
⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪
Di sisi lain, berhari hari Oscar melampiaskan kekecewaannya dengan latihan tanpa kenal waktu tanpa rasa lelah.
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Rasa kecewa yang mulai membakar amarah telah di salurkannya dengan positif.
Tanpa di sadari itu membuat tubuhnya menyerap energi alam yang justru meningkatkan kemampuannya.
Wira dan Asyera menyadari perubahan Oscar yang drastis , Oscar yang cepat lelah sudah tidak ada lagi,Oscar yang mengeluh dengan treatment latihan xtra juga menjadi penurut dan pendiam.
"Jika terus seperti ini dia akan cepat mencapai level spiritual...ntah apa yang memicunya menjadi seperti ini tapi yang jelas sangat menguntungkan untuk kita." papar Wira.
"apa ... dia sedang ada masalah?????." gumam Asyera .
"aku juga tidak tau... anak itu tiba tiba jadi seperti ini,biasanya juga suka senyum sendiri waktu latihan ..." kembali Wira bergumam.
"aku akan mencari tau nya ." Asyera bergegas dari tempatnya berdiri menghampiri Oscar yang tengah melakukan mudra .
"apa kau baik baik saja???." tanya Asyera .
Oscar membuka mata mendengar pertanyaan Asyera .
"iya,,, tidak perlu mencemaskan aku,,,." jawab Oscar .
"baiklah,,,aku hanya ingin tau kabar wanitamu,,,yang selalu membuat hatimu senang!?." pancing Asyera ,yang mulai menelisik keraguan dimata Oscar .
"dia... dia masih sama." balas Oscar dengan senyuman menarik sudut mata.
" jangan mencoba membohongiku... bahkan kau pandai menggambarkan suasana hatimu hingga bisa terbaca oleh Wira." jelas Asyera .
Suasana menjadi hening .
"aku seorang ibu dari empat anak... dan sebelumnya aku juga seorang anak ...apalagi aku seorang wanita...tidak ada yang tidak bisa kubaca dari wajah pria sepertimu." tandas Asyera.
"mmmm ...maaf." Oscar tidak mampu menyamarkan lagi perasaannya .
"kali ini aku akan membiarkanmu karena masalahmu membawamu terus naik level." pertanda suasana hati Asyera sedang good.
"aku hanya berusaha lebih baik..." Oscar tertunduk.
"belakangan ini Exxa terlihat stres,akan sangat baik jika kau mau membantu melepaskan setresnya,bukankah dia juga membantumu?!?." Asyera ingin mengkonfrontasi Oscar ,Asyera juga ingin melepas level Oscar yang tertahan .
" ya,jika dia mau aku pasti membantunya." balas Oscar tanpa tau maksud Asyera.
"bagus,aku akan mengaturnya.." Asyera menghilang begitu saja di hadapan Oscar .
"Wira,,,apa Asyera selalu seperti itu?." tanya Oscar .
"seperti itu, seperti apa?." Wira mendekat.
"datang dan pergi begitu saja..." jelas Oscar .
"itu alami, ketika hatinya senang cosmos miliknya terlepas sekejap dia lupa keberadaan orang di sekitarnya,dan tentu sudah biasa bagiku melihatnya seperti itu." terang Wira .
"ngomong ngomong,,,bagaimana,,,apa kau mau menikahi putri kecilku?." goda Wira.
"ach ,,, hari ini membosankan,lebih baik aku keluar jalan jalan." Oscar memilih menghindar dan pergi keluar meninggalkan Wira .
Wira tersenyum dengan tingkah Oscar .
"teruslah lari menghindar,,, nanti jika waktunya tiba,apa bisa kau menjauh dari putriku ... kau akan sama gilanya sepertiku,." gumam Wira menatap kepergian Oscar .
Oscar berjalan ke hutan yang berada di belakang rumah,dalam kesendiriannya,dalam langkahnya,dalam pikirannya masih kecewa dengan perkataan gadis yang dicintainya tapi hatinya selalu membujuknya untuk bersabar menghadapi nya,gadis kecil yang memikatnya.
"haish ... kenapa aku jadi seperti ini...bagaimana jika dia berhenti memarahiku...dan menemukan pria diluar sana,atau ... kembali pada pacarnya itu.... "
Oscar bergumam sendiri .
"haaaaach ..... tidak ,tidak tidak tidak...itu tidak boleh terjadi,aku tidak akan berhenti melihatnya,meski dia marah ,lagian wajahnya menjadi merah padam dan terlihat lucu saat marah."
Oscar menghentikan langkahnya dan kesal sendiri dengan opininya.
Dia hendak melangkah lagi namun dia mendapat ide menjahili gadisnya.
Oscar yang awalnya mau menapaki gunung beralih menuju tebing.
__ADS_1
Setelah berjalan cukup jauh,dia mendapati tebing dengan pemandangan yang sangat indah .
Seiring meningkatnya level Oscar penglihatannya juga meningkat ,yang dilihatnya semakin jelas .
Oscar terkejut dengan kemampuannya sekarang,ketika penglihatannya menyatu dengan gadisnya kini dia bisa melihat jelas apa saja yang dilihat mata Orchid ,tidak seperti sebelumnya yang terlihat samar.
Oscar melakukan rencananya seolah dia akan mengakhiri hidupnya dengan terjun dari tebing,
padahal dia hanya melompat turun ke sisi yang agak rendah saja ,agar semakin meyakinkan ,,,dia menutup mata saat melompat .
Oscar tidak mengeluarkan sepatah katapun,hanya diam mendengarkan dan mengamati yang dilakukan gadisnya.
"bisa kah kau berhenti ?! " mulut Orchid memang kejam tapi hatinya sedikit tersenyum dengan kejahilan Oscar.
Letjend Dani yang berada disampingnya mendengar dan heran,sejak tadi dia tidak melakukan apapun kecuali melihat diagram fokus pada prajuritnya.
Orchid yang menyadari kebingungan Letjend Dani segera memberi kode untuk mengabaikannya dan tetap fokus.
"pergilah,,,aku tidak ingin bermain main saat ini!." kembali Orchid mengusir Oscar .
Setelah mendengar ucapan gadisnya,Oscar segera berlari sesuai rencananya.
Orchid yang sebelumnya melihat lokasi yang di telusuri mata Oscar mulai tertekan.
Oscar tidak tau apa yang sedang ditanggung Orchid saat ini.
Orchid mencoba positif ,bahwa pria yang menyatu dengan penglihatannya tidak akan bundir.
Beberapa detik kemudian... disaat Oscar mulai menutup mata ...
Orchid meninggalkan tempatnya dan menghilang...
muncul tepat dihadapan Oscar yang belum sempat melompat.
Oscar membuka matanya karena terpelanting oleh hembusan angin yang begitu kuat .
Saat ini Orchid melayang tak jauh dari Oscar , zirahnya yang indah membuat Oscar terdiam melihatnya.
Oscar pernah melihat sepasang sayap Orchid tapi kali ini tiga pasang sayap bagai malaikat berselimut cahaya biru lembut membuatnya tidak mengingat rencananya.
"jangan pernah melakukan ini lagi... jaga nyawamu baik baik,kali ini aku tidak akan melakukan apapun ,meski kau telah mengganggu pekerjaanku." kata dingin Orchid meluncur.
"jangan membuatku kesal dengan tingkahmu !!! karena kebodohanmu ini aku meninggalkan 31 nyawa di Himalaya ." kekesalan Orchid akhirnya terlontar juga.
Orchid hendak berbalik untuk kembali...
"maaf..." sesal Oscar .
Orchid pun menghilang setelah mendengar Oscar .
"dia datang untuk ku... dia benar benar datang untuk menyelamatkan aku.... dia datang,,,aku tahu dia pasti datang... wuhuuuuuuuuuuuuuu... aku semakin jatuh cinta padamu...." teriak Oscar di tebing ,dia sangat gembira hingga melompat kegirangan berputar memukul angin.
Belum reda rasa gembiranya...
"kau terlihat senang..." suara Asyera mampu membuat Oscar terdiam dari luapan kegembiraannya.
Asyera datang bersama Exxa menyaksikan Oscar yang sedang mengekspresikan kegembiraannya.
"apa tinggal di Montornes membuatmu segembira itu???." Exxa tersenyum menghampiri.
"tunggu... apa ini bukan Castellon ?." tanya Asyera.
" Castellon tak sesunyi ini,,, dan tidak akan ada pepohonan serimbun ini,yang ada berderet deret gedung dan itu tidak jauh dari sini." terang Exxa.
" bagaimana ini,,,aku bilang pada adikmu untuk datang ke rumahnya ..." bimbang Asyera.
"jangan bilang menyuruhnya datang ke kota Castellon ?." tebak Exxa.
Oscar tertawa kecil mendengar introgasi Exxa sedang Asyera mengangguk begitu saja.
Exxa menepuk jidatnya sendiri setelah Asyera mengangguk.
"biar nanti aku yang bilang padanya." santai Exxa.
"baiklah,,, sekarang kita mulai saja pertarungan kalian." Asyera menatap Oscar dan Exxa bergantian.
"kapanpun aku siap..." seru Exxa.
__ADS_1
"aku akan berusaha..." balas Oscar .
"tidak disini,,,kita kembali kerumah." tegas Asyera.
Ketiganya kini berjalan menyusuri jalan setapak kembali kerumah .
"sebenarnya hubungan seperti apa diantara mereka... bahkan mereka terlihat dekat,bagaimana jika aku beritahu saja pada Wira dan Asyera kalau aku mencintai adik Exxa,.." batin Oscar berjalan di belakang dua perempuan .
"Exxa,apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu?." tanya Asyera memecahkan keheningan .
"hmmmm,tidak...tidak ada,aku senang bisa membantu disini ." balas Exxa.
"kau tidak sedang lari dari sesuatu?." tanya Asyera lagi.
"tidak... aku hanya tidak punya kesibukan,ayah juga tidak memberiku misi,,, adik juga tidak rewel." tepis Exxa.
"apa kau masih punya saudara lain selain Orchid ?." sela Oscar.
Asyera tertawa mendengar pertanyaan Oscar .
"apa ada yang lucu?!." tanya Oscar tidak senang.
"iyalah,,,lucu...kau menyukai adik perempuan Exxa tapi menolak menikahi putriku..." Asyera masih terkekeh.
Tak terasa mereka sampai dirumah , dimana Wira sudah menunggu.
"tidak lucu,memangnya kenapa jika aku mencintai adik Exxa?! memang kenapa jika aku lebih memilihnya?!." gerutu Oscar masuk meninggalkan dua perempuan itu dan langsung menuju tempat latihan.
Exxa dan Asyera yang mendengarnya tertawa mendengar kekonyolan Oscar .
Oscar masuk dengan wajah masam,tak luput dari perhatian Wira .
Asyera dan Exxa pun masuk ,Wira langsung menanyakan apa yang terjadi melalui mata pada pada istrinya.
Asyera segera menghampiri Wira sedang Exxa dan Oscar masuk ke dalam combat space limit .
Combat space limit aktif begitu keduanya berada di dalam dan dengan sendirinya tempat itu akan memperluas diri sesuai kebutuhan combat.
"katakan,,,kenapa anak itu masam.." Wira meminta penjelasan .
"apa lagi jika bukan karena Orlo kita, dia terang terangan mengatakan lebih memilih adiknya Exxa bukan putriku." Asyera masih tertawa kecil mengingatnya sedang Wira bengong mendengarnya .
"kalian bisa memulainya ..." teriak Asyera .
Exxa segera menyerang tanpa memberi kesempatan pada Oscar meski hanya pemanasan.
"Oscar ,Oscar,,,kapan dia sadar dengan keluarga kita..." gumam Wira geleng geleng kepala berdecak tak mengira dengan pikiran Oscar .
Exxa dan Oscar saling menyerang dengan terus meningkatkan intensitas mereka.
Wira dan Asyera mengamati keduanya dari luar CSL.
" dia berhasil mengimbangi Exxa." nilai Wira .
"belum,,,apa kau lupa seperti apa Exxa,,," sambut Asyera .
"hahch ... iya kau benar sayang,,, dia suka bermain main dengan lawannya." balas Wira .
"dia tidak hanya sekedar bermain tapi juga mengukur kemampuan lawannya,,,selain itu saat ini dia sedang dalam kendali emosinya." terang Asyera.
"apa..."
"apa menantuku akan baik baik saja melawan Exxa dalam keadaan seperti itu???"
"seharusnya kau meredakan emosinya dulu baru bertanding...kau,kau benar benar mertua kejam."
Wira menahan diri mengetahui situasi Exxa dan Oscar .
"tenanglah... apa kau tidak melihat perubahan pada menantu kesayanganmu itu..."
"lihatlah... waktu aku pergi dia berada di level tiga dan ntah apa yang membuatnya dalam level lima ketika aku datang."
"hanya energinya tidak konsisten ,jadi ini peluangnya jika dia bisa mengatasi luapan emosi Exxa maka energinya bisa menjadi konsisten."
kembali Asyera menenangkan suaminya.
"bagaimana bisa secepat ini... untuk mencapai level lima Exxa butuh waktu lama,lalu bagaimana bisa..." bingung Wira .
__ADS_1
"hati ... ketika hati melepaskan semua yang membelenggunya maka hatinya memurnikan energinya lebih cepat sehingga mampu menembus level spiritual. yang terjadi pada Oscar berbeda pada Exxa. emosi Oscar tidak sepenuhnya menguasai hatinya melainkan mempengaruhi pikirannya saja." sela Asyera.
"jadi pertandingan ini akan menguntungkan keduanya..." telaah Wira .