Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Perpisahan


__ADS_3

Niko dan mamanya berpelukan dan menangis seakan terpisah lama.


Piter menghampiri keduanya dan mengajaknya masuk kedalam.


Keduanya menghapus jejak air mata mereka lalu masuk kedalam bersama Piter .


Maxim dan Orchid masih berdiri trenyuh melihat pertemuan ibu dan anaknya.


Maxim memeluk adiknya dan berucap maaf,Niko mengangguk dalam pelukan kakaknya.


Niko melepas pelukannya dan berganti memeluk Orchid ,tangisnya pecah...pelukannya erat seakan tak ingin berpisah.


Orchid mengerti dan kemampuannya membuatnya tau apapun saat ini yang ada di pikiran Niko .


Semua hal yang tidak bisa diungkap Niko saat ini membuat Orchid menangis,rasanya sangat sakit menahan perasaan.


Semua duduk dan Niko duduk bersama Orchid ,masih memegang tangan Orchid dengan mata sembabnya.


Piter meminta maaf pada putranya atas situasinya saat ini.


Lucy menangis mendengar permintaan maaf Piter,seakan masa lalu berputar di ingatannya bagaimana dulu mereka dengan cinta mereka lari dari sang kakek yang terus mencari mereka,tidak ada hari tanpa rasa takut...takut apabila mereka dipisahkan,namun justru sekarang dipisahkan dari putra bungsunya.


Lucy merasakan apa yang dulu dirasakan sang kakek .Tangisnya pecah kembali dan bersujud di hadapan Niko meminta maaf.


Niko membangunkan mamanya,karena tidak pantas seorang ibu bersujud meminta maaf pada putranya atas kesalahan orang lain.


Dalam hal ini sebenarnya Niko tersinggung seakan mamanya menyesali cintanya yang bagi Niko berarti mamanya juga menyesali kehadirannya.


Yang di lakukan mamanya membuatnya bertekad membuat kedua orang tuanya tetap menegakkan wajah di keluarga besarnya ,dia tahu setelah kemarin pasti akan muncul terang terangan musuh dalam keluarga besar.

__ADS_1


"aku ingin satu hal dari kalian,,,setelah ini tetaplah bertahan sampai aku menjadi kuat." pinta Niko menatap keluarganya satu persatu.


"aku tau maksudmu, aku akan bertahan tanpa bantuan mereka." janji Piter .


"aku akan membantu papa, kami akan menjalani bersama meski kedepan akan sangat sulit." timpal Maxim .


"aku percaya pada kakak, dan aku mohon mama jangan lagi menundukkan wajahmu dihadapan mereka ,pengorbananmu kali ini harus membuatmu kuat dari mereka." pinta Niko .


Kemudian Niko menggandeng Orchid ke balkon.Dia hanya ingin berdua saja bicara berdua saja.


Keduanya duduk di kursi balkon.


Kesunyian berseling suara pesawat terbang. Lima , sepuluh ,lima belas menit...


"katakan,,,apa yang kau inginkan." tatap Niko.


"aku hanya ingin kau menjalani hidup dengan bahagia." jawab Orchid .


"kita tidak tau apa yang akan terjadi dimasa depan, setidaknya kau menjalani apa yang telah takdir tetapkan ,jangan takut dengan masa depan." terang Orchid mengusap wajah Niko .


"tapi ini akan menyiksaku, kau tau aku tidak bisa tanpamu." Niko menutup mata dan memegang jemari Orchid agar tetap berada diwajahnya.


" cinta kita terlalu besar,,,hingga tuhanpun cemburu. Dan ini adalah hukuman kita...seharusnya kita mencintai Tuhan lebih dari apapun, cinta kita terlalu angkuh dihadapan Tuhan ." air mata Orchid mengalir tanpa bisa di tahan lagi.


"cinta ini anugerahNya ,lalu bagaimana membuatnya cemburu ,sedang Dia mengajarkan kasih." Niko menghapus air mata Orchid .


" kasih yang diajarkannya untuk seluruh semesta dan isinya, ini bukan sekedar kecemburuan tapi ini juga bentuk kasih tuhan pada kita, mungkin inilah caranya mengajari kita tentang cinta kasih yang sesungguhnya,,,apakah kita pantas atau sekedar ego." terang Orchid memaknai cinta.


"aku tidak bisa bersikap sepertimu , tapi aku akan berusaha mengikutimu .Berjanjilah apapun yang terjadi kelak kau akan tetap menemuiku kapanpun aku mau menemuimu." pinta Niko .

__ADS_1


"aku pasti menemuimu kapanpun kau mau ,apapun yang terjadi. Dan aku ingin mengingatmu dengan wajah tersenyum ,,,kebahagiaan diujung waktu ,tiga jam lagi kak Frans akan menjemputku" terang Orchid .


Keduanya masuk kembali keruangan dan bergabung bersama yang lain.


"sebelum aku terbang aku tidak ingin ada kesedihan lagi, bisakah kita hanya membuat tawa saja." pinta Niko pada semua.


Semua mengangguk setuju.


Mereka bercanda tawa mengenang dan bercerita hal yang sudah dilewati bersama meski hati mereka sangat sedih.


Canda tawa mereka tak luput dari penglihatan sang kakek yang tadinya tersenyum menjadi kesal .


Memantau mereka dari cctv ternyata hal buruk untuknya,karena tidak sesuai harapan .


Tidak terasa tiga jam terlewati, ponsel Orchid pun berdering.


Frans bersama pengawal papanya sudah berada di sebrang jalan mengikuti GPS ponsel Orchid .


Orchid berpamitan tak bisa mengantar Niko pergi .


Mereka berpelukan dan berterimakasih .


Niko terus mencoba tersenyum seperti permintaan Orchid .


"jangan bersedih, kau harus bahagia ... jika kau menyerah kau kalah, pengorbananmu pun sia sia. Tersenyumlah ..." bisik Orchid dalam pelukan Niko .


"aku juga ingin kau bahagia... kita sama menderitanya tapi aku tau kau lebih kuat dariku,sekarang aku juga ingin menjadi sekuat dirimu,,, jangan meredup..." kemudian Niko mengecup kening Orchid .


Mereka berpisah di rumah sang kakek.

__ADS_1


Keluarganya akan mengantarnya ke bandara malam ini,sedang Orchid pulang bersama Frans sore itu ke rumah Prabu.


__ADS_2