
Di kos kosan Orchid bersenda gurau dengan teman temannya di ruang tv. Orchid sesekali melirik ponselnya yang diletakkannya di meja sebrang tempat duduknya berharap Niko mengabarinya .
Orchid dan teman temannya berencana Minggu depan akan berkunjung ke rumah April yang berada di pinggir kota. Minggu depan tunangan April yang akan menjemput mereka.
Ya ... tunangan April seorang suplaiyer hasil pertanian untuk market market besar di kota.
Orchid pernah dikenalkan juga waktu tidak sengaja bertemu di parkiran market terbesar kota SL.
Senja telah menghilang Orchid pamit pulang. Dengan hati yang resah Orchid menyusuri jalanan.
Dari arah sebrang ada motor yang tiba tiba berhenti mengagetkannya.
Dialah Satria yang mengenali Orchid dari kejauhan. Satria juga baru saja pulang dari rumah Merry .
" dari mana saja jam segini masih disini?." tanya Satria.
"dari kos temen ." jawab Orchid .
"kenapa jalan sambil melamun?dari tadi aku telfon gak diangkat?!." tanya Satria lagi.
"siapa yang melamun??! aku hanya tidak fokus saja,,!" jawab Orchid menyembunyikan kerisauannya .
"baiklah,,,wanita selalu benar,,,ayo aku antar pulang biar gak di lalerin mata cowok cowok jalanan." Satria memutar motornya.
__ADS_1
Orchid naik ke motor Satria tanpa bicara lagi. Sepanjang jalan itu mereka hanya diam. Keduanya sibuk dengan pemikirannya masing masing sampai di depan rumah Orchid .
"dah sampai nyonya besar." Satria bersuara lalu nyengir mematikan motornya.
"terimakasih Sat... mampir dulu gak?." ucap Orchid .
"lain kali aja, takutnya ada mata mata di sini."Satria nyengir kemudian menghidupkan motor dan pamit pulang.
Orchid masuk rumah masih dengan perasaannya yang tak karuan hari ini.
Satria dari kejauhan melihat motor Niko terparkir di luar gerbang rumahnya namun tidak melihat keberadaan Niko .
Satria memasuki halaman rumah dan matanya masih mencari cari keberadaan Niko .
"kemana tuh anak..." batin satria ngeloyor menuju kamarnya.
Ya Niko tiduran di sofa kamar Satria membelakangi pintu.
"woiiiii baru pulang?!!!!". sergah Niko.
"anjingggggg, bikin kaget aja...kenapa lampunya gak dinyalakan???!". sahut Satria yang sempat terkejut dan menyalakan lampu kamarnya.
"Sorry... gak maksud Sat." sambung Niko .
__ADS_1
"Tumben datang gak bilang bilang?." tanya Satria.
"Iya nih... cuma sehari saja besok pagi pagi langsung balik." jawab Niko .
"ada masalah? oi ya sorry tadi aku boncengin Anggrek hitam mu ." seloroh Satria nyengir melihat Niko yang mimiknya mulai berubah dan menatapnya tajam.
Niko percaya pada ketulusan Orchid tapi tidak dengan orang lain meski itu teman temannya sendiri.
"Jika cintaku sampai mau membonceng berarti itu demi kebaikannya." batin Niko meredam cemburunya .
Niko kembali rebahan di sofa pandangannya menerawang langit langit kamar Satria.
"bagaimana bisa Orlo ku memboncengmu? ." tanya Niko yang kemudian menutup matanya.
""Aku lihat dia di perjalanan pulang tadi,masih pakai seragam sekolah dan terlihat melamun." jelas Satria yang baru selesai berganti baju.
"melamun...apa dia ada masalah?." tanya Niko yang tiba tiba bangkit dari tidurannya.
Satria hanya mengangkat kedua bahunya lalu menyalakan i-phone nya dan rebahan di ranjangnya.
Tanpa pikir panjang Niko memakai jaketnya dan keluar dengan perasaan tak menentu.
Satria membiarkannya seperti biasa memang seperti itulah Niko jika menyangkut Anggrek hitam kesayangannya.
__ADS_1
Niko melajukan motornya ke rumah Orchid .
Walaupun lelah dia tetap khawatir dan ingin melihatnya setelah mendengar penjelasan Satria.