Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
keKanakan


__ADS_3

"dimana Oscar ..." tanya Levic .


"dia di kamar itu." Alberto menunjuk sebuah pintu.


Ivan dan Levic cepat cepat ke kamar Oscar .


"Oscar ..." seru Levic dan Ivan bersamaan ,berlari memeluk Oscar yang tengah berdiri di dekat jendela.


"hahaha... bagaimana kalian? maafkan aku pasti Mili memarahi kalian." tulus Oscar .


"kami merindukanmu,kami takut tidak bertemu denganmu lagi." balas Ivan .


"iya benar,kami biasa di marahi mama tapi kami tau mama seperti itu karena khawatir seperti kami." terang Levic.


"hmmmm aku tidak menyangka,,,sekarang kalian jadi lebih dewasa." ucap Oscar mengacak rambut kedua remaja itu.


Mereka duduk di ranjang.


"ceritakan pada kami apakah negara yang akan kita tinggali itu bagus?." penasaran Ivan .


"aku tidak tau,karena aku hanya berada di kota ." jujur Oscar .


"bagaimana orang orangnya?." tanya Levic .


"mereka ramah dan baik sekali, jika kau tidak suka katakan saja tidak suka agar mereka tau bagaimana berinteraksi dengan kalian." terang Oscar .


"bagaimana dengan bahasa?." kembali Ivan bertanya.


"tenang saja ... mereka banyak yang seperti kita, memakai banyak bahasa, dan membaurlah dengan orang lokal." jelas Oscar .


"tapi itu sulit... " sahut Levic .


"aku akan menghubungi seseorang untuk membantu kalian nanti." tegas Oscar .


" maksudmu ??? apa kau tidak bersama kami???." Ivan menyadari.


"tidak,ada hal yang harus aku selesaikan ." tegas Oscar .


"itu berbahaya...lebih baik kita bersama." khawatir Ivan .


"hai.... kalian sekolah yang benar,,,jangan ikut campur urusan orang dewasa....dan ingat, jangan pacaran,jangan mudah percaya pada orang lain." nasehat Oscar .


"kalian sudah sarapan?." tanya Oscar .


"tidak sempat , papa menyuruh kami cepat cepat." sahut Levic.


"kalau begitu kalian makan dulu , masakan Asyera sangat enak..." seru Oscar mengusir halus si kembar kemudian mengunci pintu.

__ADS_1


"ada apa dengannya?." gumam Ivan .


"dia aneh,dia selalu mencari kita tapi sekarang dia mengusir kita." keluh Levic.


"kalian makanlah,mama papa kalian juga makan." Asyera meminta ketika mendapati di kembar berdiri di depan kamar Oscar.


"hufff aku hanya ingin melihat gadis manis ku ... tapi yang datang justru sikembar." gumam Oscar di balik pintu.


"dimana kau,,, sibuk apa hingga kau tidak membuka mata..." batin Oscar .


Kini diranjang tiduran mencoba membangun koneksi.


Oscar fokus mengingat wajahnya tapi tak kunjung terkoneksi .


"Oscar ..." seru Alberto dari luar kamar karena tak bisa membuka pintu.


Oscar mencoba mengabaikan panggilan ayahnya dan terus mencoba fokus.


"Oscar... buka pintunya." pinta Alberto lagi.


Masih tidak ada jawaban dari dalam.


Wira yang sejak tadi mendengarkan Alberto segera beranjak dari duduknya dan menghampiri.


"kenapa?." tanya Wira .


"Oscar ... hentikan... kau tidak akan bisa melihatnya... " seru Wira .


Ucapan Wira membuatnya terusik dan beranjak membuka pintu.


"apa maksud mu?!." tanya Oscar dengan wajah marahnya begitu membuka pintu.


Alberto tidak pernah melihat putranya seperti itu.


"aku tau kau berusaha melihat wanitamu, dan nasehatku sebagai sesama pria... ditambah pengalaman pribadiku,,, wanitamu saat ini pasti sangat senang karena tidak ada koneksi diantara kalian." tukas Wira.


"omong kosong !." sangkal Oscar .


"aku mengenalnya jauh sebelum kau melihatnya,,,aku beri tau kau, dia mencintai seseorang meski sudah berakhir belum lagi banyak pria dari bangsanya yang juga mengincar mendapatkannya ,apa kau tau... sudah berapa banyak lamaran untuknya yang ditolak orangtuanya???." Wira berbangga dan sedikit tawa semburat menyiutkan amarah Oscar .


"omaong kosong, dia hanya sedang tidur,,,jadi aku tidak bisa melihatnya." Oscar menutupi rasa cemburunya.


"apa yang kalian bicarakan?." tanya Alberto .


"kau tidak akan mengerti,,,ini urusan ayah dan anak." lirik Wira pada Alberto .


"kau bukan ayahku dan aku bukan anakmu." tatap tajam Oscar .

__ADS_1


"ahhhhhc sekarang latihan dulu jadi ayah dan anak..." tiba tiba Wira merajuk itupun tepat disaat Arrasy ingin memanggilnya.


"kenapa harus berlatih seperti itu... seharusnya ayah melatihnya agar bisa melindungi kakak..." seru Arrasy.


"hufffh anak ini ...sebenarnya mereka itu membicarakan apa sihc ,gak faedah." batin Oscar .


Oscar masuk ke kamar di ikuti ketiganya.


"jika kau ingin ku panggil kakak,berhentilah seperti anak kecil,dengarkan kata papamu dan ayahku." gerutu Arrasy.


"siapa juga yang ingin kau panggil kakak..." balas Oscar .


"ini masih pagi,tapi kalian serumit ini." gumam Alberto .


"kau tenang saja,Oscar hanya sedang rindu dan tidak ingin di ganggu." terang Wira pada Alberto .


"dan kau Oscar ,hari ini kita akan pergi." Wira memberitahu .


"iya,,,jadi biarkan aku sendiri,aku ingin istirahat ..." keluh Oscar .


"kau tidak ingin melihat kakakku... biasanya jam segini dia datang menemui ayah dan ibu." ingat Arrasy.


"tidak..." tegas Oscar dan tiduran di ranjang.


"hei... kakakmu tidak akan menemui kita sampai tugasnya selesai." papar Wira .


"tapi kakak tidak cerita...dia bilang cuma mau ke China ..." heran Arrasy.


"ya setelah dari sana,,, dia sekarang pemimpin jadi harus melakukan tugas sebagai pemimpin baru." kembali Wira menjelaskan pada Arrasy .


Meski Arrasy baru tigabelas tahun ,tubuh bongsornya di ikuti IQ nya di tambah rasa ingin tahu kadang itu membuat Wira dan Asyera kwalahan .


"hmmm orang dewasa memang ribet." gumam Arrasy dan keluar kamar.


"bisakah kalian juga keluar..." pinta Oscar .


"berani kau mengusirku di tempatku sendiri..." balas Wira .


"apa keberadaan papa tidak membuatmu nyaman..." sahut Alberto .


"tidak... aku hanya ingin istirahat." cepat Oscar agar papanya tidak merasa diabaikan olehnya.


"kau bisa mengusir kami,tapi nyalimu ciut jika Asyera yang ada disini,,,apa lagi jika wanitamu ada disini,apa masih berani mengusir orang tua seperti kami." gerutu Wira.


Wira dan Alberto akhirnya memutuskan meninggalkan Oscar sendiri dikamar.


"lebih baik aku pura pura tidur agar tidak ada yang menggangguku, jadi aku bisa leluasa mencari koneksi dengan gadis manis ku." gumam Oscar .

__ADS_1


__ADS_2