,dan jangan berulah." pinta Mili setelah menengok ke bawah kemudian meninggalkan si kembar di balkon.
Orchid menghabiskan waktunya cukup lama di rumah itu .Sebelum magrib tiba Orchid memutuskan kembali ke rumah utama sebelum pergi ke Himalaya .
"ma ,sampaikan trimakasihku pada papa,aku harus pergi sekarang." pinta Orchid .
"masih sore,,,kamu mau kemana?." tanya Julli.
"mau lihat kakek dulu." jawab Orchid .
__ADS_1
"baiklah,biar mama nanti yang bilang sama papamu yang sibuk itu." senyum Julli.
Setelah berpelukan dan mencium Julli Orchid segera melakukan teleportasi . Julli pertama kali melihatnya tapi dia juga tidak bisa mengatakan apapun mengingat keluarga Logandhi memang di luar nalarnya.
Ivan dan Levic terkejut melihat Orchid menghilang begitu saja didepan Julli. Levic sampai mundur karena terkejut,ini adalah kali kedua melihat orang menghilang begitu saja di depan matanya.
Ivan berusaha menyadarkan Levic hingga terdengar oleh Mili.
Julli sudah meninggalkan taman belakang .
"Ivan ...kenapa berteriak?!." seru Mili.
"Levic mom..." seru Ivan yang membuat Mili segera mendatangi mereka.
Mili melihat putranya dalam keadaan tatapan kosong.
" Levic... Levic katakan sesuatu...Levic ..." Mili berusaha.
Sasha yang mendengar mereka menghampiri dan melihta yang terjadi.
"Mili ,apa yang terjadi pada Levic?." Sasha berusaha tenang melihat Ivan dan Mili panik.
Sasha menggendong Levic masuk ke dalam dan menidurkannya .
"Ivan ,katakan apa yang terjadi ?". tanya Sasha .
" aku juga tidak tau,tiba tiba dia sudah tidak ada di sampingku dan ketika aku menoleh dia sudah ada di tepi pintu dalam keadaan seperti ini,aku sudah berusaha menyadarkannya tapi dia tidak merespon." papar Ivan .
Mili berlari mencari Alberto di rumah utama.
Alberto baru saja masuk ke dalam rumah dan Mili segera menghampirinya.
" Alberto ...tolong Levic,panggilkan dokter untuknya..." panik Mili.
"memangnya ada apa dengan Levic?." tanya Alberto .
"aku tidak tau,dia seperti shyok melihat sesuatu..." nilai Mili.
"ada apa?." Julli menyela mereka.
"Julli tolong panggilkan dokter untuk Levic,aku akan melihatnya dulu." Pinta Alberto kemudian pergi ke paviliun bersama Mili .
__ADS_1
Julli menghubungi dokter keluarga untuk segera datang kerumah ,kemudian Julli berpesan pada maid yang berada di sana untuk mengantar dokter langsung ke paviliun jika sudah tiba.
Julli pun pergi ke paviliun bersama maid membawa air hangat.
Julli melihat bocah yang terbaring dengan mata terbuka tampak kosong.
"Mili ,,, beri minum putramu, setidaknya akan memulihkan kesadaran nya." pinta Julli sembari memberi segelas air hangat.
Mili segera memberi minum Levic ,tak berapa lama Levic mulai menarik nafas dalam dan matanya mulai merespon.
Mereka semua lega melihat Levic mulai merespon.
Dokter yang baru sampai segera memeriksa Levic.
Dokter menyampaikan pada Julli bahwa anak itu hanya kelelahan dan syok saja.
Dokter hanya memberi vitamin untuk anak itu.
Semua keluar dan membiarkan Levic tidur.
Dokter diantar Julli dan membiarkan mereka istirahat.
"apa yang sebenarnya terjadi? Levic tidak pernah seperti ini..." gumam Alberto .
"aku dan Levic melihat putri Julli menghilang begitu saja di depan Julli,kami terkejut tapi aku tidak menyadari Levic tidak disampingku lagi." terang Ivan .
"jangan menambah masalah Ivan ..." tegur Sasha .
"tidak Sasha ,yang di lihat anak anak itu benar,putri angkat Julli adalah putri Wira dan Asyera ,,, dan dia seperti ibunya." jelas Alberto .
"maksudmu ... dia ... yang telah di bicarakan keluarga itu sebagai calon istri Oscar ?!..." Sasha ragu.
"calon istri Oscar ..." Mili bingung.
"ya,,,kalian ingat ,,, Oscar mulai berubah beberapa bulan lalu,kami bertemu gadis itu di rumah ini juga,Oscar jatuh hati padanya tapi gadis itu memiliki kekasih dan tidak menghiraukan keberadaan Oscar . Akan aku lakukan apapun untuk kebahagiaan Oscar .Aku pikir tidak akan mudah mendapatkannya karena Julli dan Prabu menutupi identitasnya,tapi keberuntungan berpihak padaku, yang terjadi di London mempertemukan kami semua ... bahkan Wira sangat senang bertemu Oscar dari yang mereka ceritakan padaku aku sadar memiliki peluang mendapatkan gadis itu dan berniat meminangnya untuk Oscar tapi justru Asyera mengatakan Oscar dan putrinya tanpa sengaja terikat satu sama lain. Itu sebab mereka bersih keras membawa Oscar . Sampai sekarang Oscar tidak ingin di jodohkan dengan putri Asyera tapi dia bersih keras hanya mencintai gadis itu yang tak lain gadis yang sama. Wira menginginkan Oscar menjadi menantunya tapi Asyera ingin menantu yang bisa melindungi putrinya.Putra bungsu mereka bahkan mengatakan Oscar tidak bisa mengalahkan saudaranya,dan tidak percaya Oscar bisa melindungi justru akan merepotkan saudaranya." Alberto menceritakan apa yang sudah terjadi .
"Alberto ... sebenarnya apa yang mereka lakukan hingga menentukan standar kekuatan,Oscar bisa mengimbangi serangan ku ... bahkan bisa bertahan menghadapi kekacauan di kantor kemarin." urai Sasha .
"aku tidak tau persis tentang Asyera sedangkan Wira berkutat pada militer dan politik,dan soal Oscar kemarin dia di bantu gadis itu untuk bertahan,,," jawab Alberto .
"bagaimana bisa? bahkan dia tidak ada disana." ragu Sasha .
__ADS_1
"kau tau,,,yang kau dengar gurauan di rumah besar itu,itu bukan gurauan...itu cara mereka bicara satu sama lain di depan orang asing. Gadis itu tidak perlu berada disamping Oscar jika hanya untuk membantunya,sebaliknya jika itu Oscar ... karena itu Oscar harus berlatih keras jika ingin bersamanya, seperti Wira yang berada di sisi Asyera. Dua tubuh satu hati,seluruh panca Indra mereka menyatu hingga jarak dan waktu tidak menjadi penghalang." tutur Alberto .