Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Alberto belum rela


__ADS_3

Bersandar Oscar berharap ada dia yang dirindukan.


"hmmm aku selamat, aku akan mencarimu setelah urusanku selesai..." batin Oscar .


"kau dimana ... kenapa kau tidak perlihatkan wajahmu ... aku sangat merindukanmu, my booster ." Oscar menutup mata menginginkan Orchid dan tersenyum.


Alberto memulai menyiapkan dokumen perpindahannya.


Malam itu Sasha pergi menemui istri dan anaknya di Birmingham untuk membicarakan keinginan Alberto untuk pindah ke Indonesia .


Asyera sendiri pergi menemui Orchid yang memulai tugasnya .


Wira dan Arrasy ... jangan tanya lagi apa yang dilakukan ayah dan anak itu, kegabutan mereka adalah kesenangan mereka... entah mereka terlalu cerdas atau terlalu konyol. Tapi tenang,,,jika mereka bosan dengan kegabutan mereka tidak lama akan terdengar suara baku hantam, itu mengapa Arrasy bisa mencapai kemampuannya saat ini di usia muda. Selain berguru pada Mark , kebiasaan bersama ayahnya di lapangan membuatnya lebih banyak pengalaman dari pada Exxa.


Alberto yang mendengar kegaduhan di luar segera melihat dari jendela.


"apa mereka selalu seperti itu... " gumam Alberto melihat Wira dan anaknya bertarung di halaman.


"siapa,,,apa mereka tau keberadaan kami disini." gumam Oscar yang belum tidur.


Oscar dengan menahan sakit berjalan menuju jendela untuk mencari tau yang terjadi.


"hisssh anak itu... gak anak gak ayah,sama sama gila... harusnya mereka tidur bukan buat gaduh, apa tidak ada tetangga mendengar kegaduhan mereka,,," gumam Oscar meninggalkan jendela setelah tau yang membuat gaduh.


Malam semakin larut...


Alberto beranjak dari kamarnya pergi ke kamar Oscar.


Melihat putranya tidur Alberto membetulkan selimutnya dan duduk di ranjang.


"kenapa kau keras kepala ,kau mirip sekali dengan mamamu..." gumam Alberto .


"nanti jika kau lelah mencari,segeralah kembali padaku...aku tidak ingin sendiri disana." Alberto masih belum rela dengan keputusan putranya.


Alberto keluar bersamaan Wira dan Arrasy masuk kerumah .


"oemmm paman belum tidur?." seru Arrasy .


"ach aku akan tidur." balas Alberto .


" hey ... tidurlah nyenyak,jangan khawatir tentang sesuatu yang belum terjadi,dan jangan khawatirkan Oscar ,,,biarkan dia menjadi dirinya,nanti kau bangga padanya..." seru Wira .


"yah ... aku hanya tidak terbiasa dengan sikapnya belakangan yang sering berubah . Terkadang aku menemukannya sedang menangis atau tertawa sendiri tanpa sebab." jelas Alberto khawatir.


"kau hanya melihatnya tapi tidak menanyakannya...mungkin kau melihatnya seperti itu,tapi sebenarnya dia tidak sendiri,dia bersama seseorang ." terang Wira yang pernah mengalami hal serupa.


"aku sangat khawatir dengan psikologinya..." seru Alberto .


"hisssh ,,,kau tidak percaya dengan putramu? dia akan terus seperti itu selama dia menyembunyikan perasaannya ." ketus Wira .


"haloooo... bisa tidak kalian berhenti !!! lebih baik kalian kembali ke kamar kalian,aku ingin menunggu ibuku disini,jika ibuku pulang dan mendengar kalian cerewet seperti ini bisa bisa kalian di bungkam." seru Arrasy menyaksikan keduanya.


"benar juga,,,lebih baik aku mandi dan tidur dari pada ibumu marah." gumam Wira seraya pergi ke kamarnya.


"Arras ... katakan kenapa kalian takut pada Asyera ?." tanya Alberto .


"kami tidak takut,tapi kami menghormatinya." jelas Arrasy.


"tidak percaya ..." ejek Alberto .


"pergilah tidur,,,atau aku akan mengadukan pada ibuku!!!." seru Arrasy keras.


Alberto yang mendengar sedikit berlari ke kamarnya, setelah berada di kamar dia tertawa lirih mengingat sikapnya tadi.


Jam tujuh pagi mereka semua keluar dari kamar masing masing.

__ADS_1


Asyera baru pulang jam enam pagi ini dan menyiapkan sarapan.


"apa yang ibu buat untuk kami?." tanya Arrasy yang mendapati ibunya sibuk di dapur.


"paella... oem tolong bagikan susu dimeja ya nak..." Asyera hampir selesai.


"sayang..... baunya enak,,," seru Wira dari meja makan.


"hmmm sabarlah ..." balas Asyera.


"ibu masak paella yah...buat calon mantu." lirih Arrasy pada ayahnya.


"kau jangan begitu... kau harus belajar menghormatinya." balas Wira .


"aku menghormatinya... tapi dia harus melampaui ku." Arrasy tertawa kecil.


"pagi..." sapa Alberto .


"pagi..." Oscar mengekor.


Mereka berempat telah mengambil duduk masing masing dan Asyera membawa masakannya ke meja.


" paella...sudah lama aku tidak makan ini." binar Alberto .


"ya,,,makanlah yang banyak." sahut Asyera.


Mereka mulai makan.


Oscar tanpa sadar tersenyum disaat makan, terkadang dia berhenti sesaat seolah tidak fokus beberapa saat dia mengusap wajahnya dan tersenyum lebar.


"apa sekarang dia gila setelah menerima banyak pukulan..." batin Arrasy yang memperhatikan Oscar .


Alberto yang mendapati Arrasy menatap Oscar langsung melihat Oscar .


"apa yang kau lakukan...makanlah dengan benar." ucap Alberto pada Oscar .


Wira dan Asyera saling memandang setelah melihat yang dilakukan Oscar .


"mmmmm Oscar ... apa kau sedang senang???." tanya Wira .


"mmmmm." ambigu Oscar .


"hufffh jika dia disini ,,, dia tidak akan menyukainyamu..." Asyera menyela.


"aku tidak perduli dengannya, aku hanya respek pada wanitaku." balas Oscar .


"Yaaaaa aku sedang membicarakan wanitamu,,,gadis polos yang murah senyum, iyakan..." sambung Asyera.


"buuu mungkin dia pikir kita tidak mengenal wanitanya...." timpal Arrasy.


"kenapa,,,dia memang aneh tapi tak seaneh kalian." balas Oscar .


Mendengar Oscar ,Wira tertawa terbahak bahak.


"kau bilang wanitamu tapi kau tidak mengenalnya...dia lebih aneh dari kami..." timpal Wira .


"keanehannya masih wajar tidak seperti kalian." seru Oscar emosi dan Alberto memegang tangannya.


"tenanglah... mereka tidak bermaksud seperti itu,,,mungkin memang ada hal yang tidak kita tau." Alberto menenangkan.


Oscar melanjutkan makannya.


"Alberto ... kau mengenalku,kau juga sudah bertemu wanitanya,,,jika kau mengingat sesuatu ku harap kau tidak terkejut dan biarkan putramu sendiri." tegas Asyera tiba tiba.


Alberto hanya diam dan mencerna ucapan Asyera.

__ADS_1


Sarapan pagi itupun selesai,


Arrasy membersihkan semua.


"Alberto ,kami akan kembali ke Madrid hari ini ,,, aku akan membawa serta Oscar ." Wira memutuskan.


"bisakah kami kesana bersama?." Alberto belum rela.


"hishhh kalau mafia itu melacak kalian,setidaknya hanya kau yang terlacak," tawa Wira setelahnya.


"sampai kalian tiba,Oscar akan berada di yayasan." jelas Asyera.


tuttttt tutttt terdengar dering ponsel.


Alberto mengangkat telfon.


Alberto : Yaaa


Julli : Alberto ,kalian dimana???


Alberto : di tempat aman


Julli : syukurlah , rumah mu ini seperti kapal pecah,,,apa yang terjadi ???


Alberto : mafia itu menemukan kami


Julli : sebenarnya apa yang mereka mau?! bagaimana Oscar ? ini benar benar membuat ku gila,,, aku kemari untuk mengajaknya jalan jalan tapi rumahmu seperti ini.


Alberto : Dia sudah membaik


Julli : apa maksudmu dengan membaik hahhh?! apa yang terjadi padanya?!


Alberto : Julli...dia hanya kelelahan dan dokter sudah memeriksanya .


Julli : aku akan kesana,berikan alamatnya...


Alberto : tidak sekarang,lebih baik kita bertemu di Indonesia ,bantu aku tinggal di sana.


Julli : apa kau serius ???


Alberto : ya. Dan aku juga ingin menanyakan banyak hal .


Julli : Oscar ?


Alberto : tidak,ini tentang yang lain. Oscar tidak akan ikut karena dia memilih menyelesaikan urusannya.


Ingat pergilah dari rumahku sekarang juga dan jangan bilang ke siapapun yang bertanya jika kau mengenalku.


Julli : baiklah, aku akan menyiapkannya untukmu.


Telepon berakhir .


"Julli berada di London ?." tanya Asyera.


"iya,dia berangkat bersama Oscar waktu itu." jelas Alberto.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu.


"siapa..." seru Arrasy yang keluar dari dapur menuju pintu untuk membukanya.


"oh kau rupanya,masuklah..." Arrasy mempersilakan .


Sasha dan keluarga kecilnya masuk kedalam di ekori Arrasy.


"kau datang..." Alberto menoleh .

__ADS_1


"ya,kita memutuskan bersamamu ." jelas Sasha .


"terimakasih ..." tulus Alberto .


__ADS_2