Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
milad Wira


__ADS_3

Hari ulang tahun Wira telah tiba.


Saat ini anak anaknya sedang membuat dokumenter hologram kehidupan ayahnya dari kecil hingga sekarang .


Dokumenter dari serpihan serpihan cerita ayahnya ke pada mereka.


Itulah hadiah yang dipersiapkan ke empatnya.


Setelah semua siap ,Orchid mengirim pesan pada ibunya untuk membawa ayahnya .


"sayang ... ayo cepat...terjadi sesuatu pada Arras , Orlo tidak bisa membantunya..." seru Asyera melakukan perannya.


"apa maksudmu ,,, " Wira terkejut .


"cepatlah,tidak ada waktu untuk cerita." gegas Asyera menggenggam tangan Wira yang masih bingung.


Mereka menembus waktu.


Di lain sisi anak anak bersiap di tepi tebing dekat kabin.


Orchid mengaktifkan zirahnya ,wings nya memeluk ketiga saudaranya yang berdiri di depannya.


Ketika portal terbuka ,Asyera dan Wira melangkah keluar berhadapan langsung dengan anak anaknya.


"surprise ....." seru anak anak menyambut kedatangan ayah ibunya, dimana Orchid langsung membuka wings nya lebar lebar yang membuat ke empatnya berpendar cahaya.


Wira terkejut dengan anak anaknya juga takjub dengan apa yang dilihatnya.


Indra yang melihat ayahnya terpaku lama tanpa suara membuatnya mengikuti pandangan ayahnya.


Ketika memutar tubuhnya,diapun takjub melihatnya.


"apa ini mimpi ... " gumam Indra.


Exxa mencubit lengan Indra "auw...".


"ini bukan mimpi kakak ... Mark bilang Phoenix biru hanya didengarnya sebagai legenda tapi kini dia kembali bersama Orchid ." terang Arrasy.


"tapi itu mirip Cendrawasih biru (cendrawasih berbulu biru dengan gradasi sayap biru putih hitam,ekor terurai menjuntai panjang berwarna baby blue,bulu pelindung mata bermotif totol putih dengan ujung yang memanjang ,di kedua sisi kepalanya ada bulu seperti antena hitam bermotif totol putih lebih lebar dari bulu pelindung mata.)" Indra ragu .


"kakak ada ada saja...mana ada cendrawasih biru..." sinis Arrasy.


"pengetahuanmu minim Arras...asal kau tau ,tarian cendrawasih biru itu mematikan (jika menari bulu bulunya keras seperti jarum,bulu bulu bermotif berdiri 15-90°,ekornya bagai ombak yang mengamuk mengikuti putaran tubuhnya,sayapnya mengembang hingga 180° ,matanya waspada dan indah) . Cendrawasih ekor naga pun tidak ada apa apanya (cendrawasih dengan ekor transparan bermotif hitam dengan bulu mirip antena di kedua sisi kepala.)"


Orchid yang tadinya tersenyum mendadak datar lantaran melihat reaksi ayahnya yang diam saja.


Orchid berfikir ayahnya tidak suka kejutan sambutannya.


Seketika zirah itu menghilang .

__ADS_1


"happy milad ayah ... " seru Exxa dan menyadarkan Wira dari ketakjubannya .


" ahc iya... jadi kalian merencanakan ini semua?." Wira tersenyum haru.


Keluarga yang sekarang bersatu di tambah kasih sayang mereka membuat Wira tanpa sadar meneteskan air mata.


"kalian yang terhebat dalam hidupku." gumam Wira .


Wira menghampiri anak anaknya dan memeluk mereka semua bersama sama.


"Orlo,,,kenapa? apa kau baik baik saja?." tanya Wira yang melihat wajah Orchid murung.


"apa ayah tidak suka dengan penyambutan kami?." jujur Orchid .


" tentu saja aku suka,sangat suka,,,apalagi ini kali pertama aku melihat zirah mu...sangat indah." Wira memeluk Orchid .Orchid pun tersenyum.


Ya seperti itulah Orchid pada ayahnya,karena diantara mereka hanya Orchid yang sangat jarang bertemu ayahnya sedari kecil.


Sekalipun lama berkunjung ke Madrid juga belum tentu bisa bertemu.


"ayah sangat menyayangimu ... jangan sedih..." Wira kemudian mengecup kepala Orchid yang tenggelam dalam pelukannya.


"bisakah kita masuk sekarang???di sini sangat dingin." Exxa protes.


Semua menoleh dan tentu saja Wira matanya menangkap bangunan yang familiar baginya.


"ayo cepat kita masuk,,," ajak Asyera bergegas membuka pintu kabin.


"😁😁😁 ayah benar..." Indra .


"apa ayah senang,,,kabin yang selalu ayah rindukan , kabin yang membuat rumah singgah kala bertugas menjadi cacian." Arrasy selalu mendengar cacian di kala ikut ayahnya menjalankan misi,dan tempatnya tidak nyaman.


"ayo masuk,,,bagaimana kalian membawanya ke sini???butuh pria besar sekampung untuk memindahkan kabin sebesar dan seberat ini." Wira berjalan beriringan dengan anak anaknya menyusul Asyera yang lebih dulu masuk.


"happy milad sayang..." sambut Asyera di dalam rumah dengan pai durian di tangannya.


"terimakasih ..." pelukan dan kecupan untuk Asyera.


"hmmmm ini sangat harum... barat dan timur menyatu dalam kue " cetus Wira tak sabar.


"happy milad ayah ... " seru ke empat anak Wira .


"kita makan saja,,,aku sudah sangat lapar..." seru Arrasy.


"kau itu ,,,apa tidak bisa menahannya sebentar..." gerutu Exxa.


"sudah tidak bisa ." 😖 balas Arrasy .


Merekapun tertawa melihat Arrasy yang sedih menahan lapar.

__ADS_1


"baiklah ... ayo kita makan dulu,ini sudah lewat makan siang." seru Asyera mendudukkan Arrasy .


"yes,makan." polos Arrasy.


Mereka tertawa dengan tingkah si bungsu.


Doa doa dan harapan harapan untuk Wira mengalir dari istri dan anak anaknya ...


Makan makanpun di mulai,dan mulai berebut setelah menahan lapar.


Wira dan Asyera senang ,tim lengkap di meja makan. Kebahagiaan yang tak terbayangkang selama ini.


Setelah makan mereka duduk di dekat perapian dan anak anak memberikan hadiah mereka.


"ayah ini dari kami." Arrasy memberikan kotak kayu dengan hiasan titanium .


"apa ini,,,kotaknya indah dan klasik..." nilai Wira kemudian membuka kotak tersebut.


Wira sempat terkejut ketika membukanya muncul hologram dirinya di masa kecil memberi salam padanya.


Wira tersenyum haru menyaksikan dokumenter hologram tentang hidupnya .


Semakin banggalah dia pada anak anaknya.


"terimakasih ,,, ini hadiah terindah,,," haru Wira minta di peluk dengan merentangkan ke dua tangannya.


Anak anaknya langsung berhamburan memeluk Wira.


Asyera terharu bahagia . Sesederhana ini bisa membuat Wira mengekspresikan sisi lembutnya.


Setelah selesai Asar barulah mereka main di luar,Asyera membuat batasan untuk bermain anak anaknya agar aman dan tidak berbahaya mengingat anak anaknya selalu bersaing ketat kala bermain.


"wuuuhuuuuuuuu... " "aaaaaaaaaaaahc " Arrasy,Exxa,dan Indra berseluncur dari atas bukit.


Saling menghantam keluar jalur bagai kesenangan tersendiri bagi mereka.


Orchid hanya duduk bersama kedua orang tuanya di teras kabin menyaksikan saudara saudaranya bermain .


" Orlo,kau tidak bergabung ke sana?." tanya Wira .


" tidak ,disini lebih nyaman." balas Orchid .


" ada apa? biasanya kau menikmati bermain bersama?." tanya Asyera.


"tidak tau buuuuu,rasanya aku ingin marah pada seseorang yang membuatku terjatuh di ruang gravitasi,,,aku seperti pernah melihat wajahnya,entah di mana." akhirnya Orchid menceritakan yang terjadi pada dirinya di rumah utama.


"jadi kau terjatuh karena melihat seseorang?." heran Asyera tidak percaya.


" kalau hanya melihat wajahnya tidak apa apa, tapi orang itu berada di wardrobe seperti berjalan kesana kemari tiba tiba orang itu berhenti di depan cermin ..... huffff dia menodai mataku yang masih suci ini,aku benar benar syok dan ingin menghajarnya. Dasar pria tidak sopan." keluh Orchid .

__ADS_1


Wira sudah tidak bisa menahan tawa,akhirnya tawanya lepas juga. Begitu pula Asyera hanya menepuk jidatnya memaklumi kepolosan Orchid yang tidak tertarik dengan anatomi tubuh pria .


__ADS_2