
"bolehkah aku meminta nomor kalian?." tanya Gani melihat bergantian tiga orang yang baru ditemuinya.
"aku baru beberapa bulan disini, tidak ada teman ,sangat membosankan ..." terang Gani .
"apa kau anak sastra ?." tanya Marta .
"tidak..." kikuk Gani .
"jika bukan kenapa kau bilang membosankan?." tanya Exxa.
"eee maksudku bukan itu,tapi,,,membosankan sendirian ditempat asing meski sudah lama disini." senyum toxic Gani .
"apa kau sedang merayu kakak ku?!." tatap Arrasy.
"ti tidak...tidak seperti itu...aku meminta nomor kalian ..." Gani menutupi kegugupannya.
"mana ponselmu?!." Marta meminta.
Gani segera mengambil ponselnya di dalam tas dan memberikannya pada Marta . Marta save nomornya ke ponsel Gani .
"terimakasih ..." ucap Gani .
" aku akan mengirim nomor mereka nanti setelah kau menghubungiku ." lanjut Marta dan Gani mengangguk.
"sampai jumpa,,,aku pergi dulu." pamit Gani .
Arrasy ,Exxa dan Marta kembali ke lab.
Membersihkan lab dari tanaman yang gagal uji dan Exxa meneliti formula yang di pakai Marta .
"kakak... aku ke perpustakaan." Arrasy memberitahu.
"baiklah,setelah selesai aku akan menyusulmu." sahut Exxa.
Arrasy memang sering menemani Exxa ke kampus jadi tidak mungkin tersesat dan Exxa satu satunya yang berpendidikan tinggi dalam keluarga kecil itu.
Exxa menyadari kekurangan dan kelemahannya juga. Dimentori langsung oleh ayahnya sendiri untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya yang hilang beberapa tahun lalu membantunya mengejar ketertinggalan dari saudara lain sebayanya.
"apa ada yang baru di perpustakaan ini..." gumam Arrasy memasuki perpustakaan .
Arrasy berjalan menuju rak yang menyimpan buku buku sejarah .
Mengambil beberapa buku membawanya ke meja baca yang ada di perpustakaan itu.
Waktu terus berlalu mereka masih berkutat dengan kesibukan masing masing.
Gani yang selesai dari kelasnya segera ke perpustakaan untuk meminjam dan mengembalikan buku yang di gunakan untuk referensi mata kuliahnya.
Sekarang Gani terlihat mengerjakan sesuatu di laptopnya dengan beberapa buku terbuka di mejanya, tak jauh dari mejanya ada Arrasy yang mengamatinya sejak dia duduk.
Gani tidak menyadari keberadaan Arrasy,dia terus fokus dengan yang di kerjakan nya.
Arrasy penasaran pada Gani mengingat kejadian tadi dan wajah kakaknya yang tiba tiba berubah ,ya wajah datar yang menandakan mode pencarian.
"sedikit bermain mungkin akan menyenangkan." batin Arrasy.
__ADS_1
Seketika Arrasy menutup buku buku yang ada di depan Gani dari tempatnya duduk.
Gani terkejut sesaat kemudian menoleh seakan mencari sesuatu.
Di rasanya tidak ada yang aneh,Gani kembali membuka buku dan fokus pada laptopnya.
Sekali lagi Arrasy menutup buku itu namun tertahan, Arrasy membuka buku lain dimeja Gani ,kembali Arrasy mendapat perlawanan.
Arrasy tidaklah marah tapi senang ada yang mau menemani permainannya.
Serta merta Arrasy menaikkan seluruh buku yang ada di meja Gani .
Gani yang kualahan mencoba menghentikan buku buku itu dengan tangannya tapi percuma dengan dua tangan sebab buku itu bergantian naik .
Karena orang orang mulai menatapnya dan berbisik bisik ,Gani kebingungan juga malu akhirnya dia berteriak,seketika buku buku itu berjatuhan.
Arrasy terkejut dengan Gani .
"jadi kau sendiri yang menghalangiku,,,kita akan lihat siapa kamu sebenarnya..." batin Arrasy yang masih pura pura membaca.
Dengan kemampuannya Arrasy melempari Gani dengan buku buku yang ada di meja meja lain di sekitarnya.
"siapapun itu,hentikan,,," pinta Gani sembari menutupi kepalanya dengan kedua tangannya.
"bug..."
"ahc..."
"bruuuukkk"
Buku buku itu berjatuhan di lantai setelah Exxa memukul Arrasy dengan bukunya.
"maaf..." rengek Arrasy. Arrasy memperhatikan Gani yang masih dalam posisi sebelumnya.
"minta maaf padanya ." pinta Exxa.
Arrasy berjalan menghampiri Gani ,duduk di depannya.
Gani yang menyadari segera membetulkan duduknya,apalagi yang berada di hadapannya adalah saudara dari perempuan yang dikejarnya sampai ke Madrid .
"ada apa?." tanya Gani menutupi kegugupannya.
"kau kenapa?." Arrasy menanggapi kegugupan Gani .
"mmmmm tidak ,tidak apa apa." balas Gani .
"maaf sudah mengganggumu ." tegas Arrasy mengulurkan tangan.
Gani bingung namun tetap menyambut tangan Arrasy.
" maaf untuk apa,,," tanya Gani heran.
"tidak apa apa ,maaf mungkin orang orang disini membuatmu tidak nyaman." kilah Arrasy sambil melihat sekeliling yang masih memperhatikan Gani yang aneh sejak tadi.
"mmmh tidak apa apa,aku yang harusnya minta maaf karena membuat keributan di sini." balas Gani .
__ADS_1
"kau baik,berikan ponselmu ." pinta Arrasy.
Gani memberikan ponselnya pada Arrasy.
"aku akan mentraktirmu nanti malam,ini nomorku." Arrasy menghubungi ponselnya kemudian mengembalikan ponsel Gani.
" ini keberuntungan atau ujian..." batin Gani menatap kepergian Arrasy dan Exxa .
Gani segera save nomor Arrasy ,mengembalikan buku buku yang berserakan bersama petugas perpustakaan kemudian meminjam buku yang diperlukannya barulah dia pergi dari sana.
Tak sengaja Gani bertemu Marta ketika akan pulang.
" hai ..." sapa Marta .
"apa kau juga pulang?." ramah Gani .
"iya,aku ke sini hanya ke lab." terang Marta .
" dimana kau tinggal?." tanya Gani .
"aku menyewa apartemen dekat sini, ah ya aku akan berikan nomor temanku tadi." jelas Marta .
" mmmmm beri aku nomor Exxa saja ,aku sudah punya nomor adiknya." terang Gani .
Marta yang mengerti mengirim nomor Exxa ke nomor Gani .
" ok,sudah." tegas Marta .
" ya,trimakasih ." Gani melihat ponselnya.
"ahc ya,,, apa kau dan Exxa satu major ?" kepo Gani .
"hanya beda angkatan ... dosen ku merekomendasikan Exxa untuk menyelesaikan tesisku yang sudah kelamaan ." terang Marta .
" maksudmu ... dia ..." Gani beropini .
" dia lulusan terbaik termuda di dua universitas bersamaan , dia tidak mau menjadi asdos katanya dia sangat sibuk ,tapi dia selalu membantu mahasiswa-i disini ." jelas Marta .
"apa dia selalu sedingin itu..." tanya Gani .
" tidak ,,, aku dengar dulu dia sangat periang, semenjak pacarnya mati didepan mata dia berubah sangat dingin." jelas Marta .
" bagaimana bisa..." heran Gani .
" sampai sekarang kasus itu tidak selesai,kejadiannya di sini." tambah Marta .
" itu pasti mengerikan...sangat sakit..."
"isu yang beredar ,sasaran sebenarnya adalah Exxa,pacarnya yang berada di dekatnya melindunginya." jelas Marta .
"itu aneh,karena Exxa tetap masuk dan menyelesaikan kuliahnya." lanjut Marta .
"mmmmm obrolan menyenangkan,terimakasih Marta, kita harus berpisah,kita beda arah." sopan Gani sebelum berpisah.
"ya,terimakasih juga menemani keluar kampus ." senyum Marta ,mereka berpisah.
__ADS_1
Gani berjalan menyusuri jalanan menuju apartemen kecil nya.
"hidupnya sangat perih dan dia menutupi semuanya." batin Gani .