Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Alberto bertemu calon menantu


__ADS_3

Setelah 10 menit di dalam taxi akhirnya Orchid tiba di kediaman Prabu.


Dua penjaga di sana mengenalinya dan mengantarnya ke dalam.


Prabu yang berada di ruang kerjanya telah di beritahu maid tentang kedatangan putri angkatnya segera turun menemuinya.


"kenapa tidak bilang mau kerumah? papa bisa menjemputmu..." suara Prabu menggema menuruni tangga.


"tidak perlu pa, kebetulan aku di dekat sini jadi kupikir mengunjungi papa dan mama. " terang Orchid .


"kemarilah..." ajak Prabu ke ruang keluarga.


"mama ke mana? " tanya Orchid sembari duduk.


"harusnya dia sudah kembali dari bandara." terang Prabu.


"jadi mama belum pulang dari travelingnya?." kembali Orchid bertanya.


"tidak...dia sudah lama kembali hanya kali ini dia menjemput sepupunya." jelas Prabu.


"setelah hari itu papa masih kerja dirumah sampai sekarang?" selidik Orchid .


"Yaaa aku tidak mau Julli menjada..." tawa pecah Prabu .


"aku mendengarnya..." Julli tiba tiba datang dan memelototi suaminya hingga membuat Prabu terdiam.


"ach ...hanya bercanda...lihat putri kita khusus berkunjung kesini..." Prabu mengelak dari tatapan Julli.


Julli segera menoleh kearah Orchid dan berteriak histeris layaknya fans bertemu idolanya.


Mendengar triakan Julli membuat Alberto yang baru saja masuk dengan keluarga kecil Sasha segera berlari menghampiri.


Alberto yang tadinya khawatir ,setelah berada di ruang keluarga hanya bisa terdiam menyaksikan.


"kau sudah datang... dimana Oscar ?"tanya Prabu.


"dia tidak ikut,aku bersama Sasha dan keluarganya." terang Alberto .


"tumben kau tidak membawanya,,," tanya Prabu penasaran .


"pa... jangan membuat Alberto sedih..." tegur Julli.


"paman nasi goreng ..." seru Orchid membuat semua menatapnya.


Tawa Prabu dan Julli pun pecah.


Alberto hanya tersenyum dan keluarga Sasha masuk.


"nah,kenalkan ini Sasha sekretarisku ,Mili istrinya,dan sikembar Ivan dan Levic." Alberto memperkenalkan.


"hai,aku Julli sepupu Alberto ,ini suamiku ,dan itu putri kami." Julli memperkenalkan.


"pak Hari ,tolong antar mereka ke paviliun agar mereka istirahat dulu." pinta Prabu melihat satpam yang membantu maid membawa koper koper masuk.


" iya pak,,," singkat pak Hari.

__ADS_1


"kalian ikutlah mereka ." pinta Alberto pada Sasha dan keluarganya .


"Prabu ,mungkin aku akan merepotkan mu selama disini." sungkan Alberto .


"tidak ,ini kesempatanku menyuruh Frans serius bekerja dengan membantumu,,, Julli sudah menceritakan situasimu , aku tidak mau anak itu berkeliaran tidak jelas setelah wisudanya dua pekan lagi." terang Prabu.


"jadi kak Frans wisuda dua pekan lagi,,,huffh sayang aku tidak bisa menemaninya..." sela Orchid .


"kenapa tidak? kita bisa pergi kesana bersamakan?." ajak Julli.


"tidak bisa ma... nanti malam aku berangkat lagi,meski sama dua Minggu tapi setelahnya harus pergi lagi ." jawab Orchid .


"hmmm kemana? kau kan baru datang." heran Prabu.


"titah ayah dan ibu..." Orchid membuang nafas.


"dimana mereka? "sela Alberto ingin tau .


"castellon ." singkat Orchid yang tetiba heran dengan pertanyaan Alberto yang menurutnya tidak dekat dengan keluarganya.


"bukankah mereka ada di Madrid ?." kembali Alberto mengorek informasi.


"mereka memang tinggal di Madrid tapi ibu bilang akan tinggal di Castellon ,rumah pemberian kakek Gil harus ditempati katanya...tapi,,,bagaimana anda tau orang tuaku tinggal di Madrid ?papa mama disini saja tidak tau..." curiga Orchid .


"eeeeem ketika aku melihatmu menyembuhkan Prabu waktu itu aku tau kau pasti salah satu anak dari sahabat ku,Wira dan Asyera,,, beberapa waktu lalu kami bertemu dan menanyakan beberapa hal padanya." Alberto berkilah dan membuat Julli dan Prabu terkejut.


"och,maaf aku tidak mengetahuinya,,,karena orangtuaku tidak pernah cerita punya sahabat seperti anda." Orchid memaklumi .


"karena sahabat sebenarnya adalah mendiang istriku." Alberto menanggapi.


"aku tidak tau ma,,,mungkin ibu juga menyiapkan ulang tahun untukku di Castellon ." lembut Orchid .


"hmmmm aku rindu pesta dengan kalian,,,dan Zahra juga,meski kami baru pulang traveling bersama kemarin..." Julli kecewa.


"jika tugas tugasku selesai lebih cepat kita akan berpesta meski bukan ulang tahunku." rayu Orchid memeluk Julli


"ach ... sudah,lebih baik kita makan,,,papa lapar." keluh Prabu.


Mereka pun pergi ke meja makan sembari para maid menyiapkan semua.


Julli menyuruh maid memanggil tamu yang ada di paviliun untuk makan namun Alberto melarangnya dan akan menelfon Sasha untuk makan bersama .


"aku mengundang Yoris untuk melihat proyek senjata penunjang kapal kapal milik AL ,tapi sampai sekarang belum ditanggapi,,,apa sedang ada masalah internal di Mako nak?." tanya Prabu.


"Paman Yoris sedang mengerjakan sesuatu yang di kirim ayah ." jelas Orchid .


"jadi sebenarnya apa status ayahmu?." sambar Alberto .


"yang aku tau ayah seorang combatan , namanya dihapus negara." jelas Orchid .


"aku dulu cemburu dengan ayahmu yang lebih sering bersama istriku di banding aku,karena itu aku tidak menceritakan apapun pada putraku,tangisannya beberapa bulan lalu membuatku sadar,,,putraku tidak baik baik saja mencarinya kemana mana,ntah bagaimana dia bisa menemui ibumu ." kisah Alberto .


"putramu? mencari ayahku dan bertemu ibuku? ." heran Orchid .


"siapa dia ... kenapa ibu mau menemuinya..." batin Orchid .

__ADS_1


"sudah ku bilang orangtuamu adalah sahabat kami,putraku ingin mengenal mamanya melalui ayahmu yang sering bersamanya." terang Alberto .


"sudahlah,,,lagian aku tidak ingat putra anda." abai Orchid .


Sasha dan keluarganya datang dan mereka mulai menikmati makan siang itu.


"Ivan ,,, gadis ini mirip seseorang..." bisik Levic .


"kau benar...dia mirip anak laki laki yang merawat Oscar ." balas Ivan.


"tadi aku juga mendengar Alberto menyebut kedua nama yang merawat Oscar ,apa dia juga bagian dari mereka?." papar Levic .


"hai... habiskan makanan kalian ,,,jangan berbisik bisik!." seru Mili.


"apa makanannya tidak enak?." tanya Julli.


" Bu bukan... kami bicara hal lain." gagap Ivan.


"setelah makan kalian bisa kembali istirahat di paviliun..." sambung Alberto .


Sikembar pun mengangguk setuju.


"Alberto ... kau akan tinggal lama atau sementara dinegri ini?." tanya Prabu.


" mungkin aku akan menetap , dan aku akan memilih kota yang tepat untuk kami." jawab Alberto .


"kau bisa tinggal di kota ini atau di ibu kota." opsi Prabu.


"tidak ... lebih baik di luar pulau Jawa ." tegas Alberto .


"terserah kau,,,aku akan membantu mencari lahannya." Prabu pasrah.


Beberapa saat kemudian mereka selesai makan.


Alberto dan keluarga Sasha kembali ke paviliun, Prabu kembali ke ruang kerjanya ,sementara Julli dan Orchid sekarang berada di taman belakang.


"ma... apa mama pernah menyukai seseorang meski tidak pernah bertemu?." tanya Orchid tiba tiba.


"maksudmu dating online?." tanya balik Julli.


" bukan...mama tidak mengenalnya tapi mama menyukainya dan dia menyukai mama." polos Orchid menjelaskan.


"hmmmm kamu gak perlu memikirkan hal konyol seperti itu,lebih baik kau fokus dengan pendidikanmu." nasehat Julli.


"😁 aku sudah gak sekolah ma... ibu melarangku,sekarang aku seperti ini kesana kemari belajar kehidupan secara langsung." enteng Orchid .


"gak biasanya... ibumu selalu menuruti kemauanmu kan? kenapa sekarang melarangmu..." heran Julli.


"mungkin karena aku berbeda...dan aku juga tidak bisa mengabaikan orang orang yang menjadi pelindungku." papar Orchid dengan senyum manisnya.


"tapi kamu baik baik saja kan sayang???." khawatir Julli.


"iya ma... hanya sedikit hampa,tapi juga tidak tau dimana letak hampa itu." Orchid menerawang jauh kelangit.


"mama hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu sayang,kamu masih belia tapi tanggungjawab yang kamu pikul sungguh besar..." Julli pun memeluk Orchid dan mengecupnya penuh kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2