Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
malunya Oscar


__ADS_3

Di dalam CSL pertarungan sengit terus dilakukan. Exxa terus menyerang setiap cela dimana Oscar hanya bertahan dan sedikit melawan.


Exxa yang menyimpan emosi pada Gani semakin merasa tidak dihormati dengan cara Oscar yang tidak bersungguh sungguh dalam bertarung.


"apa seperti ini caramu melawan musuh? " tanya Exxa disela pertarungan.


"iya,,, aku tidak bisa jika harus memukul wanita... " balas Oscar.


"tapi di masa depan kau harus melawan banyak wanita, dengan tingkahmu ini kau akan kalah dengan mudah. " jabar Exxa.


"dimasa depan aku tidak akan bertarung melawan wanita. " tegas Oscar.


"lalu kenapa kau menerima tawaran bertarung denganku?!. " kesal Exxa melepas pukulan mengenai wajah Oscar.


Oscar yang tadinya melayang kini berdiri di atas tanah berkat pukulan Exxa.


"aku hanya ingin membantumu... " jawab Oscar selagi mengusap wajahnya yang terasa sakit.


"apa kau pikir aku butuh bantuanmu? apa aku butuh? kau tidak tau apapun...! " Exxa segera meluncur dari atas hendak menyerang kembali.


Oscar menyadari dan segera menghindar tapi terus di buru Exxa.


"Asyera bilang kau sedang ada masalah, dengan bertarung kau mungkin bisa mengurangi masalah itu. Aku akan membantu. " Oscar mencoba menenangkan.


"kau tidak bisa membantu apapun, aku sangat kesal... " teriak Exxa kembali mengeluarkan energinya memukul Oscar.


Oscar masih bisa berdiri meski terdorong jauh kebelakang.


"cara bertarung mu seperti ini, bagaimana bisa membantuku? aku saja dikalahkan apalagi kau yang seperti ini!!!?. " kesal Exxa.


"jadi kau kesal dikalahkan seseorang?. " tanya Oscar.


Bukan menjawab tapi Exxa datang menyerangnya.


"srrrrrrrrrrk.... brkkk. "


Oscar terjatuh .


Dinding metrik CSL pun terbuka.


Wira dan Asyera segera menghampiri Oscar dan Exxa.


"kurasa dia butuh waktu lama untuk mengerti pertarungan melawan musuh. " terang Exxa pada kedua orang tuanya.


"Semudah ini kau dikalahkan Exxa, bagaimana bisa kau mencintai adiknya?!. " ejek Asyera.


"ini tidak ada hubungannya... " sahut cepat Oscar.


"yakin???. " pancing Wira.


Oscar dengan nafas yang masih terengah menatap sepasang suami istri itu lalu menatap Exxa seolah mencari kebenaran atas keraguan hatinya yang tiba tiba muncul akibat perkataan yang baru di dengarnya setelah kalah bertarung.


Exxa mengetahui tatapan itu.


"jauhi adikku, kau tidak layak mendapatkannya!. " tegas Exxa.


"tidak, ini urusan yang berbeda! "


"aku tidak akan pernah meninggalkannya, aku tidak akan menyerah untuk itu... "


Oscar tidak terima dengan pernyataan Exxa.


"dengan caramu bertarung melawan ku kau tidak bisa melindunginya, cintamu itu tidak bisa melindunginya dari serangan wanita wanita yang menargetkan dirinya. " papar Exxa berjalan keluar CSL.


"sekali lagi,,, beri aku kesempatan sekali lagi ... " teriak Oscar meminta pada Exxa yang ditahan oleh Wira.


"hasilnya akan sama, jawabanku tetap tidak, menjauhlah dan buang impianmu mendapatkan adikku, kau bukan tipenya, dia sangat mencintai mantannya. tidak ada peluang untukmu. " terang Exxa.


"aku mohon, aku tidak akan bertarung seperti tadi,,, aku akan bersungguh sungguh... " teriak Oscar seraya menangis seakan akan kehilangan kesempatan berharga.


Exxa yang mendengar tertegun dan berbalik.


"apa kau tidak melawan serangan ku karena adikku? " tanya Exxa.


"maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu... " Oscar menghapus air matanya.


"aku tidak hanya butuh cinta yang kau miliki, aku butuh orang yang bisa melindunginya dalam keadaan apapun dan bisa dipercaya. " tegas Exxa.


"aku akan menjadi pria yang layak untuknya. " tegas Oscar.


Exxa kembali masuk ke CSL, Asyera dan Wira yang paham segera keluar dari CSL.


Dinding metrik CSL segera terbangun dengan cepat.


Dan akhirnya pertarungan ke dua di mulai.


Pertarungan kali ini sangat sengit.


Oscar kali ini membalas setiap serangan yang diberikan Exxa, tapi tidak berinisiatif menyerang balik.


Exxa kesal mendapati Oscar yang tidak menyerang balik, Exxa memutuskan untuk memancingnya.

__ADS_1


Sebenarnya Exxa mulai menyadari kekuatan yang dimiliki Oscar apalagi sebelumnya ibunya telah menceritakan maksudnya mengenai perkembangan Oscar.


Exxa merubah strateginya dengan menggunakan manipulatif psikologi.


Seketika yang dilihat Oscar sekarang bukanlah Exxa, melainkan Niko mantan Orchid.


Oscar sempat terkejut tapi seketika mimik wajahnya berubah tidak senang.


"tidak mungkin,,, " Oscar mengambil jarak dengan Exxa dan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.


"aku tidak akan membiarkanmu memilikinya. " tegas Exxa dengan senyum licik.


Oscar tidak menjawabnya, dia mengamati tak percaya dihadapannya.


"benarkah dia? siapa sebenarnya yang bertarung denganku sekarang dan tadi... Exxa atau dia... " batin Oscar.


"apa hanya itu kemampuanmu?. " kembali Exxa menyerang.


"ach, pantas saja dari awal dia menyerang ku habis habisan,,, dan terang terangan menyuruhku menjauhi Orchid. " batin Oscar seraya menangkis semua serangan Exxa.


Exxa mengambil jarak untuk mengambil nafas.


"dia milikku, selamanya milikku. " ucap Exxa.


Oscar mulai terbakar dengan ucapan Exxa.


"dia bukan milikmu , akan kupastikan dia memilihku... " Oscar mulai mengeraskan rahangnya, emosinya mulai menguasai.


Oscar menyerang Exxa, dia tidak membiarkannya mengambil jarak lagi.


Bagi Oscar yang bertarung dengannya saat ini adalah satu satunya pria yang bisa membuatnya cemburu , pria yang membuat gadisnya tersenyum juga menangis.


Exxa kembali meningkatkan levelnya.


"ibu benar, hatinya harus dipenuhi untuk melepaskan energinya. " batin Exxa.


Pertarungan sengit tak dapat di hindari lagi.


Asyera dan Wira tersenyum melihat pertarungan ini.


"Lihatlah bagaimana putrimu mengobarkan energi Oscar. " gumam Asyera .


"dia pengamat yang baik, dia bahkan mengesampingkan emosinya dan memilih membantu Oscar. " terang Wira.


"tidak seperti itu, putrimu tertarik dengan energi Oscar dan dengan sendirinya emosinya lenyap hanya berubah bentuk menjadi kenakalan, lihatlah... dia memanipulasi penglihatan Oscar. " papar Asyera.


Wira menggunakan netra pelindung sejati untuk melihat yang dilakukan Exxa.


Tiga jam sudah berlalu, keduanya masih saling menyerang, vibrasi energi yang di keluarkan juga semakin banyak.


"Aaaaa ach... ".Oscar kembali menyerang Exxa dengan perasaan ketidaksukaan pada Niko.


Dengan senyum Exxa menyambut serangan itu.


" kecepatannya kini melebihi Exxa, lebih baik kita hentikan sekarang. " Wira mengamati.


"sedikit lagi... kita juga harus menghormati Exxa, kau tau anak itu tidak suka diremehkan. " balas Asyera.


"kena kau.... " seru Oscar memukul sekuat tenaga lengan kanan Exxa.


Exxa yang kalah cepat tak bisa menghindar dan....


"brukkkkkk srrrrrrrrrrrk"


Exxa terlempar jatuh menyeruak ke tanah, mengalir darah segar dari sudut bibirnya.


Energi Exxa menurun drastis membuat Wira segera berlari mendekati CSL yang masih aktif.


Oscar yang amarahnya belum pudar energinya masih menyelimuti nya terkejut ketika melihat Exxa.


Mata Oscar yang kembali normal membuatnya bingung dan segera menghampiri Exxa, CSL pun akhirnya terbuka.


Wira segera masuk dan membantu putrinya berdiri.


Asyera juga masuk dan memeriksa putrinya.


Oscar merasa bersalah.


"Hai bodoh... jangan perlihatkan wajah sedihmu itu padaku! aku tidak apa apa... " gumam Exxa pada Oscar.


"maaf,,, aku, aku tidak bisa mengontrolnya... " sesal Oscar.


"diamlah anak nakal,!!!. " seru Wira pada putrinya.


"jangan membentak nya... " seru Asyera pada Wira.


Oscar terdiam menyaksikan drama keluarga didepannya yang membuatnya semakin bingung.


"dia sudah lolos, lain kali aku ingin mengujinya dengan mode jingga... " gumam Exxa pada orang tuanya.


"diamlah! untung yang terkena lengan kananmu, kau masih selamat... " gumam Asyera.

__ADS_1


"tolong sembuhkan Exxa,,, " cemas Oscar.


Wira mendudukkan putrinya dan memberi energi miliknya untuk memperbaiki pembuluh yang pecah.


Kini giliran Asyera menggunakan kekuatannya mempercepat penyembuhan putrinya.


Exxa sedikit menahan rasa sakit akibat percepatan penyembuhannya.


Beberapa menit kemudian wajah Exxa sudah tak sepucat tadi, senyum kelegaan terukir diwajahnya.


Wira membawanya keluar CSL dan membaringkan nya di sofa lalu mengambil air.


Asyera duduk tak jauh dan memejamkan mata.


Oscar menonaktifkan CSL, ruangan itu kembali seperti semula.


"kau istirahat disini malam ini. " tegas Wira seraya memberi minum putrinya.


"ayah..... " keluh Exxa setelah minum.


"a a apa... "


"a ayah... "


Oscar terkejut mendengar Exxa memanggil Wira ayah.


Oscar menatap ketiganya seolah tak percaya, belum hilang ingatan pertarungan tadi kini dikejutkan lagi.


Wira duduk di samping Asyera


Asyera menghela nafas , membuka mata.


"ya, dia putri sulung kami. " tegas Asyera.


"apa kalian mempermainkanku... " seru Oscar tidak Terima.


"seharusnya kau bisa menebaknya dari awal kita bertemu, atau kau lupa bagaimana kita bertemu. " balas Exxa santai masih berbaring.


Oscar yang berdiri dihadapan mereka mencoba mengingat kembali kejadian beberapa bulan lalu ,tiap pertemuan mulai dari Orchid, Exxa, Asyera, Arrasy, dan Wira.


"beberapa bulan lalu aku menyuruh Exxa menemui temanku, ternyata diwaktu bersamaan ibunya membutuhkan bantuannya, dia mendapat email dari anak angkat kami. " papar Wira.


"aku juga tidak menyangka, hari dimana aku dan putri kecilku membantu Prabu, kau dan Alberto ada disana,,, ternyata kalian keluarga Julli. " jelas Asyera.


"dan aku senang kau adalah putra Alberto dan Laura, sahabatku. " terang Wira.


"jadi,,, kalian, Orchid... " Oscar masih tak percaya.


"putri kecil kami. " singkat Asyera.


"dan kurasa kau sudah menolak lamaran dariku untuk putri kecilku, jadi aku sudah menyerah... aku akan mencari pria yang mau menerima keadaannya, seperti Niko... " drama Wira dimulai.


"ayah benar, dia selalu menolak lamaran untuk Orlo." sambung Exxa.


"hufffffh mungkin Orlo memang berjodoh dengan Niko, pria yang baik dan bisa berkorban, menantu idaman... " sambung Asyera.


Oscar tidak terima dengan drama yang tidak disadarinya.


"tidak, tidak boleh,,, mereka sudah putus,"


"aku menerima lamarannya, aku akan membawa papa untuk menikahinya. "


"Orchid hanya untuk Oscar. "


Oscar benar benar kehilangan harga diri di hadapan mereka demi mendapat kesempatan untuk Orchid, gadis yang membuatnya berubah.


Ketiganya tertawa mendengar Oscar.


Memang sudah lama keluarga ini tertawa di belakang Oscar berkat kekonyolan Oscar selama ini.


"kau tau,,, papamu juga tau dari awal jika dia putri kami. " jelas Wira.


"apaaaa papaku tau,,, " Oscar benar benar merasa bodoh.


"hish, papa.... " seru Oscar malu dan pergi meninggalkan keluarga itu menuju kamarnya.


Keluarga Wira masih tertawa di ruang latihan.


"kau lihat, wajahnya semerah tomat... " kata Wira.


"Oscar, Oscar.... " Asyera tak habis pikir.


"dia benar benar polos dibalik wajah tampannya... " tawa Exxa mengingat.


🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙


MAAF lama tidak up, author kena musibah 😞,


ponsel di curi pas belanja,,, alhasil yang harusnya udah up jadi tertunda.


Maaf yaaaaaa.

__ADS_1


__ADS_2