Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Melihatnya sebelum menutup mata


__ADS_3

Diwaktu Orchid melipat ruang dan waktu disaat itu pula Oscar melihat apa yang di lihat Orchid .


Oscar terkejut dengan yang dilihatnya apa lagi ada Exxa disana.


Ponsel ditangannya seketika terjatuh.


Andai dia tidak terlalu khawatir mungkin pikirannya akan teralihkan ,dia sadar meski sedikit saja pikirannya menangkap bayangan Orchid seketika matanya akan menjadi sama dengan Orchid .


Meski dia tidak tahu tentang Exxa tapi dengan mengamati nya apalagi melihat wajah Frans yang berubah menghadapi Exxa ,dia bisa menyimpulkan jika Orchid dan Exxa saudara yang berbeda jauh...baginya Orchid misterius sejak awal sedangkan Exxa sudah memperlihatkan dinginnya sejak awal seperti monster berwajah cantik.


Dengan nafas tak beraturan Oscar mengambil ponselnya dan kembali mencoba menghubungi Angga . Dan tetap tak terhubung ,,,membuat Oscar memutuskan untuk mencarinya dengan meminta bantuan Jully ,meminjam orang orangnya untuk mencari Angga .


Di kota SL Exxa dan Orchid baru saja tiba di rumah.


"buuuu aku akan kembali ke SR sebentar dan siang aku sudah kembali lagi." Exxa memberitahu Asyera.


"bagaimana dengan adikmu?apa dia akan ikut?" tanya Asyera.


"kurasa lebih baik aku sendiri,Orlo sudah mempermudah kerjaanku buuu." jelas Exxa.


"kakak...kau memang yang terbaik." sahut Orchid dengan senyum manisnya.


"apa kau baru tau kalau aku yang terbaik."seru Exxa.


"pokoknya top dah" Orchid mengacungkan kedua jempolnya.

__ADS_1


"baiklah,Exxa kau bisa pergi dan kau Orlo...cepatlah tidur." perintah Asyera.


Exxapun langsung mengambil penerbangan terakhir ke SR. Orchid langsung masuk ke kamarnya sedangkan sang ibu masuk ke kamarnya.


Orchid ke kamar tidak langsung tidur melainkan melihatnya sebelum menutup mata ,dengan kekuatan yang dimilikinya Orchid melihat Niko yang kini terpisah jauh.


Air matanya mengatakan segalanya,melihatnya dalam diam setidaknya bisa menghapus rindunya dan mengurangi rasa sakit di hatinya.


Dia selalu menjaga orang lain meski hatinya sendiri kesakitan, rasa sakit yang tak nampak lukanya.


Tidak ingin menjadi beban sekaligus tidak ingin membebani.


Setelah puas memandangi wajah yang selama ini membuatnya bahagia diapun merebahkan diri senyamannya untuk tidur.


Menutup mata dan mulai mengembara di alam bawah sadarnya.


Dalam penerbangan pun Exxa memikirkan hukuman yang tepat untuk orang itu,senyum tipisnya terkadang tersirat diwajahnya. Entah apa yang direncanakannya.


Oscar berjibaku dengan waktu untuk menemukan Angga,berharap bisa menemukan sebelum Exxa.


Exxa telah tiba di bandara kota SR dan segera menaiki taksi online yang dipesannya menuju lokasi yang baru saja di konfirmasi Seno beberapa menit lalu.


Tepat jam satu malam Exxa tiba di sebuah bungalo ,sepi dengan cahaya temaram dan sebuah mobil terparkir di halaman.


Pagar tinggi terkunci bukan masalah bagi Exxa.

__ADS_1


Memasuki bungalo tanpa suara menyusurinya hingga menangkap suara dari sebuah kamar.


Exxa sudah berada di dalam kamar itu tanpa di sadari oleh sepasang manusia yang sedang mendaki birahi .


Dengan tenang Exxa duduk di sofa menghadap ranjang panas itu.


"apa aku mengganggu?!." tanya Exxa tenang.


Sepasang manusia yang lagi tanggung itu menghentikan aktifitasnya setelah mendengar suara seseorang diruangan itu yang tidak tahu sejak kapan berada di sana.


Ya itu adalah Angga dan teman wanitanya.


Angga segera mengambil remot menghidupkan lampu ruangan dan matanya menangkap Wanita yang duduk tenang di sofa merentangkan kedua tangannya dan menengadahkan wajahnya.


Angga dan wanitanya segera mengenakan piyamanya.


" siapa kau? bagaimana kau masuk ke sini?!." Angga mengamati Exxa lalu mendekatinya.


" siapa aku tidaklah penting,tapi kehadiranku di sini untuk menghukum orang yang berani menyusup dan mencuri informasi dari keluargaku." terang Exxa menatap Angga yang duduk di ranjang tepat berhadapan dengannya.


"apa maksudmu ? " Angga bingung dengan perkataan Exxa.


" seperti seleramu pada wanita, pilihan yang buruk mencari gara gara denganku." Exxa semakin menatap dingin.


Angga menyuruh teman wanitanya untuk keluar dari kamar kemudian berdiri hendak mendekati Exxa. Namun naas , dia tidak tahu siapa wanita yang kini dihadapannya.

__ADS_1


Exxa menendang meja yang ada di hadapannya hingga membuat Angga terjatuh sebelum mendekat pada Exxa.


__ADS_2