Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Rumah April


__ADS_3

sudah Sabtu aja ...


Orchid dan teman temannya di kos putri sedang menunggu tunangan April .


Mereka hendak berkunjung sekaligus liburan di rumah April .


ya rumah April berada dipinggiran kota tepatnya diperbatasan kota . Desa April ini termasuk desa tertua di kaki gunung Lawu dan terkenal dengan kecantikan wanitanya.


Desa April adalah desa asal Lasmini sang legenda si pendekar berparas cantik dengan kemolekan tubuhnya yang jadi rebutan banyak pria di jamannya.


Bukan isapan jempol belaka apalagi dongeng, wanita di desa ini memang cantik dan molek.


Semua sudah bersiap memakai kaos yang fleksibel aja tidak lupa menyiapkan jaket dan beberapa baju di tas mereka.


Canda tawa memenuhi ruang tengah kos putri.


Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga.


Kami berempat berpamitan pada pemilik kos kemudian keluar langsung naik mobil.


Tunangan April bernama i Gusti Suprana ,orang yang supel.


Sepanjang perjalanan kita berempat banyak diskusi merencanakan aktivitas kami nanti selama disana .


Setelah satu jam kami baru sampai dipasar wisata karena saking macetnya...

__ADS_1


Kami turun ke pasar membeli jajanan pasar dan melihat lihat tanaman hias yang berjajar rapi di halaman pasar.


Setelah istirahat sebentar dan ditraktir makan bakso yang mangkal di parkiran pasar.


Sumpah ini bakso legend ... mungkin sampai sekarang ini bakso masih jualan,cuma 2jam ludes 😁. author jadi inget rasanya.


Kami melanjutkan perjalanan kembali menuju atas.


15 menit kemudian kami sampai di rumah April dan sudah hampir isya .


----------------------------------------------


hari yang sama di kota YG.


Sepulang sekolah Niko membuka ponselnya yang tertinggal di kamar kos.


Ada beberapa pesan dan salah satunya dari Orchid .


mungkin akan susah menghubungiku,aku liburan bersama temanku 😘


love my Lotus


Hmmm tadi pagi sudah bilang dan sore ini chat, dasar Orlo ku Anggrek ku black Orchid ku cinta ku ,hufffffffffh jadi kangen.


Syukurlah dia tidak merasa kesepian, ku harap tidak ada pria yang naksir dia di sana.

__ADS_1


Niko merebahkan diri di ranjang dan menutup mata meresapi kerinduannya pada Orchid .


Tiba tiba narsisnya menjangkiti otaknya, segera diambil kembali ponselnya dan berselfi ria dengan berbagai ekspresi wajahnya yang tampan limited kemudian mengirimkannya pada Orchid .


Tidak berhenti di situ saja Niko juga mengirim voice not setiap 10 menit ,setelah satu jam dia beranjak dari tempatnya dan mandi.


Senyumnya terus mengembang bayangan Orchid terus menerus menari nari di hati dan pikirannya.


------------------------------------_____________________


Orang tua April menyambut kami didepan rumah,seolah kami ini tamu istimewa.


Tak lama setelah itu Gusti pamit pulang,ya rumah Gusti tidaklah jauh dari rumah April...hanya desa atasnya lagi dari desa April.


Kami masuk kerumah dan terkejutnya kami melihat gaya rumah April.


Ruang utamanya luas melebar dan kosong hanya ada beberapa karpet tebal yang masih berdiri.


Lalu kami diajak ruangan tidur kami selama disini .


taraaaaaaaaaa


***buang jauh jauh pikiran kalian jika kalian pikir ini vila dengan banyak kamar****


Bukan kamar tidur, melainkan sebuah ruangan yang di tengah tengahnya ada perapian yang lebih rendah dan karpet karpet tebal yang berjajar mengelilingi letaknya lebih tinggi dari perapian.

__ADS_1


Spontan kami berteriak,bukan karena kecewa tapi karena senang.Seumur hidup baru kali ini bakalan tidur ditempat etnik kayak gini.


Ruangan ini lumayan hangat tapi April tetap membagi kami selimut super tebal masing masing 2 bagian dan dia menjelaskan semakin malam disini akan semakin dingin tidak seperti di desa desa bawah apalagi kota SL.


__ADS_2