
Setelah keluar bandara menaiki taksi online Exxa langsung menuju Mako Lantamal . Setelah sampai didepan area Mako, Exxa memilih turun dan menghubungi seseorang untuk di jemput .
Ajudan sang jendral datang melaksanakan tugas menjemput dan mengantar Exxa ke depan sang jendral.
"kemarilah,sudah lama kau tidak berkunjung." sang jendral berdiri dari kursi kerjanya berjalan ke sofa begitu juga Exxa menuju sofa.
Sang jendral dan Exxa duduk di sofa lalu mulai bicara sesuatu setelahnya Exxa mengeluarkan sebuah flash disk dan menyerahkan langsung.
"paman... katakan padaku,apakah militer kita akan tetap dijalurnya? hanya setia pada negara? ayahku khawatir jika terjadi pengkhianatan lagi,,,lihatlah keluargaku paman,kami terpisah karena cinta kami pada negara ini. Ayah berharap tidak ada lagi yang bernasib sepertinya...tidak bisa pulang ke negerinya sendiri untuk kebaikan semuanya. Selamanya harus menyembunyikan identitasnya diluar sana agar tetap hidup." Exxa ingin dalam kemiliteran tidak terulang peristiwa yang di alami era Ayahnya.
"sampaikan pada ayahmu, kami bertiga disini akan terus berusaha menjaga tetap berada di jalur ,penerus kami juga akan terlibat langsung sejak dini agar kelak tetap terjaga meski kami tiada. Apa yang dimandatkan untuk kami dulu akan terus berlangsung dan bersifat rahasia. Tim kita hanya empat orang dari awal hingga kelak meski akan terus berganti ganti." jelas sang jendral.
"aku akan terus membatu sebagai bayangan negri ini." tegas Exxa.
" apa kau akan menggantikan posisi ayahmu?." tanya sang jendral.
"aku tidak mau,,,,bersembunyi dari dunia itu menderita,aku takkan sanggup." Exxa mengingat ayahnya yang selalu waspada tak bisa diajak bercanda, kalaupun mencoba terdengar garing.
Sang jendral memang tidak pernah mampu mengerti sifat dari keluarga sahabat sekaligus rekannya itu. Sang jendral mengingat kembali bagaimana dulu sahabatnya tergila gila pada istrinya yang menurut sahabat lainnya juga tidak biasa.
__ADS_1
"baiklah paman,,aku langsung pergi ada misi keluarga." Exxa pamit dan sedikit tertawa,di benaknya misinya kali ini bakal membosankan tapi akan sedikit seru jika ada Frans dan Sony .
Sang jendral menyuruh ajudannya mengantar Exxa ke tujuannya .
Setelah setengah jam akhirnya Exxa sampai di rumah Prabu.
Setelah mengucapkan terimakasih Exxa pun menuju pos satpam rumah itu dan mengatakan tujuannya, tanpa prosedur Exxa langsung di ijinkan masuk setelah satpam melapor dan mendapat ijin melalui sambungan telfon .
Prabu sendiri yang menyambut kedatangan Exxa.
"selamat datang nak..." ucap Prabu lalu mereka berpelukan.
"ada di ruang gym ,yang lain pada di kamar masing masing." jelas Prabu.
"Frans ???" tanya Exxa lagi.
"di kamarnya,mungkin molor dia." terang Prabu.
"hmmm, aku langsung menemuinya saja." Exxa berinisiatif menemui Frans lebih dulu.
__ADS_1
" belum lupa letak kamarnya kan?? gih sana paman mau lanjut kerja." lanjut Prabu .
"ok..." senyum Exxa.
Exxa menuju kamar Frans dan Prabu kembali ke ruang kerjanya. Sudah lima hari ini Prabu melakukan semua kerjaannya dari rumah.
Niat ingin menjahili Frans pun gagal karena Exxa bertemu Frans yang berjalan di lorong bersama Oscar .
Frans yang berjalan beriringan dengan Oscar pun menghentikan langkahnya ketika matanya menangkap sosok Exxa yang berdiri di ujung lorong dengan senyum cerinya .
Oscar memperhatikan Frans lalu melihat arah pandang Frans dan memperhatikan sosok itu dengan tenang .
"siapa lagi dia...kenapa Frans terkejut melihatnya..." batin Oscar .
Dengan gugup Frans melangkah dengan Oscar menghampiri Exxa yang masih berdiri menunggu di ujung lorong.
Frans mengenalkan Oscar pada Exxa begitu juga sebaliknya.
Oscar terkejut begitu mendengar nama Exxa. Hatinya senang bisa bertemu Exxa tapi juga was was apakah ini Exxa yang dimaksud temannya.
__ADS_1