
◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️◀️
Orchid kembali setelah menegur Oscar.
Hanya beberapa menit dia meninggalkan prajuritnya dalam pengawasan Letjen Dani tapi ketika kembali dia mendapati Letjen Dani sedang memberi arahan dan berteriak teriak dengan tiga walkie talkie bergantian hingga tak sadar akan kembalinya Orchid.
"tenanglah,,, sikapmu tidak memberi solusi mereka di medan perang. " suara Orchid mengagetkan.
"nyawa mereka dalam bahaya, bagaimana bisa aku tenang. " balas Letjen Dani.
"ada yang terluka?. " tanya Orchid.
"sejauh ini tidak ada, tapi mereka mengambil jalur ranjau, itu sangat beresiko. " khawatir Letjen Dani.
Orchid mengambil alih walkie talkie dan menanyakan keadaan mereka selagi mengamati diagram.
Orchid ingin mendengar dulu masing masing ketua tim dalam menghadapi situasi serangan udara yang menggiring mereka ke ladang ranjau.
"tim 1,tim 4,tim 5,keputusan kalian benar, lawan kalian lengah dengan membiarkan kalian di ladang ranjau. Sekarang gunakan meta ekologi untuk memetakan ranjau dan membawa tim kalian keluar ke jalur aman. " perintah Orchid.
Ketiga tim dimana masing masing terdapat satu prajurit yang sudah menguasai meta ekologi mulai beraksi.
Prajurit itulah kini yang memimpin timnya masing masing.
Orchid senang mendapati ketiga tim itu tidak ada perdebatan dalam memimpin untuk keselamatan tim.
Letjen Dani masih khawatir mengingat mereka yang terpilih diantara yang terpilih dari satuan masing masing.
Orchid menepuk pundak Letjen Dani berharap tidak khawatir dan percaya pada kemampuan prajuritnya.
Masih terlihat di diagram bagaimana pesawat pesawat musuh masih mengamati pergerakan mereka seolah ingin menyaksikan kematian yang berada di ladang ranjau.
Ketiga tim itu kini bergerak maju diantara ranjau mengikuti instruksi pemimpin saat ini.
Tim 4 sempat mengalami kendala karena jarak ranjau satu dan yang lain di tempat mereka tak beraturan dan terlalu dekat satu dan yang lain, sempat terjadi drama menegangkan, prajurit ditengah lengah menginjak ranjau.
Semua terkendali berkat kesabaran mereka dan kerjasama tim.
Memang beresiko melepas ranjau, untungnya mereka ingat membawa benda kecil yang dibagi Orchid bersama dengan peta, benda kecil itu senjata yang tergantung pemakainya.
Benda kecil berbentuk cakram yang mampu melumpuhkan sistem apapun.
Senjata yang telah Orchid pinjamkan pada pihak militer bersifat rahasia untuk dibuat duplikat minimal memiliki fungsi sama setidaknya 3 fungsi utama dan hanya di berikan pada prajurit khusus terahasia ini karena Orchid tidak bisa memberikan senjata itu tanpa pengawasannya, apa lagi itu milik keluarga .
"aku tidak pernah mendapat latihan seperti itu,,, apa yang mereka gunakan untuk menjinakkan ranjau?????. aku tidak bisa melihatnya... " gumam Letjen Dani.
"anggap itu kompensasi dariku, aku tidak melatih mereka cara menggunakan senjata itu hanya memperingatkan bahaya yang ditimbulkan dan mereka bisa menggunakannya. " papar Orchid.
"apa ini juga alasanmu memangkas latihan?. " tanya Letjen Dani.
"tidak juga, senjata yang mereka pegang bisa berfungsi maksimal menggunakan kekuatan pikiran sedang yang dibuat militer bersifat kendali medan arus dan magnet jadi harus diajarkan cara menggunakannya mereka sudah mengujinya tinggal di perbanyak. " terang Orchid.
"jadi hanya dengan menggunakan senjata mu kau bisa melumpuhkan suatu negara dalam sekejap?. " pikir Letjen Dani di setujui Orchid.
"komando... tim 6." transmisi tim 6.
"masuk komando. " Letjen Dani.
"ijin melumpuhkan lawan. " transmisi 6.
"di ijinkan zero korban. " perintah Orchid.
"tahan tembakan!. " seru Letjen Dani.
"kami tidak bisa keluar tanpa melumpuhkan burung. " transmisi 6.
Letjen Dani berpikir keras.
" di ijinkan zero korban. " balas Orchid .
"apa yang kau lakukan.... ini ilegal, jika mereka tau, maka akan berdampak pada negara kita!!!. " emosi Letjen Dani pada Orchid.
Semua transmisi mendengar dan melakukan apa yang di ijinkan setelah kurang dari 100m sebelum keluar ladang ranjau.
"mereka tau apa yang harus mereka lakukan,. " santai Orchid.
"mereka di tempat terbuka di ladang ranjau, mereka sasaran empuk.!!! " kesal Letjen Dani.
" musuh juga sasaran empuk di udara. " balas Orchid masih santai.
Letjend Dani ingin mendebat lagi namun terdengar transmisi musuh yang memutuskan kembali ke pangkalan atau mendarat darurat selagi mesin pesawat belum mati sepenuhnya.
HENING
"tim 6"
"bravo"
"tim 6"
Letjen Dani ingin tahu yang terjadi, tidak percaya dengan yang di dengar dan di lihat di diagram.
"bravo komandan"
"tim 6 keluar sarang"
Balas transmisi 6.
"apa yang terjadi? " tanya Letjen Dani.
"sesuai ijin"
"serangan zero korban"
Balas transmisi 6.
HENING
"keberuntungan berpihak pada kita" gumam Letjen Dani.
"tidak, itu berkat usaha mereka. " sahut Orchid.
"tidak mungkin" pesimis Letjen Dani.
"kau bisa mengkonfirmasi mereka setelah selesai. " senyum Orchid.
Mereka semua melalui hari ini dengan misi tanpa meninggalkan rutinitas mereka.
"Hai komando... pergilah tidur, aku akan mengawasi mereka. " tegur Orchid melihat Letjen Dani terlihat kusut dan lelah.
"aku yang seharusnya menyuruhmu tidur, aku lebih tua darimu. " sewot Letjen Dani.
"aku memang kecil, tapi urusan mata aku lebih baik darimu. " tukas Orchid.
Akhirnya Letjen Dani masuk ke dalam bilik tenda, dia ingin memejamkan matanya sebentar.
Hari hampir pagi, sebagian tim ada yang belum bergerak dan ada yang sudah bergerak pergi.
Orchid sibuk mengawasi dan mengisi kolom nilai mereka.
"apa kau sudah merasa enakan?. " tanya Orchid pada Letjen Dani yang baru saja keluar bilik.
"lumayan, istirahatlah .. aku akan menggantikan. " Letjen Dani membuat kopi.
"setelah kau duduk disini, aku akan pergi melakukan rutinitas ku. " tegas Orchid.
Akhirnya selama empat hari lima malam mereka tetap melakukan hal sama diselingi sedikit ke konyolon.
__ADS_1
Sejauh ini tim 3 masih memimpin berkat kepemimpinan ahli strategi darat juga ahli penyamaran.
"apa mereka berhasil mendapatkan bendera nya?. " tanya Letjen Dani yang baru saja selesai makan siang.
" sedikit lagi mereka sampai di markas hologram ku, sehari lebih awal,,, ini kemajuan. " papar Orchid yang masih mengawasi.
Tak lama mereka tiba di tempat tujuan, masing masing tim memakai caranya sendiri untuk menaklukkan benteng beserta militer hologram buatan Orchid.
Militer hologram di desain dan diprogram dengan memori rasa, gravitasi 4D , juga real efek.
Disini skill taktik tempur diuji, mereka sudah dua kali bertarung melawan hologram militer Orchid yang tidak mudah ditaklukkan.
Pengalaman itu menjadi memori mereka sesuai keinginan Orchid, setiap negara memiliki ketahanan militer berbeda beda jadi cara ini bisa membuat mereka mengukur kemampuan musuh secara detail.
Letjen Dani menggantikan Orchid, dengan cermat mengobservasi ke enam tim.
Sepuluh menit pertama masih tenang memperhatikan.
Sepuluh menit berikutnya hingga akhir Letjend Dani justru seperti suporter WWF.
Orchid hanya geleng-geleng mendapati Letjen Dani meneriaki ke tujuh diagram dihadapannya.
"cepat,,, "
"sedikit lagi... "
"terus,,, awas arah jam 9..."
"achhhh... ayo cepat balas... "
"kanan... "
Fokus Letjen Dani bagai komentator hingga tak sadar Orchid telah mengambil data di depannya.
"hmmm" Orchid
Masih tidak dihiraukan.
"hmmm" kembali Orchid masih mencoba menyadarkan Letjen Dani.
"hehe.. maaf... kebawa... " kelit Letjen Dani.
" tim mana yang lebih dulu mendapatkan bendera?. " tanya Orchid.
"hahc...??? " Letjen Dani mulai kikuk akan kesalahannya.
Orchid memberikan data yang hanya terisi tiga kolom pada ke enam tim.
Letjen Dani hanya nyengir tak tau malu, sadar kesalahan yang diperbuatnya.
Akhirnya Orchid menyuruhnya mengulang dengan benar.
"bagaimana caranya? gak mungkin aku suruh mereka mengulang pertempuran tadi... " gumam Letjen Dani.
"yang salah anda kenapa mereka yang mengulang?!. " telak Orchid.
"aku harus apa? semua ini peralatanmu,. " keluh Letjen Dani.
"gunakan diagram paling kanan, setel pertempuran tadi dan jangan main main lagi... fokus isi data sesuai kemampuan perseorangan dan tim. " Orchid mengintimidasi Letjen Dani.
Letjen Dani segera berpindah ke ujung kanan meninggalkan Orchid dan melakukan apa yang dikatakan Orchid.
"Selamat kalian berhasil menyelesaikan misi pertama, sekarang perjalanan pulang merupakan misi kedua yang akan menjadi nilai plus kalian. Selamat berjuang pulang! " Orchid menggunakan paralel walkie talkie.
🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
"adakah pilihan jalan lain selain ini... " komandan tim 3 bergumam melihat peta kedua.
"apa ada yang salah?. " transmisi 3 ikut mendekat.
"kita harus cepat kembali dengan hati hati tentunya. " prajurit lainnya menyemangati.
" baiklah, kita istirahat dulu, petang nanti kita mulai perjalanan. Aku akan melihat situasi sebentar. " arahan komandan tim 3.
Komandan tim 3 bersama satu prajurit menuju bukit terdekat untuk melihat jalur yang akan ditempuh sedang yang lain menyiapkan nutrisi dan istirahat.
Tim 1 memutuskan melanjutkan perjalanan pulang.
Ke enam tim itu melakukan apa yang mereka rencanakan.
Orchid masih mengawasi mereka sedang Letjen Dani masih berkutat dengan data ditangan dan fokus pada diagram.
"pulang terasa cepat, berarti dalam kendali iblis. " gumam Orchid tiba tiba.
"apa kau mengatakan sesuatu?. " tanya Letjen Dani yang mendengar.
"apa anda sudah selesai?. " tanya balik Orchid.
"sedikit lagi... " balas Letjen Dani.
HENING.
"Hmm... "
"Guardians Himalaya... "
Gumam Orchid mendapati diagram menangkap cosmos Guardians .
"aaachhh akhirnya selesai... " Letjen Dani meregangkan tubuhnya.
" tolong awasi mereka, aku akan pergi kesana sebentar." pinta Orchid.
"terakhir kau pamit seperti itu, hal buruk terjadi... " gumam Letjen Dani.
"aku akan pergi di dekat mereka, jangan khawatir. " tegas Orchid.
Orchid seketika menghilang dari hadapan Letjen Dani.
"apa yang dilihatnya hingga membuatnya bergegas pergi kesana... " Letjen Dani kembali mengamati diagram .
🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚🦚
"assallamuallaikum Guardians Mewar... " sapa Orchid begitu muncul.
"oh kau, Waalaikumsalam... " balas Mewar yang terlihat waspada pada satu titik.
"iblis?. " tanya Orchid.
"ya,,, tidak biasanya, energinya muncul di beberapa titik. "
"apa pekerjaanmu belum selesai di sini?. "
Mewar masih waspada.
"mungkin tiga hari lagi jika tidak terjadi kendala. "
"apa kau sudah meminta bantuan Guardians terdekat?. "
Orchid ikut mengawasi, apalagi sumber energi berada dekat prajurit yang masih melakukan perjalanan.
"sudah, mungkin sebentar lagi mereka datang. " terang Mewar.
"jika hanya satu atau dua penyintas aku sendiri bisa menanganinya, ntah apa yang membuat mereka banyak bermunculan disini... " papar Mewar heran .
"assalamualaikum... " guardians Aram.
"Wa'alaikumsalam... " balas Mewar dan Orchid.
__ADS_1
"assalamualaikum... " guardians Agni.
"Wa'alaikumsalam... " balas tiga guardians.
"assalamu'alaikum... " guardians Duang dan guardians Xian bersamaan.
"wa'alaikumsalam... " balas semua guardians .
"apa yang terjadi? kenapa bisa sebanyak ini yang akan muncul disini?. " tanya Duang.
"pasti ada pemicunya, selama ini tidak pernah terjadi hal seperti ini. " terang Agni.
"guardians Orchid? kau disini juga?. " tanya Xian heran.
"ya, aku memiliki pekerjaan disini dan jauh hari aku sudah memberitahu Mewar.
" apa ini kebetulan semata?. " heran Aram.
"apa maksudmu Aram?! " selidik Mewar.
"mungkin keberadaan Orchid disini memicu semua ini. " terang Aram.
"tidak ku pungkiri,,, " tegas Orchid.
"lebih baik kita menyiapkan segel. " ajak Duang.
"tidak bisa, masih ada beberapa orang di lereng ini." tegas Mewar.
"apa yang mereka lakukan disini,,, " tanya Agni.
"mereka datang bersamaku di bawah pengawasan ku. " tegas Orchid.
Tiba tiba terdengar pesawat tempur dari arah pangkalan juga suara tembakan bertubi tubi di jalur pulang prajurit Orchid.
"cepat... " seru Aram.
"tidak, mereka harus menghadapi sendiri pertempuran ini, lebih baik kita fokus dengan energi yang akan terbuka . " tegas Orchid.
"bagaimana bisa kau mengabaikan keselamatan mereka?!. " Duang heran.
"mereka mampu dan yang menggempur mereka tidak dalam pengaruh iblis. " terang Orchid.
"Orchid benar, kita tidak bisa ikut campur takdir seseorang, mereka sendiri yang harus merubahnya , walaupun doa mereka pada Allah akan menghisap kita untuk membantu mereka. " papar Xian.
Selagi mendengarkan para guardians, Orchid juga mengamati para prajurit yang sedang di gempur.
Ada senyum lembut di sudut bibirnya melihat mereka tidak menggunakan senjata yang dia berikan.
"mereka tanggung jawabku , dan mereka tau peraturanku disini. " tegas Orchid.
Tiba tiba salah satu energi terbuka dan muncul Iblis tingkat 2 iblis yang terbentuk dari 4 penyakit hati manusia berwujud gabungan dari 4binatang melata.
Energi yang lain beruntun ikut terbuka, mereka semua dibawah pimpinan iblis tingkat 2.
"kali ini kita benar benar melemaskan otot-otot karena lama tidak bertarung dengan iblis. " senang Mewar.
"akhirnya aku bisa menguji kemampuan bertarung ku. " sambung Xian.
"benar benar dapat durian runtuh. " sambung Aram tersenyum picik.
"lebih baik kita mulai sekarang... " semangat Duang.
Semua guardians mengaktifkan zirah mereka.
Yang tak sengaja melihat dari bawah mereka terlihat seperti bintang yang terang benderang terbang kesana kemari diantara gelapnya malam.
Sesekali terlihat aurora secepat kilat. Terkadang juga terdengar suara petir dengan kilatan cahaya.
Ya, sedang terjadi pertempuran di langit Himalaya.
Para prajurit juga melihat peristiwa yang menggetarkan langit Himalaya.
Mereka bertahan dari pasukan darat juga udara.
Skil yang mereka pelajari kini telah diterapkan, senjata api mereka hanya melontarkan bius bukan peluru, sedang yang menghujani mereka peluru sungguhan kaliber 10mm dan 12mm, mereka benar benar berjuang dengan otak dan otot juga harus memaksimalkan senjata yang mereka gunakan.
Tim 1 yang kelelahan karena tidak istirahat setelah pertempuran mengambil bendera kini sedang bersembunyi di ngarai , meski terdesak mereka bersabar untuk bisa pulang bersama.
Melalui transmisi, Letjen Dani meminta tim 3 dan tim 6 yang berada tidak jauh di jalur tim 1 untuk segera membantu mengeluarkan tim 1 dari ngarai.
Komandan tim 3 dan tim 6 meminta titik koordinasi tim 1.
Mereka segera bergerak dan mempelajari situasi.
Tak di sangka tim 3 diserang dari udara.
Tim tiga berusaha mencari perlindungan terdekat.
"komandan ijinkan saya menyerang mereka?. " ucap salah satu prajurit.
"ini malam, dan mereka jauh dari jangkauan senjata kita, jika menggunakan meta ekologi kita butuh perantara untuk menjangkaunya. " papar komandan tim 3.
"ahc, aku punya peluit resonan mungkin bisa membantu. " sahut prajurit lain.
"kita dekat dengan hutan,mungkin peluit itu bisa membantu." harap komandan tim 3.
"aku akan meniup peluit ke arah hutan, yang keluar bisa binatang apa saja jadi kita harus bersiap. " ucap sang prajurit.
"baiklah, kau lindungi dia. "
"dan kau ikut kami melindunginya selagi dia menggunakan meta ekologi. "
perintah komandan tim tiga di setujui anggotanya.
Mereka terbagi menjadi dua, yang satu mencari titik tepat untuk meniup peluit resonan sedang yang satu lagi harus di tempat terbuka untuk memaksimalkan kesempatan menyerang.
Dengan saling memberi isyarat mereka memulai aksi mereka masing masing.
Beberapa menit kemudian muncul beberapa binatang dari dalam hutan.
"lihat,,, kita beruntung ada beberapa burung yang keluar... " tunjuk prajurit yang bersama komandan.
Tak menyianyiakan kesempatan segera prajurit menggunakan meta ekologi untuk mengendalikan beberapa burung dan mengejar pesawat pesawat tempur untuk melumpuhkan mesin pesawat.
Dengan kamuflase diatas salju dan bebatuan mereka beberapa kali lolos dari sapuan jet tempur.
"sedikit lagi... " sang prajurit berusaha.
"gunakan ketepatan waktu melintas, mereka selalu mengulang sama jadi kau perlu menunggunya bukan mengejarnya. " arahan komandan di setujui.
Setelah berusaha keras akhirnya salah satu jet terhantam burung, terdengar lah suara ledakan mesin di udara.
Pesawat terlihat tak terkendali dan berusaha mendarat darurat, Selang beberapa menit kemudian tumbang lagi satu jet.
Tim 6 yang sampai lokasi tim 1 juga melihatnya, mereka tidak menyianyiakan kesempatan yang di buat tim 3. Kedua tim itu berputar keluar ngarai menuju hutan menghindari konfrontasi langsung dengan pasukan darat.
"tim 3..." transmisi tim 6.
"masuk... " transmisi tim 3.
"kami sudah menjemput tim 1." transmisi 6.
"posisi" transmisi 3.
"masuk hutan di bawah," transmisi 6.
"kami segera menyusul. " transmisi 3.
__ADS_1