Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
bertemu kembali


__ADS_3

⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪


Asyera bersama Arrasy tiba di apartemen .


"terimakasih bu,,," tulus Arrasy.


"jaga diri baik baik, mungkin kami akan jarang datang." nasehat Asyera.


"ya,aku mengerti,,, kami juga mendukung nya agar cepat bersama kakak..." Arrasy tersenyum sangat manis.


Asyera mencium dan memeluk putra bungsunya.


"jangan lupa awasi Exxa." pinta Asyera.


"siap !!!." seru Arrasy.


Asyera tersenyum dan menghilang.


"kak Exxa...apa kau sudah siap?" tanya Arrasy diluar kamar Exxa.


" ya,,sebentar lagi..." sahut Exxa yang mengenali suara adiknya.


"aku tunggu dibawah..." seru Arrasy keluar dari apartemen.


Tak lama Exxa muncul dan mereka berjalan bersama menuju kampus untuk menemui teman Exxa.


"bagaimana urusanmu? ouw lebammu sudah tak terlihat." Exxa perhatian .


" banyak sekali data negara kita yang dicuri..." singkat Arrasy.


"hmmmm lalu apa selanjutnya?." tanya Exxa lagi.


"ayah butuh seseorang untuk menghancurkan data rahasia maritim kita yang juga dicuri,sampai sekarang mereka belum bisa membukanya. Tapi kita belum punya seseorang yang bisa masuk kedalam server utama mereka yang di simpan dalam air dengan pengaturan minim O2 di kedalaman 1km. Belum lagi perputaran arus yang di hidupkan setiap 10menit." jelas Arrasy.


"aku akan membantu mencari , walau kemungkinan 1:1000 karena tidak mungkin turun dikedalaman air tanpa bantuan oksigen,sedang pencapaian manusia hanya 7menit tanpa oksigen." papar Exxa.


"aku hanya mencapai setengah kedalaman tanpa oksigen itupun aku sudah berusaha penuh hingga paru paru ku terasa penuh." sambung Arrasy.


" kemampuanmu meningkat." singkat Exxa di angguk i Arrasy.


"kak Orchid bisa,,,hanya jika didalam air sirkuit otaknya mendadak lemah seperti 5G." gumam Arrasy.


"apa... 5G lemah,,,maksudmu kamu lebih baik?!." singgung Exxa.


"memang aku yang tercepat selama ini...kak Orchid meningkat setelah sayapnya muncul." ketus Arrasy.


"otakmu cepat hanya jika adrenalinmu menuntutmu...itulah perbedaan kalian, kau masih dikendalikan tubuhmu sedang dia mengendalikan dirinya dengan hati." analisis Exxa.


"tidak apa ... setidaknya aku masih berada diatasmu." ejek Arrasy.


"dan aku lah yang memegang kendali hidupmu saat ini,,," balas Exxa.


"hufffh ... lihat saja nanti setelah aku besar ,aku berhak atas diriku..." gumam Arrasy.


" jangan harap... kau tetap si bungsu kami..." seru Exxa tertawa menang.


Setelah perjalanan empat puluh lima menit mereka sampai di kampus dimana dulu Exxa menempuh pendidikan ,yaaa kuliah tersingkat dengan meraih tiga gelar sekaligus dan dijuluki psikopat pendidikan.


Mereka masuk ke kampus menuju ruang lab dimana teman Exxa sudah menunggu.

__ADS_1


"Marta ...bagaimana?." tanya Exxa setelah masuk lab dengan baju lab universitas.


"aku sudah mencobanya berkali kali,hasilnya juga berbeda beda...aku masih mencari dosis yang tepat,,," balas Marta .


Exxa melihat tanaman yang sudah di uji coba Marta.


"seharusnya sudah bisa ,tapi kenapa menjadi vegetatif...aku sendiri juga menguji dengan beberapa jenis tanaman dengan dosis berbeda dan berhasil,tanaman yang kau pakai juga sebagian sama." Exxa masih mengamati .


Exxa mencoba melihat lebih teliti .


"tunggu... tulang daun bagian bawah berbeda,,,"


"ummm ini juga..."


"kenapa seperti ini,,,warnanya juga berbeda,semakin besar dosis semakin pudar..."


"sebentar ,,," Exxa keluar memanggil Arrasy yang menunggunya.


"Arras...kemarilah." Exxa memanggil kemudian masuk kembali.


Arrasy segera menyusulnya masuk.


"ada apa..." tanya Arrasy.


"lihatlah,,,ini sama dengan penelitianku tapi hasilnya bisa berbeda jauh." terang Exxa.


"apa ini sudah sesuai dengan jurnal yang kakak buat?." tanya Arrasy yang melihat data observasi milik Marta .


"aku mengikuti arahan Exxa dan selalu mengkonsultasikannya ." jawab Marta .


Arrasy kemudian melihat tanaman yang sudah diuji coba.


Arrasy membalik daun dan benar mendapati perkataan Exxa.


"oh ini bukan karena dosis yang diberikan,,,ini racun kakak...tanah yang terkontaminasi racun yang di serap akar tumbuhan. Dimana kau mengambil tanaman tanaman ini?." Arrasy ingin mengkonfirmasi.


"aku mengambilnya di tepi Manzanares river." jelas Marta .


"lebih baik kita kesana untuk melihatnya." ajak Exxa.


" kakak benar...karena racun ini berbahaya untuk lingkungan." terang Arrasy.


Mereka bertiga akhirnya pergi menuju Manzanares river.


Tinggal beberapa langkah saja tapi terjadi hal tak terduga.


Ada seorang pria di kejar beberapa pria lainnya menuju arah mereka.


Karena sangat takut pria itu berlari tanpa memperhatikan arah hingga menabrak Exxa yang tepat berada ditikungan jalan.


"bruk...." suara tubuh bertabrakan dan jatuh.


Beberapa pria yang mengejarnya juga sampai dan mencoba menangkapnya.


"maaf...tolong aku,mereka melakukan hal buruk disini." ucap pria yang menabrak Exxa sedang pria yang mengejarnya menarik dan memukulnya.


Marta mencoba melerai sedang Arrasy membantu Exxa bangun.


"sepertinya aku pernah melihatnya,,,dimana,,," batin Exxa yang membersihkan diri.

__ADS_1


"kakak tidak apa apa?." tanya Arrasy.


"bruk..." Marta tersungkur.


Exxa menjadi marah melihat Marta kesakitan lalu membantunya.


"hai kalian,,,pergi atau ku panggil polisi..." seru Arrasy.


"diam kau bocah,,,ini urusan kami,atau kau juga ingin di hajar..." balas seorang pria yang kemudian memukul pria yang di kejarnya.


Tanpa a i u Exxa langsung melibas tiga pria yang menghajar pria yang menabraknya tadi.


Kurang dari lima menit mereka di buat terkapar tak bisa berdiri.


Marta menghubungi polisi.


Exxa dan Arrasy membantu pria tadi untuk menepi.


"apa yang kau lakukan sampai mereka ingin melenyapkanmu ?." tanya Arrasy.


"setiap haru aku melintasi tempat ini sebelum ke kampus, tiga hari ini aku melihat mereka membuang sesuatu di tepi sungai. Hari ini karena penasaran aku menyapa dan bertanya apa yang mereka lakukan,bukan di jawab mereka justru memukulku,,,aku lari karena mereka mengeroyokku tadi dan aku tidak sanggup menahan terlalu lama serangan mereka." cerita pria itu.


"mmmmm oh ya ,,kenalkan aku Arrasy dan ini kakakku Exxa dan temannya Marta ." Arrasy memperkenalkan.


Nama yang baru didengarnya membuatnya terkejut dan melihat dua wanita yang duduk tak jauh dari mereka.


"aku Gani , apa kau dari Indonesia ?." Gani mencoba akrab ,ada seulas senyum diwajahnya,tangannya di ulurkan pada Arrasy tapi matanya memandang Exxa yang sedang bicara dengan Marta .


Arrasy menyadarinya,tapi sebelum menegurnya terdengar sirine polisi.


Tak lama polisi datang.


Mereka di mintai keterangan , tiga pria yang terkapar tadi di bawa polisi sedang Gani dan yang lainnya bersama dua orang polisi menuju tempat dimana kejadian di mulai.


Gani kembali memberikan keterangan pada polisi.


Arrasy meminta sarung tangan pada Exxa .


Exxa yang sedari tadi memang ingin melihat tempat dimana Marta mendapatkan tanaman sudah menyiapkan di dalam tasnya.


Arrasy memeriksa tumbuhan juga tanah yang di tunjuk Gani ,dengan keahliannya .


"kakak ini benar ... tempat ini terkontaminasi limbah beracun. Untung ini cepat di ketahui, jika tidak akan merusak ekosistem sepanjang aliran sungai." tegas Arrasy.


"ini berarti mereka tidak sendiri atau yang mereka lakukan ilegal." nilai Marta .


"biar polisi yang mengurus ini, kita kembali ke kampus saja." ajak Exxa.


Ketiganya hendak pergi namun di cegah Gani .


"tunggu ...bisa kita pergi bersama..." Gani memberanikan diri.


"tapi kami akan ke kampus." jawab Marta .


"ya aku tau,karena itu aku ingin ikut bersama kalian." jelas Gani .


" apa kau mahasiswa di CM juga?." tanya Marta .


"ya." singkat Gani .

__ADS_1


Akhirnya mereka berempat pergi bersama ke kampus.


__ADS_2