
"Ka kau..." Oscar gugup.
"hei anak muda...kau kenapa?apa kau masih kaget dengan kedatanganku yang seperti ini?!." Asyera menatap Oscar yang masih di lantai.
"Ti tidak...aku tadi ingin melangkah dan kau muncul tiba tiba." elak Oscar .
"hei...aku tidak buta!!! mana ada orang melangkah dengan kursi yang didudukinya..." Asyera tak kalah garang .
Oscar diam dan berdiri sambil meletakkan kembali kursi di tempatnya semula.
"apa kau tidak ingin menceritakan padaku atau kau akan menutupinya terus?!." Asyera menekan Oscar yang di ketahuinya sedang berperang melawan dirinya sendiri.
"a a aku ...aku ingin bertanya sesuatu?." sekalipun dia sedang bingung,dia masih sadar siapa yang berada di hadapannya saat ini bukan manusia biasa.
"tanyalah..." singkat Asyera berdiri di dekat cendela .
"ini..." Oscar memberikan buku kecil itu.
"MMM apa yang kamu rasakan jika ini kau dengar?." tanya Asyera.
"semua rasa menyatu dalam hatiku,tapi rasa rindu dan bahagia lebih dominan." jelas Oscar .
"apakah rasanya sama seperti rasa rindumu pada mamamu dan rasa bahagia sama seperti ketika bertemu kekasih?." tanya Asyera memastikan.
"a a aku tidak punya kekasih !!! aku hanya menyukai seseorang." Oscar lepas kendali.
"aku tidak bertanya kau punya kekasih atau tidak!!!! aku tanya rasanya! memang kau tidak pernah jatuh cinta?!." Asyera menyulut perasaan Oscar .
"aaach...iya iya kau menang,tidak ada yang bisa ku sembunyikan darimu..." Oscar merasa kalah.
"apa yang ingin kau sembunyikan ,,,bahkan anak anakku saja tidak bisa mengelak dariku." gumam Asyera.
"jadi bagaimana?." Oscar kembali fokus.
"kau saja belum menjawab pertanyaanku!." balik Asyera.
"iya,,,aku seperti yang kau bilang tentang rindu dan bahagia itu rasanya." Oscar melembut.
"jika kau merasakan itu berarti kau menemukan dirimu sebenarnya dan selangkah lagi Allah akan kau temukan ." jelas simpel Asyera.
"maksudmu... aku ... ." Oscar tidak yakin dengan pikirannya.
"ya,,,kau putra Laura ,pasti Laura juga memiliki doa khusus untukmu meski dulu dia tidak sering bersamamu. Apa kau mau mengunjungi panti asuhan mamamu?setidaknya kau akan tau bagaimana Laura dan kau bisa mengkonfrontasi yang kau lihat disana dengan Alberto mengenai Laura ." Asyera memberi pilihan.
Asyera tau Oscar hanya percaya orang tuanya .Penjelasan apapun tidak bisa dipercaya begitu saja. Setelah semua ini berarti Oscar siap dipertemukan dengan Wira .
"baiklah,,,kita kesana,aku akan bersiap siap dulu." Oscar pun beralih hendak mengambil baju.
"hei...kau mau apa...kau lupa bagaimana aku datang?!!!." Asyera membuat Oscar kikuk malu.
__ADS_1
"maaf..." Oscar kembali ke hadapan Asyera.
Asyera menggenggam tangan Oscar lalu menembus waktu dari kamar Oscar ke ruang kepala yayasan Andalusia .
"assalamualaikum kakak ipar ." sapa Asyera yang muncul bersama Oscar .
"wa'allaikum salam,,,kau rupanya yang datang." Danil (suami Isabel putri Gil ) menunggu seolah tau akan ada yang datang.
"Danil ,,,ini Oscar putra Laura ." Asyera mengenalkan . Oscar dan Danil berjabat tangan.
"ayo duduk,,,apa yang bisa ku bantu." ramah Danil .
Asyera dan Oscar mengikutinya duduk.
"Danil ,dia ingin melihat yayasan ini sepenuhnya seperti Laura ." jelas Asyera.
"aaa, tidak apa apa,,,tapi aku tidak bisa mengantarnya..." Danil memberitahu .
"aku sendiri yang akan membawanya keliling." tukas Asyera.
"baik,jaga dia jangan sampai tersesat."pinta Danil .
" jangan khawatir ,dia putra Laura bisa dipercaya dan aku yang menjaminnya." Asyera meyakinkan.
Asyera dan Oscar meninggalkan ruangan Danil dan mulai berkeliling . Setiap bertemu orang orang disana selalu memberi salam.
"perhatikan mereka , seperti inilah Laura menjalani hidup di yayasan ini. Aku akan meninggalkanmu di sini beberapa hari. Cari tahu apa yang ingin kau tau ,ingat jangan memasuki gedung itu...hanya orang orang tertentu yang di perbolehkan ,jangan menyalahgunakan kepercayaanku. nah ini kamarmu ,semua kebutuhanmu sudah siap di kamar ini. aku harus pergi menemui putriku." Asyera memberitahu beberapa hal setelah berkeliling yayasan dan mengantar Oscar ke kamarnya kemudian Asyera menghilang.
Mulai malam ini Oscar akan menjalani dan mengamati rutinitas yayasan.
"mama...tolong aku..." lirih Oscar .
Oscar tertidur dengan rasa rindu pada mamanya.
Jam satu malam Oscar terbangun mendengar sholawat yang kini lebih jelas dari sebelumnya.
Oscar keluar kamar, lorong terlihat sepi tapi ada satu gedung terang benderang tak jauh dari gedung yang di tunjuk Asyera sebelum pergi.
Oscar mendengar suara langkah dari lorong keluar gedung ,Oscar menunggu di lorong itu hendak bertanya. Benarbsaja ada beberapa anak yang hendak keluar gedung dengan baju rapi lengkap dengan jaket .
" hai,kalian mau kemana pagi buta ini...bagaimana jika pengawas tau???." pertanyaan Oscar membuat mereka berhenti.
"kami akan pergi ke masjid,tentu pengawas tidak akan melarang kami." terang seorang anak . Semakin banyak anak anak yang keluar gedung .
Akhirnya Oscar mengikuti mereka keluar, di luar dugaannya tidak hanya laki laki ,perempuan juga banyak yang keluar dari gedung sebelah.
Mereka semua menuju gedung yang terang,di mana disana juga banyak orang yang lebih dulu sampai.
Oscar memasuki gedung yang mereka sebut masjid duduk di salah satu sudut lalu memperhatikan kegiatan disana.
__ADS_1
Oscar heran kenapa anak anak ini ceria dan tidak ada yang mengeluh bangun di pagi buta tanpa di suruh.
Setelah ibadah malam sebagian anak anak itu ada yang kembali ke gedung ada yang tetap tinggal dan membaca buku dengan suara yang indah. Oscar juga mendengar sebagian menghafal cepat.
"apa ini... mereka bisa sakit jika kurang tidur dan terus belajar." gumam Oscar .
"teman,,,siapa kau? aku tidak pernah melihatmu?." tanya seseorang yang terlihat berumur menghampiri Oscar .
"Oscar ,aku hanya tamu disini,tamu nyonya Asyera." terang Oscar .
"subhanallah ... tamu Asyera singgah kemari,semoga Allah senantiasa merahmatimu." orang itu tersenyum.
"apa anda juga mengenalnya?." tanya Oscar .
"tidak,tapi seorang diantara kami membawanya berkunjung kemari, dulu suaminya sering kemari ." terang orang itu.
"siap maksud anda?." tanya Oscar penasaran.
"tuan Wira suami Asyera ,Laura dan Alicia yang membawa mereka kemari. Sikembar datang tepat waktu dengan bantuan besar menyelamatkan tempat ini dari pembantaian.
Sekarang sistem sudah di perketat dan yayasan ini sekarang di bawah perlindungan keluarga Serrano ." terang orang itu.
"apa anda mengenal Laura Ortiz ?" tanya Oscar penuh harap.
"tidak ada yang tidak mengenalnya di yayasan ini, wanita kembar yang taat ibadah dengan kecerdasan luar biasa,Laura Ortiz dan Alicia Ortiz .Keduanya menggantikan posisi orang tua mereka. Banyak yang ingin menjadi seperti dirinya,mereka inspirasi untuk semua yang tinggal di yayasan ini." kembali orang itu mengagumi si kembar Ortiz .
Oscar menangis mendengar penuturan pria itu. Mamanya wanita hebat seperti yang dipikirkannya.
"kenapa kau menangis?." tanya pria itu heran.
"Laura Ortiz ,,, mamaku,,," Oscar bangga di sela tangisnya.
"ini luar biasa,apa kau datang juga ingin bergabung dalam divisi Andalusia ?." kagum pria itu.
"tidak, aku kemari untuk mengetahui kehidupan mamaku selama disini." jelas Oscar
"aaaaa,,, temuilah Maria ,dia kepala pengawas asrama putri. dulu mereka satu kamar." pria itu memberi petunjuk penting.
" terimakasih ,aku akan mencarinya pagi ini. Ngomong ngomong kenapa anak anak ini di biarkan seperti ini?." Oscar masih penasaran.
"oooohc. ... ini tidak wajib tapi yang menginjak remaja semua melakukannya ,ibumu idola mereka. rata rata anak anak ini sudah menguasai empat hingga lima bahasa asing. Target mereka bergabung dengan divisi Andalusia ,walaupun yayasan sendiri tidak mewajibkan." terang pria itu.
"baiklah,,,dan trimakasih ,,, aku akan kembali ke kamarku." pamit Oscar .
"ya,,,selamat datang di yayasan Andalusia ." ucap pria itu.
Oscar kembali ke gedung asrama pria dengan senyum bangga,meski mamanya sudah tidak ada lagi ,jiwanya terjaga disini.
Tiba di kamar sudah memasuki waktu subuh di mana seluruh penghuni yayasan melakukan ibadah,Oscar tiduran di kamarnya.
__ADS_1
"ma...aku bangga padamu,dan aku juga akan membuatmu bangga... aku rasa sekarang aku yakin,gadis manis itu akan ku jadikan menantumu...." gumam Oscar menerawang Orchid membuat mata mereka menyatu.
"di mana dia sekarang,,,jam segini dia sudah main air...dasar anak kecil,,,huffffh bisakah kau tidak menggodaku dengan memperlihatkan jari jarimu...ya ampun...kau masih kecil berani menggodaku,,,ini lagi,,,apa kau tidak bisa menutupnya,,, kenapa kau mencuci kakimu ...ya ampun tuhan,,,aku bersumpah akan mendapatkan bidadari ini." gumam Oscar mendapati Orchid yang sedang wudhu namun di mata Oscar Orchid sedang main air di pagi buta.