
Selama tiga bulan belakangan, Asyera secara berkala sering menemui Oscar .
Oscar ingin cepat bertemu Wira namun dia juga memaklumi Asyera mengingat bahaya yang terjadi pada mamanya juga bisa menimpa Wira .
Hampir setiap malam Oscar terbangun dari tidurnya karena mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar sebelumnya.
Oscar tidak pernah bercerita pada Alberto maupun Mili. Suara yang membuatnya terbangun dan tidak ingin tidur lagi setelah mendengarnya.
Asyera selalu mengamati Oscar yang mulai menyadari keresahan yang tidak menyakitinya seakan ingin memberontak keluar.
Semenjak perusahaan papanya stabil dia tidak lagi membantu. Setiap hari dia hanya sibuk keluar rumah,entah apa yang di carinya.
Mili yang memperhatikan mulai menanyakan pada Oscar .
"hai... bagaimana kabarmu hari ini?." Mili menghampiri Oscar yang duduk melihat berita di televisi .
" aku baik Mili ... bagaimana denganmu? ." tanya balik Oscar .
"seperti biasa ... sibuk dengan kedua anak ku." kini Mili duduk di sebelah Oscar .
" apa kau benar benar baik baik saja...atau kau seperti ini karena gadis yang kau sukai?." selidik Mili. Oscar mengernyitkan alisnya mendengar pertanyaan Mili.
"tidak... dari mana kau tau aku menyukai seseorang?." Oscar heran.
"sebelum kau pergi ke Spanyol ,,,apa kau lupa bagaimana kau berteriak bahagia???." Mili menatap Oscar .
" hmmmm kau salah paham,waktu itu aku bahagia mendapat berita Asyera. Dan gadis itu...sudah lama aku tidak melihatnya." terang Oscar .
"ada apa ini... Mili ,apa dia merepotkan mu?." tanya Alberto yang tiba tiba datang menghampiri.
"aaaaa,,,tidak,tidak seperti itu." sangkal Mili .
" apaan sih paaaaa." malas Oscar .
"jadi,,,katakan ada apa???." ulang Alberto penasaran.
" tidak ada..... " malas Oscar meninggalkan keduanya .
" Mili ,,, kenapa anak itu?." Alberto duduk menikmati kopi yang baru saja di antar maid.
" kurasa ini tentang gadis itu,,,apa kau tidak memperhatikan tingkahnya belakangan?." Mili kekeh dengan prediksinya.
" aku kurang memperhatikannya, tapi beberapa kali aku melihatnya terjaga di malam hari." terang Alberto .
"kurasa dia merindukannya,,,apa kau tidak bisa membantunya?." terka Mili masih penasaran juga.
"gadis itu...spesial...jika dia menginginkannya dia harus mengejarnya sendiri, dia selalu menolak hatinya sendiri,jadi penting baginya mengejar cintanya mengenali dengan baik, kau tau sendiri betapa egonya tinggi." terang Alberto .
"dia sangat polos...jangan berharap lebih padanya soal cinta,dia lamban seperti Laura ." senyum Mili mengingat yang di sambut tawa oleh Alberto .
"kurasa kau benar...dia benar benar mirip Laura ,,,segalanya,,,meski dia lebih sering bersamaku." terawang Alberto .
"baiklah ,bergegaslah,,, aku akan menyelesaikan pekerjaanku." pamit Mili .
Alberto memilih ke ruang kerjanya.
Oscar di kamarnya rebahan mengingat lagi gadis manis yang beberapa bulan lalu di temuinya dirumah sepupunya.
Seketika matanya dan mata Orchid menyatu .
Terlihat layar hologram menampilkan beberapa orang dengan seragam ala militer melakukan perlawanan sengit.
"apa dia suka film action ??? ." batin Oscar .
"setidaknya dia tidak bersama anak laki laki itu." gumam Oscar .
"hmmmm kenapa kau sangat manis ketika tersenyum ... sangat imut ketika merajuk...sekarang kau membuatku merindukanmu...dimana kau...tidak bisakah aku melihatmu lagi...bukan pandanganmu saja." lirih Oscar mulai membenamkan wajahnya . (mulai menyiksa bantal 😁).
"aaaaaachhhhhhhh... " teriakan Oscar lepas begitu saja.
__ADS_1
Dia bangun dan mengacak menjambak rambutnya sendiri.
Ponselnya tiba tiba berdering.
Di sana tertera nama Ivan (putra Sasha & Mili ).
Oscar : ya...
Ivan : kak bisa tolong jemput aku?
Oscar : kau dimana?
Ivan : Manchester
Oscar : apa?!!!!!! apa yang kau lakukan disana ?
Ivan : kak tolong jangan bilang mama dan papaku,,aku akan ceritakan nanti.
Oscar : jangan matikan ponselmu ,aku akan kesana.
telfon terputus.
Oscar segera mengambil kunci mobil dan jaketnya ,tergesa gesa keluar mengejar waktu.
Senja membuatnya khawatir pada Ivan yang dianggap adiknya sendiri jauh dari London .
Oscar memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Oscar tau Ivan tidak pernah keluar London yang berarti ada yang tidak beres dengan Ivan saat ini.
Setelah menempuh jarak tiga jam Oscar memasuki Manchester mulai melacak Ivan .Tak berapa lama Oscar memasuki perumahan di pinggiran Manchester . Oscar turun dan mengetuk rumah yang menjadi titik lokasi Ivan .
Pintu di buka oleh Ivan sendiri,lalu terdengar seruan dari dalam rumah menyuruh mereka masuk.
Oscar mengikuti Ivan dengan waspada. Didalam rumah itu terdapat enam orang dewasa dan dua remaja dan tiga anak kecil.
Pria tua yang mengenalkan dirinya sebagai Grigor meminta Oscar bermalam dan pulang besok namun Oscar menolaknya karena baginya mereka adalah orang asing yang tidak dikenal sifatnya.
Oscar berpamitan kepada keluarga tersebut pulang membawa Ivan .
Sudah jam sepuluh malam,Oscar memacu mobilnya ke hotel terdekat untuk bermalam.
Setelah cek in mereka segera pergi ke kamar.
Cuaca dingin membuat Ivan memilih segera tidur begitu juga Oscar . Jam satu pagi Oscar terbangun mendengar kembali suara yang sering di dengarnya.
Tidak ingin Ivan terbangun diapun memutuskan keluar ,melangkahkan kaki menyusuri jalanan sepi .
Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Berjalan cukup jauh membuatnya lapar,setelah menemukan minimarket dia masuk untuk membeli cemilan .
Ketika membuka pintu market,samar samar Oscar mendengar kalimat yang selama beberapa bulan ini terdengar ditelinganya.
Oscar mengamati kasir dan beberapa pembeli di market itu.
Melangkahkan kaki ke rak chip kentang ,mengambil beberapa,di situ dia kembali mendengar kalimat itu lalu mencari siapa yang mengucapnya .Satu per satu orang orang disana diamatinya,sampai akhirnya dia mendapati mulut sang kasir seperti bergumam.
Setelah yakin dia kembali ke chip kentang yang di tinggalkan kemudian mengambil manggo jus barulah dia ke kasir.
Oscar : hai...
kasir : hai...
Oscar : boleh aku bertanya...
kasir : yaaa akan ku jawab jika aku tau
Oscar : aku mendengar kau mengucapkan sesuatu selama menunggu orang menghampirimu .
kasir : yaaaa, apa itu mengganggumu ?
Oscar : aaaa tidak ,tidak seperti itu
__ADS_1
kasir : semua $12
Oscar : apa yang tadi kau ucap selama menunggu ?
kasir : sholawat
Oscar : apa itu sholawat ?
kasir : doa pujian
Oscar : aku tidak mengerti
kasir : mmmm tunggu aku carikan.... aaaach ini...ini untukmu.
Kasir tersebut memberikan buku kecil pada Oscar .
Oscar berterimakasih kemudian keluar.
Rasa penasaran membuatnya melangkahkan kaki kembali ke hotel.
Ivan masih tidur dengan nyenyak,Oscar meletakkan yang dibelinya.
Tak sabar membaca buku pemberian kasir ,Oscar bersandar di tempat tidur dan mulai membaca buku itu.
Lembar demi lembar...
"Bagaimana aku tidak tau ada buku seperti ini.
Cinta pengikut pada pimpinannya dibalas dengan ribuan cinta oleh pimpinannya.
Bagaimana cinta seperti itu bisa bertahan sampai sekarang,bagaimana keyakinan bisa sekuat itu,apa ini...bagaimana hanya membaca kalimat itu bisa membuat airmataku keluar begitu saja. Siapa dia sebenarnya...
Sebuah nama yang membuat perasaanku tidak karuan,sebuah nama yang seakan aku sudah lama mengenalnya,,,tapi ini tidak mungkin. Bagaimana aku mengenali orang yang sudah lama mati."
Oscar semakin menangis menjadi jadi.
Di dalam dirinya membuncah rasa rindu yang mendalam terhadap seseorang yang baru saja dikenalnya melalui buku itu.
Menangis sesenggukan menahannya agar tidak bersuara keras.
Hatinya benar benar merasa bersalah tidak mengetahui siapa dia selama hidupnya ini.
Tanpa di sadarinya Ivan terbangun mendengar tangisnya yang menyesakkan.
Ivan diam saja ,tidak tau harus apa. Menjelang pagi itu keduanya terjaga dengan pikiran mereka masing masing.
Akhirnya Oscar tertidur , Ivan menyelimutinya setelah melihat Oscar tertidur.
Ivan mengambil buku yang ada didekat Oscar dan membacanya.
"Seperti milik mama,hanya berbeda bahasa." gumam Oscar .
Sinar matahari menyeruak masuk ke dalam kamar membuat Oscar terbangun. Oscar mencari Ivan yang tidak ada di tempat tidurnya.
"Ivan ,Ivan,Ivan ..." panggil Oscar beranjak dari tempat tidurnya.
Tak berapa lama Ivan masuk ke dalam kamar membawa sarapan untuk Oscar .
"kak...makanlah." Ivan meletakkan baki di tempat tidur Oscar .
"kenapa tidak membangunkan ku ?!" tanya Oscar menghampiri .
" kakak terlihat pulas,jadi aku turun sarapan sendiri karena lapar." balas Ivan .
"maaf merepotkan mu." Oscar mengusap kepala Ivan .
" kita berangkat setelah aku selesai,kamu mandilah." pinta Oscar .
Satu jam kemudian mereka meninggalkan hotel, mobil melaju ke London .
__ADS_1