Anggrek Hitam

Anggrek Hitam
Posesifnya Wira


__ADS_3

Orchid berada di pesta itu hanya sebentar ,bagaimanapun dia sekarang tinggal di Mako jadi tetap mengikuti peraturan.


Orchid ,Asyera, dan Wira pamit dan menitipkan Exxa dan Arrasy pada keluarga Gil .


Merekapun menembus waktu, dalam hitungan detik mereka berada di kamar Orchid di Mako .Semua karena pesatnya kemajuan Orchid ,hanya beberapa detik untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalam jarak berapapun.


Wira tidak sabar bertemu sahabatnya. Tak berapa lama ketiganya sampai di sebuah ruangan dimana Yoris berada. Semenjak menerima file dari Exxa dia tidak pernah pulang ke rumahnya.


Ajudan Yoris yang mengenali Asyera dan Orchid segera mempersilakan masuk.


Mendengar pintu terbuka Yoris mengangkat wajahnya dari layar laptop untuk melihat siapa yang masuk tanpa mengetuk pintu.


Senang,sedih,kangen jadi satu membuncah melihat wajah yang sudah lama tidak di lihatnya. Yoris tergesa gesa menghampiri sahabatnya. Ya pelukan sahabat memang menghangatkan hati, tangisnya pecah begitu saja.


" ayo masuk,,, kalian benar benar yaaa." seru Yoris .


" wkkkk.... jadi kejutan ini berhasil." tawa Wira .


"tinggallah lebih lama disini, kau tidak perlu sembunyi di sini." pinta Yoris .


"aaaahc tidak... aku akan pergi honeymoon ." seru Wira memeluk erat pinggang Asyera sembari menuju sofa dan duduk berdampingan.


"huhhhhch...masih sama saja." gerutu Yoris membuat Wira dan Asyera tertawa,sedang Orchid hanya diam melihat mereka.


"Orchid ,kau akan bosan dengan kami...pergilah, bukankah besok mulai latihan lagi?." ucap Yoris .


" baiklah ...aku akan tidur saja..." malas Orchid .


Orchid pergi meninggalkan mereka .


" Sayang... dia mirip sekali denganmu." Wira berbisik dan mengecup Asyera.


Asyera tersenyum tidak menyangkal. Mereka membicarakan banyak hal dari lelucon hingga hal serius.


Tiba di kamarnya Orchid mengunci pintu dan melakukan kebiasaannya sebelum tidur. Dengan netranya dia melipat ruang dan waktu, terlihat Niko dengan banyak orang tertawa di sekitarnya. Orchid melihat sedikit senyum kecil terukir di bibirnya.

__ADS_1


" ku harap kau bahagia." batin Orchid .


Setelah puas melihat,Orchid membuka kembali pintu lalu keluar berjalan ke barak dimana para personil yang berlatih bersamanya berada.


Tanpa bicara sepatah kata Orchid masuk ke salah satu kamar .


Empat pria yang menempati kamar itu terkejut dengan kedatangannya.


Tanpa bicara Orchid mendekati salah satunya yang terlihat pucat dan berkeringat ,tanpa basa basi Orchid mencengkram kedua tangan pria itu hingga menjerit kesakitan. Suaranya membuat yang lain berlari berkerumun ke kamar tersebut.


Tidak hanya tangan kini Orchid membalik pria itu mencengkram bahunya mengamati tulang punggung hingga tulang ekor.


Tak ada satupun yang berani menyentuh sekalipun dimata mereka Orchid sedang menganiaya temannya . Disaat seperti itu mereka masih mengingat pesan jendral Giri untuk tidak menyentuh Orchid kecuali Orchid mengijinkannya.


Dengan tenang Orchid membetulkan tulang ekor pria itu,yaaaa tentu sakit hingga menghasilkan jeritan yang memekakkan telinga.


Jendral Yoris yang mendapat laporan langsung datang ke barak bersama Wira dan Asyera.


D hanya melihat apa yang dilakukan Orchid dia tidak bisa membaca pikiran Orchid atas yang di lakukannya.


Setelah selesai dengan tulang ekor Orchid menyalurkan hawa dinginnya pada tulang punggung hingga bantalan tulang kembali ke ukuran normal ,pria itupun merasakan punggungnya tegap seperti biasanya kini tubuhnya tidak merasakan sakit yang seperti sebelum Orchid datang.


"jika sakit kau harus menemui dokter, atau anak itu akan melakukannya lagi ." tawa Yoris menepuk bahu pria itu.


" maaf jendral." ucap si pria.


" maaf jika putriku kasar,dia tidak bermaksud menyakitimu." Wira menepuk pundak si pria.


" tidak pak,dia membantuku." balas si pria.


" ingat baik baik,jika Orchid bicara pada kalian,kalian lebih baik mendengarnya...atau kalian bernasib sama dengan teman kalian ini." terang Yoris yang kemudian meninggalkan barak bersama Wira .


Di luar terlihat Asyera masih cemberut dengan kelakuan putrinya. Orchid hanya diam berdiri di samping ibunya menunggu ayahnya dan Yoris .


Yoris tertawa melihat keduanya dan Wira tersenyum.

__ADS_1


" lihatlah Wira...dua bidadari langkamu benar benar menggemaskan." gumam Yoris.


Wira yang mendengarnya tidak suka,baginya hanya dia yang boleh gemas pada istrinya jika pada putrinya dia masih bisa mentolerir.


Yoris yang menyadari tatapan Wira langsung diam dan mengalihkan pandangan Wira dengan mengajak mereka kembali ke ruangannya.


Wira tersenyum dan mengusap rambut putrinya ,memeluk pinggang Asyera ,Yoris berjalan di depan mereka.


" ayah...ibu...aku ke kamar mau tidur,sudah malam." datar Orchid yang malas berkumpul dan mendengarkan ketiga orang dewasa yang membuatnya tidak dewasa.


" tidur yang benar...jangan keluar dan buat ulah lagi." seru Asyera.


" jangan keras padanya...bagaimanapun dia gadis kecilku." bela Wira .


Yoris yang sedari tadi tiba di ruangannya lebih dulu menanti keduanya.


Asyera dan Wira masuk .


" kalian lihat...putri kalian mirip kalian berdua." tawa Yoris .


" tentu saja ,aku ini ayahnya..." bangga Wira .


" iya sama keras kepalanya yang tidak berfikir panjang." gumam Asyera.


" kalian juga masih sama saja hufffffh." Yoris tidak habis pikir dengan keduanya.


" baiklah...kita akan pergi ,titip putriku." seru Wira .


"apa apan...kenapa secepat ini..." teriak Yoris menatap Wira .


"ehemmmm Yoris ,lain kali kita akan lebih lama,tapi kali ini ada hal yang harus segera kami lakukan untuk Orlo kami." terang Asyera.


"baiklah jika ini untuknya aku tidak bisa menahan kalian. Ku harap semua baik untuknya." Yoris mengalah.


Wira berterimakasih dan memeluk Yoris .

__ADS_1


Asyera membuka masa dan membawa Wira kembali ke rumah Gil ,dengan waktu beberapa menit saja.


Yoris sedih juga senang melihat Wira masih seperti dulu hanya tak bisa lama bersamanya.


__ADS_2