
Gani tetap memakan telur yang menyumpal mulutnya meski marah.
Exxa dan Orchid memulai aksinya.
"kak...telurku habis..." ucap Orchid .
"kamu rakus banget sihc dek...ini makan punya kakak." Exxa menyuapi Orchid di depan Gani ,aksi keduanya membuat Gani terpaksa memundurkan tubuhnya.
"kalian apa apaan sihc, gak sopan." seru Gani.
"kakak coba dehc ,kentangku ada asin asinnya gitu." Orchid menyuapi Exxa.
Keduanya mengacuhkan Gani dan asik dengan aksi mereka sendiri.
Gani kesal dan tidak bisa berbuat apa apa.Merasa tenggorokannya seret karena makan telur sebutir Gani mengambil minumnya. Baru juga diangkat Exxa memasukkan sendok makannya kedalam minuman Gani yang membuat Gani kesal berlipat lipat. Nafas Gani mulai terganggu karena seret tak tertahan akhirnya mengambil minuman Exxa dan menghabiskannya.
Baru juga meletakkan gelas kosong Exxa ,Gani kembali dibuat emosi.
"dek,minum kakak habis,,,"manja Exxa.
" kakak boleh minum punyaku, nihc buat kakak semua..." Orchid mengulurkan minuman hangatnya tepat didepan Gani .
Exxa mengambilnya dan menuangkan kecelana Gani .Disitu Gani berteriak kesal.
"mau kalian apa sihc!!!!!?." triak Gani menatap Exxa dan Orchid bergantian.
__ADS_1
"maaf..." melas Orchid sembari memegang kedua telinganya .
" kita pulang yuk dek,,, dah jam segini." Exxa beranjak meninggalkan Gani diekori Orchid .
Gani yang di tinggal begitu saja hanya bisa mendengus kesal sembari membersihkan celananya yang basah.
Frans dan Sony hanya ternganga menyaksikan aksi tadi diseberang meja mereka. Orchid yang melintasi mereka mengerlingkan mata lalu pergi menyusul kakaknya.
Gani menjadi perhatian sepanjang jalan berkat celana basahnya. Sampai di ruangannya menguncinya kemudian dia marah marah mengeluarkan semua emosinya sambil mengganti celananya.
Orchid dan Exxa pergi ke mall dekat kampus.
Soni dan Frans kembali ke kelas untuk mengikuti kelas selanjutnya.
"karena dia membuat siswanya tegang dan kayaknya hidupnya kurang senyum." terang Exxa.
"hmmm,yang ada tuh orang makin bikin orang lain takut,,,bukannya senyum..." sambung Orchid .
"aish ... itu perlu proses,setidaknya aku tidak bosan ." keluh Exxa.
"sebenarnya kakak itu pulang ke Indonesia mengerjakan misi kakak atau mau main main???." Orchid mengernyitkan kedua alisnya,tanda ingin tahunya sudah limit .
"dua duanya." Exxa nyengir .
"punya kakak gini amat..." keluh Orchid .
__ADS_1
"jangan bilang ibu yaaa ntar kakak ajari teknik baru kakak ." tawar Exxa.
"jangan yang aneh aneh lagi..." Orchid berjalan mundur di depan Exxa.
"gak aneh,hanya seni menggunakan senar gitar." terang Exxa.
"jangan bilang buat membunuh." tebak Orchid yang kini berjalan beriringan.
"gak...hanya buat bela diri ,ringan dan fleksibel." Exxa tersenyum.
"mau atau tidak bukankah aku harus belajar..." Orchid tak ada pilihan.
Exxa mengacungkan kedua jempol nya. Kini keduanya mencari toko yang menjual senar gitar.
Setelah dari dua toko alat musik akhirnya dapat senar gitar yang di inginkan.
Keduanya segera pulang, Exxa tidak sabar mengajari adiknya.
Ketika tiba di rumah Asyera sudah berada di rumah menunggu mereka. Kedua saudara itu mencium ibunya .Ketiganya memasuki ruang tengah, Asyera masih asik merajut sedang Orchid dan Exxa asyik dengan senar gitar.
Dengan cepat dan gesit Exxa membuat aksesoris dari senar yang kapanpun bisa diubah menjadi senjata mematikan hanya dengan menarik ujungnya saja.
Melihat kakaknya membuat senjata berupa aksesoris Orchid mencoba membuat yang lebih besar,karena dia tidak setrampil kakaknya.
Asyera tersenyum melihat kedua putrinya . Pikirannya membawanya ke masa lalu disaat keluarganya tidak terpisah dan bahagia.
__ADS_1