Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
maaf memaafkan .


__ADS_3

"temuilah Wira ,meski sejak bayi aku bersama mamamu,,,tapi wiralah yang lebih tau mamamu." saran Maria .


"aku juga sedang meyakinkan Asyera agar bisa menemui Wira." jelas Oscar di sambut tawa Maria .


"apa kau pikir mudah menemukannya ... Wira itu legenda didunia intelejen dan petarung bebas,ditambah perlindungan Asyera yang seorang Guardians . Banyak yang menginginkan kematiannya karena di anggap mengganggu." Maria berbagi yang di ketahuinya.


"terimakasih ... aku akan menemuimu lagi ." pamit Oscar .


Oscar keluar gedung pendidikan ke taman . Duduk di rerumputan memandang jauh ke dalam dirinya.


Samar samar terdengar suara dan sentuhan lembut di wajahnya.


"kakak...apa kakak sakit?." tanyak gadis kecil di hadapannya yang ntah sejak kapan datang.


"Ti tidak ... ada apa?." tanya Oscar .


"kakak melamun...jangan sedih." gadis kecil itu mengusap wajahnya lagi.


"kakak tidak sedih,kamu dengan siapa kesini?." kilah Oscar .


"aku Alin ,aku belum sekolah,,,jadi boleh bermain di taman." Alin memberitahu.


"aku Oscar ayo kakak antar kamu,ini sudah siang pasti ada yang mencarimu." lembut Oscar .


"kakak ikut aku saja ke masjid disana." tunjuk Alin sembari menarik tangan Oscar .


Oscar mengikuti langkah kecil Alin dan membiarkan Alin menggandeng tangannya.


Alin melepas sepatunya dan berlari masuk,sadar Oscar tidak ada di belakangnya,Alin kembali keluar menghampiri.


"ayo kak...apa kau tidak mau berdoa? lakukanlah sekali pasti kakak akan menyukainya ." pinta Alin.


"aku tidak tau caranya."lirih Oscar malu.


"aku akan ajari kakak,agar Allah juga sayang kakak." polos Alin.


Oscar melepas sepatu dan mengikuti Alin masuk ke bilik. Mengikuti apapun yang dilakukan Alin,ntah mengapa dia menjadi serius mengikutinya ketika Alin bilang akan mengajarinya.


Mereka kembali masuk dan mengambil tempat.


"kakak ikuti aku terus ya..."pinta Alin.


"tapi...Alin ingin berdoa apa?." tanya Oscar .


"berdoa untuk mama papa biar dijaga Allah di surga,Alin janji tidak akan nangis lagi." polos Alin.


Oscar tertegun mendengarnya...Selama ini dia merasa Tuhan tidak adil karena mengambil mamanya dan hari ini dia melihat seorang anak kecil yang belum sekolah kehilangan orangtuanya dengan senang hati berdoa dan tegar.


Oscar mengikuti semua gerakan Alin hingga Alin berdoa khusus.


"ya Allah maapkan mama papa Alin,terimakasih membawa Alin disini,sekarang Alin tidak sendiri juga tidak kelaparan,baju Alin juga bagus. Mama papa bahagialah bersama Allah,aamiin." doa polos Alin.


"aamiin..."Oscar ikut mengamini.


Seseorang yang berada di belakang mereka menyaksikan hal yang tidak biasa,dimana pria dewasa ibadah dibelakang anak perempuan. Senyumnya mengembang dan menghampiri mereka .


"assalamualaikum ..."salam imam masjid.


"wa 'allaikum salam .." balas Alin.


"wa 'allaikum salam.." Oscar mengikuti Alin.


"hmmm Alin cantik ternyata,,,apa kau datang lebih awal agar tidak tertinggal lagi?." tanya imam masjid.


"iya kakek...aku juga mengajari kak Oscar berdoa agar tidak sedih lagi." polos Alin.


Oscar kikuk dengan paparan Alin pada imam masjid.


"tidak apa apa nak,jangan malu,belajar bisa kepada siapa saja." imam masjid mengusap pundak Oscar .


"paman,apa anak sekecil ini tidak boleh terlambat berdoa?." giliran kepolosan Oscar keluar dan di sambut tawa imam masjid.


"tentu tidak apa apa,usianya belum memasuki remaja ,tapi belajar sejak dini itu baik ." papar imam masjid.


"oooooh ... terimakasih menjelaskan." sopan Oscar .

__ADS_1


"tidak apa apa, Alin menangis jika tertinggal sholat jika ditanya kenapa dia bilang Allah sedih mama papanya sedih.ya sudah aku akan adzan dulu." imam masjid meninggalkan dan adzan.


Oscar masih duduk menunggu bersama Alin.


"siapa yang membawamu ke sini?."tanya Oscar pada Alin .


"nenek Isabel ,,,nenek cantik ,malaikat yang Allah kirim untuk Alin ." polos Alin.


Semakin penuh masjid ,Oscar dan Alin pindah ke barisan belakang. Oscar tetap mengikuti sholat siang itu dengan Alin di sampingnya.


Setelah selesai Alin pamit pada Oscar karena dia mau menemui pengasuhnya ,sudah waktunya makan siang dan tidur siang .


Oscar kembali ke asrama pria , setiap langkah dia memikirkan apa yang dilihat dan dirasakan di tempat ini. Teringat dirinya setiap kali mamanya berada dirumah ,dia sering mendapati mamanya melakukan apa yang di lakukannya tadi.


Papanya selalu melarangnya menemui mamanya yang sedang ibadah dikamar.


Oscar kecil selalu menanyakan apa yang dilakukan mamanya hingga papanya melarangnya mengganggu. Mamanya selalu menjawab hal yang sama seperti sebelum sebelumnya, "mama sedang bicara pada Allah".


"aku juga ingin bicara pada Allah,aku juga ingin seperti mamah..." lirih Oscar berdiri didepan pintu kamar.


"hai..." suara Asyera menyadarkan Oscar .


"iya...apa sudah lama menungguku?." tanya Oscar yang memang tidak tau kedatangan Asyera.


"baru saja,ada apa? kenapa berdiri di depan pintu?." Asyera heran.


"aku...mamaku..." Oscar menangis.


Asyera memeluknya dan mengusap punggungnya. Oscar menahan suara tangisnya meski air matanya semakin deras dalam pelukan Asyera.


"jika aku tau kau seperti ini,aku tidak akan membawamu ke sini." Asyera menyesali tangisan Oscar .


"tidak,membawaku ke sini adalah hal yang benar,,," Oscar melepas pelukan Asyera dan menghapus jejak air matanya.


"lantas apa yang kau inginkan?." tanya Asyera.


"bawa aku menemui Alicia." pinta Oscar .


"baiklah...kita pamit pada Danil dulu." sanggup Asyera.


"Asyera,,,apa kau juga mengenal Maria Blanco ?." tanya Oscar tiba tiba.


"ya,sepupu mamamu juga ipar kecilku." jawab Asyera.


"maksudmu???." Oscar tidak mengerti.


"iya,Maria istri dari sepupuku,perdebatan yang mengikat mereka." senyum Asyera.


"aku perhatikan , kenapa yayasan ini menjadi sepi,,,tidak seperti tadi." gumam Oscar menoleh ke sekeliling.


"mereka tidur siang... bagus untuk menyeimbangkan otak ." jelas Asyera.


Mereka sampai di kantor Danil dan mengetuk pintu.


"masuklah..." sahut Danil .


"assalamualaikum Danil ." seru Asyera.


"wa'allaikum sallam ."balas Danil .


Asyera menjelaskan tujuannya menemuinya,setelah itu mereka berpamitan dan pergi menembus waktu.


Tak berapa lama Asyera dan Oscar muncul di Sweden dihalaman belakang rumah Alicia ,dimana Alicia sedang duduk membaca buku.


"assalamualaikum ." Oscar tiba tiba membuat Asyera tersenyum dan Alicia berdiri dari duduknya menghampiri.


"wa'allaikum sallam." balas Alicia memeluk Oscar ,mata yang berkaca kaca penuh penyesalan.


"Asyera ,Oscar ...mari,apa yang membawa kalian kemari?." tanya Alicia mempersilakan duduk.


"Oscar yang mengajakku kemari." singkat Asyera.


"Alicia ,,, maafkan aku,,,selama ini aku menyalahkanmu atas kematian mama..." sesal Oscar .Alicia dan Asyera terkejut .


"tidak,tidak perlu minta maaf,kita keluarga..." haru Alicia .

__ADS_1


"aku tau,kau pasti menderita selama ini atas sikapku,aku tidak memikirkan kau yang kehilangan saudara didepan mata lebih menderita dari pada aku." terang Oscar .


"sudah...semua sudah berlalu,papamu juga sudah menjelaskan padaku , masa kecilmu sungguh sulit juga." terang Alicia .


"baiklah,hanya itu yang ingin aku sampaikan ,Asyera tolong bawa aku pulang kerumah ." Oscar lega.


"ya Tuhan...Alicia ,lihatlah keponakanmu,,,dia pikir aku kurir seperti Laura ." humor Asyera.


Merekapun berpelukan dan pergi lagi menembus waktu.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kamar Oscar .


"Asyera...orang sepertimu pasti tau kebenaran Tuhan ,apa kau mau mengatakan padaku yang kau ketahui." Oscar tiba tiba bertanya.


"tapi aku tidak boleh mengatakannya. Kau sudah dekat dan mengenalinya tapi hatimu belum kau tetapkan, keraguan adalah racun yang ditebar syetan di hati manusia setiap kali mendapati kebenaran Tuhan ." terang Asyera .


"terimakasih,,," lirih Oscar .


"baiklah,hari ini sampai sini,aku harus kembali...keluargaku menungguku dirumah." pamit Asyera dan menghilang.


Terdengar ketukan pintu ,Oscar segera membukanya.


"ada apa?." tanya Oscar pada Ivan yang berdiri dihadapannya.


"waktunya makan malam...turunlah sudah beberapa hari kau mengurung diri di kamar." papar Ivan .


"ya ,aku akan turun." senyum Oscar membuat Ivan keheranan .


Ivan kembali turun dan memikirkan apa yang salah dengan Oscar setelah mengurung diri.


Oscar menyusul turun,terlihat semua menempati kursinya masing masing di meja makan.


Oscar bergabung dan makan,semua mengamati heran dengan Oscar .


Setelah selesai makan semua berkumpul di ruang sebelah seperti permintaan Alberto sebelum makan malam.


"Oscar ,apa yang membuatmu terlihat senang setelah menangis tanpa sebab beberapa hari ini? jangan membuat kami bingung." Alberto ingin tau kondisi putranya yang berubah.


"papa,,,aku baik baik saja...Asyera membawaku ke tempat mama, beban di hatiku juga sudah tidak ada lagi." terang Oscar .


"Asyera..." Sasha bingung .


"teman Laura ."jelas Mili pada suaminya.


"kapan dia kemari?aku tidak melihatnya." tanya Alberto .


"dua hari lalu dan tadi dia segera pergi setelah mengantarku pulang." jelas Oscar .


"kakak bercanda..." Ivan tak percaya.


"bagaimana bisa?Ivan bilang padaku kakak mengunci diri di kamar..." Levic tak percaya.


"hmmm seharusnya kau bilang padaku jika Asyera datang,aku ingin titip sesuatu untuk Wira ." sesal Alberto .


"pa...sampai sekarang saja aku belum di ijinkan bertemu Wira ...apa papa ingin menyogoknya untuk menemuiku?." heran Oscar .


"dasar sempit, jika aku tau dimana Wira ,,,aku akan mengirim sendiri hadiah ulang tahun untuknya." sarkas Alberto .


"a apa pa...Wira ulang tahun ? Asyera tidak mengatakan apapun." Oscar tidak yakin.


"sebenarnya paman dan kakak membicarakan apa...aku tidak mengerti?." levic bingung sendiri.


"suatu saat aku akan memperkenalkan pada kalian." senyum Oscar pada si kembar Ivan dan Levic.


"paman...jika aku ingin bicara pada Tuhan setiap hari seperti mamaku,apa yang harus ku lakukan?." tanya Oscar pada Sasha .


" temui imam dan bersyahadat ." singkat Sasha .


" Oscar kenapa kau tidak mengatakan pada papa? jika kau ingin papa akan mengantarmu." seru Alberto yang tidak terima Oscar menanyakan hal seperti itu pada Sasha .


"memangnya ayah mengerti itu?." tanya Oscar di sambut tawa Sasha .


" kenapa paman tertawa?." heran Oscar .


"kau menanyakan hal konyol pada papamu...asal kau tau,papamu lebih dulu Islam sebelum pamanmu ini ." terang Sasha tertawa. Baginya sungguh konyol Alberto tidak mengatakan apapun tentang keyakinannya pada putranya begitu juga Oscar yang dengan santainya meragukan pengetahuan papanya sendiri.

__ADS_1


Oscar tersenyum kikuk ,sementara Alberto menatapnya tajam.


__ADS_2