
Empat saudara yang bangun dari tidur siang itu melakukan stretching sebelum menghadapi Dokan .
" akhirnya ada kesempatan menguji kemampuan bertarung ku dengan Guardians tanpa sungkan." semangat Exxa.
"jangan gegabah." nasehat Indra .
"aku akan mendokumentasikan pertarungan ini." semangat Arrasy.
" kita akan melakukannya di lembah Alpen ." Orchid menentukan lokasi.
"kenapa tidak di gurun saja?". tanya Arrasy .
"hey,jadilah petarung sejati...jangan memanfaatkan kelemahan lawan..." Indra menjitak Arrasy .
"mengalahkan musuh di wilayahnya sendiri itu lebih menyenangkan." sambung Exxa membenarkan perkataan Indra .
"iya iya ... tapi gimana cara mengalahkan paman es secepatnya ???" Arrasy mengingat ada misi bersama ayahnya besok.
" kenapa??? kau mau kabur ..." tanya Indra .
" tidak ,,,besok aku ada misi dengan ayah ke London ." jujur Arrasy.
" hufff kenapa tidak bilang sebelumnya..." gerutu Exxa.
"ya sudah kau tidak perlu ikut bertarung ,aku akan mengantarmu ke apartemen ." Orchid .
"tidak,aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini." seru Arrasy.
"baiklah ayo pergi.." ajak Orchid .
Mereka keluar ruangan Logandhi menuju portal rumah utama.
" apa yang kau bawa?." tanya Indra .
" ini untuk merekam pertarungan kita,,,untuk kenangan juga evaluasi ." 😁 Arrasy.
"dasar otak informan." ketus Exxa.
Mereka bergandengan tangan membentuk lingkaran.
Dalam sekejap mereka menghilang dan muncul di lembah Alpen.
" kalian tunggu di sini,aku akan menjemput paman." pinta Orchid .
Orchid mendapati Dokan yang masih dalam kurungan dan di kerubuti siluman .
Orchid melompat ke atas kurungan ,dengan cepat Orchid melakukan transportal .
Dalam sekejap Orchid dan Dokan berada di lembah Alpen tak jauh dari saudara saudaranya.
Dokan yang sejak kemarin kesal langsung memukul Orchid yang berdiri di depannya.
Orchid tersungkur,ketiga saudaranya berteriak dan berlari mendekat.
"hei ... kau lebih tua dari kami,tapi kelakuanmu itu seperti anak anak." kesal Indra .
"itu karena mengurungku di dimensi lain." singkat Dokan .
"dia melakukannya karena tidak ingin ada gangguan darimu." bela Exxa.
" gatal rasanya ingin menghajar kalian." jelas Dokan.
"paman,,,tidak pantas seorang Guardians menggunakan kekuatannya untuk menindas orang biasa seperti kami." Orchid masih bersabar.
"orang biasa...yang benar saja,kalian sendiri yang bilang sama sepertiku ,keturunan illiyin ." sinis Dokan .Sampai detik ini Dokan belum menyadari siapa Orchid karena keangkuhan masih menyelimuti hatinya.
"tidak semua keturunan illiyin bisa menjadi Guardians ." sinis Indra .
"karena itu jangan meremehkan ku ." tegas Dokan.
"tidak ada yang meremehkan paman." seru Arrasy.
"stop,ini tidak akan selesai. Paman ... beri kami kesempatan melawan paman , apa yang harus kami penuhi dalam pertarungan agar masalah ini selesai sampai di sini saja." Orchid membuat pilihan.
"baik , jangan menyesalinya." sinis Dokan.
"tapi sayarat tidak boleh memberatkan kemampuan kami yang junior ini." kembali Orchid mencoba melindungi saudaranya.
"baiklah, jika kalian bisa menjatuhkan ku 3x dalam pertarungan sebelum tengah malam ,aku anggap semua tidak terjadi." Dokan meremehkan.
"hissssh sulit,tapi kami akan berusaha sebagai orang biasa yang memiliki batas kemampuan di banding paman yang Guardians ." seru Exxa.
"kalian berempat bisa melawanku sekaligus." tegas Dokan meremehkan.
"tidak,kakakku tidak boleh terlibat sebelum kami menyerah ,,,sementara dia akan membantu kami melakukan hal penting " . 😁 Arrasy menolak keterlibatan Orchid .
"apa kau sanggup membantu kami sayang?." tanya Exxa.
"baiklah,,,terserah kalian saja..." santai Orchid mengambil peralatan dari Arrasy.
Dokan , Indra ,Exxa ,dan Arrasy memulai pertarungan mereka.
Dokan terus menangkis serangan cepat yang dilakukan ketiga saudara itu.
Kecepatan Exxa dalam menyerang titik titik vital bisa dibaca cepat Dokan.
Arrasy yang menyadari mengurangi kecepatan dan melancarkan serangan acak.
Indra menyerang bergantian dengan Exxa.
Pertarungan sudah satu jam lamanya.
"apa hanya ini yang kalian bisa..." seru Dokan.
Indra Exxa dan Arrasy mengambil jarak dengan Dokan.
Mereka dalam mode waspada , mengatur nafas , memulihkan tenaga.
Dokan berdiri ditengah mereka juga mengatur nafas meski tidak menguras tenaga tapi cukup membuatnya mengeluarkan keringat.
Orchid yang sedari awal pertarungan merekam pertarungan dengan santai.
Mengikuti tiap gerakan dan perpindahan tempat yang begitu cepat,cukup membuat Orchid senang bukan main.
"kalian harus semangat ... kapan lagi ada kesempatan seperti ini..." Seru Orchid menyemangati ketiga saudaranya.
Ketiganya kembali bersemangat,.
Mereka memulai pertarungan kembali dengan saling mengkode satu sama lain.
Pertarungan semakin sengit dan kali ini tanpa jeda.
"bagaimana mereka melakukannya..." batin Dokan yang berusaha mencari celah serangan.
Keuntungan yang dimiliki ketiganya adalah emosi yang terkontrol dengan baik.
Memancing kekesalan Dokan mudah mereka lakukan.
Dokan yang selama pertarungan ke dua merasa kesal sering ditipu gerakan tiba tiba yang dilakukan ketiganya secara bergantian.
Selang dua jam pertarungan tanpa henti akhirnya Exxa mendapati kelengahan Dokan dan mengambil kesempatan memukul Dokan sekuat tenaga. Dua saudaranya yang menyadari tenaga Exxa meningkat tiba tiba ,segera memahami kode jari Exxa dan ikut meningkatkan tenaga .
Mereka bergantian memukul dan menendang di titik yang sama dengan tenaga penuh yang pada Akhirnya membuat Dokan hilang keseimbangan dan terjatuh.
"yes..." teriak Orchid .
__ADS_1
Ketiga saudara itu kembali mengumpulkan tenaga dan mengatur nafas. Dokan kembali berdiri dengan kesal.
"seharusnya dari awal aku tidak perlu bermain main dengan kalian." gumam Dokan.
"paman ... kami berhasil ..." seru Arrasy.
"kalian masih punya 2 lagi." sinis Dokan.
"ayo istirahat,,,dan kita sudah terlambat Ashar ..." seru Orchid .
Mereka berhenti dari pertarungan. Setelah dirasa cukup istirahat.
" paman,kau bisa memimpin ibadah kita." pinta Indra .
Dokan hanya mengangguk ,menyetujui.
Mereka ibadah bersama di dinginnya lembah Alpen .
Setelah selesai...
"kita makan dulu atau lanjut paman?." sopan Indra .
"aku tidak perlu makan,jika kalian lapar ,,,makanlah dulu baru kita lanjutkan pertarungan kita." papar Dokan.
" tidak paman,,,kita punya dua jam sebelum magrib tiba." sahut Exxa di setujui saudara saudaranya.
"baiklah jika itu mau kalian." sanggup Dokan.
Mereka bersiap kembali ke tempat yang lebih luas.
"hmmm anak anak yang menghargai waktu dan pantang menyerah,benar benar darah illiyin...tapi anak anak siapa mereka,bahkan aku tidak melihat tanda pelindung pada mereka." batin Dokan mengamati .
Pertarungan telah di mulai kembali...
Orchid masih dengan lincah mengikuti pergerakan mereka ,kali ini dia juga menggunakan mata cermin untuk merekam dari segala sisi.
Exxa terlempar dari pertarungan setelah mendapat tendangan dari Dokan.
Indra dan Arrasy menyerang dari dua sisi berlawanan.
Exxa kembali bergabung.
Tak lama Indra terpental dari pertarungan terkena pukulan telak.
Orchid mengamati pergerakan dokan dengan seksama.
"kakak,,, serang lah kaki kirinya,,, ." Orchid memberitahu Indra yang masih memulihkan tenaganya.
"jika menyerang langsung dia akan tau, aku akan memakai serangan acak lagi." gumam Indra .
Indra kembali bergabung dalam pertarungan.
"under half krisan...kaki kiwa..." seru Indra .
Exxa dan Arrasy yang mengerti segera mengubah serangan mereka.
Pertarungan menjelang senja itu berubah menjadi semakin sengit .
Matahari di pegunungan Alpen hampir tenggelam sepenuhnya.
Tiba tiba Indra merubah serangannya ketika Dokan lengah dengan kemampuannya.
Seketika Arrasy mengambil peluang yang di buat Indra di bantu Exxa yang terus membuat bayangan dengan kecepatan serangannya. Dokan kembali terpecah fokusnya ,berakhir Arrasy mengunci kaki kirinya dan menarik sekuat tenaga.
Ketika Dokan ingin berbalik arah ingin memukul Arrasy semua sudah terlambat.
Dokan terjatuh ke dua kalinya.
"bagaimana bisa ini terjadi padaku,,,melawan anak anak kecil bahkan bukan Guardians ." batin Dokan.
"baiklah ... masih sisa satu lagi, mungkin aku meremehkan kalian ." Dokan mengakui.
"kita istirahat hingga setelah Isak ...apa paman ada permintaan ?." Orchid menghampiri mereka berempat .
"aku bisa mengurus diriku sendiri,aku akan beribadah sendiri,kalian juga. Jangan pikir kalian menang,nanti aku akan menggunakan sedikit keahlian ku,kita lihat apa kalian masih bisa bertahan." Dokan memilih menyendiri.
"badanku rasanya sakit semua...paman es itu benar benar...tidak mengurangi tenaganya." gumam Arrasy.
"lihatlah ... wajah cantikku ini juga memar...paman itu memang tidak pandang buluh ." gerutu Exxa.
"apa kakak baik baik saja?." tanya Orchid menghampiri Indra .
"kurasa tulang kakiku retak ... aku terlalu memaksakan tadi." Indra terus terang.
"aku akan membantu kakak." singkat Orchid .
Mereka berempat menyingkir ke tepi lembah di dalam goa.
Arrasy membantu Indra berjalan.
Orchid yang tiba lebih dulu segera menyiapkan semua yang diperlukan untuk mereka.
"Arras ,baringkan kakak di sini." Orchid menunjuk batu giok putih.
Arrasy membaringkan kakaknya.
"kalian mandi saja dulu,airnya hangat ." Orchid menyuruh Exxa dan Arrasy lebih dulu mandi .
Exxa dan Arrasy menuju bilik goa yang lebih dalam .
"anak itu...dengannya tidak akan ada kesusahan ... lihatlah ,ini goa tapi di sulapnya menjadi seperti rumah pribadi dengan segala fasilitasnya." Exxa tidak habis pikir dengan Orchid .
"kakakku selalu yang terbaik..." 😁 Arrasy senang mendapati jakuzi di bilik yang tak jauh dari Exxa berdiri.
"kakak ,ini tidak akan sakit... " Orchid mengalihkan Indra ,hanya dengan satu usapan .
"aaaaaaaaaaaaaaackh .... " Indra berteriak kesakitan.
"hmmmm dokter kejam beraksi." gumam Arrasy merendam tubuhnya di jakuzi.
"Orlo benar benar tidak tau rasanya sakit ..." gumam Exxa di sisi lain .
" ok... selesai, bagaimana... coba kakak gerakkan." senang Orchid .
Indra pun menggerakkan kakinya berulang kali.
"hmmm sempurna... " senang Indra mendapati kakinya seperti biasanya.
"tunggulah sepuluh menit lagi,barulah kakak berjalan dan mandi." pinta Orchid .
Indra kembali berbaring.
Orchid meninggalkan Indra masuk ke bilik Exxa.
Setelah semua selesai ,Indra memimpin ibadah saudara saudaranya.
Seperti kebiasaan mereka habiskan magrib hingga Isak untuk ibadah.
"hmmm kapan rumahku terdengar suara suara merdu anak anak..." gumam Dokan mendengar gema dari goa yang ditempati ke empat saudara itu.
Selepas Isak mereka bertemu lagi di tengah lembah.
"apa kalian siap menerima balasanku? kali ini aku tidak akan memberi kesempatan kalian untuk menjatuhkan ku." Dokan percaya diri.
"itu bagus...tapi paman,aku ada urusan besok,jadi ini harus cepat selesai " Arrasy mengeluh.
__ADS_1
"bagaimana luka kalian cepat sembuh,,,apa lagi di suhu dingin seperti ini..." heran Dokan yang sedari tadi mengamati.
"paman memukuli dan menendang kami habis habisan,untung kita punya dokter hebat." gerutu Exxa.
"issssssh itu belum apa apa." bangga Dokan.
"kita babak belur,paman tidak lecet sedikitpun meski kami terus menyerang." oceh Indra .
"kalian mau bertarung atau ngobrol saja..." ketus Orchid .
"baiklah ... kita mulai saja..." seru Dokan .
Mereka kembali bertarung.
Pertarungan sengit kembali terjadi.
Pertarungan jarak dekat hingga pertarungan jarak jauh telah mereka lakukan.
Tiga jam berlalu.
Pertarungan mulai meningkat .
Dokan mulai melakukan serangan dengan kristal es .
Arrasy Exxa dan Indra terus berusaha menghindar .
Mereka yang tadinya melakukan serangan jarak dekat kini berada jauh dari Dokan, hal itu membuat Dokan unggul.
Dokan mulai menghujani ketiganya yang terpisah dengan kristal kristal tajam.
Menghindar terus akhirnya ketiganya kelelahan.
Peluang itu tidak di sia siakan Dokan.
"kena kalian." batin Dokan.
Dengan cepat Dokan mengunci ketiganya dengan kristal es.
Ketiganya terjatuh dan tak bisa bergerak di kelilingi tombak tombak kristal yang menancap dalam.
"aaaaaach " teriak Exxa kesal.
"bagaimana? apa kalian menyerah?." Dokan terbang diatas menjangkau ketiganya.
Orchid masih tidak membantu mereka.
Masih merekam dan sesekali tersenyum.
"hai ,kau,,,apa kau tidak mau melawanku ?." tanya Dokan pada Orchid .
"tidak paman... mereka sudah memintaku untuk tidak ikut bertarung ." seru Orchid yang berada jauh dari mereka.
"lihatlah saudara saudaramu tidak bisa bergerak juga tidak mau mengaku kalah dan kau hanya diam saja." sindir Dokan yang sedari awal ingin melawan Orchid yang menurutnya menarik.
"kakak ... apa aku boleh membantu?." tanya Orchid .
"tidak...kami pasti bisa." teriak Indra .
"kakak...awas jika kakak turun tangan,,," seru Arrasy yang jauh dari Orchid .
"paman dengar sendiri..." Orchid tersenyum ke arah Dokan.
"kalian sudah kalah ... akuilah ..." seru Dokan di atas mereka.
Tiba tiba kristal kristal yang mengunci mereka hancur ...
Exxa yang tidak sabar segera melompat tinggi di udara menghajar Dokan yang lengah.
Dokan masih di udara mengusap tubuhnya yang baru saja di hajar Exxa.
Dokan melihat perubahan pada ketiganya.
Ya,ketiganya dalam mode sang pilar pelindung .
Mereka terpaksa melepas segel pilar pelindung setelah fisik mereka mencapai batas kekuatan.
Semua hanya untuk menguji kemampuan diri.
Mata beriris jingga dengan kekuatan yang berlipat lipat dari sebelumnya.
Sekarang mereka bisa melakukan pertarungan di udara meski tidak lama seperti seorang Guardians .
Mereka kembali bertarung sengit ...
Masih ada waktu dua jam sebelum tengah malam.
Orchid mengikuti kecepatan pertarungan antara seorang Guardians dengan tiga orang pilar pelindung .
"kalian benar benar membuatku terkejut...orang biasa...lalu keturunan illiyin ... dan sekarang pilar pelindung." Dokan membuat jarak dengan ketiganya.
Tanpa menggubris ucapan Dokan ,ketiganya kembali melakukan serangan.
Sangat sengit ... ribuan kristal di lesatkan tapi dengan mudah ketiganya terus maju menembus ribuan kristal .
Sekarang tidak ada jarak lagi,pertarungan jarak dekatpun terjadi.
Baik di udara maupun di darat ketiganya terus membuat Dokan terdesak.
Mereka hanya ingin menjatuhkan kan bukan membunuhnya.
Dokan terus melawan dengan sengit,terus mencoba bertahan .
Namun semua sudah terlambat,sebelum Dokan menggunakan zirah Guardians nya, Arrasy berhasil memukulnya di udara hingga terjatuh menghantam daratan hingga menggetarkan sekitarnya.
"wuhuuuuuu...yes kalian berhasil..." seru Orchid .
Ke empat saudara itu segera menghampiri Dokan.
Dokan bangkit dan membersihkan dirinya.
"aku tidak menyangka,aku bisa di kalahkan pilar pelindung." gumam Dokan.
"paman es tidak kalah ... paman es hebat." seru Arrasy.
"adikku benar... paman memang hebat." sahut Exxa.
"paman,terimakasih bersedia menemani kami bermain." sopan Indra .
Ketiganya mulai kembali normal.
"jadi ... paman memaafkan kami???." tanya Orchid.
" ya...tapi ijinkan aku melihat segel pilar pelindung kalian." pinta Dokan.
"tentu saudara saudaraku tidak keberatan." jelas Orchid .
Indra menunjukkan segel di tengah punggungnya.
Exxa memperlihatkan segel di lengan kanannya.
Arrasy membuka penutup lehernya dimana segel itu berada di leher belakang .
"jadi kalian dari keluarga Logandhi yang tersohor itu...dan apa dia...Guardians spesial yang nonaktif itu..." Dokan tercengang melihat lambang segel mereka .
Lambang api menyala merupakan lambang keluarga penjaga ring of fire.
__ADS_1
Lambang api menyala ini juga di miliki Orchid sebagai keluarga, dan itu dapat dilihat ketika zirah Guardians nya aktif ,letaknya tepat di dahi antara kedua matanya.