
Wira tidak habis pikir ... apa pria pria barat selalu bercermin sebelum memakai pakaian mereka.
"orang itu mungkin sedang memikirkanmu ketika bercermin ,belajar memamerkan otot otot di perutnya padamu ." Wira kembali tertawa.
"Bu,katakan padaku,apa ayah juga seperti itu? pamer tubuh?." bisik Orchid pada Asyera.
"mana pernah dia bercermin,yang ada ayahmu itu tingkat percaya diri atau tidak tau malunya sudah meruntuhkan langit. " seloroh Asyera.
"tapi aku hanya menggodamu,,,dan aku tidak tau malu hanya di depanmu." malu Wira , akhirnya anaknya yang spesial harus mengetahui tingkah masa mudanya.
Menikmati senja desa angelberg bersama tim lengkap dari atas tebing pegunungan Alpen.
" kakak benar... dari sini kosmos dari engelberg terlihat sempurna." Arras berpendapat .
"itu karena letak aliran sungai yang berada tepat di tengah pemukiman di tambah tebing yang mengapitnya jadi winter mandi cahaya gemerlap,,, seperti pohon yang tumbuh rindang berwarna warni melingkupi desa." terang Indra .
Setelah beberapa menit,,,
Cahaya matahari sudah tidak terpancar di langit mereka masuk ke kabin.
Seperti rutinitas mereka ketika tidak ada misi dari divisi. Magrib hingga Isak full ibadah bersama.
Disini hari jadi lebih cepat petang di banding yang lain yang berada agak jauh dari pegunungan Alpen.
"Bagaimana jika besok kita ke Papua ... main ke pantai di pulau dekat Merauke ? " celetuk Wira tiba tiba.
" ayah dan ibu saja yang pergi,,,pacaran berdua,,,karena kita tidak bisa ikut." sahut Exxa.
"kenapa?!!!!." Asyera menatap tajam anak anaknya.
"kami kan harus membersihkan dan mengembalikan kabin ini..." sahut Orchid .
Asyera masih menatap tidak yakin dengan alasan alasan itu.
" apa ada yang bisa meyakinkanku?!." Asyera kembali bertanya.
Tak ada suara lagi kecuali senyum tersungging di wajah anak anaknya menunjukkan gigi mereka.
" baik lah,aku akan pergi menemani ayah kalian,,,dan aku harap kalian tidak berulah ..." pasrah Asyera yang mengerti senyum itu.
" jangan bergadang,,,cepat tidur ,disini sangat dingin." nasehat Wira .
Merekapun menggelar karpet tebal melapisinya dengan dua karpet bulu juga selimut di depan perapian dan tidur seperti pindang.
Hampir tengah malam Orchid masih terjaga,,,beberapa malam dia belum melihat Niko tapi anehnya dari kemarin seakan dia enggan melihatnya,justru yang terlihat sekarang seseorang yang membuatnya ingin marah.
Orchid beranjak keluar pelan pelan , duduk sendirian di tebing dan memainkan wingsnya seperti sedang bingung memilih sesuatu.
"apa..."
"kenapa..."
"hufffh..."
"hmmm tidak mungkin..."
"tapi bagaimana kalau iya..."
"ahc tidak tidak..."
"kenapa dengan aku iniiiiiii"
"ya Tuhan,situasi apa ini."
"ulang tahunnya sebentar lagi,,,"
__ADS_1
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaach "
Orchid tak bisa menetapkan hati dan pikirannya,akibat triakannya terjadi longsor salju dari mana mana.
kegabutan seorang Orchid membuat orang orang ketakutan dan keluarganya kaget.
Asyera segera keluar terbang menghalau laju longsor ke desa . Orchid yang menyadari perbuatannya segera melesat ke udara menghentikan laju longsor dengan membekukannya bersamaan .
Lampu rumah rumah di desa menyala dan banyak orang orangnya yang keluar di jalanan meski kedinginan.
Sebagian diantaranya mendengar suara sebelum suara longsor.
Asyera segera terbang menghampiri dan memeluk putrinya yang sedang merasa bersalah.
" sudah...kenapa?jika kau tidak bisa menyelesaikan masalahmu,kau bisa bertanya pada kami...jangan memendam semua sendiri,kita keluarga..." lirih Asyera.
Keduanya turun perlahan dari udara.
"apa kau baik baik saja?." cemas Wira .
Semua menatap heran pada Orchid .
"jangan bohong pada kita,kau tau kita sangat menyayangimu bukan karena kau berbeda...karena kita keluarga..." Indra tau betul sifat Orchid , ketenangannya menyimpan banyak kejutan .
Mereka kembali masuk ke kabin .
"minumlah ..." Exxa memberi segelas air.
"aku tidak apa apa..." Orchid menunduk tidak berani menatap keluarganya .
"apa ini karena kau tidak enak berbohong? tanya Exxa yang tau bagaimana Orchid .
"apa karena masalah kemarin malam ?."tanya Arrasy.
"apa yang kalian tanyakan?." tanya Wira .
" bukan itu..." galau Orchid bersandar pada ibunya.
" lalu???" tanya Exxa.
" tapi janji kalian tidak akan menertawakan aku ..." Orchid ingin memastikan sebelum cerita .
" iya kita janji...cepat katakan,kau sudah membangunkan kami semua." sahut Indra .
"aku bingung ... beberapa waktu yang lalu aku masih ingin bertemu Niko...tapi semenjak aku melihat orang itu sebelum aku jatuh...malah dia yang selalu muncul di penglihatan ku...apa lagi setelah aku mendapatkan zirahku, seperti dinding yang menghentikan pikiranku tiap kali aku ingin melihat Niko .aku tidak tau kenapa aku takut memikirkannya ... dan sebentar lagi Niko ulang tahun,ingin menemuinya tapi bagian dari diriku ada yang marah padaku... jika aku tidak menemuinya ,padahal aku sudah berjanji akan menemui kapanpun Niko mau . Aku tidak tau harus apa..." Orchid bercerita dengan kepolosannya.
Mereka semua melepas tawa mendengar cerita Orchid .
"kakak yang benar saja... bagaimana hal seperti itu bisa membuatmu bingung??? dimana si lebah yang selalu menyelesaikan masalahnya dengan cepat dan bijak???." ucap Arrasy .
"jangan tertawa...aku benar benar tidak tau harus apa..." 😥 Orchid pasrah.
Semua mencoba menahan tawa, tingkah Orchid seperti ini tidak pernah mereka lihat.
Orchid yang banyak akal menghadapi masalah di situasi apapun tiba tiba bingung tidak bisa mengambil keputusan atas dirinya sendiri ????? itu sungguh lucu.
"bagaimanapun hubunganmu,,,janji tetaplah janji ,harus ditepati. Masalah 'seseorang' itu lain hal." nasehat Wira .
"sebagai Guardians yang sudah menentukan takdirmu sendiri, selamanya kau akan melihat 'seseorang' itu suka atau tidak kau harus menerimanya dan membiasakan matamu melihatnya setiap saat." terang Asyera.
"ibuuuuu, jangan membuatku takut..." keluh Orchid .
"Orlo,kau tidak bisa menghindar...lihatlah ibumu ini...tanyalah ,berapa kali menolakku,seberapa jauh dia pergi,tetap saja terikat padaku dan lihatlah kami semakin terikat tak terkikis jarak dan waktu." Wira menatap lembut istri dan anak anaknya.
"aku tidak mengerti ... aku mengatakan apa ... kalian bicara apa..." Orchid belum mengerti arah pembicaraan ayah ibunya.
__ADS_1
" seseorang yang kau lihat sebelum kau jatuh adalah takdirmu,dialah pelindung sejatimu dan akan selalu ada ditiap nafasmu,tiap langkahmu." tegas Asyera.
"maksud ibu...aku dan dia 👉👈..." Orchid menerka.
Saudara saudaranya tertawa melihat kembali tingkah Orchid .
"iya sayang...dia akan bersamamu selamanya." jelas Wira.
"ya ampun tuhan ... aku ini masih kecil,kenapa juga harus dia,,,apa tidak bisa ditukar..." batin Orchid .
"jangan berfikir menukarnya !." singkat Asyera mengingat pengalamannya dulu.
"bagaimana ibu tau yang ku pikirkan..." Orchid terkejut.
"karena aku dulu juga berfikir seperti itu ." 😁 Asyera.
"Orlo jika ayah memintamu menikahinya,apa kau akan menerimanya? " tanya Wira .
"tidak,masak iya aku nikahi orang seperti beli kucing dalam karung ,,, gak tau sifat wataknya,iya kalau baik seperti ayah...kalau gak gimana?." sifat manusia Orchid muncul .
Exxa tertawa mendengar ocehan Orchid .
"sayang,,,kurang baik gimana lagi... seorang pria yang bisa menjaga *********** dan pandangannya hingga dewasa secara dia tinggal di Eropa yang notabene bebas,,,langka sayang... dia juga tidak minta jadi takdirmu tapi kenyataannya kau dan dia terikat sebelum kemarin kau jatuh." oceh Exxa.
"maksud kakak... kalian...apa kalian sudah tau semuanya...sebelum aku???." 😦 Orchid merasa bodoh.
"iya,,," singkat Indra .
"apa...kakak bahkan tau???" Orchid makin merasa bodoh bahkan kakaknya yang tinggal di Afrika tau .
"jadi kalian semua sudah tau sebelumnya...sejak kapan...kenapa tidak ada yang mengatakannya padaku." keluh Orchid .
"ketika takdir mengikat kalian...bahkan kau tidak bisa melihatnya,hanya merasakannya saja,seperti malam itu kau membantunya melawan Exxa." jelas Asyera.
"bagaimana kita mau cerita ke kakak...sementara kakak sendiri belum bisa melihatnya meski seseorang itu sudah bisa melihat kakak sejak awal takdir mengikat kalian." kilah Arrasy.
"belum lagi masalahmu dengan Niko " tambah Indra .
"apaaaa bahkan kakak sudah lebih dulu bertemu dengannya..." Orchid masih terkejut.
"tidak ... di antara kita semua,kau sendiri yang bertemu pertama kali dengannya. Sedangkan pertemuanku karena sengaja ingin melihatnya dan mengujinya,seberapa pantas dia menjadi pelindungmu." terang Exxa.
"kau dan dia sering bersama sejak kecil ... mungkin kau tidak mengingatnya setelah ibumu memutuskan membawamu menetap di Indonesia ." Wira membuka sedikit cerita masa lalu.
"semua ini membuatku sakit kepala." gumam Orchid .
"maukah kau menikahinya???." Wira bertanya kembali .
"ayah....jangan menggodaku." Orchid cemberut .
"aku tidak menggodamu ,cepat atau lambat kau akan menikahinya ." terang Wira .
"aku akan menikahi priaku,yang sesuai impianku ,Pria baik hati bermata teduh dengan rambut panjang seperti rasul ." Orchid membuat kriteria pasangannya yang tidak mirip sama sekali dengan 'seseorang' itu.
Orchid bergegas tidur di depan perapian dengan menutup seluruh tubuhnya dari ujung kaki hingga kepala.
Tingkahnya membuat semua geleng .
"dasar gadis kecil..." gumam Indra .
"ahc sudah ayo kita tidur lagi...masih ada dua jam sebelum subuh." Wira beranjak mengajak tidur.
Meski terbungkus selimut Orchid belum tidur masih memikirkan semuanya.
Setelah dirasa tidak ada yang bergerak,Orchid kembali keluar.
__ADS_1
Kali ini dia keluar untuk melelehkan longsor akibat perbuatannya tadi,agar tidak terjadi hal buruk jika besok mereka pergi.