
Orchid masih melakukan hal sama,,,terbang kesana kemari menghubungkan perisai yang dibuatnya dari satu gunung menyambung terus ke gunung lainnya.
Dari daratan hingga ke dasar lautan, semua dilakukan dengan hati yang riang dan senyum yang menghiasi wajahnya.
Entah apa yang membuatnya seriang itu dalam melakukan tugasnya.
Orchid hanya istirahat ketika waktu ibadah tiba dan sebenarnya dia sangat senang karena semenjak dia memulai tugasnya melakukan penyegelan dia tidak pernah melihat seseorang yang selalu membuat dirinya seperti bukan dirinya.
Orchid merasa saat ini dia menjadi dirinya sendiri meski dalam tugas .
Menjadi diri sendiri membuat seluruh sisi dirinya meningkat berlipat lipat tapi jika tiba tiba seseorang itu muncul di matanya ,,,mendadak dia kehilangan setengah dari dirinya .
Dia tidak bisa mengendalikan dirinya seolah khawatir berlebih pada sesuatu yang dia tidak tau itu apa.
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Hampir tengah malam Orchid baru sampai ke gerbang ke tiga di Ekuador ,di sana ada Guardians Loco yang sudah menunggunya.
"selamat datang..." sambut Loco.
"terimakasih ...bersedia membantu disini." balas Orchid .
"kau akan langsung mengerjakan atau tidur dulu?." tanya Loco .
"lebih baik aku melihatnya terlebih dulu dan mengerjakan setelah subuh." jelas Orchid .
Orchid mulai mengecek gerbang dan dinding di dalamnya,dia merasa aneh dengan pintu gerbang yang terdapat cacat yang disengaja .
"Loco ... apa yang terjadi dengan pintu gerbang ini?." tanya Orchid .
"ada manusia yang berhasil menemukannya dan mencoba membukanya." Loco bicara dengan telepati.
"bukankah seharusnya kau mengetahui keberadaan manusia itu sejauh 1km dari pintu gerbang? ." balas Orchid .
"maaf atas kelalaianku..." jawab Loco .
"kau pasti punya alasan,setahuku kau bukan orang yang mengabaikan tugasmu?." Orchid mencoba positif .
"aku tidak tau itu terencana atau tidak, disaat bersamaan ada iblis yang menyintas dengan arah berlawanan dari tempat ini, untuk mengatasi situasi itu aku harus menunggu pelindungku sampai untuk menghadapi iblis yang lumayan merepotkan barulah aku kesini, aku tau aku terlambat tapi setidaknya aku bisa menghentikannya. Kau tau iblis tidak bisa mendekati gerbang ini tanpa manusia dan manusia tidak akan sampai kesini tanpa tuntunan iblis. " terang Loco .
"bisa di maklumi ... iblis layaknya manusia hanya tidak berakal ,jika dia menggunakan manusia itu berarti setan telah terlibat. Kau tidak boleh lengah lagi, setan benar benar musuh nyata manusia,iblis saja bisa disesatkan apalagi manusia ." Orchid menanggapi.
"hmmm ada apa sebenarnya di era iblis ,,,makhluk setingkat iblis bisa dimanipulasi setan si ahli ibadah yang menyesatkan." mendadak Loco melontarkan era iblis.
"hufffh kau mengatakan hal seperti itu,,,aku jadi ingat negeriku ... orang yang mengerti agama melakukan hal sama seperti setan,,,menyesatkan pengikutnya sendiri dengan menanam dan menumbuhkan kebencian atas nama agama." keluh Orchid .
"wah...kalau seperti itu bukankan itu dikecam rasul ? ingat peristiwa perang Hunain ,,, apa yang di katakan rasul pada Umar yang hendak memenggal kepala dzul khuwaishirah yang mengatakan rasul tidak adil dalam membagi harta rampasan perang, jadi negerimu telah disusupi orang orang Khawarij ?." penasaran Loco.
"kau benar... kaum Khawarij juga yang pertama memulai perpecahan dalam umat Islam . Bahkan sampai pembantaian keturunan rasul dari dulu hingga sekarang." jelas Orchid .
__ADS_1
"bagaimana menghentikannya? itu sangat berbahaya jika dibiarkan ,,, kau tau sendiri hukum yang harus dipikul manusia akibat pembantaian keturunan rasul di bumi bahkan kaum Khawarij tidak takut pada hukum Tuhan." Loco bergidik.
" iman ... persatuan umat,,, juga kesadaran umat tentang ajaran Islam itu sendiri. Tuhan sendiri yang menciptakan perbedaan agar manusia saling mengenal bukan untuk saling membunuh bukan untuk merendahkan perbedaan itu." terang Orchid .
"itu tidak cukup... lingkungan telah memberinya tempat,kau juga tau bagaimana kaum Khawarij ini berhasil menumpahkan darah keturunan rasul,,,hanya dengan modal lisan mereka mampu mengadu domba berakhir dengan pembantaian ." terang Loco .
"kau memang benar,tapi kita juga memiliki batasan dengan takdir manusia... kita bisa membantu tapi takdir mereka hanya mereka yang bisa merubahnya. Jika tuhan tidak menetapkan batasan untuk manusia seperti kita ,sudah pasti aku akan menolong mereka manusia yang berada di wilayah perlindunganku dari manusia setan seperti kaum Khawarij ." Orchid mengertakkan gigi menahan emosinya.
Loco yang menyadarinya mulai salah tingkah,meski dia lebih tua dari Orchid tapi tidak menjaminnya bisa meredam emosi Orchid jika lepas kendali.
" mmmmm lebih baik kita istirahat." Loco mengalihkan .
Mereka meninggalkan gerbang sejauh setengah kilometer .
Tidur dan ibadah menjadi keteraturannya.
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Setelah subuh Orchid hendak pergi mengerjakan tugasnya namun terhenti ketika mendengar suara seseorang.
"Orchid ... kapan kau sampai disini ?." ya itu adalah suara Mara putri Mark .
"oh kau rupanya...jadi benar kau berguru pada Loco ?." Orchid .
"Yaa ini aku, aku ingin menjadi Guardians sehebat master Loco . Aku akan mengejar ketertinggalanku darimu ..." seru Mara mendekat.
"jadi kalian saling kenal?." tanya Loco yang melihat keduanya.
"aku dan kakak perempuannya seumuran,kami sepupu jauh juga bersama sejak kecil.Keluarga kami sangat dekat." terang Mara.
" ayah dan saudaraku tinggal di wilayah Mark ." tambah Orchid .
"Mara...kenapa kau tidak berguru saja pada ibunya Orchid ? mungkin kau bisa sehebat dia." bisik Loco pada Mara.
"aku mendengar Loco ,kau tidak perlu berbisik pada Mara." sela Orchid dan Loco hanya meringis ketahuan.
"setelah berguru padamu barulah aku berguru pada Asyera. Apa kau pikir mudah berguru padanya , bahkan pada anak anaknya Asyera tidak terbantahkan." terang Mara melirik Orchid .
Mara dan Orchid tertawa bersamaan mengingat bagaimana dulu mereka semua membuat ulah dan harus mendapat hukuman dari Asyera ,Mark tidak bisa menolong mereka dari Asyera.
"sudah...aku harus segera menyelesaikan tugasku." Orchid segera melesat ke gerbang meninggalkan guru dan murid di tempatnya.
"generasi apa kalian ini... penuh kejutan." gerutu Loco sebelum membawa Mara terbang menyusul Orchid .
Orchid sudah memulai kerjaannya di dalam gerbang, seperti yang lainnya di tempat ini juga terdapat dinding .
Loco membersihkan gerbang dari tumbuhan liar di bantu Mara .
Dalam waktu dua jam Orchid menyelesaikan segel yang di ukirnya berdasarkan letak bintang bintang malaikat.
__ADS_1
"ini apa..." tanya Mara sembari menyentuh ukiran .
"kau tidak akan mengerti... belajarlah terus sampai kau menemukannya." jujur Orchid.
Loco hanya melihat karya Orchid di dinding dalam yang terpisah dari pintu gerbang.
Orchid menambahkan doa untuk melapisi segel.
Ketiganya kini berada di luar gerbang.
Orchid mulai membuat segel dan harus menyamarkan cacat yang ada di tengah gerbang. Sedang Loco dan Mara mengumpulkan kayu bakar.
Terbang dan mengukir makna dari gunung Chimborazo.
Ya labirin suara, gunung ini sering mengeluarkan suara dari perutnya.
Suara iblis yang dikurung jauh di bawah magma.
Setelah tiga jam menyelesaikan ukiran labirin suara ,Orchid mulai menambahkan simbol malaikat ke delapan arah mata angin.
Setelah selesai Orchid melapisinya dengan doa.
"bagaimana simbol itu bercahaya terang? itu akan mencolok." ujar Loco .
"mudah,,,bintang menyerap cahaya matahari,,,matahari juga yang akan menyamarkan terangnya." ucap Orchid .
"gunung ini melambangkan titik terjauh bumi, jadi menurutmu ini sama dengan bintang yang jauh? ." tanya Loco .
"tidak , bintang adalah kampung halaman malaikat dan iblis, dengan begini iblis di bawah sana akan merasa dekat dengan kampung halamannya dan tidak akan membuat ulah dengan suaranya." terang Orchid .
"ahc api sudah padam ,tinggal mengumpulkan baranya saja." seru Mara.
Orchid dan Loco terbang mendekat,membantu Mara mengumpulkan bara .
Setelah itu Orchid mulai melakukan ritual yang sama seperti gerbang sebelumnya.
Akhirnya selesai ...
"Orchid ... ikutlah ke rumah Loco ,Loco memiliki anak anak yang tampan." ujar Mara.
"jadi sebenarnya kau berguru pada Loco atau sedang mengejar salah satu putranya?." goda Orchid .
"kalau Mara mau aku akan senang,,,setidaknya aku dan istriku akan punya anak perempuan..." sahut Loco yang mendengar perbincangan keduanya.
"Loco ... ajari dia dengan baik,,,aku pergi sekarang mumpung masih jam sepuluh,lumayan dapat tiga gunung hingga Dzuhur ." balas Orchid .
Orchid berterimakasih dan memeluk bergantian lalu berpamitan.
Orchid terbang meninggalkan guru dan murid itu.
__ADS_1