Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
segel baru ring of fire 5


__ADS_3

New Zealand menjadi tujuan berikutnya.


Disanalah gerbang ke empat berada,kali ini dia lebih sering ke dasar laut untuk menyambung perisai gunung gunung yang di buatnya.


Gunung gunung api dasar laut lebih ganas dari gunung gunung di daratan.


Gunung Hikurangi tempat gerbang ke empat berada .


Guardians Rangi sudah menanti kedatangan Orchid .


"maaf membuatmu lama menunggu..." sopan Orchid yang mendarat dengan indah .


"ya,tidak apa...ini sudah jadi tugasku meski aku baru saja menjadi pelindung di tanah ini menggantikan ayahku." jawab Rangi.


"gerbang ini letaknya paling dekat dengan yang tak boleh disebut namanya di tanah ini. Apakah sulit menjadi pelindung tanah ini?." tanya Orchid .


"leluhurku di sini telah mengajarkan kami menghadapi gelombang yang diakibatkan dia yang tidak boleh disebut namanya, setidaknya kami bisa bertahan sampai sekarang disini, aku tidak bisa membayangkan jika berhadapan langsung mengingat gelombang yang di karenakan gerakannya saja bisa mengguncang tanah ini." papar Rangi.


"jika itu terjadi dimasa aku hidup pasti aku akan bersama kalian melawannya." tukas Orchid.


"terimakasih ..." balas Rangi.


Orchid tersenyum.


"ayahku menyiapkan jamuan untukmu,lebih baik kita segera ke rumahku dan ini juga sudah waktunya kau membatalkan puasamu." papar Rangi .


"baiklah ,,, aku tidak mungkin menolak jamuan dari kepala suku Maori ." sopan Orchid .


Mereka berdua terbang menuju lembah.


Tempat yang indah untuk bermukim ,lembah yang menghadap laut.


"selamat datang putri dari Asyera ..." seru Huatare (ayah Rangi) yang merasakan kedatangan keduanya.


"terimakasih Huatare ." sopan Orchid.


"hmmm sekarang kau sudah besar,,,bahkan lebih hebat dari ibumu." sanjung Huatare.


"Huatare ... kau juga terlihat awet muda." balas Orchid .


"ahc ,,, apa kau bercanda...aku ini sudah tua." elak Huatare.


"mmmm kau sudah tau kebiasaan keluargaku,,,jadi jika kalian lapar lebih baik makan duluan,aku akan makan setelah Isak ." sopan Orchid .


"yaaaaa baiklah,,,aku nanti yang akan menemanimu makan,pergilah ke kamar itu...tapi batalkan dulu puasamu..." Huatare sangat bersemangat.


Orchid mengambil duduk bersama mereka untuk membatalkan puasanya, minum air dan makan beberapa anggur.

__ADS_1


Mereka masih makan bersama sedang Orchid pamit pada Huatare untuk pergi beribadah lebih dulu kemudian pergi ke kamar yang di sediakan untuknya.


"hmmm calon mantu idaman...sayang dia sudah mendapatkan takdirnya..." gumam istri Huatare.


"kau benar,,,tapi mau gimana lagi,takdir yang menyatukan anak itu dengannya sebelum kita melamarnya untuk Rangi." lirih Huatare pada istrinya.


Rangi sudah menyukai Orchid sejak kecil dimana Asyera pernah membawa Orchid dan Arrasy ke Kaikoura .


Tapi setelah ayahnya memberitahu bahwa Orchid telah memiliki takdirnya sebelum menjadi Guardians ,Rangi kecewa juga tidak bisa menyalahkan Orchid yang tidak tau perasaannya .Sejak itu Rangi berhenti berharap mendapatkan Orchid .


"ini adalah pertemuan kedua kalian setelah bertahun tahun dengan keadaan yang berbeda,ku harap kau bisa menjaga sikap di hadapannya ." pinta Huatare pada Rangi.


"ayah jangan kawatir , aku tau batasanku." jawab Rangi.


"suatu hari nanti kau akan menemukan takdirmu." Huatare mengusap bahu putranya ,senyum yang menguatkan putranya.


⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩


Setelah Isak Orchid keluar kamar,di dapatnya Huatare di meja makan.


"apa kau menungguku ?." tanya Orchid .


"ya,,,aku sudah janji menemanimu makan ." sambut Huatare .


"maaf membuatmu menunggu..." sopan Orchid .


Selesai makan Orchid berpamitan untuk segera pergi menyelesaikan tugasnya .


Huatare memanggil Rangi.


Mereka bertiga pergi ke gunung Hikurangi.


Setelah tiba di gerbang ,Orchid segera membukanya dan diawali dengan mengerjakan dinding sebrang yang ada di dalam.


Tanpa diminta Huatare dan Rangi mengumpulkan kayu bakar untuk menerangi luar sekaligus baranya nanti bisa digunakan Orchid .


Orchid membuat segel dengan lambang pohon besar yang berasimilasi dengan lima elemen.


Orchid mengerjakannya selama dua jam.


Sekarang Orchid mengerjakan bagian gerbang .


Segel yang di gunakan adalah langbang angin dan air.


Orchid dengan pengetahuan zirahnya menggunakan segel itu bukan sok tau,tapi memang kekuatan tanah itu ada pada angin dan air.


Orang Maori tau benar soal tanah mereka,hanya untuk melindungi tanah itu mereka membuatkan legenda agar anak cucu mereka kelak tidak kehilangan rasa hormat pada tanah mereka.

__ADS_1


(jika kalian ngeh persamaan suku di new Zealand dengan suku di Indonesia ,sama sama menyebut satu nama terdahulu/purba Tuhan yang sama ...Hu / 'ta)


Orchid mengerjakan dengan penuh semangat,karena ini menjadi gerbang terakhir sebelum kembali ke gerbang utama untuk menyambung perisainya.


Setelah enam jam barulah Orchid menyelesaikan segel gerbang ke empat.


"kau hanya mengukir itu di gerbang,lantas kenapa bisa menghabiskan banyak waktu?." tanya Rangi.


"setiap pahatan harus menghasilkan spirit ,benarkan Orchid ?." sahut Huatare dengan senyum menawannya.


"benar." jawab singkat Orchid mendekati keduanya yang sedang mengumpulkan bara.


"kenapa... aku tidak bisa melihatnya..." sambung Rangi .


"hahaha... kau akan melihatnya setelah semua selesai,aku juga ingin melihat keunggulan segel yang dibuatnya, sederhana tapi rumit jika kau jeli,,,apa kau pikir dia hanya memahat tak beraturan..." oceh Huatare.


Orchid hanya tersenyum mendengarnya.


" kita lihat saja,apakah segelnya bekerja..." balas Rangi.


Setelah bara terkumpul Orchid memulai ritualnya seperti gerbang lainnya.


Asap membumbung tinggi tiap kali Orchid menabur jinten hitam hingga habis.


Asap mulai di hempas rata oleh Orchid menyelimuti seluruh pintu gerbang,mulutnya tidak pernah berhenti membaca doa.


Orchid menambahkan doa penenang angin dan air, barulah ritual itu selesai.


" menginaplah di rumah " tawar Huatare.


"tidak,,,aku harus segera menyelesaikan ini agar aku cepat ke istana Asgar." tolak Orchid .


"Asgar...apa kau belum kesana???." tanya Huatare.


"hmmm..." singkat Orchid .


"kau sudah menjadi Guardians tapi kau belum ke Asgar...apa kau takut..." sarkas Rangi.


"apa kau tidak takut ke Asgar ? aku dengar setiap kelahiran Guardians ,raja iblis yang ditahan disana meminta bertemu." sambung Orchid .


"itu juga yang aku heran... aku sendiri dulu juga bertemu raja iblis ,,,tapi kemarin tidak, istana Asgar hanya meminta segera membawa Rangi ke istana Asgar untuk menerima mandat Guardians bumi." terang Huatare.


"baiklah ... sampai sini pertemuan kita,terimakasih atas semuanya." pamit Orchid dan memeluk mereka bergantian.


"datanglah kemari kapanpun kau mau,kami akan senang." Huatare ramah.


Orchid mengangguk lalu pergi melesat ke langit malam.

__ADS_1


Kini dia mulai menyambung perisai dari gunung ke gunung hingga gerbang utama ring of fire.


__ADS_2