Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
gelisah


__ADS_3

Setelah selesai dengan Himalaya, Orchid bergegas pergi ke rumah utama,.


Ada sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya sehingga membuatnya tidak tenang.


"ibu... temui aku di rumah utama... " telepati orchid pada ibunya.


Asyera yang tengah menunggui Exxa yang masih tertidur mendengarnya.


"Wira, tetaplah disini... aku akan pulang ke rumah utama. " pinta Asyera.


"jangan terlalu lama, kita harus menyiapkan pesta untuk Orlo." Wira membalas.


Setelah siap Asyera segera ber teleportasi ke rumah utama.


Di ruang Hashara Orchid tengah bicara dengan ke lima tetua , Asyera yang baru datang segera bergabung.


"baiklah, semua sudah jelas. " ucap kakek ke2


"em, aku akan segera menemui mereka secara pribadi. " sambung Orchid.


"apa para keturunan Nur illahi sudah dipastikan?. " Asyera mengkonfirmasi.


"iya bu, setidaknya delapan sudah dipastikan. " jawab Orchid.


"kekuatan kita akan bertambah berkali kali lipat. " senang Asyera.


"di bawah bimbingan langsung Nur illahi, kekuatan kita tidak hanya bertambah tapi juga tetap harus menyiapkan perlindungan untuk mereka. " terang Orchid.


"keluarga kita ini sangatlah besar, tidak hanya divisi yang akan menjaga tapi volunteer dalam keluarga kita bisa di andalkan. " sambung Asyera.

__ADS_1


"baiklah, kami akan menyiapkan semua. " tegas kakek ke5.


Para tetua itu kembali keruangan masing masing, tinggallah Orchid dan Asyera.


"ibu, aku melihat tanda aneh di tubuh para iblis ketika berada di Himalaya, menargetkan aku secara terang. " Orchid memberitahu ke gelisah aan nya.


"katakan yang ingin kau tanyakan... " tegas Asyera.


Dengan kemampuannya Orchid mentransfer yang dilihatnya pada Asyera.


Asyera yang melihat tanda tersebut sangat terkejut.


"yang namanya tidak boleh di sebut sudah merencanakan semua ini, itu adalah tanda pengabdian. Budak nya. Sekarang raja raja iblis tidak bisa berbuat apa apa, yang bertahan akan tunduk menjadi budak nya. " jelas Asyera.


"bumi telah menua, hingga satria langit banyak terlahir ke seluruh penjuru bumi , meski belum waktunya ini menandakan dimensi waktu mulai terpengaruh. " Orchid memandang jauh.


"kita akan mempertahankan dimensi waktu agar tidak di kuasai mereka. Dimensi waktu tidak boleh runtuh sebelum Israfil menyelesaikan ibadahnya. " kembali Asyera memperjelas.


"ya... dia yang berhak atas dimensi waktu, dirinya adalah dimensi waktu itu sendiri. " terang Asyera.


"jadi Angel tua itu adalah dimensi waktu... pantas saja dia selalu ada dimana mana. " gumam Orchid yang masih didengar Asyera.


"apa maksudmu... apa kau sering melihatnya?. " tanya Asyera.


"iya bu, Angel tua itu juga yang mengajariku banyak hal termasuk ruang masa. " jelas Orchid.


"pantas dia ahli melipat ruang dan waktu, Israfil sendiri yang mengajarinya. Aku hanya melihat sekali dan mempelajari menembus waktu, huffff,,,anak ini benar benar beruntung. " gumam Asyera dalam hati.


Setelah pembicaraan itu Orchid terdiam kembali.

__ADS_1


"apa yang kau pikirkan?. " tanya Asyera.


"aku bermimpi bunga Orchid kehilangan pendar cahayanya dan berubah menjadi hitam. " lirih Orchid yang tau itu merupakan pesan peringatan.


Asyera mengusap punggung putri bungsunya dalam pelukan.


"kita harus bersyukur, setiap apa yang akan terjadi pada kita Allah selalu memberi kita waktu untuk bersiap menghadapi. Berfikirlah semua yang terjadi kedepan adalah untuk kebaikan kita, maka seberat apapun itu tidak akan menjadi beban untuk kita melangkah lebih jauh lebih tinggi. " nasehat Asyera.


"trimakasih,,, " lirih Orchid.


Keduanya meninggalkan ruang Hashara menuju ruang Logandhi.


"tunggu bu, ada yang aku lupa... " Orchid menghentikan langkahnya sebelum masuk.


"apa ? " tanya Asyera menunggu.


"aku akan ke Andalusia, aku lupa dengan janjiku pada seseorang disana. " Orchid mengingat.


"apa tidak bisa lain hari kau kesana?. " tawar Asyera.


"sebaiknya aku tidak menunda lagi selagi aku mengingatnya. " tatap Orchid.


"baiklah,,, tapi janji kau harus pulang di hari milad mu?. " pinta Asyera.


"ya,,, aku pasti sudah selesai, tapi kemana aku harus pulang?. " tanya Orchid sedikit bingung mengingat semua tempat seperti rumahnya.


"mmmmm ach sudahlah, biar Exxa yang menghubungimu, ibu lupa namanya... " Asyera tak terduga.


Orchid bingung dengan jawaban ibunya yang terlihat serius namun menggantung.

__ADS_1


Akirnya ibu dan anak itu tidak jadi ke ruang Logandhi tapi kembali ke tempat masing masing dimana mereka telah ditunggu.


__ADS_2