Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Ladang Bukit Arjuna


__ADS_3

Gusti mengajak teman temannya untuk bersama kami ke ladang bukit Arjuna .


Gusti memperkenalkan kami semua.


Anak anak desa yang berpendidikan dan rendah hati itulah kesan pertama bertemu mereka.


"Sekarang saja berangkat biar gak kesiangan." ajak Gusti .


"ayooo..." jawab serempak.


Kami berhamburan keluar rumah Gusti dan ke 7 pria menuju lahan kosong di samping garasi.


Ternyata mereka memarkirkan motor trail mereka disana tepat di samping ruang bilyar .


Asgar memacu motornya sendirian,Gusti dengan April, Bima dengan Gayatri , Marvin dengan Windu, Eka dengan Orchid , Arya dengan Figo .


Suara motor yang bising menemani perjalanan kami dan sekali kali kami bicara bersahut sahutan dengan keras.


Setelah sepuluh menit kami keluar dari jalan aspal memasuki jalan tanah berbatu yang membelah hutan yang cukup dilalui si roda empat.


Suara suara burung dan serangga hutan mulai terdengar seperti harmoni disela suara motor kami.


Jalan mulai menanjak sesekali terdengar teriakan Windu dan Gayatri ,Orchid dan April yang melihat mereka dari belakang hanya tertawa.


Ini pengalaman mereka menaiki bukit dengan trail ,rasa takut terjatuh dari motor membuat mereka menjerit jerit setiap kali melintasi jalan licin yang berkelok .

__ADS_1


Kami berhenti di sungai untuk istirahat. Sungai lebar penuh bebatuan sungai kecil kecil ,airnya jernih berarus deras hanya volum airnya sebatas pergelangan kaki.


Kami ngobrol apa aja dan tertawa disela sela obrolan kami dengan tingkah kocak Figo .Tidak lupa mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel kami.


Membuat video video pendek nyanyian dedaunan pohon pohon yang menjulang tinggi ditambah gemericik air juga burung dan serangga.


Kera putih ekor panjang pun ikut berinteraksi seakan tau sedang menjadi obyek kamera.


Orchid dan April menuju air terjun kecil yang tidak jauh dari tempat kami berhenti.


Air terjun yang muncul dari sela sela tebing bagai tirai tipis melambai tertiup angin.


Keduanya mengambil air untuk minum nanti setelah sampai tujuan.


Ketika Orchid dan April kembali membawa air , terlihat yang lain mengerumuni Gayatri dan sedang windu terlihat tengah panik memeriksa dirinya sendiri.


"ada lintah di kaki Gayatri ." balas Arya yang berdiri masih ikut mengamati.


Gusti dan Marvin masih sibuk mencoba melepaskan lintah dari kaki Gayatri .


Mata Gayatri terlihat sembab dan tangannya berpegangan pada Bima .


Orchid yang baru sampai melihat dan berpikir kenapa penanganannya lama, bahkan jari Gusti sampai cidera ...apa tadi mereka ikut panik ketika Gayatri menangis atau menjerit.


"Vin jangan pakai belati apalagi ranting ,,, yang ada tuh lintah makin kuat nempel atau malah kaki Gayatri terluka." terang Orchid .

__ADS_1


"iya sih ,tapi gimana lagi... kita tidak ada yang bawa garam." sahut Marvin .


"kita ada tuak tapi Gaya tidak mau kita menyiramnya dengan tuak." sahut Figo yang sedari tadi tidak diam berjalan jongkok berdiri.


"Win ajaklah Gaya bicara agar dia tidak fokus pada kakinya ." bisik Orchid pada Windu,dan segera Windu duduk di depan Gayatri yang posisinya setengah tidur.


Orchid jongkok didekat kaki Gayatri bersama Marvin menggantikan Gusti yang jarinya terluka.


Orchid meminta Gayatri meluruskan kakinya , kemudian menyuruh Gusti mencuci lukanya dan menuangi tuak setelahnya .Orchid juga meminta korek api dan dua batang rokok.


Lintah itu semakin membesar, Orchid membuka satu batang rokok dan membakar yang satunya lagi setelah merendam ujungnya dengan tuak.


Rokok yang dibakar itu dioles mengelilingi lintah secara berulang ulang. Setiap kali apinya padam Orchid kembali mencelupkan ujungnya ke tuak yang sedari tadi disiapkan diplastik bungkus rokok lalu membakarnya lagi .Di ulang terus sampai lintah itu mengecil dan melepaskan diri.


Setelah terlepas Arya langsung membunuh lintah itu dengan menghantamnya dengan batu.


Orchid menyuruh Marvin membasuh bekas lintah di kaki Gayatri dengan tuak.


Setelah beberapa menit Orchid kemudian menggosok bekas lintah tersebut dengan tembakau rokok yang dibukanya tadi.


Kami semua lega ditambah kekonyolan Figo yang membuat kami tertawa.


Gayatri juga sudah tersenyum dan sudah bisa berdiri .


Orchid meminta Gayatri membasuh kakinya di sungai karena tadi di basuh tuak.

__ADS_1


Setelah itu di keringkan dan dituang minyak kayu putih agar tidak terasa memar.


__ADS_2