
Petang telah tiba , Exxa dan Orchid pergi menemui Seno sepupunya di cafe nya.
Cafe Seno banyak pengunjung hari ini jadi Seno mengirim pesan pada Exxa untuk masuk langsung ke kantornya .
setelah tiga puluh menit mereka sampai di cafe dan segera diantar seorang pelayan ke kantor Seno .
Di dalam kantor itu...
"akhirnya kakak datang juga...mari duduk." Seno mempersilahkan lalu membawa laptopnya bersama mereka.
"bagaiman permintaanku ?." Exxa menunggu.
"sebenarnya kakak gak perlu sampai kesini,akukan bisa mengirimnya lewat surel kakak." jelas Seno .
"aku mau mengunjungimu sekalian,,kita ini keluarga gak cuma rekan abadi." senyum Exxa.
Seno memperlihatkan apa yang ditemukannya sesuai permintaan Exxa namun Exxa belum puas jika tidak melihat wajah orang itu,dengan informasi dari ibunya tentang kekuatan adiknya yang tiba tiba berada dilevel tinggi membuatnya ingin menguji tingkat keberhasilan adiknya dalam menembus logaritma dan menyatukan informasi.
"Orlo...kemarilah,lihat ini!." pinta Exxa dan Orchid mendekat,melihat layar laptop yang terpampang angka angka yang tersusun rumit dan berubah ubah seperti ritme suara.
"apa yang kakak mau dari ini?." tanya Orchid tanpa melihat kakaknya.
__ADS_1
" wajah orang itu." datar Exxa.
" kenapa kakak mau melihatnya, informasi lokasi orang inikan sudah jelas." Orchid penasaran.
" kau bisa tidak memperlihatkannya padaku?." tanya Exxa.
"baiklah,,,perhatikan dan ingat,aku belum bisa mengontrol waktu semauku." terang Orchid .
Hanya dalam hitungan detik mereka bertiga seperti berada dalam diagram seketika mata melihat lebih cepat dari kedipan mata.
Walau pusing Exxa berusaha fokus sedang Seno merasa pusing dan mual.
Orchid membawa mereka lebih jauh lagi hingga tiba dihadapan mereka sebuah ruangan dimana ada seseorang yang sedang duduk mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Exxa mengamati wajah orang tersebut ketika orang itu meregangkan tubuhnya seolah olah lelah,wajahnya terlihat jelas.
Sesaat kemudian terdengar suara pintu di ketuk dan pelayan masuk menyampaikan pesan pada Seno bahwa ada seseorang di depan ingin menemuinya secepatnya.
Seno menyuruh pelayan itu kembali ke depan dan akan segera menemui orang itu.
Setelah pelayan itu pergi Seno segera masuk ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya karena sudah tidak tahan.
Exxa masih terdiam ditempatnya dan Orchid kembali bermain dengan ponselnya.
__ADS_1
"gila...itu tadi apa..." tanya Seno yang baru keluar kamar mandi dengan wajah basah.
"kau itu seperti perempuan saja,baru segitu udah muntah." ejek Exxa.
" melipat ruang dan waktu...kapanpun dan dimanapun ." enteng Orchid .
" sejak kapan kau bisa melakukannya?." tanya Exxa penasaran dan di simak Seno yang duduk lemas.
" ketika ibu menyuruh ku naik gunung...segel ke lima di tubuhku terbuka ,waktu itu hanya seperti melihat film saja,kita kayak dalam proyektor." terang Orchid.
" gak serem dik seperti itu di gunung?." tanya Seno.
" gak di gunung kak...waktu itu pulang dari gunung ,pas masuk rumah ." senyum tipis Orchid .
"lalu sejak kapan kau bisa melakukan seperti tadi?." tanya Exxa.
" setelah nolong papa Prabu." singkat Orchid .
" Seno ... lebih baik kau hapus rekaman cctv kali ini untuk kebaikan keluarga besar kita." pinta Exxa yang diangguki Seno.
Akhirnya mereka memutuskan untuk ke depan, Seno mematikan laptopnya dan menyimpannya kembali di meja kerjanya lalu kami pergi ke depan. Seno menemui tamunya sedang kami memesan makan dan minum lalu duduk di meja tak jauh dari Seno.
__ADS_1
Menikmati makanan dan minuman sebelum kembali ke rumah.