
"papa..." seru Oscar terbangun dari pingsannya.
Sasha masih menyetir mobil dengan kencang menuju Birmingham .
Dua pengawal mengapit Oscar di belakang,satu lagi di samping Sasha .
"Sasha ... kembali...turunkan aku...ini perintah ...." seru Oscar penuh amarah , memikirkan papanya sendirian.
Sasha menepikan mobil .
" Oscar ... setelah mengantarmu aku akan menyusulnya, jika kami selamat kami akan menemui kalian semua di Birmingham ." sabar Sasha .
"tidak Sasha ... dia satu satunya yang tersisa untukku,aku tidak ingin terjadi apa apa padanya..." tangis Oscar .
Sasha mengerti tapi dia juga tidak bisa menjamin keselamatan dua orang sekaligus dalam menghadapi mafia yang dikenal kejam.
"Oscar ...jika aku ke sana sendiri,peluang papamu selamat lebih besar,tapi jika kau nekat ikut aku tidak bisa berbuat banyak." jujur Sasha .
Sasha menghubungi istrinya.
Sasha : hallo,,,sampai mana?
Mili : kami sudah berada di bandara.
Sasha : aku akan mengantar Oscar ke sana,tunggulah aku hampir sampai.
Telfon terputus.
"Sasha jangan lakukan...biarkan aku bersama papa..." Oscar kalut.
"kau satu satunya milik mereka...kau harus hidup dan bertahan untuk kelangsungan keluargamu." seru Sasha .
Sampai bandara Sasha memastikan Oscar dan keluarganya masuk .
"Mili ... jaga mereka baik baik,jika dalam dua hari kami tidak datang,,,bersiaplah pergi ke Spanyol ,hubungi nomer ini,dia akan membawamu dan melindungi kalian semua ,terutama Oscar ." Sasha memeluk istrinya .
"kau harus kembali membawa Alberto ..." pinta Mili .
Sasha hanya tersenyum mendengar permintaan istrinya.
Si kembar Levic dan Ivan mengapit Oscar di ruang tunggu.
Penerbangan mereka telah di umumkan,mereka bersiap masuk.
Setelah penumpang mulai mengantri masuk,Sasha segera meninggalkan bandara kembali menyusul Alberto ke perusahaan .
Oscar ikut masuk ke pesawat namun dengan cepat dia kembali keluar sebelum semua penumpang masuk .
Pramugari sempat menghentikannya namun dengan alasan pobia membuatnya di ijinkan keluar pesawat.
Oscar segera berlari keluar bandara dan pergi menggunakan taxi .
Mili yang melihat kursi Oscar kosong langsung menanyakan pada si kembar.
" kemana Oscar ?."
" Oscar ke toilet ." jawab Levic.
Mili langsung pergi ke toilet mengecek ,setelah beberapa menit ternyata yang keluar orang lain.
Mili langsung ke arah pintu masuk,ketika sampai pintu sudah di tutup.
Mili kebingungan ,takut ,cemas...
"silahkan anda duduk di kursi anda." sopan seorang pramugari.
" mmm maaf ... mmm tunggu... apakah anda melihat anak ini..." Mili menunjukkan ponselnya pada pramugari tersebut.
" ya...anak ini turun dari pesawat dengan ketakutan,dia menderita Aerophobia . jadi saya mengijinkannya turun." jelas pramugari.
Mili sudah tidak bisa berbuat apa apa, dia harus menunggu sampai Birmingham untuk mengabari Sasha .
Sasha menemani Alberto di perusahaan ,dimana sekarang mereka berusaha memindahkan seluruh aset atas nama Julli Ramirez ,satu satunya keluarga terdekat yang bisa dipercayanya.
Oscar yang baru saja sampai perusahaan berusaha mencari papanya dan Sasha .
Di ruangan papanya juga tidak ada ,begitu juga ruangan Sasha .
Oscar mengingat ngingat lagi di mana biasanya papanya berada di perusahaan .
" control room..." gumam Oscar dan berlari.
Alberto dan Sasha terkejut melihat pintu di buka, menunggu siapa yang masuk ke ruangan itu.
"Oscar ...." Sasha terkejut.
"Oscar, kenapa masih disini?!!!!." seru Alberto marah dan melihat Sasha .
" pa... aku akan bersama papa,Sasha maaf..." yakin Oscar .
"sudah terlambat untuk minta maaf,sekarang aku harus mencari solusi yang efektif ." ucap Sasha .
Tiba tiba terdengar ledakan , mereka segera melihat cctv. Pintu identiti scan yang memisahkan area lobi dan kantor telah hancur.
Banyak orang masuk juga berkeliaran di gedung itu.
Alberto segera mengambil flashdisk dari laptopnya dan memberikannya pada Oscar .
" simpan ini baik baik,,,dan patuhi Sasha demi papa." pinta Alberto mengalungkan flashdisk pada Oscar .
"maaf...usiaku membolehkan ku membuat keputusan sendiri..." tolak Oscar .
"Sasha bawa dia pergi." tegas Alberto .
Mereka masuk ke lif di ruang control room menuju basement ,tapi itu tidak berjalan sesuai rencana karena suara lif itu di ketahui . Lif berhenti paksa di lantai empat.
Begitu pintu lif terbuka langsung di berondong tembakan.
Tidak mungkin bagi mereka melawan saat ini tanpa senjata lebih.
Hanya Sasha dan Alberto yang memiliki senjata dengan peluru tak sebanyak milik musuh.
Satu satunya pilihan adalah berada dekat dengan mereka dan melakukan perlawanan fisik.
Salah satu dari mereka menyuruh keluar menyerahkan diri.
Ketiganya keluar beberapa langkah.
Oscar mengamati sekelilingnya ,banyak sekali orang di lantai tersebut.
Salah satu dari mereka menghubungi seseorang.
Oscar memutuskan untuk melawan dan secepatnya keluar.
Oscar memulai dengan menghajar orang yang berada di depannya.
Akhirnya terjadi pertarungan tidak seimbang yang membuat Sasha dan Alberto juga harus melawan.
Seperti mangsa yang melawan pemburu, dengan kecepatan dan ketangkasannya Oscar melibas beberapa lawan sekaligus juga berfikir cepat mencari rute keluar.
Oscar berhasil membuka jalan tapi dia harus kembali bertarung membatu Sasha dan papanya.
Kini mereka berada di lantai tiga setelah menuruni tangga darurat.
Baik dari atas maupun dari bawah terdengar lari para musuh yang hendak bertarung dan menangkap mereka hidup hidup.
Pertarungan tidak bisa di hindari lagi,ketiganya bertarung di tangga.
__ADS_1
Sebenarnya mudah bagi Oscar pergi dengan kelincahan parkour nya,tapi tidak dilakukan karena tidak ingin meninggalkan Alberto dan Sasha .
Masih muda bertenaga dan lincah, Oscar mendesak musuh terus menuruni tangga.
Sasha dan Alberto melawan dan sesekali mengikuti Oscar yang berhasil mendesak musuh mundur.
Keluar dari tangga darurat ke lantai satu mereka bertemu orang yang sudah lama mengejar mereka.
Erik, saudara jauh dari Sasha yang bergabung dengan mafia milik kakek mereka. Sejak dulu Erik tidak suka pada Sasha yang lebih di sukai kakeknya.
Erik : sudah lama aku menanti saat ini datang.
Sasha : kau masih sama saja Erik ,masih gila pengakuan.
Erik : itu semua karena mu, kau selalu mencari perhatian kakek.
Oscar : kau mengenalnya?
Sasha : iya,,,kami masih saudara.
Oscar : jadi yang dikatakan Ivan waktu itu benar ternyata.
Alberto : lebih baik kita cepat menyelesaikan ini.
Pertarungan kembali terjadi.
Tidak ada polisi datang membantu sejak Alberto meminta pengamanan perusahaannya siang tadi.
Orang yang melintas keheranan juga tidak berani membantu.
Pertarungan yang tidak seimbang namun ketiganya tidak menyerah sampai tenaga mereka terkuras habis.
"apakah hanya sampai disini jalanku ..." batin Oscar .
"aku ingin melihatmu untuk terakhir kali..." lirih Oscar yang membuat mata Oscar dan Orchid menyatu.
Orchid yang melihat banyak orang ,menerka dimana orang itu berada.
Arrasy merengek pada Orchid yang terlihat melamun untuk di antar ke London .
"Apa ayah dan ibu sudah di London ?." tanya Orchid .
"sudah kakak,mereka sampai tadi pagi...aku sudah terlambat,,,cepatlah!!!." Arrasy dengan wajah yang masih ada sisa luka tidak ingin mengecewakan ayahnya.
"baiklah...pikirkan tempat pertemuannya,kita akan disana." Orchid menyenangkan Arrasy.
"siapa lagi pria yang tersenyum di depannya itu." batin Oscar kesal.
Oscar melepas kekesalannya dengan menyerang musuh.
Sasha kualahan melawan Erik yang kini lebih hebat dari terakhir mereka bertarung.
Alberto kini telah di bekuk tak berkutik.
Oscar dan Sasha dipaksa berhenti melawan atau Alberto akan mati.
Oscar dan Sasha di hajar habis habisan tanpa perlawanan.
Darah mengalir di pelipis hidung juga mulut Oscar .
"maaf..." batin Oscar ,kesadarannya mulai melemah.
Orchid yang baru tiba bersama Arrasy menjerit kesakitan ,Asyera dan Wira yang baru saja tiba dari luar rumah segera berlari.
"ada apa?." tanya Asyera.
Arrasy mencoba menyadarkan Orchid yang masih menjerit.
Asyera menampar Orchid .
"ibu...kenapa,,,rasanya sakit sekali jantungku..." Orchid menangis bersimpuh di hadapan Asyera.
"aku melihat dia di pukuli banyak orang ,,,dan dia menutup matanya." cerita Orchid akan penglihatannya.
"sudah berapa lama?." tanya Asyera.
"kakak menjerit begitu tiba disini." sahut Arrasy.
"tenanglah ... kau bisa membantunya seperti malam itu,kau hanya butuh fokus." Asyera menyarankan.
"bagaimana aku fokus dengan keadaan seperti ini." Orchid masih menangis.
"kembali ke rumah utama, bantu dia bertahan sampai kami menemukannya. Ayahmu harus menyelesaikan hal penting lebih dulu." Asyera memberi pengertian.
Tanpa menunggu menit berikutnya Orchid sudah menghilang.
Arrasy tertawa melihat wajah Orchid sebelum menghilang .
"kenapa tertawa? cepat pergi bersama ayahmu,ibu akan pergi mencari anak itu." Asyera serius.
"baik." singkat Arrasy.
Wira bergegas pergi bersama Arrasy mengingat waktu yang di janjikan hampir lewat.
Orchid yang berada di ruang Logandhi dengan melakukan mudra Orchid membagi energi pada dia yang membuatnya merasa sakit.
Asyera yang biasanya langsung menemukan Oscar saat ini tidak bisa merasakan keberadaannya.
Oscar yang lemah dengan nafas halus mendadak bangkit,dia merasa ada hal yang membuat dirinya seperti sedia kala.
"ini... rasa ini seperti malam itu... " batin Oscar merasai energi yang mengalir ke seluruh tubuhnya secara drastis.
Mengetahui dirinya sekarang bisa melawan,Oscar menyerang musuh musuh yang telah lengah mengira Oscar sudah pingsan.
"kawanku kali ini bukan Exxa tapi orang orang ini jumlahnya lebih banyak. Aku harap aku bisa membawa papa dan Sasha keluar dari sini." batin Oscar yang mulai membuat musuh kualahan .
Perintah yang dilakukan Erik adalah membawa Alberto hidup atau mati,dan keberuntungannya mengejar Alberto membuatnya bertemu dengan Sasha , jadi dia lengah pada Oscar yang tidak diketahui olehnya karena Alberto sengaja merubah marga Oscar mengikuti Laura .
Yang diyakini mafia itu putra Alberto sudah mati di pengejaran sepuluh tahun silam dan itulah yang di katakan Alberto pada dunia untuk melindungi putranya.
Erik yang sedang mengintrogasi Alberto di ruang keamanan gedung mendapat laporan dari anak buahnya.
"tuan ,,, pemuda yang pingsan tadi telah mendesak kami hingga kelorong." lapor anak buahnya membuat Erik penasaran.
"ternyata kau punya orang yang tangguh juga." sinis Erik .
" jauhi dia,urusanmu kami !!!." seru Sasha .
"kau bukan atasanku,,,memangnya siapa dia kau menyuruhku menjauhinya?!." geram Erik .
"dia putraku ,dia madih muda tidak tau apa apa tolong lepaskan dia,,,aku akan melakukan apapun yang kau mau." Sasha berusaha melindungi Oscar .
"gubrakkk...." suara pintu terjatuh bersama beberapa anak buah Erik .
Erik kesal melihatnya dan langsung menantang Oscar yang berada di luar ruangan.
"kau masih muda dan berani,,,ayo kita lihat sampai mana kau bertahan atau mati." seru Erik percaya diri.
Oscar tidak peduli ,dia hanya ingin membebaskan dua pria yang tak berdaya di ruangan itu.
Dengan cepat Erik menghentikan langkah Oscar dengan memukulnya hingga jatuh.
Oscar kembali berdiri dan membalas pukulan Erik tanpa henti. Erik melawannya tapi sia sia justru Erik terus terdesak mundur.
Erik menghindar dan mengambil jarak dengan Oscar .
Erik memerintahkan anak buahnya membawa pergi Alberto dan Sasha .
__ADS_1
Oscar berusaha menarik Alberto namun Erik memukulnya dari belakang.
Anak buah Erik berhasil membawa keluar Alberto dan Sasha di ikuti Erik .
Oscar bangkit dan menyusul tepat di belakang mereka.
Dengan sekuat tenaga Oscar melompat dan menghajar Erik dari belakang.
Melihat bos mereka tersungkur ,mereka berhenti.
Asyera yang merasakan energi Orchid segera melesat ke sumbernya dengan zirahnya .
Di lain tempat ,Guardians pelindung England Aron yang merasakan energi besar Guardians segera melesat mencari sumber energi.
Asyera yang muncul di atas Oscar memperhatikan pertarungan Erik dan Oscar .
Tak lama Guardians pelindung England tiba tidak jauh dari Asyera.
"kenapa kau diam saja tidak membantu?." tanya Aron.
"ishhh diamlah ... putriku sudah membantunya meski hampir habis waktunya, aku hanya ingin tau seberapa hebat musuhnya itu." papar Asyera.
Erik dan Oscar sama sama tidak mau kalah.
"Erik ... lepaskan Oscar ..." seru Sasha .
Erik tidak mengindahkan Sasha justru sibuk bertarung dengan Oscar . Asyera baru sadar akan keadaan Alberto setelah melihat Sasha yang berseru pada Erik .
"Alberto ..." seru Asyera.
"Asyera,,,Asyera,tolong Oscar ..." Alberto meminta .
Semua melihat ke sumber suara diatas pertarungan.
Mereka terkejut melihat dua manusia dengan wings melayang di udara.
"siapa kalian..." teriak Erik .
Oscar segera meninggalkan Erik dan menghampiri Alberto dan Sasha yang di biarkan begitu saja oleh anak buah Erik .
"kau tidak perlu tau siapa kami." serius Aron.
"Aron ... ini wilayahmu,kau ijinkan aku atau kau sendiri yang bertindak?." sopan Asyera.
"bawalah teman mu pergi ,,,aku akan menangani kecoak kecoak ini." senyum Aron.
"baiklah ... jika kau puas bermain ,jangan lupa hapus ingatan mereka." Asyera mengingatkan.
Asyera mengepakkan wingsnya dan mafia itu waspada dan mundur beberapa langkah.
Alberto ,Sasha ,dan Oscar sampai di lobi , Asyera menghampiri mereka,tapi Oscar terjatuh dan pingsan.
"Oscar..." panggil Alberto .
"Oscar ,bangun ..." Sasha menggoyang Oscar yang sudah tidak sadarkan diri.
"papah Oscar jangan sampai terlepas aku akan membawa kalian pergi dari sini." pinta Asyera.
Alberto dan Sasha menuruti,kemudian Asyera menggenggam tangan mereka dan dalam sekejap mereka menghilang.
Di ruangan Logandhi ,Orchid penuh peluh dan berbaring memulihkan tenaganya.
Asyera membawa mereka ke rumah perkebunan tempat Wira.
Di baringkan Oscar di salah satu kamar, mereka juga mengobati luka yang ada.
"sementara kalian aman disini ... " Asyera keluar ingin mengambil makanan dan minuman.
"terimakasih ..." ucap Sasha .
Wira dan Arrasy masuk ke dalam rumah, melihat Asyera membawa baki makanan.
"apa mereka baik ?." tanya Wira .
"tidak apa apa,,," singkat Asyera masuk kamar di ekori suami dan anaknya.
"Alberto ..." seru Wira ,Alberto menoleh.
"Wira ..." Alberto menyeka lukanya.
"apa yang terjadi ? dia..." Wira mengamati sesosok pria muda terbaring di ranjang dengan beberapa luka dan lebam.
"iya itu putraku ,,, hari ini kami sial terlacak mafia kejam itu." Alberto menahan marah.
"Asyera, apa putraku ini baik baik saja? dia sudah terlalu lama pingsan." cemas Alberto .
" tenanglah,,,dia baik baik saja,hanya tertidur,,,jika tubuhnya kembali normal dia akan bangun,tapi ntah berapa hari." jujur Asyera.
"ibu bilang dia pelindung kakak... melawan orang biasa saja dia sudah tidak sadarkan diri..." gumam Arrasy.
Wira dan Asyera kompak menjitak Arrasy .
"lebih baik kalian makan dulu,biarkan Oscar tidur." pinta Asyera.
Wira,Arrasy ,dan Asyera keluar.
"ayah...ibu...bagaimana?." suara Orchid mengagetkan mereka. Orchid mengenakan hanfu dan cadar.
"kau lihat sendiri saja." goda Wira setelah heran dengan penampilan putrinya.
Orchid hanya ingin tau keadaannya tidak ingin melihatnya karena melihatnya hanya akan membuat dirinya bingung.
Alberto dan Sasha keluar kamar,Sasha membawa nampan dan isinya ke dapur sedang Alberto bergabung dengan keluarga Wira .
"Alberto ..." Wira memeluk nya kemudian duduk.
"terimakasih ... aku tidak bisa bayangkan jika kau tidak datang." tulus Alberto .
"kau itu...kita keluarga...tidak perlu trimakasih ." balas Asyera.
"Alberto , berterimakasih lah pada putriku ,jika bukan karenanya kita tidak akan tau." papar Wira .
" maksudmu ?." tanya Alberto tidak mengerti .
"ayah ,ibu...aku harus pergi." pamit Orchid .
" lihatlah dia dulu,,,dia babak belur,." goda Arrasy.
Orchid hanya meliriknya.
"jangan ganggu kakakmu..." Asyera melerai.
"pergilah, kau pasti banyak urusan." Wira mengijinkan.
Orchid menghilang di depan semuanya,Sasha yang melihatnya terkejut tak percaya.
"Wira jelaskan padaku, aku tidak mengerti." Alberto kembali bertanya.
" itu...sebenarnya putramu dan putriku adalah pasangan, hanya saja mereka masih sama sama menolak tiap kali kami ingin mendekatkan mereka." jelas Wira .
" kau jangan bercanda ,anak anak kita sudah lama tidak bertemu dan putraku sudah menyukai seseorang." jujur Alberto .
" sebenarnya mereka ini siapa?." bisik Sasha penasaran.
" mereka sahabat Laura ." lirih Alberto ,Sasha manggut manggut mengerti .
" setelah ini Oscar akan kulatih sendiri." Asyera terus terang.
__ADS_1
" tapi,,,untuk apa?." tanya Alberto .
" melihat keadaannya hari ini Oscar perlu banyak pertarungan, jika bersamaku setidaknya anak anakku yang lain bisa mengujinya meningkatkan kualitas bertarungnya. " jelas Asyera.