Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
aktifnya zirah langka Orchid


__ADS_3

Apartemen Wira .


Jumat ini para pria pergi ke masjid dan para wanita menunggu kepulangan mereka dengan kembali ke rumah utama.


Wings Guardians Asyera bercahaya lebih terang ,mudah di lihat dengan mata telanjang jika plasma terlepas,sedangkan plasma yang menyelimuti Guardians terlepas bila emosinya berlebih...ntah senang/sedih/marah/gelombang up otak(semangat).


Rumah utama aman untuk menyembunyikan diri.


Itulah mengapa setiap Jumat Asyera sering ke rumah utama,apalagi bersama keluarganya,,,tentu emosi dalam dirinya meluap meruntuhkan plasma.


Bahkan nelayan yang berada di sekitar pulau itu pernah melihat terangnya cahaya yang menyelimuti perairan sekeliling pulau.


Wings Asyera saja bisa seperti itu ,apa jadinya wings langka zirah milik Orchid jika aktif...


Ketika asyik bercanda di ruang hampa, tiba tiba Orchid gelisah.


"apa ini,,, kenapa tubuhku menghangat... mataku..." batin Orchid merasai perubahan di hari agung .


Rasa hangat yang menjalar dari jantung ke seluruh tubuhnya bagai di sengat petir ribuan kali .


"aaaaaaaaaaaaaaaaaach................" jerit Orchid yang tidak sanggup meredam sengatan ditubuhnya.


Exxa bergerak cepat menangkap tubuh Orchid yang jatuh bagai daun gugur.


Asyera yang mendengar jeritan baru saja masuk ke ruang hampa.


"apa dia baik baik saja?." cemas Asyera melihat Exxa mencoba menyadarkan Orchid .


"tubuhnya hangat... tadi Orlo terlihat gelisah sewaktu melayang ke atas." terang Exxa.


Terdengar ketukan air yang berarti ada orang yang ingin masuk ke ruang Logandhi .


Asyera menyuruh Exxa melihat siapa diluar ruangan Logandhi .


Asyera segera membawa Orchid keluar dari ruang hampa menuju Tirta suci yang terhubung dengan telaga yang berada di tengah pulau.


Meletakkan dan membiarkan Orchid tenggelam dalam Tirta suci.


Exxa masuk dan menyampaikan pesan yang baru di dapatnya.


"ibu... para tetua di rumah utama meminta ibu segera menemui mereka di ruang Hashara ,sangat penting." Exxa menyampaikan pesan.


"kirim pesan pada Mark ,minta dia membawa Arrasy kemari secepatnya. Pergilah ke telaga sekarang juga dan panggil terus Orchid sampai dia muncul, Mark tau apa yang harus dilakukan. Setelah urusanku selesai aku akan menyusul." pinta Asyera dengan cemas.


Keberadaan Orchid di dalam Tirta suci membuat laut bergolak , seketika langit gelap badai berputar mengelilingi pulau.


Peristiwa ini dialami oleh semua Guardians ketika zirahnya aktif dan wingsnya yang masif terbebas. Tapi yang terjadi pada Orchid berbeda mengingat kelangkaannya.


Ruang Hashara .


"maaf membuat semua menunggu ,,," sopan Asyera.


"kau tidak perlu minta maaf,,,yang terjadi pada putrimu pasti membuatmu khawatir, tapi kami mendapat pesan dari istana Asgar di Antartika . Mereka meminta putrimu segera mengunjungi mereka dan...." tetua kedua ragu menyampaikan .


"katakan..." pinta Asyera tegas.


".......raja iblis ......" gamang tetua kedua.

__ADS_1


"sebenarnya apa yang di inginkan raja iblis pada bangsa kita, nenek moyang kita bahkan membuat suku bangsa kita harus menempuh jalur berbeda ke seluruh penjuru bumi dengan misi yang sama,,,atau nenek moyang kita melewatkan sesuatu hingga raja iblis yang sudah di penjara di bawah Antartika masih ingin melihat kita..." Asyera kesal dengan situasi saat ini,.


Sementara di telaga ...Exxa di bantu beberapa divisi yang tidak bertugas terus memanggil Orchid di tepi telaga.


Mark baru saja tiba bersama Arrasy langsung menuju telaga.


Arrasy berlari dengan khawatir mendengar orang orang meneriakkan nama kakaknya.


Sampai di telaga dia melihat Exxa yang berteriak dengan penuh tenaga.


"kakak ...kakak apa yang terjadi?." Arrasy khawatir.


"aku tidak tau pasti ,tapi ibu menyuruhku memanggil Orchid sekeras mungkin di telaga ini." terang Exxa.


Mereka kembali berteriak memanggil Orchid .


"bagaimana...apa belum muncul juga..." tanya Mark yang baru saja sampai di dekat mereka.


"ini sudah satu jam tapi belum muncul juga." terang Exxa.


" kita harus gunakan cara lain,mengingat Orchid langka..." jelas Mark .


"bagaimana,secepatnya dia harus keluar,,,aku tidak ingin melihat jasadnya saja." Exxa mulai menangis .


"bagaimana kondisi terakhirnya sebelum Asyera menidurkannya di Tirta suci?." tanya Mark .


"si up normal itu terakhir kali tubuhnya menghangat dan tidak sadarkan diri." jelas Exxa.


"mungkin maksud Asyera menyuruhku membawa Arrasy untuk memanggil Orchid." batin Mark .


" Arras...... lepaskan sepatumu." seru Mark .


" sekalian kaos kaki dan jaketmu." perintah Mark . Tanpa bertanya lagi Arrasy melakukan perintah Mark. Semua orang yang berpartisipasi juga di minta diam dan menyingkir dari telaga. Hanya Arrasy yang saat ini boleh berinteraksi dengan air telaga.


Mark terbang menyusuri telaga mencari energi Orchid yang bisa di rasakan sesama Guardians .


Setelah menemukannya,Mark meminta Arrasy ke arahnya.


"cepat,kenapa diam saja?!." seru Mark yang melayang hampir ke tengah telaga .


"aku tidak bisa terbang sepertimu,,,jadi bersabarlah,aku akan berenang kesana." seru Arrasy hendak melepas pakaiannya.


"kau jangan bodoh...aku menyuruhmu telanjang kaki bukan untuk berenang,aku juga tidak bisa membawamu terbang di atas telaga ini selagi Orchid masih berada di dalamnya." seru Mark .


"apa aku bisa berjalan diatas air???" ragu Arrasy .


"cepat ... jangan ragu,kau harus yakin untuk Orchid ." seru Mark yang melihat Arrasy tampak ragu melangkahkan kaki.


Exxa memeluk menenangkan Arrasy dan menyemangatinya.


Setelah itu barulah Arrasy dengan menarik nafas panjang melangkah memasuki telaga.


Hari ini menjadi momen bersejarah bagi Arrasy juga semua yang melihatnya. Arrasy berjalan di atas air telaga,yang tadinya ragu kini langkahnya mantap dan semakin cepat menghampiri Mark yang menunggunya dari tadi.


"sekarang apa yang harus ku lakukan???." tanya Arrasy .


"masukkan tanganmu ke dalam air dan aku akan membantumu menahan tubuhmu agar tidak jatuh kedalam, panggil Orchid dalam hati dan katakan sesuatu yang bisa mengingatkan dia untuk segera bangun dari tidurnya di Tirta suci." terang Mark .

__ADS_1


Arrasy dengan hati hati dengan posisi setengah duduk memasukkan tangan kanannya kedalam air ,menutup mata dan mulai melakukan apa yang diminta Mark.


Arrasy terus mencoba mengingat apa saja yang disukai kakaknya .


Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya tanpa di sadari telah menggerakkan tangannya , mengaduk telaga.


Arrasy hampir putus asa ,apa lagi yang harus di ucapkan mulutnya hingga dia mengingat cerita Exxa sepulang dari Indonesia beberapa bulan lalu.


"bangunlah...apa kakak tidak ingin melihat takdir kakak??? kak Exxa bilang takdir kakak orang yang bisa mengimbanginya bertarung jarak dekat,,,jika kakak tidak bangun ,aku akan pergi bertarung dengannya agar takdir kakak juga menutup mata seperti kakak untuk selamanya." lirih Arrasy meneteskan air mata.


Mark mulai merasakan energi besar dari dalam telaga.


"huffffh kau gila Arras ,membangunkan kakakmu dengan mengancam takdirnya, aku benar benar tidak mengerti cara kalian menyayangi satu sama lain." gumam Mark.


" Mark...kenapa ini...airnya bergolak makin kencang." Arrasy khawatir.


" kau sendiri yang mengancamnya...mungkin kakakmu marah,berdirilah dan lihatlah keindahan zirah wings Orchid ." senyum tipis Mark .


Cahaya terang semakin mendekati permukaan,bersama itu pula bau harum menyeruak dari dalam telaga.


Semua orang orang juga mencium bau itu semakin tajam bahkan para tetua dan Asyera juga tiba di sana karena bau itu.


Asyera segera terbang menghampiri Mark dan Arrasy. Asyera tertegun melihat apa yang berada dalam telaga sama seperti Mark dan Arraasy yang terpaku melihat keindahan disana.


" Asyera ... putrimu benar benar di berkahi,kau tau bau ini ... ini bukan hanya bau Eshal (salah satu jenis bunga surga yang biasa menyertai bangunnya Guardians dari Tirta suci) tapi ini bau Raihan ( seluruh bunga di surga secara jamak) ." gumam Mark mengagumi pemandangan di matanya.


Cuaca berubah drastis, langit menjadi kembali terang,laut menjadi tenang dan nelayan nelayan yang tadinya berjibaku bertahan jadi keheranan ,angin berhembus dengan lembutnya, bahkan bau harum itu mulai merebak keluar pulau menjangkiti rasa ingin tahu yang menciumnya.


Seketika Orchid meluncur keluar dari dalam telaga bagai Cendrawasih terbang melayang layang di ikuti Raihan yang bermunculan dari telaga terbang berputar putar di udara .


Semua hening ... kekaguman tanpa suara ,Indra penglihatan yang dimanjakan dengan zirah Orchid dan Indra penciuman yang menenangkan dari Raihan berpadu menghanyutkan semua dalam diam.


Tiga pasang wings yang merekah kebiruan ,tubuh yang tertutup cahaya biru ,kepala yang tertutup keluar juntai panji panji merah kehitaman menari diterpa angin disisi kanan dan kiri .


Melayang di udara tepat dihadapan Asyera,Mark ,dan Arrasy .


Perlahan matanya terbuka bersama pudarnya Raihan yang menyertainya.


Orchid melihat ketiga orang di hadapannya dan tiba tiba....


"hai ...!!!!!! kau....!!!! berani sekali kau mengancam ku...." teriak Orchid menatap Arrasy yang menyadari mood kakaknya berubah dari tenang menjadi berapi api.


"aku...." Arrasy menunjuk dirinya sendiri.


"iya!!! aku tau tadi adalah suaramu..." Orchid mulai mendekat.


Dan...Orchid menggelitik Arrasy yang berdiri di atas air, Mark hanya pasrah melihat dan Asyera tertawa haru.


"aaaaaach ...kakak...kakak...hentikan...tolong hentikan..." pinta Arrasy yang kegelian .


"aku tidak akan memaafkan ocehanmu tadi..." gemas Orchid .


"itu salahmu sendiri ... kenapa terlalu lama untuk bangun..." kilah Arrasy membela diri.


"sudah sudah...kita kembali ke dalam rumah." lerai Asyera sembari pergi.


Mark mengikuti dibelakangnya dan kedua anaknya itu juga mengikutinya meski masih terdengar tawa canda.

__ADS_1


Exxa menyambut dengan rasa senang,berlari memeluk Orchid yang telah berjalan bersama Arrasy di bibir telaga.


__ADS_2