Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Asyera Logandhi


__ADS_3

Di bar yang berantakan itu Exxa dan Oscar belum bisa percaya satu sama lain.


"apa kau meragukanku?." selidik Exxa.


"aku tidak bermaksud seperti itu,negara ini sangat besar,sedang aku hanya mendapatkan namanya...bahkan aku tidak menemukan namanya di file penerbangan maupun file darat di Jerman di rentan waktu yang bibi Mili sebut." jujur Oscar akan pencariannya.


"berikan namanya..." seru Exxa.


"...Asyera Logandhi ..." suara Oscar pelan.


Exxa terkejut mendengar nama ibunya di sebut namun Exxa segera menguasai dirinya kembali.


" memang tidak mudah mencarinya,tapi sebenarnya kau sudah dekat dengannya." senyum tipis Exxa.


"apa maksudmu???" Oscar bingung dengan ucapan Exxa.


"apa yang ingin kau tanyakan padanya ? mungkin aku bisa mewakili mu bertanya padanya jika aku bertemu dengannya." Exxa menawarkan.


" tidak,aku akan menanyakan sendiri karena dalam salah satu file mamaku, sahabatnya adalah bersifat rahasia ,,,mereka seperti rantai yang terhubung satu sama lain untuk melindungi sesuatu." tolak Oscar .


" ya sudah,kau takkan menemukannya." Exxa beranjak dari duduknya meninggalkan Oscar yang masih memikirkan ucapan Exxa.

__ADS_1


"tunggu...jika kau bertemu dengannya lebih dulu dariku katakan bahwa putra Laura Ortiz mencarinya." seru Oscar mencoba mengikuti Exxa keluar bungalo .


Exxa terus berjalan keluar dengan menutup kepalanya dengan hoodie menyusuri gelapnya jalan.


Oscar terdiam sejenak kemudian menghubungi Angga dan melajukan mobilnya keluar bungalo.


Angga:"halo ..."


Oscar :"dimana?."


Angga :"aku dirumah sakit Teresa ."


Oscar :"aku akan kesana."


Exxa menyewa kamar di sebuah hotel dan memesan tiket penerbangan ke kota SL .


Subuh itu Exxa baru bisa memejamkan mata di ranjang hotel yang empuk.


Oscar berada di rumah sakit ,dia sangat menyesal melihat keadaan teman yang slalu membantunya terbaring di ranjang rumah sakit penuh lebam dimana mana.


" maafkan aku..." Oscar mendekati ranjang.

__ADS_1


"tidak perlu,,,kita ini teman bukan? lagian aku menganggapmu seperti adikku sendiri." senyum Angga dengan wajah lebamnya


"tetap saja aku minta maaf... aku terlambat menemukanmu,aku juga tidak menyangka orang yang menghajarmu itu benar benar berbeda .Pertama melihatnya hanya senyum yang menghiasi wajahnya dengan sisi dinginnya sedang kedua kali melihat amarahnya seperti itu membuatku hampir kalah. Entah apa yang sangat membuatnya semarah itu dengan email yang kau retas." ujar Oscar .


"email itu privasi keluarganya, itu yang dikatakannya padaku." terang Angga .


"hufff kenapa mamaku berurusan dengan orang orang seperti itu..." keluh Oscar .


"lebih baik kau cari tahu dulu bagaimana mamamu semasa hidup pada papamu." saran Angga .


"aku akan mencobanya. Baiklah... aku akan pulang dan kau cepatlah sembuh." Oscar kemudian meninggalkan Angga yang di temani teman wanitanya.


Oscar meninggalkan rumah sakit ketika matahari sudah menerangi bumi ,sesampai di kediaman Prabu ,Oscar segera menemui papanya di paviliun .


Papanya terlihat sedang duduk santai menonton berita pagi di salah satu saluran tv.


"pa..." sapa Oscar .


"...kenapa wajahmu?siapa yang berani melukaimu?! apa ini karena kau mencarinya?!." Alberto terkejut melihat putra kesayangannya .


"pa...aku akan terus mencari keberadaan Asyera Logandhi." lembut Oscar pada Alberto .

__ADS_1


Tanpa keduanya sadari Prabu mendengar percakapan mereka. Prabu terkejut ketika mendengar nama Asyera disebut.


Prabu yang ingin memanggil mereka mengurungkan niatnya dan kembali ke rumah utama .


__ADS_2