
Mark dan Asyera mengikuti para tetua ke Hashara untuk melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda.
"Asyera...apa raja iblis mengetahui kelahiran Guardians di ring of fire juga?." tanya Mark penasaran.
"iya...seperti biasa... meminta bertemu. Dan kau juga tau,Guardians yang baru lahir juga harus menghadap ke istana Asgar untuk menerima lencana langit ." jelas Asyera.
"kapan kau membawa Orchid ke sana?." tanya Mark .
"besok ." tegas Asyera.
"lebih baik kau tanya dulu pada putrimu ,,, dia berbeda juga sulit di mengerti. Aku masih bisa membaca arahmu tapi dia,,,aku tidak bisa sama sekali." saran Mark .
"kau benar... anak anak ku memang sulit ,mereka bisa berubah pikiran dimenit menit akhir,mengubah rencana sesuka hati...mereka semua memiliki bakat ayahnya." keluh Asyera.
Di ruang Hashara.
"bagaimana Asyera? " tanya tetua ke dua.
"aku akan menanyakan pada putriku,secepatnya kami akan ke Asgar." jelas Asyera.
"baiklah,,,aku akan mengirim pesan ke Asgar. Kau bisa kembali." tetua menyudahi pertemuan.
Asyera dan Mark kembali ke ruang Logandhi.
"baiklah anak anak....kita kembali,ayah dan kakak kalian pasti cemas." seru Asyera.
"ibu pulang saja dengan Mark,aku dan dua lebah ini akan pergi ke Switzerland menyiapkan ulang tahun ayah." semangat Exxa.
"iya bu ... kami akan menunggu kalian semua di pegunungan Switzerland ." seru Arrasy.
"baiklah,,,tapi ibu ingin bicara sebentar dengan Orlo." sanggup Asyera.
Mengerti tatapan ibunya Exxa dan Arrasy pindah keruangan lain.
"Orlo,,,setiap Guardians yang telah aktif zirahnya akan menerima lencana langit dari Asgar,ini penting bagimu sebagai Guardians ring of fire ,kita tidak tau seberapa besar kekuatan musuh dimasa mendatang juga tidak tau seberapa kuat kita bisa menghadapi. Lencana langit adalah lencana panglima perang yang memimpin tujuh puluh ribu pasukan langit ." terang Asyera.
"hmmm...yang benar saja bu ... negara ini luas dan hanya di beri tujuh puluh ribu..." Orchid tidak yakin.
"jangan meremehkan..." sahut Mark .
"aku tidak meremehkan...penduduk negri ini saja ratusan juta tersebar di seluruh wilayah dan masih banyak pulau tak dihuni juga wilayah tak tersentuh manusia juga banyak..." terang Orchid .
"Orlo... pasukan langit bukan pasukan manusia, mereka adalah wujud dari doa bumi untuk para penghuni bumi. Di bawah kepemimpinan iblis mereka mengejar ,menyerang,menumpas jin di seluruh bumi atas perintah Allah. Dan itu melegenda di langit." jelas Asyera.
"baiklah bu ,,, aku akan ke sana nanti setelah aku memperkuat segel gerbang ring of fire ." Orchid menyerah .
"itu butuh waktu lama nak... menyegel empat gerbang ring of fire butuh skill dan waktu yang lama." keluh Asyera.
"Bu ... aku akan melakukannya dengan cepat." balas Orchid .
"jangan bermain dengan gerbang !!!." seru Asyera.
"Bu ,aku tidak bermain dengan gerbang...sebenarnya setiap kali aku pergi ke gunung aku juga mempelajari segel gerbang terutama segel gerbang selatan yang unik, awalnya aku penasaran setelah berulang ulang mencermati , barulah aku mengerti titik mana saja yang menjadi tumpuan dan itu mempercepat kerja penyegelan." terang Orchid .
"apa kau sudah mencobanya???." tanya Mark .
"ya...awalnya dari gerbang barat yang tidak terlalu rawan." senyum simpul Orchid .
"a apa ... kau pikir ini lelucon ?! lelucon gerbang ring of fire ,,, jika makhluk di dalam sana keluar , seluruh kehidupan di bumi ini akan mati !!!." seru Mark .
"nak ,,, jangan main main." tegas Asyera.
"Mark ... ibu ... tenanglah ... didalam gerbang itu masih ada tembok dari seluruh logam yang dilebur,aku rasa itu di bangun sebagai pertahanan sebelum gerbang. Makhluk itu juga di bawah kekuasaan iblis yang di kurung di dasar ring of fire,iblis akan membiarkan mereka keluar jika waktunya tiba,sesuai takdir seluruh manusia di bumi." papar Orchid .
"aku tidak habis pikir denganmu... masuk ke sana ... di depan gerbang pun kami harus berpacu dengan waktu,,, mindset kami sudah seperti itu sejak dulu dan kau benar benar out of the box ... jika kau tidak mengatakannya kurasa kita dan penerus kita kelak tidak akan tau." kagum Mark .
" sekarang kau tau Mark alasanku... lengah berarti aku kehilangan mereka ,hanya untuk memenuhi rasa penasaran mereka ,mereka bisa bertingkah konyol dan membahayakan yang lain." pasrah Asyera.
"maaf buuuu ..." senyum manis Orchid merajuk pada ibunya.
"baiklah, di Switzerland jangan bikin kekacauan,itu wilayah Dokan,,,si perfecsionis ,dia sudah melihatmu di rumah Serrano." nasehat Mark
"aku akan usahakan..." seru Orchid berlari keluar menyusul Exxa dan Arrasy.
"kita pergi sekarang?" tanya Exxa.
"iya,siapa yang kita kunjungi dulu ke sana?."
" Alicia , teman ayah di Engelberg." sambung Arrasy.
"baiklah...ingat orangnya dan aku akan membawa kita ke sana." pinta Orchid .
Mereka melingkar bergandengan tangan, Arrasy mentransfer ingatan sosok Alicia yang pernah di temuinya.
Setelah melihat sosok Alicia , Orchid mulai membuka portal menembus waktu membawa kedua saudaranya.
Dalam hitungan detik mereka sampai di depan pintu rumah Alicia di Engelberg.
Sementara Asyera dan Mark kembali ke Madrid .
Suara bel berbunyi ,Alicia segera membuka pintu dari dalam takutnya jika ada orang yang membutuhkan bantuan di musim dingin.
"Kalian siapa? dan perlu apa?" tanya Alicia tanggap seperti biasa yang di lakukannya pada orang yang butuh bantuan.
"aku Arrasy ...dan mereka saudaraku." jelas Arrasy. Alicia tidak mengenali Arrasy yang pernah kerumahnya sepuluh bulan yang lalu.
Arrasy yang mengerti segera memberitahu siapa dirinya.
"aku putra Wira ...Wira Nala ..." jelas Arrasy.
"aaaaaaaach ya ya ... aku ingat sekarang, masuklah kalian.
Mereka masuk kerumah Alicia. Exxa sebagai yang tertua memberitahu Alicia maksud kedatangannya. Alicia membuatkan mereka susu coklat panas agar tamunya hangat karena dia berfikir mereka dari perjalanan jauh.
__ADS_1
"minumlah ,,, pasti kalian tadi kedinginan di luar." pinta Alicia .
"terimakasih ." serempak ketiganya.
Alicia mengamati mereka sesaat sebelum putrinya datang bersama suaminya.
Alicia segera membuka pintu setelah bel berbunyi.
"apa kalian bersenang senang hari ini???." tanya Alicia pada twins nya dan memeluk mereka.
"iya ma...terimakasih." serempak twins.
"sayang ..." Alicia memeluk suaminya dan twins berlari masuk.
Keduanya berhenti ketika melihat orang asing di rumah mereka. Alicia dan suaminya masuk,lalu memperkenalkan tamunya.
"Bena...twins ... kenalkan,mereka adalah anak anak Wira ." ucap Alicia .
"Wira...jauh sekali,pasti ada hal penting hingga kalian jauh jauh kemari." Bena hafal kebiasaan Wira .Sejauh ini Bena adalah rekan Wira di LA dan lama bekerja bersama Wira membuatnya mengenal sifat sifat Wira yang lebih suka bertindak dari pada banyak bicara.
"tidak Bena ,kami ke sini ingin menyiapkan pesta kejutan untuk ulang tahun ayah." balas Arrasy.
"ulang tahun ... paman Wira ulang tahun..." tanggapan twins.
"oh ya,, kami hanya istirahat sebentar di sini,nanti malam kami akan ke gunung ." Orchid memberitahu .
"lebih baik kalian bermalam di sini, takutnya ada badai di atas sana." nasehat Bena.
"dan kau...tidak baik untukmu di luar sana tanpa jaket." Alicia memandang Orchid .
"maaf...tapi aku akan tetap pergi." Orchid nyengir .
"kenapa kau tidak mau mendengarku? " Alicia mulai mengeluarkan sifat posesifnya.
"Alicia ... kakakku tidak bermaksud menentangmu...kau bisa memeriksa suhu tubuhnya." Arrasy menenangkan.
Dengan cepat Alicia langsung memeriksa suhu tubuh Orchid dengan tangannya . Alicia terkejut dengan yang di dapatinya.
Bena yang melihat Alicia heran kemudian ikut memeriksa suhu tubuh Orchid .
"bagaimana bisa..." gumam Bena.
"ya,ini tidak mungkin,,,kau pasti sedang demam." sangkal Alicia tidak percaya.
"Alicia ...terimakasih kau mau membantu kami dan menerima kami di rumahmu . Aku tidak ingin berdebat jadi aku akan pergi sekarang ,titip saudaraku ,,,nanti aku akan menjemput mereka di depan." Orchid yang malas membuka identitasnya pergi dari rumah Alicia .
"Alicia ... apa kau tidak mau bertanya padaku kenapa adikku berbeda dari kami?." tatapan intimidasi Exxa.
Alicia diam saja.
"Arras,kau disini saja ,aku akan menemani Orlo di luar." Exxa beranjak dan pergi meninggalkan rumah Alicia.
"kakakmu itu sudah dewasa tapi kenapa malah membiarkan dan tidak menasehati adiknya itu." kesal Alicia .
"Alicia ,,, kakakku Exxa mudah tersinggung jika menyangkut keluarga,sedangkan kakakku Orlo dia hanya ingin seperti manusia normal tanpa harus membuang jati dirinya. Maaf jika kakak kakak ku membuatmu tidak nyaman." terang Arrasy.
"tapi kau juga jangan lupa siapa ibuku..." Arrasy mulai kesal.
Alicia tersentak kaget dengan omongan Arrasy, bocah tenang itu membuatnya de Javu dengan peristiwa kematian saudara kembarnya. Seseorang yang memaksanya pergi meninggalkan Laura yang terkapar di tanah karena tembakan.
Alicia langsung berubah.
"maaf..." lirih Alicia.
"sudah, tidak perlu minta maaf,,, maksudmu baik hanya tidak tepat. aku akan tetap disini mungkin sebentar lagi ibu dan kakak ku datang." Arrasy bersabar .
Satu jam kemudian Asyera datang bersama Indra ke rumah Alicia.
Arrasy yang tiduran di sofa terperanjat dengan kedatangan ibu dan kakaknya.
"kau kenapa...apa masih belum terbiasa dengan ibumu ini,,," intimidasi Asyera pada putra bungsunya.
"hiiii,,,iya,,,sekarang ibu lebih sering muncul tiba tiba di mana mana kapan pun ibu mau." Arrasy nyengir.
"kenapa sendirian ? di mana pengawalmu? ." tanya Indra yang tak mendapati Exxa dan Orchid .
" mereka sedang keluar...nanti akan menjemput kita." jelas Arrasy .
"Bena...Alicia..." seru Asyera.
Bena dan Alicia yang berada di atas segera turun mendengar ada yang memanggil .
"Asyera ... " sambut Alicia.
"kau benar benar datang kesini..." Bena tak percaya.
"dimana si kembar???." tanya Asyera.
" mereka tidur..." sahut Bena.
"ach, o ya ini anak sulungku ,Indra ...dan kalian pasti sudah bertemu anakku yang lain juga." Asyera mengenalkan.
"aku titip anak anak ku untuk istirahat sebentar di rumahmu, mereka ingin memindahkan kabin ke gunung. o ya Alice,cukup awasi jangan melarang apapun meski kau tidak suka...mereka tau batasan mereka pada orang lain." lanjut Asyera yang merasa tidak enak pada Bena dan Asyera.
"Asyera aku ingin bicara sebentar denganmu." pinta Alicia .
Asyera mengikuti Alicia .
"maafkan aku,aku membuat kedua putrimu pergi dari sini sebelum kau datang." terang Alicia .
"kenapa?apa mereka keterlaluan?." tanya Asyera.
"aku hanya menasehati mereka agar tidak pergi ke gunung dengan cuaca ini,juga putrimu yang satu tanpa jaket dan badannya demam ,bukan melarang tapi putrimu yang satunya lagi malah marah dan pergi mengikutinya." terang Alicia .
__ADS_1
Asyera tertawa mendengarnya,Alicia heran,,,karena Asyera tidak marah tapi tertawa.
"apa aku salah bicara ,,," gamang Alicia .
"tidak ,,, tidak,,,orang lain juga akan melakukan hal sama sepertimu jika melihatnya. Jangan khawatir ,,, mereka tidak marah hanya kesal." terang Asyera yang masih menahan tawa.
"kenapa,,,apa kau tidak khawatir mereka sakit di luar sana?." tanya Alicia heran.
"putri kecilku sama sepertiku sedang putriku yang satunya sama seperti ayahnya." jelas Asyera.
"maksudmu ... dia... " Alicia tau Asyera Guardians dengan zirah Phoenix .
"ya..." singkat Asyera.
" jadi dia tidak demam,.." gumam Alicia .
"sudah aku harus pergi menemani Wira ... titip anak anak ya..." Asyera berlalu menemui kedua putranya dan juga Bena.
Alicia mengantarnya ke halaman belakang dan Asyerapun pergi.
Bena dan Alicia kembali ke kamarnya.
"kalian bisa tidur di kamar tamu." tawar Bena.
"ah terimakasih ." balas Arrasy.
"ada makanan di dapur,jika kalian lapar tinggal dipanaskan saja." tawar Alicia .
"terimakasih ... " balas Indra .
akhirnya suami istri itu naik ke lantai atas.
Indra dan Arrasy memilih tidur di dekat perapian.
Jam sepuluh malam Exxa dan Orchid datang.
Bel pintu berbunyi, Alicia yang tidak bisa tidur turun membuka pintu.
"maaf mengganggu istirahatmu." lirih Exxa.
"tidak,,,masuklah,,,mereka masih tidur." balas Alicia .
Merekapun masuk ke dalam.
" kalian kemana saja?." tanya Alicia .
" kami pulang ke rumah kakek kami." balas Orchid . Alicia mengerti jika dia juga bisa pergi kemanapun seperti ibunya.
" maaf soal tadi..." Alicia menatap Orchid .
" tidak apa apa, kau tidak salah." senyum Orchid .
Mereka duduk sebentar setelah membangunkan saudara laki lakinya.
Setelah kesadaran mereka terkumpul barulah mereka berpamitan .
Alicia mengantar mereka sampai pintu depan.
"kita jalan ke atas atau transportal ." tanya Orchid yang melihat ketiga saudaranya kedinginan setelah keluar dari desa Engelberg .
" transportal ." jawab ketiganya serempak ,berakhir dengan tawa ke empatnya .
Orchid segera melakukan transportal ,tak lama mereka sekarang berada di lereng dengan view Engelberg .
"bagaimana disini ? aku dan kakak tadi sempat berkeliling ." Orchid meminta pendapat dua saudara laki lakinya.
" kerja bagus...air danau maupun sungai itu akan memantulkan cahaya cosmos yang bisa dilihat dari jarak sejauh ini." papar Indra .
"di sini kita bagai punya arena ski pribadi." semangat Arrasy.
" jangan berani berani kamu ski di sini...jika ada yang melihat itu akan menarik perhatian orang orang untuk naik ke sini." Exxa mengingatkan.
"pelit..." singkat Arrasy.
"ayolah kita harus meratakan tempat ini untuk memindahkan kabin kakek." seru Orchid .
Orchid membuka portal ke rumah utama mengambil beberapa alat untuk meringankan pekerjaan mereka .
Mereka bekerja sama menyingkirkan salju dari tanah yang akan menjadi pondasi kabin.
Meratakan sisi tanah dan memadatkan hanya dengan alat pemadat unsur molekul yang dilengkapi sinar pemanas.
Setelah di rasa cukup ,Orchid kembali membuka portal yang terhubung ke kabin kakek Nala di Sulawesi .
"kakak ... kau harus menopang portal dengan alat lain." pinta Arrasy khawatir.
"itu tidak akan berhasil ." singkat Indra yang pernah ikut meneliti portal.
"aku akan membukanya tepat di samping sekaligus melipat ruang dan waktu,agar sekali melangkah kita bisa menyebrang ."
papar Orchid .
"ini pakai..." Exxa membagi sarung tangan gravitasi pada saudara saudaranya.
"kita memang keluarga tergila ... rumah sebesar dan seberat ini kita pindahkan dengan tangan kecil kita." bangga Indra .
Mereka tertawa bersama lantas mulai mengangkat kabin dari empat sudut.
Membawa kabin menyebrangi portal dengan susah payah .
Setelah berhasil memindahkan portal segera tertutup dan mereka meletakkan kabin ke pondasi yang mereka buat.
" hufffffffhhhhh...akhirnya..." Exxa melepas tenaganya dan melempar dirinya ke tumpukan salju.
__ADS_1
Ke empatnya merebahkan diri di atas salju.
Tak berapa lama datang seseorang yang sedari tadi mengamati portal yang terbuka di tempat itu.