
Semalam Exxa menanyakan kelas Gani untuk besok.
Keesokan paginya Exxa kembali menghebohkan kampus ,bahkan Frans dan Sony sempat tidak mengenalinya .
Wajah yang bertahun tahun tidak ditampakkan kini kembali.
Dengan make up natural dan rambut di kepang dari depan memanjang kebelakang, kacamata bulat bertengger dihidungnya, tunik putih menutupi tubuh dengan sedikit menggulung lengan,seutas kalung yang selalu melingkar dilehernya,celana skinny dari kulit sintetis membalut kakinya yang ramping ,langkah kakinya dibungkus uncle boot yang sudah lama tidak dipakainya.
"huffffh ...sudah lama sekali,,, ok,hari yang menyenangkan dimulai dengan senyum." gumam Exxa berdiri didepan gedung utama kampus,lalu melangkahkan kakinya dengan senyum manis.
Exxa melangkahkan kakinya melewati lorong demi lorong . Banyak mata yang memperhatikannya, kini dia menjadi buah bibir di kampus.
Sony dan Frans terpesona dengan wanita yang baru saja masuk ke ruang kelas mereka ,yaaa itu adalah Exxa yang sekarang mengambil tempat duduk di depan keduanya.
Belum juga kehebohan di kelas itu reda,Gani si dosen muda itu memasuki kelas. Seketika semua terdiam dan kembali ke bangku masing masing.
" pagi ini kita kuis." seru Gani berdiri didepan seraya memperhatikan siswa siswinya.
" huuuuuuuuu." serentak sorakan menggema di ruangan itu.
"kenapa mendadak pak?!? ini tidak adil...tugas kemarin saja belum kelar." keluh seorang mahasiswa yang di setujui yang lain.
__ADS_1
" belajar tidaknya bukan urusanku,materi yang ku berikan bukan untuk disimpan di kertas maupun laptop kalian." seru Gani dengan wajah inoncent .
" bagaimana jika aku mewakili semua menjawab semuanya? setiap pertanyaan akan langsung anda beri nilai dan semua yang disini menjadi juri. Anda boleh mengajukan pertanyaan lebih dari biasanya. Jika aku kalah Anda boleh menghukum ku apa saja ,jika aku mendapatkan nilai terbaik anda akan mendapat hadiah tak terlupakan dariku." Exxa mengajukan diri.
Gani berpikir sejenak ,tidak ada ruginya meladeni anak ini.
" apa kau mahasiswi baru?." tanya Gani yang merasa tidak pernah melihatnya.
" anggap saja seperti itu." balas singkat Exxa.
"ok...kita mulai." Gani tersenyum tipis.
Suasana ruangan itu menjadi tenang. Semua fokus dengan pertanyaan Gani dan jawaban Exxa yang tak kalah mendetail.
Mata keduanya terus saling menatap bagaikan pedang yang saling menyerang satu dengan yang lain.
Kini sudah bukan kuis lagi,bahkan pertanyaan Gani sudah melampaui materi yang diajarkan namun Exxa terus menjawabnya dengan nilai sempurna.
Mahasiswa yang menyadari begitu terkejut bahkan mereka mencari rujukan rujukan untuk tiap pertanyaan dan jawabannya.
Gani juga mulai menyadari dirinya mulai melampaui batas,benaknya telah mengagumi kecerdasan wanita yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
"apakah anda menyerah ?." tanya Exxa tersenyum tipis.
"ya,kau menang. siapa namamu?." Gani mulai tertarik.
"Exxa ..." singkat Exxa yang membuat Frans dan Sony terkejut,tapi beda dengan yang lain yang terkagum kagum .
"sekarang katakan,apa keinginanmu.." jelas Gani sambil merapikan buku buku yang di bawanya,karena waktu mengajarnya habis...rasa kagumnya membuat waktu tiga jam hanya untuk dirinya dan siswi yang menakjubkan.
Exxa menghampiri Gani didepan .
"kau harus mengubah caramu mengajar." tatap Exxa berdiri di belakang Gani .
"aku tidak bisa menjanjikannya ..."singkat Gani yang kemudian berbalik hendak pergi.
Seketika Exxa menyambutnya dengan ciuman yang membuat Gani terpaku di tempat.
Adegan beberapa detik itu menghebohkan seisi ruangan dan dengan cepat menyebar di kampus apalagi sosmed .
Exxa keluar meninggalkan ruangan itu dengan membetulkan kacamatanya.
Frans dan Sony memanggil dan mengekorinya.
__ADS_1
Gani tersadar dan menutupi kegugupannya dengan merapikan buku ditangannya kemudian keluar tanpa menghiraukan siswa siswinya yang menggodanya.
Jantungnya masih berdetak kencang seakan ciuman itu masih terjadi meski hanya membekas di ingatannya.