Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Keputusan Oscar


__ADS_3

◀️⏸️▶️ ◀️⏸️▶️ ◀️⏸️▶️ ◀️⏸️▶️ ◀️⏸️▶️ ◀️⏸️▶️


⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪


Oscar mulai sadar setelah Orchid pergi dari rumah itu.


"mmmmm ahc." Oscar berusaha meregangkan tubuhnya tapi merasa sekujur tubuhnya pegal .


Sasha yang menunggunya segera beranjak keluar memberitahu Alberto yang sedang bicara dengan Wira dan Asyera.


"Alberto ,,, Oscar sudah sadar." Sasha memberitahu .


Mereka berempat segera ke kamar melihat keadaan Oscar .


"aku sudah menghubungi dokter di dekat sini,sebentar lagi dia akan datang." sigap Wira .


"papa ... papa tidak apa apa? " tanya Oscar begitu melihat Alberto .


"ya,aku baik,,,dan yang lain juga baik." Alberto menenangkan.


"Sasha ,,,trimakasih ." tatap Oscar .


Sasha mengangguk .


"Asyera... terimakasih kau datang tepat waktu,sekali lagi keluargaku berhutang nyawa padamu." tulus Oscar .


"kau tidak perlu berterimakasih ,kita keluarga,,," balas Asyera.


Arrasy yang baru pulang dan mendapati dokter baru saja masuk ke halaman rumah segera menghentikan dokter tersebut.


"apa ayahku memanggil anda?." tanya Arrasy.


"iya,dia menyuruhku cepat,tapi kelihatannya kau sudah membaik,hanya memar di wajah akan hilang dalam dua hari." terang dokter.


"ahc anda salah, di dalam ada yang sakit...mungkin ayah meminta anda memeriksanya." balas Arrasy.


"ohc,baiklah ..." salting dokter.


Arrasy mengajaknya masuk rumah dan membawanya ke kamar Oscar .


" ohc dokter,cepatlah periksa menantuku,,,dia baru saja sadar dari pingsannya." cemas sekaligus senang ala Wira .


Dokter segera memeriksa Oscar .


"ayah lebai...apa ayah pikir kakak mau dengannya... bagaimana pria seperti dia bisa melindungi kakak...melawan puluhan orang saja dia tidak bisa,,,pantas dia tidak mampu melawan kak Exxa." Arrasy jujur.


Oscar yang sedang diperiksa mendengar kata kata Arrasy merasa payah juga malu.


"aku tidak akan menyukai kakakmu,aku sudah mencintai seseorang." Oscar menatap Arrasy.


"kau tidak perlu membela dirimu, kakakku yang terbaik,kau yang sekarang tidak pantas bersamanya. Soal seseorang yang kau cintai...yakin kau tidak menginginkan kakakku? jika kau bertemu kakakku,aku tidak yakin kau menolaknya...bahkan merengek meminta ayah ibuku membantumu." papar Arrasy .


"Arras ... biarkan dia ,jangan mengganggunya." tatap Asyera.


"iyaaaaaa.... kenapa ibu selalu membelanya." Arrasy membalas tatapan Asyera.


"hish... kau tidak sopan, kau push up 3000x." Wira menjitak dahi Arrasy.


"ayahhhhh... kenapa aku jujur juga dihukum ..." manja Arrasy.


"apa kau mau menambah hukumanmu?." tatap Wira .


"hufffffh ... " Arrasy keluar kamar untuk menjalankan hukuman.


"maaf semua... putraku selalu seperti itu..." sopan Wira .


"anak itu memang selalu jujur,harusnya anda bangga memiliki putra sepertinya." sambung dokter yang selesai memeriksa Oscar.


"kami selalu bangga tapi kami juga tidak mau dia bersikap seperti tadi " sahut Asyera.


"baiklah ... aku akan menuliskan resep obat, dia hanya kelelahan saja." dokter memberitahu hasil pemeriksaannya.

__ADS_1


"Sasha ... pergilah membeli obat juga antar dokter." pinta Alberto .


Sasha dan dokter keluar.


Dihalaman Sasha melihat Arrasy push up.


"anak itu benar benar melakukan perintah ayahnya." batin Sasha .


"hai nak... masuklah kerumah,ayahmu tidak marah." seru dokter dari kejauhan.


Arrasy hanya diam dan melanjutkan hukuman.


"mereka pikir lebih mengenal ayahku ..." batin Arrasy.


Sementara di dalam kamar.


"bagaimana...apa masih sakit?."tanya Alberto .


"lumayan pa..." jawab Oscar .


"kita akan ke Indonesia ,kita mulai dari awal disana." Alberto memutuskan.


"pa...aku ingin tau semuanya,aku tidak bisa pergi begitu saja,kita tidak akan bisa lari selamanya kita harus tau kenapa mereka terus mengejar papa." Oscar bersikeras.


" Alberto ,aku dan Asyera akan menjaganya...kau bisa tetap disini atau ke Indonesia ." Wira menengahi.


"pa...aku akan bersama mereka,aku bisa tinggal di Spanyol dirumah lama." bujuk Oscar .


Sasha telah kembali membawa obat dan meletakkan di nakas.


Hening sesaat.


"baiklah, tapi kau harus tinggal di yayasan Andalusia ,setidaknya disana banyak orang yang bisa melindungimu dari mereka." putus Alberto .


Alberto keluar kamar di ikuti Sasha dan Asyera.


"aku Wira ..." Wira memperkenalkan diri.


"jadi kau Wira ... sahabat mamaku???." Oscar menatap penuh selidik .


"jika begitu aku semakin yakin dengan keputusanku..." gumam Oscar .


"kau harus tau dulu apa yang mereka cari setelah itu siapa sebenarnya mereka." Wira serius.


"aku juga ingin tau...dulu setelah kematian mama mereka juga datang kerumah dan membuat rumah kacau juga menembaki semua. Alicia juga tidak pernah menceritakan apapun, aku hanya memiliki informasi masa kecil mama dari Maria ." gumam Oscar .


"Alicia tidak diam saja,dia memiliki banyak informasi tentang para mafia itu, sebenarnya dia telah menitipkan sesuatu pada mamamu karna dia mengira setelah mendapatkannya maka dialah yang akan diburu. Sampai sekarang aku tidak tau dimana Laura menyembunyikan apa yang diberikan Alicia." Wira memaparkan yang sebenarnya.


"apakah aku boleh menggantikan posisi mamaku?." tanya Oscar tiba tiba.


"jadilah dirimu sendiri, tidak perlu memerankan peran mamamu..." balas Wira .


"hmmm ,apa kau mau membantuku untuk itu?." lanjut Oscar .


" aku hanya bisa jadi mentormu, apa kau punya tekad? sanggup untuk itu?." lanjut Wira kembali.


" aku akan berusaha yang terbaik untuk menyelesaikan yang belum mama selesaikan." tegas Oscar .


"hmmm,,, kau harus bisa melampaui batasanmu atau kau tidak akan pernah menyelesaikannya." jelas Wira .


" aku siap untuk itu." singkat Oscar .


"hufffh ... calon mantu." lirih Wira mengacak rambut Oscar .


"apaaa jangan berpikir macam macam,aku sudah punya wanitaku..." seru Oscar .


"iya iya...aku tau itu calon mantu..." santai Wira keluar kamar meninggalkan Oscar sendirian.


"dasar keluarga aneh... apa yang ada di otak mereka,,,aku sudah berulang kali menolak,juga menjelaskan tapi mereka tetap saja seperti itu." gerutu Oscar sendirian.


⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩⏩

__ADS_1


"Sasha ... persiapkan semua perpindahan kita,aku akan meminta bantuan Julli mengakuisi perusahaanku disini.


"baik." singkat Sasha


"mmmmm Sasha lebih baik kau bertanya pada Mili dan anak anak apa mereka akan ikut atau tidak,atau mereka tinggal bersama Oscar di yayasan Andalusia ." Alberto tidak ingin keterpaksaan.


"Alberto ... apa kau tau sesuatu... mengenai semua ini?." tanya Wira menghampiri.


"tidak ,,, aku pikir ini tentang pekerjaan Laura,sebab mereka selalu menanyakan hal yang sama dari dulu." Alberto mengingat ingat.


" sebelum menghembuskan nafas terakhir,Laura memberikan aku flashdisk rancangan khusus ,,,harusnya sepasang tapi aku tidak tau dimana dia menyimpannya." terang Wira .


"flash disk khusus...seperti apa?." tanya Alberto .


Wira mengeluarkan sesuatu dari topinya.


"aku pernah melihatnya ,,, kapan...." Alberto mencoba mengingat .


"jika putriku disini mungkin tidak lama untuk mengetahuinya." gerutu Asyera tidak sabar.


"aku tidak yakin,,, tapi waktu itu kita semua berada di sebuah bangunan besar dan kuno. " terang Alberto .


"kita semua...apa bersama anak anak kita?." naluri Wira bekerja.


"iya...Laura bernyanyi dengan menggendong putri kecilmu dan menggandeng Oscar , kalung flash disk itu dimainkan putrimu dan Laura melepaskan dan memakaikannya ke Oscar tapi putrimu menangis ,itu terakhir aku melihatnya karna sorenya kalung itu tidak kulihat lagi." jelas Alberto .


"bisa kau definisikan bangunannya ... karena terlalu banyak tempat yang kita datangi bersama anak anak." pinta Wira .


"ya...mmmmmm ,bangunan besar dan luas,,,tempat terbuka,langit seperti atapnya,,, sangat tinggi...seperti kompleks kuno...ada seperti danau juga..." Alberto mengingat ingat lagi.


" bangunan terbuka...kami tidak bisa berada di tempat terbuka kecuali di negara itu tidak berada di bawah kuasa mafia itu." Wira mengingat peraturan kerjanya bersama Laura .


"oooow...Wira... itu di negerimu ...aku ingat aku melihat papan jalan yang menggunakan huruf yang banyak lengkungannya. Laura bilang itu huruf hanya digunakan di beberapa tempat saja meski pulau itu luas..." ingat Alberto .


"sayang ... itu jelas candi ..." sahut Asyera yang kembali bergabung membawa jus jeruk.


"mmmm bangunan tinggi luas beratap langit..." Wira masih berfikir.


"Borobudur ." singkat Asyera setelah menenggak jusnya.


"ahc ,,,kenapa aku tidak ingat negeriku sendiri... " Wira mengusap wajahnya dengan kasar.


"hufff itu mengapa aku slalu mengajakmu pulang dan tinggal disana dengan identitas baru... musuh negara tidak akan tau juga negara sekarang tidak bisa di intervensi asing." papar Asyera.


"apa ada negara seperti itu?." tanya Sasha tiba tiba.


"itu negara yang akan aku tinggali,negara mereka. Negara yang tidak perlu maju pesat secara mendadak sehingga penduduknya mampu menyerap kemajuan secara bertahap dan tidak meninggalkan budayanya,,,jadi mereka tetap diri mereka terbiasa dengan perbedaan tidak anti kemajuan tidak anti asing juga memiliki daya saing yang hebat,,,mereka hanya kurang percaya diri dengan apa yang mereka miliki. Di banding negara Asia lainnya,negara itu penduduknya tidak mengalami syok kemajuan zaman,mereka bangga pada nenek moyang mereka yang terbilang maju dengan cara sederhana,faktanya Asia lebih maju dari barat dimasa lalu . ya ...kau tau dunia barat masa lalu pandai dalam hal saling menipu,keberhasilan barat hari ini juga hasil menipu kawasan timur dan Asia ." jelas Alberto kemana mana.


"baiklah ... Oscar sudah memutuskan ikut denganku, jadi kami akan mencari flash disk itu sekalian melatih Oscar ." Wira memberitahu .


"Oscar akan tinggal di yayasan." jelas Alberto .


"jangan egois Alberto ,,, apa kau tidak ingat peristiwa pembantaian malam itu di yayasan... sekarang banyak anak anak disana ,meski sistem keamanan terus diperbarui kau tidak bisa menjamin keselamatan seluruh yayasan, dan apa bisa kau mendapat ijin tinggal dari keluarga Serrano mengingat kekacauan malam itu karena mereka memburu Laura dan Alicia." Asyera menatap Alberto .


"tapi tidak ada tempat aman untuk Oscar selain yayasan... " Alberto putus asa.


"ada aku dan Wira dan keluarga Serrano akan membantu menyediakan tempat tinggal yang aman untuk Oscar tanpa membahayakan nyawa orang lain." Asyera mengusap punggung Alberto.


"kalian berjanjilah menjaganya...aku tidak sanggup kehilangan lagi..." Alberto meminta.


" tenanglah ... dimasa depan dia yang akan melindungi kita...ya kan sayang ..." Wira menenangkan.


"Julli mu mengenal keluargaku,kau tidak perlu khawatir menyerahkan Oscar pada kami." Asyera ikut menenangkan.


" Julli ..." Alberto menatap Asyera dan Wira bergantian.


" ya... Julli Ramirez istri dari Prabu Sembrani yang menetap di Indonesia ." jelas Asyera.


"bagaimana bisa...Julli tidak pernah mengatakan apapun." Alberto terperangah .


"aku yang melarangnya bicara mengenai kami sebagai konsekuensi mengenal keluarga kami ." Wira menjelaskan .

__ADS_1


Alberto merasa tenang mendengar apa yang baru saja di dengarnya.


"baiklah , aku akan memulai semua dari sekarang,,,dan Oscar ,kuharap kalian benar benar menjaganya demi Laura." yakin Alberto.


__ADS_2