
Tiga hari berselang Orchid makin pusing dengan tingkah Niko dan Alferdy.
"jangan menghindari ku !" Niko datang dan duduk di sebelah Orchid .
"tidak,,,aku hanya ingin ketenangan."jawab Orchid tanpa melihat Niko yang bersamanya di perpus.
"hai,,,lagi baca apa?" Alfredy datang dan duduk di hadapan Orchid.
"baca novel." sahut Niko sebelum Orchid menjawab.
"nanti sore datanglah ke rumah,Merry dan Ian juga ada di rumah." undang Alfredy pada Orchid .
"tidak !!! Orlo akan pergi denganku sore ini !" sahut Niko lagi.
"iya aku akan datang..." jawab Orchid sambil berdiri hendak keluar karena sudah tidak fokus.
"Orlo...." Niko kesal dan menyusul Orchid yang keluar perpus.
Alfredy tersenyum dengan situasi ini. Dia berfikir waktunya bersama Orchid akan lebih banyak dari pada dengan Niko .
"Orlo...katakan padaku kenapa kamu menerima undangannya?!" tanya Niko menuntut penjelasan.
__ADS_1
"memangnya kenapa,,,toh sebelum Alfredy tinggal disana aku sering menemani neneknya dirumah itu." jawab Orchid.
" itu dulu sebelum Alfredy tinggal disana , dan juga sekarang ada aku ." terang Niko .
Orchid menangkap arah omongan Niko .Sejenak Orchid berfikir mencari jalan aman. Orchid tidak ingin terjadi apa apa pada Niko .
"jangan cemburu seperti ini... aku tidak bisa menolak untuk datang tapi Alfredy juga tidak bisa melarang ku datang dengan siapa." Orchid menenangkan Niko .
"maksudmu ..." tanya Niko tidak mengerti.
"datanglah sore nanti ajak yang lain juga,katakan aku akan menemui Merry ,pasti semua ikut. Terutama Satria." Orchid menjelaskan rencananya .
Orchid tersenyum dengan tingkah Niko . Orchid menyadari cinta tanpa status diantara mereka membuatnya menahan segalanya agar tidak ada yang tersakiti karena mereka .
Orchid bahkan menegaskan pada Nita bahwa diantara dia dan Niko tidak ada apa apa. Nita selalu bertanya setiap kali bertemu membuat Orchid jengah. Sebenarnya Nita sedikit lega karena dia tau Orchid seorang play tak tersentuh tapi rasa cemburunya tetaplah membara jika berada ditempat yang sama bertiga .
Sore pun tiba Niko dan yang lainnya mulai berdatangan ke rumah Orchid. Setelah semua berkumpul mereka bersama berjalan kaki menuju rumah nenek Alfredy yang tak jauh dari rumahnya.
Satria sangat bersemangat karena akan ada kesempatan mengenal Merry lebih banyak. Sedang Nita asik berjalan di samping Niko dengan pikiran pikiran manjanya.
Nampak Ian duduk di teras depan rumah dengan ponsel di tangannya.
__ADS_1
"Ian ..." sapa Orchid .
"eh kakak ,masuk saja ke halaman belakang,,,nenek , kak Alfred ,dan kak Merry ada di sana." balas Ian menjelaskan.
"kamu gak ikut?"tanya Orchid .
"aku nyusul kak, ngomong ngomong gak biasanya kakak bawa temen temen kakak ke sini?" tanya Ian heran.
"ini teman kakak yang waktu itu di taman kota, mereka ke rumah masak iya aku tinggal main kesini,,,jadi aku ajak sekalian". terang Orchid .
Orchid dan semua masuk dari samping rumah besar tersebut. Halaman luas dengan banyak bunga kolam ikan dan pohon buah mangga yang berbuah menjuntai di rerumputan membuat senang siapapun yang melihatnya.
Terlihat nenek Harjo bercengkrama dengan Alfredy dan Merry di paviliun bunga.
Orchid langsung mendatangi dan menyapa mereka kemudian mencium tangan nenek Harjo begitu juga teman temannya mengekor dibelakangnya.
Awalnya semua mendengarkan nasehat nasehat nenek Harjo kemudian nenek masuk ke dalam rumah untuk istirahat. Setelah itu keriuhan mulai terdengar .
Kami semua asik bercengkrama bercanda dan tentu saja Satria melancarkan niatnya tadi pada Merry .
Alfredy masam melihat semuanya yang tidak sesuai rencananya.
__ADS_1