
Di sebuah apartemen mewah Opus Hongkong .
Niko memikirkan semua yang ditinggalnya .Dia harus bersabar untuk kebaikan semuanya.
Melihat langit malam di jendela apartemen menjadi kebiasaannya sekarang. Niko sudah berulang kali menghubungi nomor Orchid namun tak pernah terhubung, hal itu membuatnya sedih setiap kali pulang dari perusahaan .
Jika sudah seperti itu dia akan menghubungi kakaknya .Rasa rindu yang harus dipupusnya menyiksa hatinya. Setidaknya dia bisa berbagi dengan orang yang dipercayanya.
"entah sampai kapan aku bertahan,,,ini belum sebulan rasa nya sudah ribuan purnama." gumam Niko memandang langit.
Telfon tersambung...
Maxi : yaaaa...
Niko : kakak... bagaimana keadaan kalian?.
Maxi : tidak begitu buruk...kamu sendiri ?.
Niko : seperti biasa kak ...
Maxi : jangan terlalu khawatir ... kita hanya perlu berjuang sampai akhir .
Niko : bersabarlah kak...
Maxi : itu harus ...untuk keluarga kita.
Niko : kak,apa kau sudah mendapat kabarnya?.
Maxi : aku akan mencoba menghubungi Frans lagi, dia pasti tau.
__ADS_1
Niko : aku akan menunggu kabar dari kakak.
Maxi : ini sudah larut, tidurlah... kau harus punya tenaga untuk menjalani peraturan kakek.
Niko : iya, tolong kakak juga jaga kesehatan ,,,bertahanlah demi papa mama.
Maxi : itu harus...
Niko : malam...
Maxi : malam,,,tidurlah.
percakapan telfon telah terputus.
Maxi masih berkutat dengan berkas berkas menumpuk di meja kerjanya, Maxi dan Piter bekerja keras untuk mendapatkan investor baru setelah penarikan saham dari beberapa keluarga yang tidak menyukai keputusan kakek.
Niko membersihkan diri kemudian tidur mengistirahatkan pikirannya.
Pagi sekali Niko keluar apartemen untuk joging .
Dua jam joging membuatnya bercucuran keringat ,berlari hanya membuatnya lupa sesaat akan masalah dalam hidupnya.
Niko kembali ke apartemennya di lantai sepuluh.
Bangunan apartemen dengan desain 360° benar benar setara dengan harganya yang fantastis .View apartemen menghadap ke Victoria harbour dan mount Cameron membuatnya semakin memanjakan para memilik apartemen .
Sarapan ditemani sang surya tanpa seorangpun yang menemani.
Hidupnya kini sangat kesepian.
__ADS_1
Selesai sarapan Niko membersihkan diri dan bersiap ke kantor.
Tony Yang ,mentor yang tak lain tangan kiri kakeknya selalu datang tepat waktu menjemputnya.
Setidaknya Niko tidak bertatap muka dengan kakeknya.
Niko turun dengan Tony lalu melaju ke kantornya.
Siang ini akan ada rapat internal di salah satu perusahaan di satin , Tony mempersiapkan Niko untuk rapat tersebut sebagai pengganti kakeknya.
Tony tidak akan membiarkan Niko menghadapi orang orang picik diperusahaan itu sendirian.
Niko yang baru di perkenalkan dengan dunia bisnis harus memiliki naluri yang tajam untuk mengenali siapa lawannya.
Tony di kenal kejam oleh orang orang yang bekerja sama dengannya, namun tidak ketika bersama Niko . Dia selalu menahan diri, lingkungannya membuatnya seperti itu berbeda dengan lingkungan Niko yang besar dengan rasa sungkan ciri khas orang Indonesia meski dia keturunan China .
Sedikit demi sedikit sikap Niko mempengaruhi juga dirinya yang setiap hari mendampinginya.
Sekarang Tony tidak akan ragu jika Niko memintanya makan satu meja . Disela sela kerjapun Niko selalu mengajaknya mengobrol hal hal kecil meski Tony tidak menjawabnya.
Niko akan kesal jika ocehannya tidak di tanggapi Tony yang membuatnya serasa dalam tekanan besar diruangan yang cukup luas itu.
Di saat seperti itulah kekonyolan Niko muncul , Niko akan meminta sekretarisnya masuk ke ruangannya dengan beberapa staf .
Mengancam mereka jika tidak menjawab pertanyaan pertanyaannya yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan .
Setelah kedatangan Niko diperusahaan itu hidup sekertaris dan semua staf maupun karyawan sampai ob setiap hari bagai simalakama , antara Niko dan Tony .
Meski begitu mereka juga senang karena ada yang bisa mengendalikan Tony ,bonusnya tingkat setres mereka berkurang .
__ADS_1