
Sore itu Exxa mengajak Orchid berkeliling di rumah utama.
Memperkenalkan tiap ruangan , tiap divisi, juga orang orang yang berpapasan dengan mereka di lorong.
Exxa menjelaskan sejarah dari rumah utama juga fakta keluarga besar Illiyin (leluhur) dengan ke tujuh putranya dan mereka adalah keturunan salah satu putra Illiyin .
"kak...jika kakek Illiyin memiliki tujuh putra ,kenapa hanya ada lima orang yang di tuakan?." tanya Orchid serius.
"itu sudah takdir... putra pertama dan ke empat mengorbankan diri mereka agar yang lain tetap hidup untuk menjaga tanah negri ini sejak saat itu rumah utama yang berada tepat di jantung negri ini, diatas pulau kecil ini di sembunyikan keberadaannya. Tentunya dengan teknologi keluarga Illiyin ." terang Exxa.
"jadi kita berada di sebuah pulau ?." tanya Orchid lagi.
" pulau di atas pulau ... serangan iblis dari manapun akan terlihat oleh kita,sedang pulau diatas berfungsi sebagai perisai dan kamuflase." jelas Exxa.
" tunggu kak..." seru Orchid .
__ADS_1
Orchid sedikit berlari menyamai kakaknya yang berlari kecil meninggalkannya.
Kini mereka berada di sisi kiri rumah, dimana terdapat telaga yang luas di kelilingi berbagai tumbuhan yang tertanam rapi. Duduk di bebatuan tepi telaga.
"kak..." Orchid duduk di samping Exxa.
"apa..." Exxa memasukkan kakinya ke dalam air.
" apa putra pertama dan ke empat tidak memiliki keturunan?". Orchid masih penasaran.
" bagaimana dengan keturunan putra ke empat?." tanya Orchid lagi.
"mereka juga mendapat anugrah, kita dan mereka saling melengkapi , seperti darah dan oksigen menyatu menjaga jantung dan menjaga kesadaran otak." jelas Exxa pusing membuat perumpamaan untuk keduanya karena sudah menyatu tak bisa di bedakan.
"jika kita menjaga kepulauan apakah mereka juga?." kembali Orchid bertanya.
__ADS_1
"mereka menjaga daratan ya menurutku juga sulit...menjaga apinya air tetap aktif .Tidak mudah karena sedikit sekali manusia yang mengenali Tuhan sang pencipta , tanpa tuhan mustahil kita bisa menjaga airnya api kepulauan begitu juga mereka mustahil menjaga apinya air daratan ." senyum Exxa menengadah menutup mata menghirup udara telaga.
" apa..." Orchid belum selesai, dipotong Exxa.
" Jika ingin tau lebih banyak pergilah ke ruang memorial ,setiap dari kita yang tiada maupun yang hidup ingin menyimpan memori semua tersimpan di sana. Tidak ada rahasia dalam keluarga kita semua boleh mengaksesnya." terang Exxa.
" jadi kangen ayah..." Orchid beranjak dari duduknya.
"memori ayah tidak ada disana... ayah bukan keturunan Illiyin. meski ayah mendapat ijin keluar masuk rumah utama ayah memiliki keterbatasan sebagai pelindung dari manusia biasa." Exxa menjelaskan menatap Orchid yang menoleh karena tarikan tangan Exxa.
"aku tahu...aku bahkan tahu leluhur kita tidak berasal dari tanah ini." tatap Orchid .
"kita memang tidak dari tanah ini tapi kita lahir dan besar di sini juga menjaga tanah ini dengan jiwa raga kita itu lah yang membuat kita berhak menjadi orang di negri ini." bangga Exxa.
"kakak benar,,,siapapun kita,kita mencintai negri ini lebih dari tanah asal leluhur kita." senyum Orchid .
__ADS_1
"lebih baik kita kembali sebelum ibu memanggil kita." ajak Exxa di ekori Orchid .