Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Terkoneksi.


__ADS_3

" Jully..".panggil Prabu memasuki kamarnya.


"sayang,,,ada apa?." Jully memperhatikan suaminya.


Prabu ragu akan menyampaikan rasa ingin tahunya atau tidak.


"apa yang kau pikirkan?." Jully mendekati Prabu yang terduduk di sofa.


"aku baru saja mendengarkan pembicaraan Alberto dan Oscar ." ucap Prabu.


"kau...kenapa?apa yang mereka bicarakan hingga membuatmu seperti ini?." cemas Jully .


" mereka membicarakan Asyera...bukankah kita tidak pernah menyebut nama itu di hadapan siapapun?." ragu Prabu.


"tidak, kita tidak pernah menyebut nama itu...mungkin mereka membicarakan Asyera yang lain." hibur Jully .


"tidak...Oscar menyebutnya dengan jelas... Asyera Logandhi." tutur Prabu memandang Jully .


"aku tidak akan pernah mengkhianatinya , kita berhutang budi sangat banyak padanya, bisa bertemu dengannya adalah keberuntungan bagi keluarga kita." jujur Jully .


"aku percaya padamu,,,aku hanya penasaran bagaimana mereka tahu Asyera bahkan Oscar sedang mencarinya." Prabu serius memikirkannya.


"tenanglah, aku akan mencari taunya ." Jully mencoba menenangkan suaminya.

__ADS_1


Jully mencium Prabu kemudian mengajaknya sarapan sebelum semakin siang.


Di meja makan sudah ada Alberto dan Oscar menunggu.


Mereka mulai sarapan dan sedikit ngobrol tentang rencana aktifitas mereka hari ini.


****""""*****""""""******"""''"*****"""""****""""***


Disisi lain di kota SL semalam sekitar jam dua dini hari Orchid berteriak teriak dalam tidurnya hingga membuat Asyera membangunkannya.


"apa yang kau alami nak?." tanya Asyera memeluk putrinya.


"aku tidak tau buuu itu nyata atau tidak,aku tidak bisa melihatnya dengan jelas,aku tidak bisa melihat wajahnya dan dia bisa mati jika bertarung dengan cara seperti itu." Orchid menceritakan yang dilihat netranya ketika tidur.


"aku tidak memikirkan apapun,aku lelah dan ingin tidur." Orchid memeluk erat Asyera.


"kau bisa menolongnya jika kau mau." jelas Asyera.


"apakah itu mungkin...aku tidak tau,aku hanya ingin orang itu tetap hidup."terang Orchid .


"Kau hanya perlu mengunakan netramu untuk menyalurkan energi mu untuknya sekalipun kau tidak melihatnya." kembali Asyera mengajari putrinya.


"tapiii,,, dia melawan kak Exxa..." Orchid melepas pelukan dan tertunduk.

__ADS_1


Asyera terkejut dan mulai menghubungkan semua yang diketahuinya. Dia tidak habis pikir dengan putri kecilnya yang tidak bisa terkoneksi sepenuhnya dengan takdirnya sendiri.


"lakukan yang menurutmu baik untuk orang itu juga kakakmu." Asyera menenangkan Orchid .


Kemudian Orchid memutuskan menyalurkan energinya pada orang itu agar Exxa tidak menjadi pembunuh.


Kini Orchid dengan relax memfokuskan diri pada orang yang akan di bantunya,Asyera menemaninya dan mengawasi Orchid .


Sudah dua jam lamanya Orchid berbaring menembus waktu,tubuhnya basah dengan keringat. Asyera sabar menemaninya. Beberapa saat kemudian Orchid kembali membuka matanya.


"bagaimana? ." Asyera ingin tau.


"sudah tidak apa apa buuu,kak Exxa benar benar kuat membuatku bekerja lebih keras." terang Orchid .


"sebab itu aku menyuruhmu fokus menempa dirimu ... yang bersumpah melindungimu akan melakukan apapun untukmu dan kau yang dilindungi seharusnya melindungi mereka juga agar mereka tetap bersamamu dan kau tidak menyesal di kemudian hari." terang Asyera.


"ibu benar ... seharusnya aku bisa melindungi orang orang yang melindungiku." Orchid termangu .


"sekarang kau baru melihat Exxa ,belum yang lainya. Dan Exxa juga tau kau tidak bisa melihatnya seperti itu.Mungkin itu sebabnya Exxa tidak membawamu menemui orang itu." terawang Asyera pada kebijakan Exxa.


Orchid mulai menyadari kemampuannya yang multi level membutuhkan fisik dan mental yang sepadan. Tidak selamanya ibunya berada di sampingnya mendampingi dirinya.


Matahari mulai merangkak naik mengusir petang. Akhirnya Asyera kembali melakukan rutinitasnya sedangkan Orchid tertidur karena kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2