
Malam ini,,,Orchid ingin tidur pulas,,,di kamarnya di ruang Logandhi (di rumah utama) yang bisa di setting seperti yang dia mau.
Setelah melakukan kebiasaan nya dia mulai menyeting kamarnya temaram hutan dengan nyanyian binatang khas hutan.
Niatnya tidur pulas tapi yang terjadi justru jiwanya melakukan perjalanan spiritual .🤦♀️
Bertemu dengan spirit spirit Guardians terdahulu,melintasi peperangan generasi pertama, dan tibalah dia di tempat luas berlantai kabut putih pekat.
Muncul tiga cahaya yang menggiringnya ke hadapan sebuah pintu besar bercahaya terang dari celah nya.
Cahaya yang mengantarnya menyuruhnya masuk,ada yang menunggunya di dalam.
Perlahan Orchid membuka pintu dan mengucapkan salam. Melangkah masuk setelah menutup pintu, dilihat sekeliling ruangan itu.
Sampai akhirnya dia berhenti setelah melihat seseorang di dalam sebuah mihrab .
Seorang pria tua yang masih gagah dengan wajah yang teduh bercahaya.
"apa kau tidak ingin menyapaku?." tanya pria tersebut.
"assalamualaikum ... bolehkah aku tau siapa Anda dan kenapa anda menungguku?." Orchid penasaran .
"apakah kau lupa padaku? sementara setiap hari kau mengirimiku hadiah tak terhingga..." papar pria tua.
Orchid mengernyit,mengingat ingat siapa yang di beri hadiah olehnya setiap hari.
"mungkin anda salah orang,,," Orchid mencoba jujur.
"aku tidak akan salah mengenali orang orang yang mengirimi aku hadiah ." tegas lembut pria tua.
"baiklah , lupakan itu,,,sekarang katakan apa yang membuatmu menungguku? ." Orchid kembali bertanya.
"aku bersyukur kau tumbuh dengan baik di bumi,mulai sekarang tugasmu di bumi tidak hanya menjaga apa yang harus kau jaga,tapi kau juga harus membantu langsung manusia yang tinggal di dalamnya,,,bantulah keturunanku dari garis perempuan memburu iblis yang keluar dari dasar neraka." papar pria tua.
"tidak ku pungkiri aku bertugas menjaga benteng api yang mengurung makhluk akhir zaman. Tapi aku juga punya batasan terhadap manusia di atas tanahnya." ragu Orchid .
"kau tidak perlu takut , apa yang diajarkan orangtuamu sejak kecil ,,,itu akan berguna untukmu,yakinlah kau bisa menyelesaikan tugas tugasmu dengan baik. Banyak malaikat menyertai langkahmu,jangan takut sedikitpun menghadapi mereka yang kini telah berkeliaran menempati tubuh manusia di tempatmu ,jangan heran banyak darah tertumpah di negerimu karena mereka bangga bisa menumpahkan darah manusia,jangan heran banyak perempuan menistakan dirinya sendiri di negerimu karena perempuan adalah sasaran utama mereka untuk menghentikan ilmu ilmu Kalam sampai pada manusia,jangan heran jika kebencian merebak di antara kaumku di negerimu karena itu adalah cara mereka membawa umatku sebanyak mungkin untuk menemani mereka di kerak neraka." jelas pria tua.
"maksud anda...apakah anda ..." Orchid menangis seketika menyadari siapa pria tua yang berada di hadapannya sekarang.
"maafkan aku...sertailah langkahku dalam menjalankan amanatmu ini..." Isak tangis Orchid semakin menjadi .
"kau akan melihat tanda keturunanku pada garis perempuan, bantulah mereka menangkap dan mengembalikan iblis iblis itu ke neraka. Dan sebagai terima kasihku terimalah cincin ini ." pria tua itu memberikan sebuah cincin sederhana miliknya.
Tak lama pria itupun menghilang.
Orchid yang masih menangis tanpa suara kini telah di temui ke tiga cahaya.
Orchid di antar kembali ke tempat dimana tadi dia di jemput.
Jiwa Orchid kembali ke raganya.
Orchid terbangun mendapati matanya sembab membuat Orchid kembali menangis mengingat siapa yang baru saja di temuinya.
Orchid menghapus air matanya dan mulai menyusun rencana menyelesaikan apa yang belum di selesaikannya.
Dia menyusun rencana agar amanat yang baru di dapatnya bisa di cover dengan baik tentu dengan rencana rencana cadangan untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi.
Setelah subuh ini dia harus segera memulai pembaruan segel di pintu pintu benteng ring of fire.
"ini akan memakan waktu berhari hari,,, tapi aku harus melakukannya." gumam Orchid bersiap keluar pulau.
Sebagai pelindung ring of fire dia tidak bisa transportal ketika melakukan penyegelan ,hanya terbang yang bisa di andalkan kecepatannya untuk memasang perisai waktu dari satu gunung ke gunung lainnya.
Dia juga harus merajah gunung yang menopang dapur magma ke seluruh gunung di ring of fire agar tetap tertidur hingga waktunya.
Orchid segera mengirim signal pesan pada Guardians yang wilayahnya di lintasi ring of fire untuk segera bersiap membantunya jika dia telah sampai di wilayah mereka.
Para Guardians itu tidak bisa meninggalkan titik lokasi yang diberikan dari awal hingga akhir penyegelan ,dan mereka harus memberikan bantuan yang diperlukan pelindung ring of fire.
__ADS_1
"hari ini waktu akan sangat lamban bagi manusia dan sangat cepat untukku,,,,,ok,,,,siap siap menjinakkan bom waktu 😁." semangat Orchid melesat ke langit dari telaga pulau rumah utama.
"gerbang utama dulu,,,kerja sendiri dulu..." gumam Orchid .
"aku harus cepat dan teliti,membuatnya kuat juga rumit,,,aku rasa bagus...oke ." batin Orchid .
Kini dia nampak serius,mengerjakan pekerjaannya dari dinding dalam lebih dulu.
"hmmm jika ada satu saja orang tamak melihat dinding emas ini,pasti di angkut sampai ke dasar...bisa jadi orang terkaya di dunia sampai kiamat ." Orchid bergumam sendiri juga tertawa sendiri.
"heiiii apa yang kau tertawakan ?!!!." seru Asyera muncul tiba tiba di belakang Orchid .
"huffff ibu... jangan mengganggu kesenanganku...apa pacar ibu sibuk ,,,hingga ibu datang menggangguku?." gerutu Orchid .
"iya,,,kekasih ibu mu ini sibuk mencari tau tentang calon menantu idamannya..." balas Asyera.
"jangan mulai lagiii, biarkan aku bekerja dengan hati bahagia,,,jangan membuatku moody ." keluh Orchid yang sedikit lagi menyelesaikan segel dinding dengan simbolnya.
"akhirnya selesai juga....hufffffh" Orchid mengagumi karyanya. Orchid dan Asyera berdiri mengagumi dinding bersegel puzzel bunga api.
" kita keluar dan makan,,,aku menyiapkan makanan untukmu." ajak Asyera .
" terimakasih buuuu." Orchid memeluk ibunya.
Keduanya keluar dan duduk di akar akar tua gaharu tak jauh dari pohon pandan yang menjulang tinggi.
Asyera membuka keranjang piknik .
" ibu,kita ibadah dulu ... setelah itu baru aku berbuka." Orchid menahan tangan Asyera.
" baiklah,,,tapi setidaknya batalkan puasamu ." pinta Asyera seraya mengulurkan sebotol air.
" terimakasih ...." Orchid segera meminumnya dan segera beribadah bersama ibunya.
Tak lama setelah selesai Asyera menyiapkan makanan untuk putrinya.
" ibu tidak perlu memperlakukanku seperti ini...aku sudah cukup besar untuk melakukannya sendiri..." keluh Orchid .
Orchid kehabisan kata kata mendengar ibunya berkata demikian .
" apa semua orang tua di muka bumi ini seperti ayah dan ibu... selalu mengkhawatirkan anak anaknya?." batin Orchid .
Mereka makan bersama ditemani rembulan dan nyanyian hutan .
Yang biasanya melantunkan ayat ayat suci kini di gantinya dengan sholawat sampai Isak .
Setelah selesai ibadah ,Orchid kembali mengerjakan tugasnya yaitu menyelesaikan pintu gerbang bagian luar.
Asyera mengamati putrinya yang terbang ke sana ke mari sejauh dan setinggi pintu gerbang utama.
Betapa kecilnya mereka di hadapan pintu gerbang utama.
Orchid masih sibuk merancang segel dengan mempertahankan ukiran ukiran segel terdahulu.
" bagaimana dia bisa sepolos dan serumit itu di saat yang bersamaan ..." batin Asyera , menemani dan mengamati dengan teliti cara putrinya bekerja.
Enam jam telah berlalu.
"ibu... aku lupa membawa jinten hitam,aku minta tolong boleh?". pinta Orchid yang masih berada di atas.
"baiklah,,," Asyera beranjak dari duduknya.
"tolong bawakan yang banyak... biar nanti bisa di pakai sampai selesai." pinta Orchid kembali.
"tenanglah,ibumu ini tau harus membawa seberapa banyak untuk membersihkan pintu gerbang di ring of fire." santai Asyera kemudian menghilang.
"ibu memang yang terbaik ." lirih Orchid tersenyum.
Tak berapa lama Asyera muncul kembali membawa satu toples penuh jinten hitam.
__ADS_1
"kau harus mengira ngira sendiri agar ini cukup sampai selesai." nasehat Asyera yang memecah keheningan.
"iya...terimakasih buuuu." senyum Orchid .
Setelah satu jam barulah Orchid menyelesaikan segel pintu gerbang utama.
Dia segera mengumpulkan kayu kering di sekitar, membakarnya tepat di depan tengah gerbang.
Dia berjalan menghampiri ibunya untuk mengambil toples yang dibawakan tadi.
"apa perlu bantuan ?." tanya Asyera yang melihat putrinya kelelahan.
"iya,,,bantu doa saja..." senyum Orchid .
Keduanya berjalan kembali ke api unggun.
Setelah menunggu beberapa saat dengan bersholawat tanpa henti ,Orchid mulai memadamkan api dan mengumpulkan baranya.
Orchid mengaktifkan zirahnya melafaskan ibu dari segala surah berulang ulang kemudian meniup lembut ke bara api ,setelah itu barulah Orchid menabur jinten hitam dengan rata dan berulang ulang.
Asap membumbung tinggi hingga batas gerbang,Orchid kembali melafas dan meniup asap itu hingga menyelimuti seluruh pintu.
"hufffhhhhh akhirnya selesai juga..." Orchid lega dan perlahan zirahnya menghilang.
" cepatlah tidur,akan ku bangunkan nanti untuk puasa." suruh Asyera.
Orchid langsung tidur begitu saja tanpa alas di dekat bara api.
Asyera membuat perisai untuk melindungi tubuh Orchid yang tertidur, sedang dia berjaga di sampingnya.
Asyera memanggil Mark yang sudah pernah datang ketempat itu dengan membawa makanan tak bernyawa untuk puasa Orchid .
Dua jam kemudian Mark baru tiba membawa yang di minta Asyera .
Asyera membangunkan putrinya untuk puasa.
"jam berapa ini bu..." Orchid duduk .
"sudah jam empat pagi." singkat Asyera sembari menyiapkan makanan.
"Mark ...kau di sini?." Orchid heran mendapati Mark yang tengah berdiri tak jauh darinya sedang melihat pintu gerbang yang telah selesai di segel.
"oh,itu karena ibumu memintaku membawa makanan untukmu,makanlah ... masakan istriku sangat enak." terang Mark .
"maaf jadi merepotkan..." sopan Orchid .
"tidak apa apa,aku juga ingin melihat karyamu,,,ternyata sangat rumit tapi terlalu indah di lihat." Mark duduk bersama mereka.
"ayo makanlah sebelum waktumu habis..." pinta Asyera.
"putriku sedang berguru ke Guardians Loco di Amerika Selatan ,dia pasti senang bertemu denganmu nanti." ujar Mark .
" saudara saudaraku berguru pada mu,,,tapi kenapa putrimu berguru pada Loco ?." tanya Orchid .
" tentu beda...Mara calon Guardians dia bisa memilih siapa saja untuk menjadi masternya ." jelas Asyera.
Orchid mengangguk tanda mengerti lalu melanjutkan makannya.
⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩
Matahari mulai menyinari bumi, Orchid bersiap terbang ke arah kiri ring of fire.
"Bu,,,restui aku,,,Mark ,terimakasih ..." Orchid mulai terbang meninggalkan tempat itu.
"aku baru tau,putrimu itu memiliki selera seni yang tinggi... membuat segel saja dia lakukan seindah dan serumit itu." kagum Mark .
"jika kau melihat dia bekerja mungkin kau tidak percaya...entah dari mana pengetahuannya itu,yang di katakan ya dulu tentang dinding di dalam gerbang itu nyata,bahkan dia membuat kan segel juga untuk dinding itu." papar Asyera.
"walaupun dia bukan putriku ,aku sangat bangga menjadi pamannya ." senyum Mark .
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua berpisah kembali ke tempat masing masing.