
Setelah magrib kami berempat pamit akan ke rumah Gusti .
Orchid hanya diam sepanjang jalan dan ke tiga temannya asyik mengobrol.
Sampai di rumah Gusti terdengar suara riuh canda tawa dari ruang bilyar .Gusti menunggu kami didepan pintu dan tersenyum.
Kami masuk bersama dan menyapa teman teman Gusti .Setelah ngobrol sebentar Orchid dan April pergi ke dapur untuk menggoreng martabak yang tadi mereka buat di rumah.
Orchid masih saja diam sedikit bicara .
_________________________________________
Di hari yang sama Niko juga bersenang senang bersama teman temannya di pantai.
Mengabadikan tiap momen bersama seakan tidak terulang lagi. Dia akan menunjukkannya nanti pada Orchid .
Niko yang duduk di pasir pantai memandang jauh ke pantai lepas memikirkan masa depannya.
Didalam hatinya dia ingin berbagi dengan Orchid , kesenangan yang sedang dirasakannya saat ini.
Menjelang sore ponsel Niko berdering ,di sana tertera nama kakaknya.
"hallo...tumben kak telfon ?!." sapa Niko .
"kakek datang ke Indonesia dan meminta semua keluarga di Indonesia berkumpul." sambung Maxim .
"apa yang terjadi kak? kenapa si tua otoriter itu datang ke Indonesia ?hufff aku tidak ingin bertemu dengannya mengingat waktu itu..." keluh Niko menerawang masa kecilnya.
"aku belum tau pasti,tapi Edwin memberitahuku keluarga kita akan mendapat kejutan dari kakek,dan setelahnya kemungkinan keluarga kita akan dibenci oleh saudara saudara papa." terang Maxim .
__ADS_1
"ini benar benar menyebalkan,,, apa lagi yang harus dialami keluarga kita kak?." Niko mencoba mengerti masalah yang akan datang.
"aku tidak tau,terbanglah ke SL dengan penerbangan pertama,aku akan menjemputmu di bandara." Maxim mencoba menghindari pertanyaan Niko .
"tidak, aku akan terbang malam ini juga." tegas Niko .
____________________________________________
Kedatangan kakek di rumah keluarga Ardiansa alias Piter Lu.
Piter Lu putra bungsu Lu Xiang An yang dua puluh tahun silam nekat meninggalkan keluarganya demi menikahi kekasihnya Lucy Wang dan menjauh dari jangkauan kekuasaan ayahnya yang otoriter .
Kepiaweian Piter dalam berbisnis membuatnya mampu menjadi pembisnis handal yang diperhitungkan di kawasan Asia .
Semua tidak luput dari hasil gemblengan ayahnya yang merajai bisnis di seluruh China sampai Eropa .
Kedatangannya kali ini tidak untuk menghukum Piter tapi menagih janji Piter untuk memberikan salah satu putranya sebagai penerus kerajaan bisnisnya. Dulu Piter adalah pewaris tunggalnya untuk perusahaan perusahaannya yang berada di Eropa.Sepupu dan saudara saudara Piter menyembunyikannya di Indonesia namun setelah sepuluh tahun akhirnya ayahnya menemukannya juga.
__________________---------------------------------------
Rumah Gusti .
"ada apa?ku perhatikan dari tadi kamu diam aja." tanya April.
"tidak ada,,, hanya...hatiku rasanya tidak karuan." terang Orchid .
"tenanglah , jangan terpengaruh ,semoga esok semua baik baik saja." tatap April menenangkan Orchid .
"aamiin,,,semoga ketenangan ini tidak berubah menjadi badai ,aamiin." Orchid mencoba positif .
__ADS_1
Mereka berdua kembali ke ruang bilyar setelah selesai membersihkan dapur dengan membawa martabak dan saus .
Semua mengambil martabak menikmati sambil ngobrol.
"besok pulang jam berapa kalian?." tanya Marvin .
"subuh ." jawab April .
"nanti libur semester main ke sini lagi ya." pinta Bima .
"wah kalau libur semester gak janji,,,waktu kita bakalan buat keluarga melepas kangen." sahut Windu .
"kamu gimana Chid? kalau ada jadwal ke Lawu kabari aku ya? aku pengen naik juga." Arya memecah keheningan Orchid .
"aku tidak bisa menjanjikan apapun ." singkat Orchid yang malas bicara.
Sedari awal Arya memang tertarik pada Orchid ,yang di nilainya berbeda dengan umunya wanita.
"ya sudah,,, Gusti besok aku boleh ya ikut nganter?." Arya masih berusaha.
"boleh,,,nanti di bagasi." jawab Gusti yang di sambut tawa semuanya.
"bawa mobil sendiri Gus gak nebeng ,sekalian mau ke rumah kakakku." sergah Arya .
"terserah kamu..." lanjut Gusti .
Malam semakin larut, mereka kembali ke rumah April di kawal Figo .
Figo mengawal mereka hanya sampai pure desa dan Figo terus melanjutkan ke desa bawah.
__ADS_1
Kami tidur dengan nyenyak tapi tidak dengan Orchid yang gelisah dalam tidurnya.
Subuh pun datang dan mereka berempat sudah bersiap kembali ke kota.