Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Gani sebenarnya


__ADS_3

Subuh itu Arrasy keluar lari pagi untuk menghilangkan pikiran pikiran negatif yang menjangkitinya semalam.


Dia berlari menyusuri trotoar menuju sungai untuk mengelilingi hutan di tepi kota.


Sangat sepi, hanya sesekali mobil melintas di sebrang jalan yang terpisah sungai dengannya.


Arrasy hendak memasuki area hutan,namun tak di sengaja dia melihat seseorang sedang melakukan gerakan beladiri dengan target pohon yang ada di depannya.


Arrasy mengatur nafasnya dan mendekat perlahan penuh kehati hatian mengingat di tanah pasti banyak ranting kering.


Setelah menemukan tempat yang tepat,Arrasy mengamatinya dengan jelas.


Seorang pria dewasa tengah telanjang dada di hutan berlatih beladiri.


Arrasy terkejut melihat tanda menyala di lengan kiri pria itu,dan tak kalah mengejutkan ,,,wajah pria itu di kenalinya yaitu Gani .


"Instingku tidak pernah salah,,,siapa kau sebenarnya..." batin Arrasy.


Arrasy segera mengambil jalan lain dan melanjutkan lari paginya di dalam hutan.


Gani yang mendengar derap langkah orang juga segera menghentikan kegiatannya dan waspada.


Dirasa aman ,Gani memilih kembali ke apartemennya.


Jam delapan pagi Gani bersiap pergi ke kampus.


Arrasy berpapasan dengan Exxa di luar apartemen.


"kakak mau kemana?." tanya Arrasy.


"ke kampus." singkat Exxa.


"aku akan menyusul nanti." balas Arrasy yang mengerti maksud Exxa.


Exxa melanjutkan langkahnya menuju kampus sementara Arrasy masuk ke apartemen.


Gani menunggu Exxa di luar kampus dengan semangat dan senyum, tak lupa angan yang melayang ntah kemana.


"cepatlah,,, aku ada kelas..." seru Gani melihat Exxa.


Ganipun berbalik masuk ke kampus.


Exxa jengah melihatnya dan berfikir untuk menyelesaikan semua hari ini.


"tunggu ..." seru Exxa berlari pada Gani .


Gani tidak menghiraukan Exxa dan terus berjalan. Exxa mensejajarkan diri dan mulai bicara.


"aku akan menyelesaikan masalah ini hanya sampai hari ,setelah itu kita tidak ada masalah lagi dan kau bisa menikmati hidupmu begitu juga aku dengan hidupku sendiri." terang Exxa.


"disini aku yang di rugikan,jadi aku yang menentukan kapan ini selesai." datar Gani .


"tidak bisa seperti itu,memangnya kau rugi apa waktu itu..." Exxa mulai negosiasi.


"meski cuma dua hari kau telah membuatku rugi seumur hidup,jadi kau harus memperbaikinya seumur hidupmu." tukas Gani .


"kau cari masalah denganku..." seru Exxa tidak terima.


"kau yang cari masalah ." datar Gani .


"jika kau rugi,berikan rinciannya...aku akan menggantinya." Exxa berusaha.


"baiklah,,,selama ini tidak ada yang mengalahkan ku dan kau mengalahkanku diluar pertarungan di hadapan banyak orang itupun dengan statusku sebagai dosen. ..." terang Gani belum selesai.


"tidak pernah kalah tapi kemarin dihajar ." gumam Exxa.


"itu karena aku tidak fokus..." kilah Gani.


"kalah ya kalah saja tidak perlu alasan." ejek Exxa.


"tidak apa apa kalah yang penting sekarang kau bersamaku,menemaniku." balas Gani dengan senyum kemenangan membuat Exxa frustasi .


Mereka masuk kelas,Exxa duduk di belakang Gani. Exxa merasa tidak ada keperluan selain menemani Gani .


"siapa yang menyuruhmu duduk disitu?" tatap Gani.


"dimana..." Exxa kesal.


"disini ,di sampingku." pinta Gani,Exxa pun pindah ke samping Gani.


Gani senang Exxa melakukannya tanpa protes.


Hatinya benar benar sangat senang mendapati wanita yang dicarinya berada di dekatnya tanpa jarak.


Disela sela mendengarkan dosen ,Gani mencuri pandang pada Exxa, sedang Exxa acuh duduk menutup mata.


⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩


Di apartemen Arrasy yang selesai membersihkan diri menyiapkan sarapan kemudian menghubungi ayahnya.


Dia ingin bicara dengan ibunya mengenai Gani .


Arrasy : assalamualaikum ...


Wira : wa'allaikum salam,ada apa?


Arrasy : ayah,aku ingin bicara dengan ibu...


Wira : tumben mau bicara dengan ibumu lewat telfon .


Arrasy : iya...


Asyera : assallamuallaikum


Arrasy : wa'allaikum sallam


Asyera : kenapa sayang?


Arrasy : ibu gak sibukkan?


Asyera : gak...hanya melatih Oscar


Arrasy : aku ingin bertanya sesuatu...


Asyera : apa


Arrasy : apa ada orang orang di luar keturunan Illiyin selain pelindung yang memiliki tato hidup / segel yang mirip dengan milik kita?


Asyera : ada dan sulit di temukan karena mereka memilih menyeberangi dimensi ,kenapa sayang?


Arrasy : pagi ini aku melihat seseorang yang baru kami kenal, dia memiliki segel mirip dengan kita yang berada di ring of fire ,tapi hanya satu api itupun di sebelah kiri.


Asyera : mungkin dia salah satu dari mereka penduduk asli yang pernah berjuang bersama illiyin.


Arrasy : tidak bahayakan bu... karena kakak sedang bersamanya sekarang.


Asyera : tidak bahaya hanya saja...


Arrasy : hanya saja apa bu...


Asyera : mereka orang yang tidak mudah dimanipulasi,sebab itu illiyin memberi segel sebagai penghormatan atas kerja sama mereka. Yang penting jaga kepercayaan mereka sekali kebaikan mereka di salah gunakan mereka tidak akan melepasnya.


Arrasy : berarti kakak dalam bahaya...


Asyera : memangnya apa yang Exxa lakukan pada orang itu...


Arrasy : aku juga tidak tau bu, kakak tidak mengatakan apapun, maaf bu aku harus menyusul kakak. Assalamualaikum .


Asyera : wa'allaikum sallam

__ADS_1


Arrasy segera mengambil jaket dan menyusul Exxa.


Saat ini Gani dan Exxa berada di belakang kampus.


"bagaimana jika kita selesaikan ini dengan cepat..." Exxa memulai percakapan.


"maksudmu ... apa kau ingin lari dari ku?." tanya Gani .


"aku tidak akan lari,hanya mempermudah dan menyelesaikannya,aku masih banyak urusan tidak bisa membuang waktu seperti ini." terang Exxa.


"katakan...jika bagus untukku akan kita lakukan." senyum Gani tanpa melihat Exxa.


"bagaimana jika melakukan pertarungan...kau bilang tidak pernah kalahkan hingga menuntutku seperti ini..." jelas Exxa.


"aku tidak ingin bertarung dengan wanita,menang atau kalah bukankah aku akan terlihat bodoh..." tukas Gani .


"tidak akan ada yang menyaksikan pertarungan kita." Exxa terus memberi opsi.


"tidak,itu lebih menguntungkan mu dan merugikanku ." jelas Gani .


"apa kau takut kalah bertarung denganku?." pancing Exxa.


"tidak,hanya memalukan,,,apalagi tanpa saksi yang tidak berkepentingan dan bisa menjaga rahasia." terang Gani .


"aku tidak mau tau,kita bertarung malam ini untuk menyelesaikan masalah ini." tegas Exxa.


"tidak." Gani tak kalah tegas.


"adikku akan menjadi saksi pertarungan kita,dia bisa dipercaya ,kau sendiri juga tau bagaimana adikku menanggapi masalah ini." Exxa terus mendesak.


Tanpa basa basi Gani berjalan mendekati Exxa, Exxa sendiri waspada mengingat Gani di hadapannya berbeda dengan Gani yang di kerjainya di Indonesia dulu.


Gani membalas apa yang dilakukan Exxa dulu, menciumnya tanpa ragu.


"berikan lokasinya nanti malam aku akan datang,lebih cepat lebih baik untuk kita." tatap Gani sebelum meninggalkan Exxa sendirian di tempat itu.


Exxa masih terkejut dengan kelakuan Gani ,rasanya tubuhnya lemas tak bertenaga,tatapannya kosong,kini tubuhnya terduduk .


"kakak,,, kakak,,," Arrasy menemukan Exxa yang terlihat rapuh. Arrasy berlari mendekat takut terjadi sesuatu mengingat kakaknya memiliki trauma.


"kakak...kakak sadarlah ...kakak...jangan takut aku disini ,kita pulang sekarang." Arrasy memeluk Exxa yang masih terpaku di tempatnya,mengusap punggungnya penuh kasih sayang berharap kakaknya segera tersadar.


Limabelas menit berlalu, Exxa tersadar dan mengambil nafas panjang dan membuangnya.


Dibantu Arrasy Exxa berdiri.


"kita pulang saja..." pinta Arrasy.


Exxa berjalan berdampingan dengan Arrasy meninggalkan kampus.


Gani yang meninggalkannya berniat mengajaknya kembali menemaninya seperti kesepakatan awal ,mengurungkan niat melihat ada Arrasy bersama Exxa.


Gani hanya memperhatikan keduanya hingga mereka pergi.


"apakah lukamu sangat dalam hingga kau seperti itu." batin Gani.


Setelah kepergian Exxa ,Gani kembali ke kelasnya.


Setelah sampai di apartemen,Arrasy menyiapkan air dan obat lalu memberikan pada Exxa.


"kakak tidur saja,aku akan membantu kakak menyelesaikan masalah kakak dengan Gani." jelas Arrasy.


Exxa tidak menanggapi adiknya dan langsung pergi tidur ke kamarnya.


Setelah yakin kakaknya tidur,Arrasy segera kembali ke kampus mencari Gani .


Gani yang hendak keluar kampus di hadang Arrasy.


"Gani ... aku akan menggantikan kakak ku." tegas Arrasy.


"tidak perlu ... " santai Gani .


"mau tidak mau aku akan menggantikan kakak ku." Arrasy bersih keras.


"ya,,," respon Arrasy.


" kalau begitu aku tidak akan melarangmu lagi,,,pergilah pakai dress terbaik temani aku keliling Madrid ." Gani berbalik dan tersenyum.


Arrasy terpaku di tempatnya masih mencerna perkataan Gani .


"aku tidak segila itu juga..." gumam Arrasy menyusul Gani .


" Gani ,kau tidak bisa seperti itu..." Arrasy mengeluh.


"kau sendiri yang ingin menggantikan Exxa,lantas apa ada yang salah dengan ku???." kilah Gani .


"tapi tidak perlu memakai dress..." Arrasy masih protes.


"tidak perlu...tidak perlu menggantikan Exxa untuk menemaniku,,,Exxa sudah mengubahnya ." terang Gani .


"maksudnya???." Arrasy tidak mengerti.


"kakakmu mencoba lari dariku dengan mengubah keinginanku menjadi keinginannya dan aku menyetujuinya." kembali Gani memberitahu.


"katakan apa itu,,,aku tau tidak mungkin kau menyetujuinya begitu saja,kau tidak akan melepas orang yang mengusikmu." Arrasy mencoba memproteksi kakaknya.


"kau tanyakan saja padanya,aku sudah menolaknya tapi dia keras kepala ,tidak ada penolakan." papar Gani .


"itu tidak berlaku tanpa persetujuanku,karena saat ini kakakku tanggung jawabku ." sarkas Arrasy.


Gani berhenti dan menghela nafas.


"sebenarnya aku ingin Exxa berada di sisiku meski terpaksa tapi,jika Exxa sendiri menawarkan jalan mudah untuk tetap disisiku tanpa paksaan tentu aku tidak akan menolaknya." Gani tersenyum penuh kemenangan dan pergi meninggalkan Arrasy.


"kakak,kenapa kau selalu bermain main...bahkan kali ini kau tidak tau siapa yang kau hadapi." gumam kesal Arrasy.


Arrasy memutuskan pulang daripada menemani Gani dengan dress wanita.sungguh memalukan.


Sampai di apartemen,Exxa masih tidur,tak banyak yang bisa di lakukan Arrasy pada masalah Gani dan Exxa.


Untuk menyelesaikan pekerjaannya pun Arrasy tidak bisa,pikirannya selalu was was.


"semoga yang terjadi kedepan adalah yang terbaik untuk kakak." gumam Gani menunggui kakaknya dikamar.


Hari sudah petang,Arrasy menyiapkan makan.


Exxa terbangun dari tidurnya segera membersihkan diri.


Malam yang sunyi dengan hati yang berdebar ,detak jantung yang tak beraturan meraba apa yang akan terjadi kedepan.


Jam sembilan malam Exxa mengirim pesan pada Gani untuk bertarung di hutan Sierra .


"Arras,ikutlah denganku." pinta Exxa.


"kemana malam malam begini ?." tanya Arrasy masih menonton berita.


"cepatlah,,," ajak Exxa.


Gani sudah menunggu ditempat yang dijanjikan karena lebih dekat jarak dari apartemen sewaannya.


Lima belas menit jalan cepat Exxa dan Arrasy sampai di Sierra ,terlihat Gani menunggu .


"apa yang akan kakak lakukan?!." tanya Arrasy.


"aku akan bertarung dengannya untuk menyelesaikan masalah diantara kami." jelas Exxa .


" jangan gegabah kak... kau tidak bisa mengukur kekuatan dia sesungguhnya." Arrasy mencoba mencegah.


"ini seperti melawan musuh musuh kita di lapangan, kita tidak tau seberapa besar kekuatan musuh." jelas Exxa.

__ADS_1


Gani masih menunggu Exxa dan Arrasy selesai bicara.


"kakak , dia berbeda...kakak tidak tau siapa dia..." Arrasy mencoba menghentikan.


"memangnya siapa dia dan kenapa aku harus berhenti sampai disini..." Exxa masih kekeh.


"dia bukan orang biasa,dia bisa hidup di dimensi lain seperti kita, kemungkinan dia memiliki kesamaan dengan kita." jelas Arrasy.


"aku pernah membaca ada orang orang seperti itu tapi mereka memilih hidup di dimensi lain dan tidak pernah ada yang kembali, jadi diamlah dan jadilah orang yang obyektif menyaksikan pertarungan ini." tegas Exxa.


Arrasy tidak bisa lagi mencegah dan berharap yang terbaik terjadi untuk kakaknya.


"kita mulai saja pertarungan ini." ajak Exxa pada Gani.


"sudah selesai diskusinya?." santai Gani .


"cepatlah,agar semua juga cepat selesai." pinta Exxa.


"tapi apa yang aku dapat dari pertarungan ini jika aku menang?." tanya Gani .


"jika kau menang aku berjanji akan melanjutkan mengganti kerugianmu dengan menemanimu, tapi jika aku yang menang aku ingin masalah ini selesai sampai disini." terang Exxa.


"tapi aku tidak ingin di temani,,,jika aku menang kau harus menikahi ku disisiku selamanya." angkuh Gani.


"pria yang sombong ,tak tau malu minta dinikahi,tapi nyalinya besar juga." batin Exxa.


"jika kau menyetujuinya kita mulai,dan adikmu akan menjadi saksi pertarungan juga janji yang kita sepakati,bagaimana?." Gani terus membuat perangkap untuk Exxa.


"Arras,kau dengar aku menyetujuinya jadilah obyektif." seru Exxa pada Arrasy.


Gani tersenyum mendengarnya karena Exxa telah masuk perangkapnya karena egonya yang tinggi.


Arrasy hanya bisa menuruti.


Pertarungan Exxa dan Gani pun dimulai.


Gani ingin segera memenangkan pertarungan jadi dia memutuskan tidak bermain main.


Mempertimbangkan perkataan Arrasy,Exxa memutuskan tidak menahan kekuatannya.


"ini benar benar gila,kecepatan mereka seimbang..."


"aku harus obyektif,aku tidak bisa membatu kakakku."


Satu jam berlalu,keduanya masih bertarung bahkan area pertarungan semakin luas.


Arrasy yang mengamati pertarungan itu sesekali mendengus kesal, terkadang mengepalkan tangan juga menahan nafas ketika Gani melakukan serangan pada kakaknya.


Dua jam terlewati , pertahanan keduanya juga mulai melemah.


"Arras benar,dia bukan orang biasa bisa bertahan sejauh ini." batin Exxa.


"wanita yang pantas disisiku,aku harus mendapatkannya.menakhlukkan dia sepenuhnya." batin Gani .


Keduanya kembali berterung dan kini menggunakan energi dari segel masing masing.


"gak main game tapi serasa berada dalam game langsung."


"mereka sangat cocok ,pasti seru jika jadi suami istri dan Gani pantas bersama kakak."


"jika dia memenangkan pertarungan ini aku akan mendukungnya,dia bisa melindungi kakakku dengan kekuatan sebaik ini."


Arrasy terus mengamati ,yang tadinya khawatir kakaknya kenapa napa justru kini tersenyum sendiri.


Exxa yang melihat Arrasy pun menyadari senyum itu.


"apa yang membuatnya senang ..." batin Exxa.


Semakin kesini Arrasy semakin sering tersenyum.


Exxa kesal mendapati adiknya tersenyum disaat dia berusaha keras mengalahkan Gani .


Kekesalannya membuatnya tidak fokus hingga membuatnya lengah.


Gani yang mendapat kesempatan tak menyia nyiakan langsung memberondong Exxa dengan pukulan jarak jauh dengan tangan kirinya.


Exxa kualahan menerima serangan langsung bertubi tubi membuat emosinya tidak terkontrol .


Exxa tidak bisa lagi bertahan dan...


Gani mengunci kedua lengan Exxa dengan tangan kirinya.


"kau kalah..." bisik Gani di telinga Exxa.


Exxa mencoba melepaskan diri,namun justru membuat Gani memiliki ide nakal.


Serta merta Gani melepas kunciannya,memutar tubuh Exxa menghadapnya ,tangannya beralih memeluk erat pinggang Exxa.


"lepas..." seru Exxa berusaha .


"jangan bergerak atau kau ..." tatap Gani


"kakak ,kau kalah." seru Arrasy membuat Exxa berhenti bergerak dan menoleh padanya.


"kau dengar... adikmu mengatakan kau kalah." senang Gani .


"tidak ... kau curang,,,"teriak Exxa pada Gani namun Gani tidak menanggapi.


"dan kau...kenapa kau mengganggu pertarungan ku." seru Exxa pada Arrasy.


"kakak aku harus obyektif seperti permintaan kakak dan aku tidak mengganggu kakak bertarung,sedari tadi aku diam di sini." Arrasy membela diri.


"lepaskan." seru Exxa yang tersadar masih di peluk Gani.


"aku akan lepaskan jika kau mengakui kekalahanmu dan menepati janji." tegas Gani .


"iya aku kalah..." seru Exxa ,Gani pun melepaskannya.


"Gani ,selamat kau bisa mengalahkan ratu cuek di keluargaku ." Arrasy mendekat mengakui kemenangan Gani .


Gani hanya tersenyum ,hatinya sungguh senang bisa memenangkan pertarungan ,satu langkah lebih dekat mendapatkan hati wanita impiannya.


"aku memang kalah,tapi aku tidak janji bisa menyanggupi perjanjian kita." Exxa pergi meninggalkan Sierra dengan cepat.


Gani tertegun mendengar ucapan Exxa,hati yang tadinya senang mendadak hampa dan Arrasy menyadari perubahan drastis itu.


"tenanglah,jangan hiraukan ucapannya... kakakku tidak akan bisa berbuat apa apa jika aku memberitahukan ini pada ayah ibuku." Arrasy meyakinkan.


"bagaimana jika dia lari lagi dariku..." Gani mencari keyakinan hatinya.


"huffff jangan lesu seperti itu,kami keluarga Wira Nala tidak pernah lari dari janji. Apalagi jika ibuku tau,tidak ada yang bisa lari darinya..." Arrasy kembali meyakinkan.


"aku pegang ucapanmu." tegas Gani kemudian mengenakan jaket yang tadi dilepas sebelum bertarung.


"siapa kau sebenarnya? dan tanda di lengan kirimu itu sama dengan kami." Arrasy ingin tau jauh.


"apa... kalian juga memilikinya..."Gani terkejut.


"apa kau tidak melihat lengan kanan kakakku tadi ketika bertarung? tanda yang sama hanya jumlah api yang membedakan." terang Arrasy.


"ayahku bilang hanya keturunan murni yang memilikinya, kami keturunan penghuni asli di salah satu pulau di Indonesia ." jelas Gani.


"aku tau itu,penduduk asli sebelum tanah itu di jamah para manusia yang bermigrasi dan menyebar menjadi suku suku."jelas Arrasy.


"bagaimana kau tau itu?." heran Gani yang merasa tidak pernah ada yang mengetahui rahasia itu.


"kami keturunan illiyin ,,, ini keberuntungan kami bertemu dengan saudara terjauh kami ." terang Arrasy.


"illiyin ... jadi itu bukan dongeng..." Gani semakin terkejut.

__ADS_1


"lain kali aku akan menceritakan,aku harus pulang,dan tunggu kabar dariku aku akan mengatur pertemuanku dengan ayah ibuku." hangat Arrasy kemudian pergi meninggalkan Gani .


"ini benar benar kebetulan yang luar biasa...aku akan terus berusaha membuatmu suka rela berada di sisiku." gumam Gani ,kini dia sangat senang merasa tidak sendiri dengan rahasia semesta ini.


__ADS_2