Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Seluruh segel terbuka


__ADS_3

Di dalam kamar ,Orchid membacakan ayat ayat suci sambil memegang erat tangan Prabu. Frans masuk setelah mensucikan diri ,mengawasi ayahnya sambil menelfon ibu angkatnya.


Frans khawatir dan mengatakan keadaan ayahnya pada ibu angkatnya.


Alberto,Oscar ,dan Julli melihatnya dari luar kamar.


"dik...ibu bilang seluruh segel mu harus dibuka secepatnya dan ibu akan membantumu mensegel seluruh rumah." Frans membantu Orchid memindahkan ayahnya ke atas ranjang.


"tapi kak...butuh seseorang yang masih suci untuk mempercepat seluruh segelku terbuka... karena aku belum bisa sepenuhnya mengendalikan seluruh segel di tubuhku." Orchid menginformasikan situasinya sekarang.


Mereka dapat merasakan perbedaan suhu ruang yang tiba tiba hangat tanda ibunya Orchid mulai melakukan penyegelan.


Frans berfikir keras,bagaimana menemukan orang yang masih suci di waktu yang singkat.


"kak ibu sudah memulai aku harus memulai ,aku tidak akan bicara lagi jika kakak sudah menemukan kakak sudah tau harus melakukan apa." Orchid berharap Frans secepatnya menemukan ,Orchid mulai duduk di samping Prabu ,memulai membuka segel yang ada di tubuhnya.


Frans berjalan keluar ,dia tau tidak bisa meminta tolong teman temannya di kota itu dan tidak mungkin sembarangan membawa masuk orang asing ke dalam rumah.


Tanpa pikir panjang Frans menatap Oscar .


"Oscar ,apa kau pernah mencium wanita?." tanya Frans tiba tiba.


" apa kau konyol bertanya seperti itu di saat seperti ini !." Oscar risih .


"apa yang kau lakukan Frans ? cepat bantu ayahmu!." seru Julli yang mendengar pertanyaan Frans pada Oscar.


"apa kau pernah bercinta dengan seseorang?." Frans bertanya kembali pada Oscar tidak menggubris ibunya.


Tamparan keras mendarat di pipinya. Julli sangat kesal pada putranya yang menanyakan hal tidak penting saat ini.


Alberto mencoba mencerna situasi dan pertanyaan Frans .Oscar memeluk Julli yang tangisnya semakin menjadi.

__ADS_1


"Frans apa ini berkaitan dengan sihir?." tanya Alberto .


Frans mengangguk dan masih mengelus pipinya yang sakit di tampar ibunya.


"Oscar bantulah Frans ." pinta Alberto .


"apa maksud paman? apa Oscar ..." Frans tidak mengerti.


"putraku tidak pernah menyentuh wanita manapun, mungkin dia pria tersuci di usianya di dataran Eropa.🤣." Alberto tertawa mengingat tingkah putranya .


"kenapa ayah menertawakan putramu sendiri!." keluh Oscar yang semakin membuat Alberto tertawa.


"Oscar jika kau bisa cepatlah bantu suamiku." pinta Julli menatap Oscar .


Frans dan Oscar masuk ke kamar . Keduanya berdiri di belakang Orchid .Frans membuka laci yang ada di sebelahnya dan mengambil jarum bidal milik ibunya.


"berikan tanganmu ." pinta Frans .


Oscar terkejut merasakan sakit dan menarik tangannya. Frans mencengkram erat tangan Oscar kemudian meneteskan darah di tengkuk leher Orchid .


Tak berapa lama muncul guratan berbentuk daun Tin dengan cahaya terang di ikuti beberapa guratan lain yang mengeluarkan cahaya juga.


Prabu tiba tiba berteriak minta ampun dan ingin menjauh dari Orchid . Frans dan Oscar dengan sigap menahan Prabu agar tetap berada di dekat Orchid .


Sekarang semua yang berada di sana melihat seluruh tubuh Orchid terbungkus huruf huruf bercahaya yang membentuk kalimat dengan cahaya terang.


Orchid membuka mata dan seketika Prabu berteriak kencang cahaya yang membungkus Orchid terbuka dan masuk kedalam mulut Prabu.


Sekarang mereka melihat kembali tubuh Orchid dengan mulut yang tidak berhenti menyebut nama tuhan.


Teriakan Prabu sudah tidak terdengar lagi tubuhnya diselimuti cahaya. Perlahan lahan cahaya itu terserap kembali ke tubuh Orchid .

__ADS_1


" ayah sudah tidak apa apa,berikan minum kak." Orchid menatap Frans .


Julli yang mendengar Orchid langsung berlari mengambil air di dapur.


Frans dan Oscar turun dari ranjang ,Alberto masuk melihat keadaan Prabu dari dekat.


Tak berapa lama Julli masuk dan segera memberikan air pada prabu yang masih lemas pucat.


" terimakasih sayang ,,, " ucap Prabu menatap Julli .


"istirahatlah ..." Julli membaringkan Prabu dan menghapus keringat di wajah Prabu.


"ibu...aku lapar..." Orchid mengeluh pada Julli.


Semua tersenyum melihat Orchid yang tiba tiba kelaparan.


"sudah jangan ganggu ibu,,,biar aku yang memasak untukmu." Frans menangkup pipi Orchid .


"tidak...biar aku yang masak untukmu,karena gadis kecil ini membuat Julli tersenyum lagi." Alberto menyahut Frans kemudian keluar kamar.


Oscar ,Frans ,dan Orchid mengikuti Alberto ke dapur. Julli menemani Prabu,sedang dua maid membersihkan kamar dari darah yang di muntahkan Prabu tadi.


"paman...bisakah lebih cepat?." pinta Orchid .


"apa kau sangat lapar?." tanya Alberto yang sibuk membuat nasi goreng yang pernah diajarkan Prabu dulu.


"aku sangat lapar...rasanya seperti puasa sebulan penuh,apa lagi tadi aku tidak makan malam." keluh Orchid .


"paman... buatkan yang enak untuk adik ku ini." Frans ikut menimpali .


"iya...tara....nasi goreng chef Albert .😁." Alberto menyajikan sepiring penuh nasi goreng di hadapan Orchid .

__ADS_1


Orchid mulai memakannya dengan lahap dan ketiga pria itu hanya melihat dan tersenyum.


__ADS_2