Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Serangan mendadak kasat mata


__ADS_3

Sudah tengah malam,kakak adik yang tidak terikat darah itu masih asik mengobrol diselingi kesunyian sesaat.


"kak...setelah ini aku akan menyelesaikan sekolah ku secepatnya dan memenuhi janjiku. Selanjutnya mungkin aku akan melintas batas jadi kakak mungkin tidak akan bertemu denganku cukup lama." Orchid bicara masih memandang langit.


"heeehc...sekolahmu masih lama. Memangnya kau pergi berapa lama?apa kau berniat tidak menghadiri pernikahan ku?." Frans mencoba memberi alasan agar Orchid mengurungkan niatnya pergi.


"memangnya kakak sudah punya target? jangan jangan seperti kak Sony ... pacaran kayak garis aspal.🤣." Orchid tertawa mengingat Sony .


"pacaran garis aspal itu apa dik?." Frans ingin tahu.


"putus nyambung." jawab Orchid tertawa .


Oscar yang baru saja pulang ketika menuju paviliun dia mendengar orang berbicara dan membuatnya berbalik arah mencari sumber suara.


Frans dan Orchid kadang bicara serius kadang bercanda. Oscar tidak mengerti mengapa mereka bicara seperti itu.


Setelah kejadian sore tadi , Oscar tertarik ingin tahu lebih tentang Orchid .


Julli yang ingin mengambil minum di dapur melihat Oscar berdiri dibalik pintu penghubung paviliun dan rumah utama keheranan lalu mendekatinya.

__ADS_1


"apa yang kamu lakukan disini ?." Julli menepuk pundak Oscar di mana Oscar sedang mengintip keluar dari pintu geser yang terbuka setengahnya.


"Julli ...." Oscar terkejut namun tetap memelankan suaranya.


Julli melihat keluar lalu menarik Oscar ke ruang makan.


"Oscar ,kenapa kau mengintip mereka?." tanya Julli .


"aku baru pulang ,ku dengar suara orang berbicara ." jujur Oscar .


"jangan lakukan itu , jika aku membiarkanmu tetap disana mungkin kau akan sangat malu." nasehat Julli.


"huffffh mereka berdua tau kau disana..." Julli memberi tahu Oscar sambil melihat ke arah di mana Frans dan Orchid berada.


"Julli kurasa kau berlebihan,atau sebenarnya kau tidak mau aku berada diantara mereka berdua?." selidik Oscar .


Julli menepuk jidatnya sendiri seolah mengerti arah pertanyaan Oscar .


"kau pikir aku menjodohkan mereka hingga melarangmu menguntit seperti tadi!." seru Julli.

__ADS_1


"bisa saja seperti itu, faktanya tadi kau menolak permintaan ayahku mati Matian bersama suamimu." terang Oscar yang masih tidak ingin disalahkan atas tindakannya.


"Oscar ... keponakan ku yang tampan ,smart gak ketulungan...dianggap seperti ibunya saja aku sudah bahagia dan tentu aku akan sangat senang jika dia menjadi menantuku, tapi aku tidak seberuntung itu,mereka saling menyayangi seperti layaknya saudara." terang Julli jujur berharap Oscar tidak berfikir buruk tentang dirinya.


"apa yang membuatmu bahagia dianggap ibunya?." Oscar menelisik keraguannya pada Julli.


"dia spesial ..." julli belum sempat menyelesaikan karena terkejut.


Frans tiba tiba masuk berlarian menghidupkan lampu seluruh rumah ,dan ketika melihat ibunya dia menanyakan keberadaan ayahnya. Sebelum ibunya menjawab terdengar suara ledakan yang terdengar oleh Frans dan Oscar kemudian membuat keduanya berlari ke arah suara ledakan. Julli kebingungan melihat tingkah putra dan keponakannya. Julli mengikuti keduanya dengan penasaran.


Orchid baru sampai dan berdiri di belakang mereka. Mereka semua berada diambang pintu kamar Prabu.


Di dalam kamar terlihat Prabu berteriak kesakitan sampai muntah darah. Frans melangkah ingin menolong ayahnya tapi Orchid menghentikannya.


"jangan menyentuhnya kak...lebih baik kakak mensucikan diri lebih dulu,hubungilah ibuku sementara aku akan mencoba membantu ayah. Kau dan ibu lebih baik keluar dulu." Orchid berusaha setenang mungkin meski berkejaran dengan waktu.


Serangan mendadak terhadap Prabu malam ini adalah serangan kedua setelah sore tadi.


Oscar mencoba menenangkan Julli yang menangis histeris melihat suaminya kesakitan dan tak bisa berbuat apa apa. Di saat itu terlihat Alberto berlari menghampirinya karena tangisan Julli terdengar sampai kamarnya di paviliun .

__ADS_1


__ADS_2