Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Tak terkendali.


__ADS_3

Festival naga yang sangat meriah membuat Alin lupa akan kesedihannya.


Orchid hanya berusaha menikmati suasana riuh yang membuatnya terus waspada.


Sedang Indra tidak hanya melihat festival naga, tapi juga mencari seseorang yang pernah di temui nya ketika berada di Sierra Lione . Yaaaa,,,, dokter cantik yang menjadi relawan kemanusiaan.


Indra terpesona dengan kepiawaian sang dokter dalam menangani masalah urgent dan chaos diwaktu yang bersamaan, tenang dan tepat, untuk meminimalisir kemungkinan tragedi.


Dr. Lu Li, begitu dia dipanggil.


Keduanya menjadi semakin akrab setelah Indra di tugaskan menjadi bayangan selain menjadi relawan dalam organisasi kemanusiaan.


Sebelum Indra berpindah divisi dia telah berjanji akan mengunjunginya di festival naga.


Dr. Lu Li hanya menganggap itu sebagai sopan santun dalam dunia relawan, tidak bertemu jika tidak di dunia relawan jika bertemu adalah sebuah kebetulan tak terduga.


Mengapa festival naga???


Ya karena Dr. Lu Li pernah bercerita kalau dia menyukai festival naga.


Indra masih mencari sosok Dr. Lu Li, sedangkan Orchid selain waspada dengan sekelilingnya dia juga mengawasi Alin yang di biarkan nya bersenang senang tak jauh dari para penari yang menarikan naga merah.


Selang beberapa menit Orchid merasakan samar samar energi Guardians, dia tidak merisaukan nya karena bisa saja salah satu Guardians tanah ini sedang memeriksa wilayahnya dan melintas disini.


Di keramaian festival naga ternyata ada keramaian lain yang menarik banyak perhatian orang orang.


Indra dan Orchid yang mendengar kehebohan itu menoleh kearah dimana orang orang nampak makin berkerumun berlari mendekat.


"tetaplah disini, aku akan memeriksanya. " pinta indra.


"mmmm" sanggup Orchid.


Indra pun segera mencari tahu apa yang terjadi.


Semakin dekat semakin banyak terdengar triakan orang orang akan sesuatu dan saat itulah Indra melihat sosok Dr. Lu Li yang juga berjalan mendekat ke sumber perhatian.


ya, ada seorang gadis yang tidak berdaya sedang menahan sesuatu dan terlihat sesekali matanya berubah ubah serta meneriakkan sesuatu yang tidak dimengerti orang orang,orang orang ini percaya bahwa gadis ini telah menjadi pengikut iblis, sehingga menampakkan diri ketika tarian naga dimulai.


Banyak sekali orang orang mengambil foto kejadian ini, mereka bahkan tidak iba pada seorang ibu yang terus menangis meminta tolong.


Tak lama ada remaja laki laki mendekat.


Indra mengindahkan yang terjadi dan menghampiri Dr. Lu Li yang berada tak jauh darinya.


"Lu Li...


Lu Li...


Dr. Lu Li... "


Indra pun tersenyum melihat Dr. Lu Li menoleh ke arahnya.


"kau disini??? " heran Dr. Lu Li.


"ya, dari tadi aku mencarimu. " jujur Indra.


"oh, maaf... ah ya aku ingin menolong anak itu dulu. " sopan Dr. Lu Li kemudian menghampiri gadis yang telah dirasuki iblis.


Indra mengikutinya mendekat.


Melihat lebih dekat dan barulah dia tahu jika gadis itu telah kerasukan iblis.


"aku dokter, aku akan memeriksanya,,, " kebiasaan nya dalam situasi seperti itu membuatnya secara spontan memperkenalkan diri, dan yahhhh dia menilai ini adalah medis kategori psikologi, tidak ada namanya kerasukan.


"dokter, anda tidak akan bisa menolongnya dengan pengetahuanmu. " jelas remaja laki laki yang berada di samping gadis itu.

__ADS_1


Remaja itu kemudian melakukan sesuatu yang membuat gadis itu semakin beringas.


"hentikan,,, itu bisa melukainya... " teriak Indra yang kemudian ikut berada disamping gadis itu.


Dr. Lu Li tidak Terima dengan pernyataan remaja itu kemudian mencoba menarik tangannya.


Dr. Lu Li dan remaja itu saling kukuh dengan apa yang mereka percaya untuk menolong gadis itu, sedang ibu gadis itu semakin meraung melihat anaknya yang terus berteriak mencoba lari.


Kelabilan remaja itu berhadapan dengan dokter dan gadis itu membuat emosinya tak terkendali.


Terjadilah ledakan cosmos pada remaja itu yang disaksikan banyak orang dan tentu saja banyak yang terkejut melihat remaja itu bercahaya.


Orchid yang menyadari ledakan cosmos meski sedikit terlambat segera menghentikan ruang dan waktu, dengan cepat menyambar Alin kemudian menghampiri kakaknya.


Indra menceritakan yang terjadi dengan cepat orchid membawa mereka melintas ruang dan waktu ke istana pertama china.


Orchid meninggalkan mereka disana dan kembali ke festival untuk menghapus jejak digital yang terekam.


Setelah tersadar ibu gadis itu tersadar dan kebingungan melihat sekeliling yang begitu sepi dan hanya ada mereka.


Indra menggunakan magic nya untuk mengikat gadis itu agar tidak kemana-mana sementara remaja itu dengan Dr. Lu Li yang sempat terkejut masih saja berdebat saling menyalahkan.


Alin melihat semua itu lalu merapat pada Indra, menyembunyikan tubuhnya sesekali mengintip gadis itu juga Dr. Lu Li dan remaja laki laki itu.


Indra membiarkan Alin seperti itu selagi menunggu Orchid kembali.


"kakak... " suara Alin membuat semua orang menoleh padanya.


Alin melihat mereka kemudian menatap Indra.


"dimana kakak angel?. " tanya Alin menyadari Orchid tidak ada disana.


Indra menyamakan diri kemudian mencoba menenangkan Alin.


"dia sedang membereskan sesuatu, sebentar lagi dia akan datang. " indra mengusap kepala Alin dan tersenyum.


Dr. Lu Li yang menyadari ketakutan Alin segera merespon.


"Hai... aku Lu Li... "


"apa kau baik baik saja?. "


Alin tidak merespon.


"kakak... apa kakak itu sakit??? " Alin mengalihkan pandangannya pada gadis yang kini kesakitan tidak bisa lepas diri dari ikatan yang di buat Indra.


"ya, dia sedang sakit... kau tetap bersamaku, jangan mendekatinya. " jelas Indra sembari mengusap kepala Alin.


"aku bisa menyadarkannya. " seru sang remaja segera menghampiri gadis itu yang masih ditangisi ibunya.


"berhenti... kau tidak bisa mengontrol kemampuanmu, juga cakramu tidak stabil,,, itu akan berbalik pada dirimu jika kau memaksakan nya. " terang Indra.


Dr. Lu Li mendengarkan juga mengamati gadis itu seolah sedang mencerna situasi.


"tuan tidak tau apa apa... " balas sang remaja yang mulai mengaktifkan kembali energinya.


Indra yang melihat kecerobohan remaja itu segera mendekat untuk menghentikannya.


Anak remaja itu melawan yang berakhir terikat dengan magic Indra.


"untuk menolong orang lain kau harus memastikan dirimu mampu... " tegas Indra.


Dr. Lu Li yang menyaksikan menjadi bingung.


"tuan muda, tolonglah putriku,, dia satu satunya yang ku miliki di dunia ini, tolonglah orang tua ini... " ibu gadis itu menangis memohon.

__ADS_1


"bibi... bangunlah, aku hanya bisa mengikatnya, aku tidak bisa bertindak jauh sebelum kita tahu iblis yang merasukinya. " terang Indra.


"tolonglah, putriku sudah bertahun tahun menderita seperti ini... " kembali sang ibu memohon.


"bersabarlah, adikku akan segera kembali mungkin bersama yang lain. " jelas Indra.


"adik... lalu gadis kecil itu siapa? dari tadi aku tidak melihat siapapun selain mereka yang ada disini. " batin Dr. Lu Li.


"Lu Li, maaf membawamu kesini juga terlibat masalah ini. " sopan Indra.


"boleh aku bertanya?. " Dr. Lu Li.


"ya, " singkat Indra mengawasi gadis itu juga remaja itu.


"kenapa kau mengatakan ini kasus kerasukan??? dan dari tadi disini hanya ada kita,,, " heran Dr. Lu Li.


Indra tersenyum dengan pertanyaan Dr. Lu Li.


"Lu Li, seharusnya kau menanyakan kenapa atau bagaimana kita berada disini di tempat yang tak asing juga tak pernah kau kunjungi... " perjelas Indra.


"ini pasti kakak angel kan kak?. " seru Alin.


"ya, siapa lagi yang terdekat selain dia di lokasi tadi... " timpal Indra.


Sang remaja yang mendengarkan mulai mencerna.


"tuan, bisakah anda melepaskan saya? "


"aku Wei Xun putra Guardians Wei pelindung dataran china selatan,cucu Tuoli dari Guilin." remaja itu masih mencoba dan mengenalkan diri.


"oh, pantas saja,, tapi kenapa kau berada jauh dari rumahmu juga ceroboh dengan kemampuanmu.?. "


"aku bosan berada di desa yang sunyi dan setiap hari berlatih hal yang sama... ibuku selalu memaksaku berlatih keras agar kelak bisa sekuat ayah dan bergabung melindungi keluarga juga tanah yang di berkati. Sedang ayah tidak memberiku hal lain selain berlatih pernafasan di pagi hari, membaca di Pustaka sepanjang hari yang tidak kunjung selesai, malamnya hanya boleh tidur jika sudah memuji Tuhan sebanyak bintang yang bisa ku lihat, menipunya pun aku tidak bisa, huffff. " Wei Xun tertunduk menceritakan keluh kesahnya.


"apa kau tidak mengerti kenapa ayahmu melakukannya??? " tanya Indra pada keluhan Wei Xun.


"apa maksudnya? kenapa menanyakan itu? tentu saja aku tau, ayahku tidak mempedulikan apa yang aku inginkan, menjadi seperti dirinya... " Wei Xun masih merasa kecewa.


"perlu jiwa yang bersih untuk mencapai evolusi seperti ayahmu, dan.... kau cukup beruntung tidak menjadi anak dari ayah ibuku. " senyum Indra mengingat masa yang dilaluinya juga saudaranya yang lain.


"tuan, darimana anda berasal? melihat kemampuan tuan dengan magic yang tuan miliki juga bagaimana kita berada di sini, tuan pasti salah satu pemimpin divisi atau seorang Guardians. " selidik Wei Xun.


"lihatlah... karena kau tidak rajin belajar seperti yang orangtuamu suruh, kau bahkan tidak bisa membedakan divisi dan Guardians. " ejek Indra.


Sejauh ini yang berada di tempat itu mendengarkan omongan keduanya kecuali gadis yang kerasukan.


"dalam divisi tidak menggunakan magic, sedang Guardians menggunakannya. " kekeh Wei Xun.


"kau sebuah harapan, tapi bagaimana bisa kau memalukan keluargamu seperti ini... " Indra.


Mendengar nya membuat Wei Xun marah hingga mengeluarkan energi Guardians nya yang tak beraturan hingga mematahkan ikatan magic yang Indra buat.


"lihat dirimu,,, kau benar benar tak terkendali,aku rasa kau cocok menjadi murid Dokan." santai Indra melihat perubahan Wei Xun.


"ayahmu seorang Guardians yang bijak dan pandai bersabar, bagaimana memiliki putra sepertimu... dia pasti kecewa... " Indra semakin jauh menilai keburukan Wei Xun.


"diam kau..... " Wei Xun melesat menyerang Indra.


Indra yang terampil dan berpengalaman dengan mudah menghindari serangan Wei Xun.


Wei Xun semakin meradang dan kembali menyerang tak terkendali.


Dengan santai dan mudahnya Indra menghindari setiap serangan yang di tujukan padanya.


"kau seperti biji yang akan bertunas, tapi kau tidak bisa keluar dari cangkang dan selaputnya hingga membuatmu tidak segera bertunas menyapa matahari. " Indra berada di dinding dengan sikap bertahan sekaligus mengawasi Alin yang ketakutan.

__ADS_1


Dr. Lu Li mencoba menenangkan Alin namun Alin tak meresponnya, dan terpaksa Dr. Lu Li mengangkat Alin menjauh dari pertarungan mendekati ibu sang gadis.


__ADS_2