
Setelah menemui Oscar ,Asyera kembali ke Madrid .
Wira dan Indra menunggu dari siang hingga kini isya .
" maaf ya ,menunggu lama..." Asyera memeluk Wira .
"ibu sudah makan hari ini?." Indra tau kebiasaan ibunya.
" nanti saja...belum lapar,kalian sudah makan kan?" tanya Asyera.
" sudah bu,tadi ayah memesan makanan." jawab Indra .
"apa yang terjadi hingga kau pergi lama,,,apa Orlo baik?." Wira khawatir tapi tetap menutupi kegelisahannya.
" tenanglah ... semua sudah baik baik saja,anak anak juga sedang bersenang senang disana,besok kita susul mereka." Asyera menenangkan.
" aku senang mendengarnya." lega Wira.
"dua hari lagi kaukan ada jalan ke London ,,,bagaimana jika menemui Oscar dan Alberto ... ah yaaa tadi Alberto menitipkan sesuatu untukmu ." papar Asyera memberikan titipan Alberto .
Indra masih asik menonton berita. Wira membuka kotak perhiasan yang di bawa Asyera .
"☺️ " Wira membaca surat yang ada didalamnya,mengingat liburan terakhir mereka bersama ...Wira berceloteh menginginkan benda itu,kini Alberto yang memberinya cuma cuma.
"senyum di wajahmu mengatakan banyak hal,,,apa itu bagus..." goda Asyera .
"kau tau... Alberto dan Laura selalu memameriku teknologi canggih hanya saja fisiknya yang besar tidak memungkinkan aku membawanya dan tidak efisien.Lihat mereka memberiku ini..." pamer Wira ,menunjukkan benda kecil berwarna silver seperti mousquito di atas kain sutra kotak perhiasan yang di bawa Asyera.
"sayang...Oscar sudah memenuhi syarat utama sebagai pelindung sejati Orlo. Aku baru tau setelah tiba di tempatnya,itulah yang membuat aku sangat lama di rumah utama,,,Orlo sudah menjadi Guardians sepenuhnya ,kau harus melihat zirahnya ..." cerita Asyera.
" berarti Orlo sudah melihat takdirnya ... apa dia tidak cerita padamu???." Wira menunggu Asyera.
" seharusnya , tapi dia tidak mengatakan apapun...dan tidak ada yang aneh darinya, begitu dia bangkit dia terus bercanda dengan Arrasy. " Asyera juga heran dengan putrinya.
__ADS_1
" jangan jangan dia juga menyukainya..." terka Wira .
" siapa yah..." tanya Indra .
" adikmu Orlo...seharusnya dia sudah melihat takdirnya akibat dia memaksa membuka segel di seluruh tubuhnya." jelas Wira .
" apa ayah tidak tau ... Orlo selama ini hanya menyukai satu orang pria...cinta pertamanya ..." Indra berpindah duduk bersama ke dua orang tuanya.
"ya tau gak tau ... ibumu sudah cerita tapi ayah tidak pernah melihat anak itu secara langsung." jujur Wira.
"ayah...gak mudah melupakan cinta pertama,,,apa lagi cinta mereka berakhir seperti itu...meski dia bilang baik baik saja,tetap saja hatinya sakit." Indra
"lihat sayang,,,kau hebat membesarkan anak anak kita,,," senyum Wira menatap Asyera.
"itu juga karena kau sayang,,,ayah yang selalu jadi inspirasi anak anak kita." balas Asyera.
"huffff lebay..." ketus Indra menyaksikan drama ayah ibunya.
"nak kau harus melihat zirah adikmu,,,lebih indah dari milik ku,,,bahkan dia memiliki panjinya sendiri." pamer Asyera.
"baik buruknya zirah yang terpenting dia memiliki kebaikan untuknya buuu,sehebat apapun dia,dia tetap akan menjadi adikku ,kami akan selalu menjaganya...kami tidak ingin dia merasa kesepian dalam tanggung jawabnya." jauh Indra menerawang dalam benaknya.
Indra beranjak memanaskan makanan selagi ayah ibunya duduk berdampingan menonton tv .
Tak lama Indra membawa sepiring makanan dan segelas air.
"Bu,,,makanlah dulu,,,ayah tolong suapi ibu juga tidak memakannya." pinta Indra ,kemudian beranjak ke kamar.
Kebiasaan Asyera yang malas makan membuat Wira segera mengambil piring ,menyuapi istrinya dengan sabar.
Asyera sudah lama tidak di suapi suaminya,haru dan bahagia menyelimuti hatinya .
Setelah selesai minum ,Asyera mengecup pipi suaminya dan mengambil piringnya.
__ADS_1
"terimakasih ..." bisik Asyera di sambut senyum Wira .
Asyera membawa piring dan gelas untuk di cuci.
" sayang,,,apa kau akan terus menonton tv?."tanya Asyera menghampiri.
"kenapa ,,,apa kau ingin tidur sekarang?atau mau pergi lagi?." tebak Wira .
"hanya sebentar,,,Arrasy minta di bawakan kakak sulungnya untuk membantunya experimen " Asyera beralasan.
"baiklah ,,, " Wira pasrah dan mencium Asyera.
Wira senang istrinya tidak pernah berubah meski sekian tahun terpisah.
Asyera naik ke lantai atas di mana Indra sudah berganti pakaian lebih tebal.
"sayang kamu tidur duluan ,aku mau antar Indra dulu,,," teriak Asyera dari lantai atas." Asyera bersiap pergi dengan Indra menyusul adik adiknya.
" jangan terlalu lama,,,aku nanti kesepian,,,"balas Wira .
Indra geleng geleng dengan drama ayah ibunya tapi dia maklum dengan situasi mereka yang baru berkumpul setelah sekian tahun .
Asyera dan indra menembus waktu .
Sepeninggal Asyera dan Indra ,Wira bergumam sendiri.
"huffff rasanya baru kemaren anak anak berlarian kesana kemari,sekarang mereka sudah lebih dewasa,,, "
"maafkan ayah kalian ini yang tidak bisa seperti ayah lainnya"
"aku bangga pada kalian,,,selalu menyayangi satu sama lain meski berjauhan "
"selagi aku masih hidup,aku akan terus menjaga keluarga kita,,,"
__ADS_1