Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Hiking 3


__ADS_3

Setelah berjalan 1,5 jam rombongan Bagas sampai di pos Watu Gedeg .


Mereka bertemu rombongan yang baru turun dari atas. Mereka yang baru turun ini bilang cuaca di atas hari ini sangat bagus, kabar tersebut membuat kami bersemangat .


Menuju pos Watu Gede kami di suguhi pemandangan bunga edelweis bertaburan di kanan kiri .



Setelah menempuh jalan 2 jam kami sampai di pos Watu Gede . Kami istirahat sebentar mengingat kami belum berhenti dari tadi dan juga medan menuju pos Watu Kapur akan menguras tenaga .


Mereka asik bercengkrama dan sedikit memakan biskuit dan minum. Setelah siap mereka kembali melakukan perjalanan .


Niko yang pemula terengah engah menapaki jalan ini, kami bersabar menunggu Niko.


Formasi tracker kali ini Bagas leader nya mengekor Wini Maria Maxim Niko Orchid Frans dan Sony sebagai sweeper .


Pengennya Bagas tik-tok kali ini mengingat dua anggotanya akan ujian Senin nanti.


Karena itu perjalanan dilakukan pagi hari .


Namun jika cuaca tidak bersahabat mungkin akan bermalam.


Tidak terasa sudah sampai di pos Watu Kapur .Kami istirahat lagi menghimpun tenaga yang terkuras.


Track kali ini terbantu dengan besi pembatas track tangga batu ,tapi tetap tidak mudah bagi Niko .




Kami kembali bertemu rombongan dari atas yang hendak turun ,kami saling menyapa.


Ternyata tak jauh di belakang kami ada rombongan yang naik ,4 orang dari kota MGL.


Akhirnya kami naik bersama sama dengan mereka. Dari track ini kita bisa melihat pemandangan kota Magetan dan telaga Sarangan .


2 jam yang ditempuh akhirnya sampai di pos Sendang Jolotundo .


Kami semua beristirahat kembali .


__ADS_1


Dari pos Sendang Jolotundo ke pos Sendang Drajat jalan cukup nyaman dan tidak butuh waktu lama kami sampai.



Disini biasanya banyak tenda berdiri . Dan sekarang masih ada tenda dari 3 rombongan .Kamipun memutuskan mendirikan tenda , kami akan tidur sebentar dan mengejar sunset di puncak.


Satu jam tidur cukup bagi kami apa lagi kami lapar,,,kami putuskan pergi ke warung mbok Yem di Hargo Dalem jalan 15 menit.


Kami tadi tidak membongkar tenda kami karena kami akan bermalam.



Kami menikmati nasi pecel telur ceplok plus teh panas yang gak panas di mulut.


Mereka bersantai ria sedang kan Orchid berjalan menuju Hargo Dalem.


Dia tidak masuk ke dalam tapi bergeser 2 langkah ke kanan, berdiri di sana cukup lama. Tak terusik meski beberapa orang melintas. Ada juga yang memperhatikannya,penuh tanya.


Bagi Orchid kesucian Hargo Dalem telah memudar karena pengunjungnya lebih banyak membawa niat niat buruk keduniawian kedalam Hargo Dalem. Sebab itu dia berziarah di tempat sekarang dia berdiri, tempat dia masih menemui aura positif Hargo Dalem.



Orchid telah selesai dan kembali ke rombongannya . Bagas mengajak melanjutkan ke puncak.


summit attack yang jika hujan tanahnya seperti lumpur dan licin ketika kemarau berubah menjadi tandus berdebu . Orchid menyebutnya tanah pasir besi.


Sekarang musim pancaroba dari hujan ke panas jadi tempat ini menjadi bersahabat.


Setelah 45 menit kita sampai di shalter kosong tugu puncak Hargo Dumilah.



Kami senang tapi kami juga tetap menjaga perilaku kami. Kami mengabadikan rasa bahagia ini dengan kamera ponsel kami .


Ada kenikmatan tersendiri ketika kaki ini berada di puncak Lawu .


Orchid senangnya berlipat lipat bahkan dia berucap seperti pulang ke rumah neneknya.


Pantas saja puncak ini di juluki Istana Atas Awan.


__ADS_1


Dari puncak Lawu terlihat lanskap telaga Kuning dan gunung Kukusan di selatan.


Di barat eksotisme sunset merah meredup di belakang gunung Slamet .


Di depannya ada si kembar gunung Sindoro - gunung Sumbing .


Samar terlihat gunung Merbabu dan gunung Merapi berselimut awan.


Setelah puas mereka segera turun .


Orchid berpesan agar mereka terus berdoa sepanjang jalan turun menuju Hargo Dalem.


Jarak pandang yang terbatas ,suara tarian angin bergesekan di tambah kabut yang mulai turun menyelimuti membuat Niko merinding tanpa sadar memegangi jaket Maxim dari belakang.


Maxim yang menyadarinya segera memegang tangan adiknya. Dia terus mengajaknya bicara dan terus fokus mengikuti Maria yang menyadari ketakutan Niko .


45 menit terasa sangat lama bagi Niko yang pemula apalagi merasa takut. Sedikit lagi sampai di Hargo Dalem namun Orchid menghentikan perjalanan rombongan itu mengingat perpindahan frekuensi alam sedang terjadi .


Mereka duduk diam dan berdoa menunggu Orchid membolehkan melanjutkan perjalanan .Ini semua untuk kebaikan mereka sebagai tamu yang baik.


Setelah 10 menit dan kabut menghilang Orchid mengajak segera turun.


Mereka lega ketika sampai di warung mbok Yem dan segera memesan kopi maupun teh panas sambil meluruskan kaki di luar warung.


Setelah cukup istirahat mereka kembali turun ke tenda mereka .


Disana hanya tinggal tenda kita dan tenda rombongan dari kota MGL.


Salah satunya mengatakan bahwa rombongan tadi sudah turun.


Kami membuat api unggun juga sibuk memasak mie menggoreng nugget masak air. Kami menikmati malam itu dengan suka cita di bawah hamparan langit penuh bintang.


ke 4 orang tadi juga bergabung bersama kami .


Dan ntah kapan kami tertidur di tenda kami.


Tidur dengan nyaman tanpa gangguan .


Pagi datang kami membuat sarapan.


Setelah itu kami merapikan tenda meringkas dan membawa sampah kami.

__ADS_1


Dengan carry dipunggung kami memulai perjalanan kami menuruni gunung.


__ADS_2