
Asyera menyembunyikan kesedihannya seperti hari hari yang di laluinya selama ini.
Orchid yang bisa merasakan redupnya jiwa ibunya segera menghentikan aktifitasnya.
"ibu...lihatlah...kami ada bersamamu...apa kami masih tidak bisa mengurangi beban ibu..." Orchid mulai mendekat dan bersimpuh .
" tidak sayang ...aku hanya merindukan kita bersama sama seperti dulu." lirih Asyera.
"ahc ibu terlalu rumit...ibu bisa menemui kita kapanpun ibu mau dimanapun kami berada." Exxa beralih duduk memeluk ibunya dengan manja.
"buuuu kali ini aku yang akan memasak makan malam." senyum Orchid .
"aku sudah menyiapkan semuanya tinggal di masak sayang...ingat jangan melewatkan satupun ibadahmu." Asyera menekankan.
"tidak bu,,,ibadahku kebutuhanku seperti makan dan minum,gak bisa ditawar kelamaan." manja Orchid .
"dasar anak nakal..." Asyera mencubit hidung Orchid .
"cepat masak habis itu mandi sana." usir Exxa.
Orchid beranjak dari bersimpuhnya kemudian Exxa mengajak ibunya ke taman belakang.
__ADS_1
"buuu ...apa ibu tau siapa sepupu Frans ?." tanya Exxa.
"tidak,,,kenapa?." Asyera heran.
"dia tidak hanya spesial tapi dia juga adalah putra mendiang bibi Laura Ortiz ." Terang Exxa.
"tunggu ... putra Laura Ortiz! ?." Asyera terkejut seakan dunia sempit,putrinya bisa terikat dengan putra sahabat ayahnya.
"iya buuuu, bahkan lima tahun ini dia terus mencari ayah dan ibu." jelas Exxa.
"mencari aku dan ayahmu???." tanya Asyera tidak yakin.
"iya,,,dia ingin tahu tentang bibi Laura ." jelas Exxa.
"mungkin,aku juga tidak tahu pasti,,,dia hanya ingin mendengar langsung dari ayah dan untuk itu dia ingin bertemu ibu." Exxa menyampaikan.
"bagaimana dia?spesial seperti apa,,,bukankah kau bertarung dengannya?." tanya Asyera mengejutkan Exxa.
"cukup cekatan,tidak mudah menyerah,,,dan aku melihat tanda segel yang sama yang dimiliki Orlo,ditempat yang sama dan berpendar ." jelas Exxa dari pengamatannya.
"apa warna cahaya yang terlihat?." tanya Asyera.
__ADS_1
"merah...samar samar namun di akhir akhir berubah blue ice dan menghilang ." kembali Exxa mengingat.
"ohc jadi itu yang membuat adikmu melihatnya samar meski mata mereka menyatu...lebih baik kita membantu mengasah kemampuannya,cepat atau lambat dia akan menjadi bagian keluarga kita." Asyera ingin Orchid memiliki sosok kuat disisinya.
"tapi buuu...terlahir kembali harus dari dirinya sendiri,meski jiwanya terlindung malaikat tapi dia menolak nya kita tidak bisa berbuat apa apa." terang Exxa pesimis .
"tidak mudah jika tidak tau caranya mempercepat terlahir kembali." Asyera tersenyum.
"ohc jadi ibu sudah tahu caranya?." selidik Exxa.
"itu mudah,,,dia sudah terikat adikmu maka dengan sendirinya dia akan mengikutinya dan masuk dimensi adikmu,dia akan menerima kebenaran dan jati dirinya." terang Asyera.
"benar juga,,,Orlo tidak terbaca,hanya terhubung dengan ibu,kurasa masih ada waktu sebelum Orlo menyadari keterikatannya dengan Oscar ." teliti Exxa.
"aku akan menemui sendiri anak itu, aku sendiri yang akan menghapus amarahnya." senyum Asyera.
Perbincangan itu terhenti ketika Orchid nampak menghampiri .
Matahari mulai menenggelamkan diri,kami bergegas masuk membersihkan diri dan beribadah .
Inilah waktu yang paling di sukai Asyera ,melihat putri putrinya melantunkan ayat ayat suci hingga tiba waktu isya ...
__ADS_1
Melantunkan ayat suci di waktu magrib hingga isya adalah penetralisir frekuensi masa,dimana hampir seluruh pintu pintu waktu terbuka baik di langit maupun dibumi dan sangat sedikit manusia yang mengetahuinya.
Setelah isya barulah ketiganya makan malam.