Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Perangkap cinta Gani


__ADS_3

Setelah Isak Exxa mengajak Arrasy makan malam di luar.


"ahc kak,boleh aku mengajak seseorang?aku sudah janji mentraktirnya." Arrasy mencoba.


"tumben kau mau makan bersama orang asing??? gadis mana yang kau tipu." goda Exxa.


"bukan gadis... tapi om om ." sinis Arrasy.


"kau masih normal kan ..." ejek Exxa.


" kakak...................kakak sendiri yang tadi menyuruhku minta maaf." seru Arrasy.


"iyaaaa gak usah teriak, ajak saja." balas Exxa.


"tunggu ... maksud kamu pria tadi?." ingat Exxa.


"iya..." balas Arrasy yang sedang mengirim pesan pada Gani untuk makan malam di restoran kesukaan keluarga Wira .


Keduanya berjalan keluar apartemen menuju restoran.


Gani yang menerima pesan secepat kilat pergi ke alamat restoran dengan berlari kencang,dengan hati semangat akan bertemu Exxa.


Exxa dan Arrasy sedang memesan makan malam mereka,selang beberapa menit Gani datang menghampiri dengan nafas yang masih tersengal karena berlari cukup jauh.


"apa kau baik baik saja?duduklah...." Exxa khawatir, Arrasy memberikan minumannya pada Gani.


Setelah mengatur nafasnya Gani pun minum.


"pesanlah makan malammu..." Arrasy menyodorkan menu.


" terimakasih ,maaf aku kesini seperti ini..." Gani malu dengan penampilannya.


Gani memesan makanannya .


"kau tidak perlu minta maaf." tegas Exxa.


"apa kalian tidak malu makan bersamaku?." tanya Gani .


"kau jangan kawatir , sekalipun bajumu lusuh yang penting hatimu tidak lusuh." sahut Arrasy.


"bagaimana kau yakin aku orang seperti itu?!." heran Gani yang pertama kali berhadapan dengan karakter Arrasy yang berbeda dengan Exxa tapi sama misteriusnya.


"jangan hiraukan adikku, makanlah." Exxa memotong pembicaraan ketika pesanan mereka datang.


"maaf tapi ini menyiksaku jika tak di jawab." Gani berusaha tau.


Exxa seketika meletakkan garpunya dan menatap Gani tajam dan Gani juga menatapnya tanpa rasa takut.


"kakak jangan merusak makan malam ini,dan kau,,,anggaplah aku hanya beruntung menebak dengan benar,tidak perlu tau banyak tentang kami." tukas Arrasy.


"maaf... tapi aku sudah gila menahan sendirian,aku sudah lama mencarimu." datar Gani masih menatap Exxa.


Arrasy yang mendengar langsung menghentikan makannya.


"apa maksudmu ?! ." seru Arrasy.

__ADS_1


"kakakmu ini sengaja masuk dan mengusik hidupku yang tenang di negeriku ,dan aku jauh jauh datang hanya untuk mencarinya." terang Gani masih menatap Exxa.


"seharusnya kau tidak perlu mencari ku sampai kesini jika kau ingin balas dendam ." Exxa mengingat wajah Gani ,pria yang di kerjainya sewaktu di Indonesia beberapa bulan lalu.


"ini bukan balas dendam,aku mau kau bertanggungjawab atas perbuatanmu padaku waktu itu." tegas Gani.


"ooooo apa maksudmu ..." mendadak keimutan Exxa muncul menggantikan sikap dinginnya.


"iya,apa maksudmu itu!?." Arrasy membela kakaknya.


"aku tidak perlu menjelaskan,kakakmu tau apa yang di lakukan padaku." Gani melunak.


Exxa mencoba cuek dan melanjutkan makannya.


"kak ,katakan padaku apa yang kau lakukan padanya,jika tidak aku akan..." Arrasy ingin tau .


"kau tidak perlu tau." tegas Exxa memotong perkataan Arrasy.


"tapi aku harus tau! ayah dan ibu mempercayakan kakak padaku." tegas Arrasy.


Kini Gani melihat kakak adik di hadapannya saling berargumen sedang dia mengamati dan memakan pesanannya.


"ini hal kecil tidak perlu di besar besarkan!." kilah Exxa.


"oh jadi kakak mau aku menghajar dia ". pancing Arrasy.


"tidak perlu,,,aku akan menyelesaikannya sendiri." cegah Exxa .


"karena kau mengatakannya,tanggungjawabmu di mulai besok." sahut Gani .


"kakak jangan lari dari tanggung jawab..." Arrasy mengingatkan.


"kalau begitu aku akan menemani kesibukanmu." Gani tidak mau melepas kesempatan.


"apa..." Exxa tidak habis pikir.


"kakak jujur padaku atau dia akan menyulitkan kakak dan keluarga kita." tegas Arrasy .


Tidak ada jawaban.


Ketiganya makan dengan pikiran kemana mana.


Saling melirik seakan menyumpahi satu sama lain.


"Arras,berikan alamatmu agar besok aku bisa menemani kakakmu yang sangat sibuk ini." pinta Gani .


"tidak!!!." tolak Exxa.


"kau tidak perlu tau dimana kami tinggal,jika kakakku benar bersalah ,,,akan ku pastikan dia bertanggungjawab untuk itu." jelas Arrasy.


"jadi ...kau setuju kakakmu menikahiku." santai Gani.


"apaaaaa...." Exxa dan Arrasy bersamaan.


"kakak...." seru Arrasy marah meminta penjelasan pada Exxa.

__ADS_1


"maaf...bisakah kalian keluar?! kalian mengganggu pengunjung yang lain." pinta seorang pelayan .


Setelah bembayar mereka keluar.


Exxa hendak pergi di ekori Arrasy namun berhenti ketika Gani kembali menanyainya.


"bagaimana? apa kau siap?." seru Gani tersenyum penuh kemenangan.


Exxa tidak menjawab dan melanjutkan langkahnya di ikuti Arrasy yang mengawasinya.


"aku anggap kau menyetujuinya..." seru Gani tersenyum lebar.


Malam itu membahagiakan untuk Gani namun meresahkan untuk Exxa dan menyebalkan bagi Arrasy.


Gani tidur dengan perasaan bahagia sedang di apartemen Wira ,Arrasy mengintrogasi Exxa.


"apa yang ingin ku katakan... tidak mungkin aku mengatakan perbuatanku waktu itu." batin Exxa,merasa apes.


"apa keputusan kakak? kenapa dia bicara seperti itu? " tegas Arrasy.


" kenapa anak ini seperti ayah,,,menakutkan serasa sidang militer." batin Exxa tidak berani menatap Arrasy.


"aku akan menemuinya besok dan menyelesaikannya,kau tidak perlu khawatir ." kilah Exxa.


"aku tidak suka cara dia menatap kakak sejak pertama aku melihatnya,karena itu tadi siang aku mengerjainya tapi kakak membelanya,berarti sejak awal kakak menyembunyikan sesuatu." cecar Arrasy.


" bukan seperti itu,,,pagi tadi aku tidak mengingatnya,,,aku baru mengingatnya tadi waktu dia mengingatkanku." jujur Exxa.


"kakak,aku tidak ingin terjadi hal buruk padamu,,,,juga keluarga kita." Arrasy mulai tenang.


"aku bisa menjaga diri." Exxa membela diri.


"aku percaya pada kakak tapi tidak dengannya,,,siang tadi dia bisa menahan energiku." terang Arrasy.


"maksudmu..." kepo Exxa.


"dia tidak hanya menahan tapi juga melawanku dengan energinya." jelas Arrasy.


"tidak mungkin,dia hanya dosen biasa." Exxa tidak percaya.


"kakak yakin dia orang biasa?." selidik Arrasy.


"entah,aku tidak begitu mengenalnya." ingat Exxa.


"baiklah,aku akan memberi kakak kesempatan menyelesaikan ini selama tiga hari." bijak Arrasy.


" ok," sanggup Exxa.


" lebih baik cepat tidur." Arrasy mengambil sebotol air minum untuk di bawa ke kamar.


Exxa masih duduk termenung,mengingat dan mencari solusi untuk masalahnya.


Didalam kamar,Arrasy memikirkan perlawanan Gani tadi siang.


Arrasy heran karena Gani bisa menghadapinya tapi kenapa tidak bisa menghadapi tiga penjahat tadi pagi.

__ADS_1


"apa dia sengaja, atau dia pura pura...jenis manusia seperti apa dia,,," gumam Arrasy.


__ADS_2