Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Terikat lahir batin


__ADS_3

Di pagi buta itu Orchid menghabiskan sepiring besar nasi goreng buatan Alberto .


Frans mengambilkan minum untuknya.


Alberto dan Oscar kembali ke paviliun .


"dik,,,aku mau bicara penting." Frans menatap Orchid yang masih menenggak minumnya.


"kak,,,kita bicara nanti saja ,sekarang aku ngantuk ." pinta Orchid yang kemudian meletakkan piring dan gelas ke dapur.


Frans memikirkan sesuatu yang tidak di ketahui Orchid dimana Frans juga tidak tau akibat dari keputusannya tadi akan berdampak besar pada Orchid dimasa depan.


"ahc... kepalaku pusing memikirkannya,lebih baik aku memberitahu ibu saja." batin Frans tak bisa tidur dan mengacak rambutnya.


Frans duduk di ranjang dan menghubungi ibunya Orchid .


"hallo...buuuuu." Frans menyapa.


"kenapa nak?semua baik kan?." tanya ibu angkatnya diseberang .

__ADS_1


"iya semua baik tapi... ada hal yang membuatku tidak tenang." terang Frans .


"katakan nak." ibu angkatnya khawatir.


"ini tentang segel Orchid buuuu." Frans sedikit ragu.


"kau tidak melakukan kesalahan kan???." ibu angkatnya masih khawatir .


"mmmm ibu aku rasa aku melakukan kesalahan karena aku tidak punya banyak waktu...maafkan aku." Frans mulai terisak takut terjadi sesuatu pada Orchid karenanya.


"nak,,,jika terjadi hal buruk padanya aku pasti merasakannya juga. Tenanglah,katakan apa kesalahanmu?." ibu angkatnya ingin tahu sebenarnya.


"itu benar agar jantungnya tetap terjaga ketika dia melepaskan semua segel ,tidak mudah mengendalikan energi sebesar itu." terang ibu angkatnya.


"ibu...masalahnya aku meneteskan darah seorang pria di atas segelnya ...." Frans merasa bersalah.


Ibu angkatnya terdiam cukup lama mengingat dirinya dulu melewati tahapan sulit itu namun kini yang dialami putrinya berbeda karena situasi yang tidak mendukung sama sekali.


"katakan setelah segel itu muncul apa yang terjadi pada putriku?." tanya ibu angkatnya.

__ADS_1


"segel daun tin bercahaya terang menyelimuti tubuhnya kemudian muncul kalimat kalimat yang tidak ku mengerti terus berputar putar melingkupi tubuhnya." terang Frans .


"katakan dengan jelas warna cahaya itu." pinta ibu angkatnya.


"putih kebiruan ketika muncul dan menyelimutinya, kemudian berubah putih ke emasan ketika cahaya itu masuk kembali ke tubuhnya." terang Frans mengingat yang dia lihat.


"bagaimana mungkin itu terjadi... usia dan mentalnya tidak sekuat itu untuk bisa mencapai cahaya seperti itu...darah siapa yang kau teteskan?." ibu angkatnya mulai khawatir pada putri kesayangannya.


"buuuu, dia sepupuku...dia masih suci,kata paman..." Frans jujur .


"huffff...nak... kau membuat adikmu itu terikat lahir batin dengan sepupumu ,adikmu akan kebingungan dengan dirinya sendiri." ibu angkatnya mulai mengerti kondisi putrinya.


"apaaaaa,eeee, ibu apa yang harus aku lakukan? " tanya Frans seakan tidak rela.


"kau hanya akan membuat ku kerja keras mengalihkan pikirannya yang tajam ituuuu, jangan katakan apapun pada putriku atau dia akan membencimu...putriku sedang bermasalah dan sekarang kau menambahnya." cecar ibu angkatnya.


"maaf buuu,aku tidak berfikir panjang." Frans menyesal.


"sudahlah... aku akan mencari cara mengatasinya. Masalah yang dihadapinya saat ini masih bisa mengelabuhi hati dan pikirannya aku rasa itu waktu yang cukup menahannya sampai dia kembali ke sini." terang ibu angkatnya yang kemudian menutup telfon .

__ADS_1


"hufff...kenapa ibu dan anak ini sama persis,,,bikin penasaran saja." batin Frans .


__ADS_2